Anda di halaman 1dari 405

ANATOMI MESIN-MESIN LISTRIK

MOTOR INDUKSI (MOTOR ASINKRON)


TURBIN GENERATOR
PLTD Pesanggaran Bali
DIESEL GENERATOR
TRANSFORMATOR
KEMAGNETAN
PENGERTIAN MAGNET
Kata magnet berasal dari kata magnesia (bahasa Yunani) yang berarti batu
Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu
yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki) di mana
terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah
tersebut. Batu magnet yang ditemukan pertama merupakan magnet alam
(magnet tetap). Magnet yang sekarang ini ada hampir semuanya adalah
magnet buatan.
SIFAT-SIFAT MAGNET
1. Magnet dapat menarik benda tertentuMagnet dapat menarik benda lain yang
berasal bahan logam. Namun tidak semua logam dapat ditarik oleh magnet. Besi dan
baja adalah dua contoh logam yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet.

2. Magnet mempunyai dua kutub


Magnet memiliki dua tempat yang gaya magnetnya paling kuat. Daerah ini disebut
kutub magnet. Ada 2 kutub magnet, yaitu kutub utara (U) dan kutub selatan (S).
Seringkali kita menjumpai magnet yang bertuliskan N dan S. N merupakan kutub utara
magnet itu (singkatan dari north yang berarti utara) sedangkan S kutub selatannya
(singkatan dari south yang berarti selatan).
3. Kutub magnet senama tolak menolak, kutub magnet tidak senama tarik menarik
Asal-usul Magnet
Darimanakah magnet?

Berdasarkan asalnya magnet ada 2 jenis,


yaitu
Magnet Alam
Magnet Buatan
Magnet Alam

Batu magnet pertama kali


ditemukan pada tahun
6500 SM didaerah
Yunani di propinsi
Magnesia.
Batu ini memiliki sifat
khas, yaitu dapat
menarik besi
Magnet Buatan
Magnet buatan ada dua jenis, yaitu:
> Magnet Keras
> Magnet lunak

Magnet Keras Magnet Lunak


Magnet keras Magnet lunak
biasa terbuat dari besi lunak,
terbuat dari baja,Sulit dibuat
mudah dibuat namun sifat
namun Sifat kemagnetannya
kemagnetannya lemah dan
kuat dan Permanen
sementara.
Contoh: Bel listrik dan alat
untuk mengangkat besi
Magnet permanen
Magnet permanen tidak memerlukan tenaga atau bantuan dari luar
untuk menghasilkan daya magnet .
Jenis magnet tetap selama ini yang diketahui terdapat pada:
1. Magnet neodymium, merupakan magnet tetap yang paling kuat.
Magnet neodymium (juga dikenal sebagai NdFeB, NIB, atau
magnet Neo), merupakan sejenis magnet alam yang terbuat dari
campuran logam neodymium,
2. Magnet Samarium-Cobalt: salah satu dari dua jenis magnet bumi
yang langka, merupakan magnet permanen yang kuat yang
terbuat dari paduan samarium dan kobalt.
3. Ceramic Magnets
4. Plastic Magnets
5. Alnico Magnets
Medan Magnet
Medan magnet adalah wilayah disekitar magnet yang
masih dipengaruhi oleh gaya magnet
Medan Listrik
Medan listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik, seperti
elektron, ion, atau proton, dalam ruangan yang ada di sekitarnya. Medan listrik
memiliki satuan N/C atau dibaca Newton/coulomb. Medan listrik umumnya dipelajari
dalam bidang fisika dan bidang-bidang terkait, dan secara tak langsung juga di bidang
elektronika yang telah memanfaatkan medan listrik ini dalam kawat
• Rumus matematika untuk medan listrik dapat diturunkan melalui Hukum Coulomb,
yaitu gaya antara dua titik muatan:\
• Menurut persamaan ini, gaya pada salah satu titik muatan berbanding lurus
dengan besar muatannya. Medan listrik didefinisikan sebagai suatu konstan
perbandingan antara muatan dan gaya[1]:
• Maka, medan listrik bergantung pada posisi. Suatu medan, merupakan sebuah
vektor yang bergantung pada vektor lainnya. Medan listrik dapat dianggap sebagai
gradien dari potensial listrik. Jika beberapa muatan yang disebarkan menghasiklan
potensial listrik, gradien potensial listrik dapat ditentukan.
Atau bila kawat diletakkan sejajar dengan sumbu-z dan bidang x-y
ditembus kawat secara tegak lurus, maka medan listrik di suatu titik
berjarak r dari kawat, dapat dituliskan medan listriknya adalah
Dengan adalah vektor satuan radial dalam koordinat silinder:
Adalah Permebilitas
JENIS –JENIS MAGNET

