Anda di halaman 1dari 28

APA ITU ISCHIALGIA ?

Ischialgia atau sciatica secara umum diartikan


sebagai nyeri menjalar ke bawah sepanjang
perjalanan saraf ischiadiskus (Cailliet, 1981).
Rasa nyeri sering ditimbulkan setelah
melakukan aktifitas yang berlebihan, terutama
banyak membungkukkan badan atau banyak
berdiri dan berjalan.
Ischialgia merupakan nyeri menjalar
sepanjang pejalanan Nervus Ischiadicus atau
nyeri terasa di pinggang yang menjalar ke
belakang paha sampai ke tungkai.
Ischialgia umumnya di dahului
dengan nyeri pinggang bawah dan
hubungannya langsung dengan L4-L5 dan
S1-S2 di percabangan oleh Nervus Tibialis
Communis dan Nervus Preneus.
ANATOMI
Saraf spinalis L4-S3 pada fossa poplitea membelah dirinya
menjadi saraf perifer yakni N. tibialis dan N. poreneus.N
ischiadicus keluar dari foramen ischiadicus mayor tuberositas
anterior 1/3 bawah dan tengah dari SIPS kebagian dari
tuberositas ischii.
Tengah 2 antara tuberositas ischii dan trochanter yaitu pada saat
n. ischiadicus keluar dari gluteus maximus berjalan melalui
collum femoris.Sepanjang paha bagian belakang sampai fossa
poplitea.
Cakupan dari regio pinggang sebagai berikut :
Thoraco lumbal ( Th 12-L1 )
Lumbal ( Pinggang Atas )
Lumbal sacral ( Pinggang bawah )
Sacroiliaca Joint ( tulang pantat )
Hip Joint ( Sendi Bongkol Paha )
ANATOMI
ETIOLOGI
Di tahun 1928, Yeoman menyebutkan bahwa 36%
kasus ischialgia ditransmisikan melalui musculus piriformis.
Terjadinya ischialgia disebabkan saraf ischiadikus yang
mengalami tekanan oleh otot piriformis bisa akibat trauma pada otot
piriformis, hipertropi otot piriformis, inflamasi kronik, bursitis tendon
piriformis, dll, sehingga perjalanan impuls pada saraf ischiadikus
serta daerah-daerah yang dipersarafinya terganggu.

Adapun faktor penyebab diantaranya :


1. Ischialgia Disconetik
2.Ischialgia akibat spondilo-arthrosis deforman
(Spondilosis Lumbal)
3. Ischialgia pada artritis Sacro-Iliaca
4. Ischialgia karena spasme otot
MANIFESTASI KLINIK

Nyeri punggung bawah


Nyeri daerah bokong
Rasa kaku pada punggung bawah
Nyeri menjalar seperti rasa kesetrum yang dirasakan dari
bokong menjalar ke daerah paha, betis bahkan sampai
kaki, tergantung bagian saraf mana yang terjepit.
Rasa nyeri sering ditimbulkan setelah melakukan aktifitas
yang berlebihan, terutama banyak membungkukkan badan
atau banyak berdiri dan berjalan.
Kesemutan dan baal.
Timbul kelemahan otot, dan hilangnya reflek patella dan
achilles.
Nyeri bertambah dengan batuk, bersin dan mengangkat.
PATOFISIOLOGI
Ischialgia merupakan nyeri menjalar sepanjang perjalanan nervus
ischiadicus L4-S2. Ischialgia yang terasa bertolak dari lokasi
foramen infrapiriformis dan menjalar menurut perjalanan nervus
ischiadicus cum nervus poroneus dan nervus tibialis harus di
curigai sebagai manifestasiischiadicus primer atau entrapment
neuritis dengan tempat jebakan di daerah sacroiliaca.
Nyeri saraf itu terasa sepanjang perjalanan saraf tepi. Ia bertolak
dari tempat saraf sensorik terangsang dan menjalar berdasarkan
perjalanan serabut sensorik itu ke perifer. Perangsangan terhadap
berkas saraf perifer biasanya berarti perangsangan pada saraf
motorik dan sensorik. Gangguan sensibilitas yang terasa
sepanjang parjalanan saraf tepi dan biasanya juga disertai
gangguan motorik yang di sebut Neuritis. Neuritis di tungkai
dapat terjadi oleh karena berkas saraf tertentu terkena infeksi atau
terkena patologic di sekitarnya.
Assesment Diagnosa

DATA-DATA MEDIS RS
Diagnosis medis : Ischialgia

Catatan klinis
Tekanan darah : 130/90 mmHg
Denyut nadi : 77 x/menit
Pernafasan : 28 x/menit
Anamnesis

Anamnesis umum
Nama : Mr. M
Umur : 50 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Pegawai Negri Sipil
Alamat : Perumahan Paccerakkang
Anamnesis Khusus

Keluhan Utama : Nyeri


Lokasi Keluhan : Tungkai Kiri
Terjadi Sejak : 5 bulan yang lalu
Sifat keluhan : Menjalar
Riwayat Perjalanan Penyakit : 5 bulan Yang lalu pasien
merasakan keram dan kaki terasa berat ketika terangkat.
Karena tidak diperiksakan, pasien berjalan pincang
akhirnya memeriksakan diri ke dokter saraf.Dokter saraf
kemudian mendiagnosa Ischialgia.Pasien pun dirujuk ke
poli Fisioterapi.
Sistem Review

 Kardiovaskular / pulmonal

Tekanan darah ?