Berdasarkan jenis bahan yang digunakan, magnet dapat dibedakan menjadi


empat tipe:
1. Magnet Permanen Campuran
Sifat magnet tipe ini adalah keras dan memiliki gaya tarik sangat kuat.
Magnet permanen campuran dibagi menjadi:
- Magnet alcomax, dibuat dari campuran besi dengan almunium
- Magnet alnico, dibuat dari campuran besi dengan nikel
- Magnet ticonal, dibuat dari campuran besi dengan kobalt
2. Magnet Permanen Keramik
Tipe magnet ini disebut juga dengan magnadur, terbuat dari serbuk ferit
dan bersifat keras serta memiliki gaya tarik kuat.
3. Magnet Besi Lunak
Tipe magnet besi lunak disebut juga stalloy, terbuat dari 96% besi dan 4%
silicon. Sifat kemagnetannya tidak keras dan sementara.
4. Magnet Pelindung
Tipe magnet ini disebut juga mumetal, terbuat dari 74% nikel, 20% besi,
5% tembaga, dan 1% mangan. Magnet ini tidak keras dan bersifat
sementara.
PENGERTIAN MEDAN MAGNET
Medan magnet, dalam ilmu Fisika, adalah suatu medan yang terbentuk karena
adanya muatan listrik yang bergerak (arus listrik) yang menimbulkan gaya di muatan
listrik yang bergerak lainnya.
Sebuah medan magnet adalah suatu medan vektor dengan Arah dari medan ini
adalah sesuai dengan arah jarum kompas yang diletakkan di dalam medan tersebut.
Medan Magnet
Medan magnet, dalam ilmu Fisika, adalah suatu medan yang dibentuk dengan
menggerakan suatu muatan listrik ( menimbulkan arus listrik) yang menyebabkan
munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya.
Arah fluks Medan Magnet
Kemagnetan cara membuat Magnet
KEMAGNETAN ( MAGNETOSTATIKA )
Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET.
Macam-macam bentuk magnet, antara lain :

Magnet dapat diperoleh dengan cara buatan. Jika baja di gosok dengan sebuah
magnet, dan cara menggosoknya dalam arah yang tetap, maka baja itu akan menjadi
magnet.

Baja
Membuat magnet dengan cara
induksi dapat dilakukan dengan
menempelkan atau mendekatkan
logam yang mengandung partikel
besi pada magnet yang ada
CARA MEMBUAT MAGNET
Baja atau besi dapat pula dimagneti oleh arus listrik.
Baja atau besi itu dimasukkan ke dalam kumparan kawat, kemudian ke dalam kumparan kawat
dialiri arus listrik yang searah. Ujung-ujung sebuah magnet disebut Kutub Magnet. Garis yang
menghubungkan kutub-kutub magnet disebut sumbu magnet dan garis tegak lurus sumbu
magnet serta membagi dua sebuah magnet disebut garis sumbu.

Sebuah magnet batang digantung pada titik beratnya. Sesudah keadaan setimbang tercapai,
ternyata kutub-kutub batang magnet itu menghadap ke Utara dan Selatan.
CARA MEMBUAT MAGNET
Dengan Arus Listrik DC
PENGERTIAN MEDAN MAGNET & KUAT MEDAN
PENGERTIAN MEDAN MAGNET.
Medan magnet adalah ruangan di sekitar kutub magnet, yang gaya tarik/tolaknya masih
dirasakan oleh magnet lain.
Kuat Medan ( H ) = ITENSITY.
Kuat medan magnet di suatu titik di dalam medan magnet ialah besar gaya pada suatu satuan
kuat kutub di titik itu di dalam medan magnet m adalah kuat kutub yang menimbulkan medan
magnet dalam Ampere-meter.

Garis Gaya.
Garis gaya adalah : Lintasan kutub Utara dalam medan magnet atau garis yang bentuknya
demikian hingga kuat medan di tiap titik dinyatakan oleh garis singgungnya.
HUKUM COULOMB.
Definisi : Besarnya gaya tolak-menolak atau gaya tarik menarik antara kutub-kutub
magnet, sebanding dengan kuat kutubnya masing-masing dan berbanding terbalik
dengan kwadrat jaraknya.

F = gaya tarik menarik/gaya tolak menolak dalam newton.


R = jarak dalam meter.
m1 dan m2 kuat kutub magnet dalam Ampere-meter.
7
0 = permeabilitas hampa.Nilai = 10 Weber/A.m

Nilai permeabilitas benda-benda, ternyata tidak sama dengan permeabilitas hampa.


Perbandingan antara permeabilitas suatu zat dengan permeabilitas hampa disebut
permeabilitas relatif zat itu.

r = Permeabilitas relatif suatu zat.

= permeabilitas zat itu


0 = permeabilitas hampa.
D. Bahan Magnetik dan Bahan Nonmagnetik

Bahan Logam dapat digolongkan berdasarkan sifatnya untuk menarik benda lain
yang berada
dekatnya yang disebut kemagnetan. Berdasarkan kemampuan benda menarik
benda lain dibedakan menjadi dua, yaitu benda magnet dan benda bukan magnet.
Namun, tidak semua benda yang berada di dekat magnet dapat ditarik. Oleh
karena itu sifat kemagnetan benda dapat digolongkan menjadI
1. Bahan magnetik (feromagnetik), yaitu bahan yang dapat ditarik magnet dengan
kuat.
Contoh: besi, baja, besi silikon, nikel, kobalt.
2. Bahan non magnetik
- Paramagnetik, yaitu bahan yang ditarik lemah oleh magnet.
Contoh: alumunium, magnesium, wolfram, platina.
- Diamagnetik, yaitu bahan yang tidak ditarik oleh magnet.
Contoh: Bismuth, tembaga, emas, perak, seng, garam dapur.