Denyut nadi ?

Frekuensi pernapasan ?

Suhu tubuh ?

 Muskuluskeletal
-> Adanya Keterbatasan LGS pada HIP joint, Kekuatan otot
cukup baik, terlihat tidak ada atrofi pada otot.
 Neuromuskular
-> Ada rasa tebal dan kesemutan pada tungkai
Inspeksi
 Inspeksi
-> Dengan memperhatikan postur tungkai pasien,
memperhatikan cara pasien berjalan, dan ekspresi pasien
saat melakukan aktifitas dengan menggunakan tungkainya

 Statis
• Pasien tidak dapat duduk dan selalu mengangkat pantat
yg sakit.
• Pasien tidak dapat berjalan dalam waktu yg lama.

 Dinamis
• Pasien terlihat kesakitan ketika dilakukan gerakan pada
daerah pinggang.
• Pada saat berjalan pasien lebih menumpu ke kaki yg
sehat.
Quick Test-Palpasi
 Quick Test
Dengan memberikan instruksi pada pasien untuk melakukan
gerakan tertentu yang berhubungan dengan penggunaan tungkai
bawah.

Misalnya :
 Pasien tidak kesulitan melakukan aktifitas jongkok –berdiri (squad
and bounching)
 Flexi trunk (gerakan membungkuk) pasien merasa
sedikit nyeri

 Palpasi

• Nyeri tekan pada m. Piriformis dan spasme pada m. Gastrocnemius.

• Ada spasme m. Piriformis dan m. Gastrocnemius

• Adanya spasme pada m. Erektor spine.


Pemeriksaan Fungsi Dasar

Aktif
Lumbal
• Fleksi : Nyeri, ROM full
• Ekstensi : Sedikit Nyeri, ROM full
• Lateral Fleksi kanan kiri : Tidak nyeri, ROM full
• Rotasi kanan/ kiri : tidak nyeri, ROM full
Hip dan Knee
• Fleksi Hip : Nyeri, ROM terbatas
• Ekstensi Hip : Sedikit nyeri, ROM full
• Fleksi Knee : nyeri, ROM full
• Ekstensi Knee : tidak nyeri, ROM full
Pemeriksaan Fungsi Dasar

Pasif
Lumbal
• Fleksi : tidak nyeri, ROM full
• Ekstensi : tidak Nyeri, ROM full
• Lateral Fleksi kanan kiri : Tidak nyeri,
ROM full
• Rotasi kanan/ kiri : tidak nyeri, ROM full
Hip dan Knee
• Fleksi Hip : Nyeri, ROM terbatas
• Ekstensi Hip : Sedikit nyeri, ROM
terbatas
• Fleksi Knee : tidak nyeri, ROM full
• Ekstensi Knee : tidak nyeri, ROM full
Pemeriksaan Fungsi Dasar

TIMT
Lumbal
• Fleksi : tidak nyeri, ROM full
• Ekstensi : tidak Nyeri, ROM full
• Lateral Fleksi kanan kiri : Tidak nyeri, ROM
full
• Rotasi kanan/ kiri : tidak nyeri, ROM full
Hip dan Knee
• Fleksi Hip : Nyeri, ROM terbatas
• Ekstensi Hip : Sedikit nyeri, ROM terbatas
• Fleksi Knee : tidak nyeri, ROM full
• Ekstensi Knee : tidak nyeri, ROM full
Pemeriksaan Spesifik

Bragards Test

Tujuan : untuk mengidentifikasi patologi pada


durameter atau lesi spinal cord
Prosedur :
• Pasien terlentang dengan posisi hip endorotasi dan
adduksi serta knee ekstensi , rileks. Prosedur sama
dengan Lasegue Test hanya saa bedanya,praktikum
menambah flexi cervical secara pasif, disertai dorso
flexi ankle pasien.
Positif test
Peningkatan nyeri dengan , dorso flexi ankle atau
keduanya mengindikasikan penguluran pada durameter
dari spinalcord atau lesi pada spinal cord. Nyeri tidak
meningkat dengan flexi cervical mengindikasikan lesi
pada hamstring atau lumbosacral atau area sacroiliac
joint
Intepretasi
Positif tes mengindikasikan patologi pada durameter
atau lesi pada spinal cord
Pemeriksaan Spesifik
Patrick Test
Tujuan
Tes untuk mendeteksi patologi pada hip, lumbar, atau S1
joint dysfunction.
Prosedur Tes
Pasien telentang dalam posisi comfortable.
Praktikkan selanjutnya secara pasif menggerakkan
tungkai pasien yang di tes kea rah flexi knee ddengan
menempatkan ankle di atas knee pada tungkai pasien yang
satunya
Praktekkan kemudian memfiksasi SIAS pasien pada
tungkai yang tidak di tes dengan menggunakan satu
tangan dan tangan satunya pada sisi medial knee pasien
yang di tes, lalu menekan tungkai pasien kearah abduksi.
Ulangi prosedur tes yang sama pada tungkai pasien yang
satunya.
Positif Test
Nyeri di bagian dalam hip, lumbal, atau SI.
Interpretasi
Lokasi nyeri berkorespondensi erhadap disfungsi pada
area tersebut.
Pemeriksaan Spesifik

Iliaca Compression Test


Tujuan
Tes untuk mendeteksi mengidentifikasi lesi SIJ atau
sprain pada ligamen sacroiliaca.

Prosedur Tes
Pasien tidur miring dengan posisi kedua knee di
fleksikan dan rileks.
Praktikkan meletakkan kedua tangan di atas crista
iliaca pasien. Kemudian mengaplikasikan tekanan ke
arah bed. Manuver ini menyebabkan penekanan di atas
sacrum pasien.

Positif Test
Adanya perasaan peningkatan tekanan pada SIJ.

Interpretasi
Positif tes mengindikasikan lesi SIJ atau sprain pada
ligamen sacroiliaca.
Pemeriksaan Spesifik

Fair Test
Tujuan
Tes untuk mendeteksi iritasi nervus sciatic akibat
syndrome priformis.
Prosedur Tes
Pasien telentang dalam posisi comfortable
Praktikkan meletakkan kedua tangan di atas knee
pasien, masing – masing pada sisi medial dari
lateral knee untuk menyiapkan stabilisasi.
Praktikkan selanjutnya secara pasif menggerakkan
tungkai pasien ke arah fleksi hip 90˚, endorotasi ,
adduksi, dan fleksi knee 90˚.
Positif Test
Nyeri pada area gluteal / sciatic akibat syndrome
priformis. Nyeri yang terjadi di bagian dalam
anterior paha akibat femoral acetabular
impingement.
Interpretasi
Lokasi nyeri berkorespondensi terhadap disfungsi
pda area tersebut.
TES DAN PENGUKURAN
PENGUKURAN
• VAS ( VISUAL ANALOG SCALE )

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Keterangan :
Skala 0-4 mm : Tidak nyeri
Skala 5 – 44 mm : nyeri ringan
Skala 45 – 74 mm : nyeri sedang
Skala 75 – 100 mm : nyeri berar
Diagnosis FT

Gangguan Aktivitas Fungsional Tungkai


kanan akibat Ischialgia karena Spasme
Musculus Piriformis
Problematika FT
• Anatomical Impairment
Adalah berbagai problem yang menyerang body functions atau body structures seperti
adanya deviasi atau penurunan/hilang yang signifikan.
Yaitu: Adanya rasa nyeri pada punggung bagian bawah dan menjalar sampai ke tungkai
kanan. Sering merasa kesemutan dari daerah pinggang sampai ujung kaki.
• Activity limitation
Adalah kesulitan dalam melakukan atau menyelesaikan aktivitasnya.
Yaitu: Karena pasien seorang muslim, jadi pada saat melakukan sholat (khususnya rukuk
dan sujud) pasien mengalami kesulitan. Pasien juga mengalami kesulitan dalam hal MCK
karena tidak bisa berjokngkok.
• Participation Restricted
Adalah problem-problem yang dialami dalam keterlibatan pada kehidupan sehari-hari.
Yaitu: Pasien tidak bisa duduk dan berdiri lama dikantor serta tidak bisa berjalan jauh.
Pasien juga mengalami kesulitan dalam hal mengambil benda yang berada di tempat yang
tinggi dan mengambil benda yang berat.
Nyeri
Spasme M. piriformis
Gangguan ADL
Pemeriksaan Penunjang

1. Rontgen
2. Elektromielografi
3. Myelografi
4. CT Scan
5. MRI
TERIMA KASIH
Daftar Pustaka
• http://eprints.ums.ac.id/45415/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

• https://duniakesehatanindonesia2016.blogspot.com/2017/09/makalah-sumber-fisis-
penatalaksanaan.html
Sidharta, Priguna. 2010. Tata Pemeriksaan Klinis Dalam Neurologi. Jakarta: Dian Rakyat
Mardjono, Mahar dkk. 2010. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat
Wolf, De.1990. Pemeriksaan Alat Penggerak Tubuh. Houten/Zaventem: Bohn Stafleu Van
Loghum
Aras, Djohan dkk. 2014. Tes Spesifik Muskuloskeletal Disorder. Makassar: PhysioCare
Pulishing
Hasnia, Ahmad dkk. 2011. Pemeriksaan Fisioterapi Pada Ekstremitas. Kementerian RI
Politeknik Kesehehatan Makassar
http://remizapratama.blogspot.co.id/2011/01/alat-alat-yang-digunakan-pada.html
http://imphysicaltherapist.blogspot.com/2013/03/ischialgia-akibat-spasme-ototpiriformis.html

Anda mungkin juga menyukai