Benda-benda magnetik yang bukan magnet dapat dijadikan magnet. Benda itu ada
yang mudah dan ada yang sulit dijadikan magnet. Baja sulit untuk dibuat magnet,
tetapi setelah menjadi magnet sifat kemagnetannya tidak mudah hilang. Oleh karena
itu, baja digunakan untuk membuat magnet tetap (magnet permanen).
Besi mudah untuk dibuat magnet, tetapi jika setelah menjadi magnet sifat
kemagnetannya mudah hilang. Oleh karena itu, besi digunakan sebagai bahan
untuk membuat magnet sementara.
Feromagnetik
Feromagnetik memiliki momen magnetik permanen tanpa adanya medan magnet yang diberikan dari luar
diantaranya adalah Fe, Co, Ni serta pada logam tanah jarang (rare earth) seperti Nd, dan Gd. Suseptibilitas
magnetnya dapat mencapai 106.
Paramagnetik
Material paramagnetik mempunyai nilai suseptibilitas magnet yang kecil namun masih bernilai positif .
Diamagnetik
Material diamagnetik mempunyai susceptibility magnetik yang kecil dan bernilai negatif Diamagnetik
merupakan sifat magnet yang paling lemah, yaitu tidak permanen dan hanya muncul selama berada dalam
medan magnet luar.
Antiferomagnetik
Gabungan momen magnetik antara atom-atom atau ion-ion yang berdekatan dalam suatu golongan bahan
tertentu akan menghasilkan pensejajaran anti paralel. Gejala ini disebut anti-feromagnetik. Sifat tersebut
antara lain terdapat pada MnO, bahan keramik yang bersifat ionik yang memiliki ion-ion Mn2+ dan O2-.
Tidak ada momen magnetik netto yang dihasilkan oleh ion O2-
MATERIAL MAGNETIK
Benda diamagnetik : bila ditempatkan dalam medan magnet yang tidak homogen,
ujung-ujung benda itu mengalami gaya tolak sehingga benda akan mengambil posisi
yang tegak lurus pada kuat medan. Benda-benda yang demikian mempunyai nilai
permeabilitas relatif lebih kecil dari satu. Contoh : Bismuth, tembaga, emas, antimon,
kaca flinta.

Benda paramagnetik : bila ditempatkan dalam medan magnet yang tidak homogen,
akan mengambil posisi sejajar dengan arah kuat medan. Benda-benda yang demikian
mempunyai permeabilitas relatif lebih besar dari pada satu. Contoh : Aluminium,
platina, oksigen, sulfat tembaga dan banyak lagi garam-garam logam adalah zat
paramagnetik.

Benda feromagnetik : Benda-benda yang mempunyai effek magnet yang sangat besar,
sangat kuat ditarik oleh magnet dan mempunyai permeabilitas relatif sampai
beberapa ribu.Contoh : Besi, baja, nikel, cobalt dan campuran logam tertentu ( almico )
Inti Magnetik
Sebuah inti magnetik adalah bagian dari material magnetik dengan permeabilitas tinggi yang
digunakan mengurung dan mengarahkan medan magnet pada perangkat listrik, yang bekerja
atas prinsip magnetik seperti , transformer, motor listrik, induktor.
Inti magnetic terbuat dari logam feromagnetik seperti besi, atau senyawa ferrimagnetic seperti
ferrites. Permeabilitas tinggi, relatif terhadap udara sekitarnya, menyebabkan garis-garis medan
magnet terkonsentrasi di inti materi.
Medan magnet ini sering dibuat oleh sebuah kumparan kawat di sekitar inti yang membawa
arus. Kehadiran inti dapat meningkatkan medan magnet dari kumparan dengan faktor beberapa
ribu kali dari pada gulungan yang tanpa inti.
Penggunaan inti magnetik sangat dapat memusatkan kekuatan dan meningkatkan efek dari
medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik dan magnet permanen. Sifat kemagnitan akan
sangat bergantung pada faktor-faktor berikut:

1. Ukuran geometri dari Inti magnetik


2. Jumlah celah udara dari inti magnetik.
3. Sifat dan karesteristik bahan inti.(Permebilitas dan Histerisis)
4. Suhu operasi
5. Laminasi Inti untuk Mengurangi eddy Current
Bentuk2 Core/Inti Magnit

Bentuk
C
E

a pot core of 'RM' type

Bentuk Turoidal
PRINSIP KEMAGNETAN
Magnet yang kita lihat sehari-hari jika didekatkan dengan besi, baja
maka besi /baja tsb akan menempel.
Magnet memiliki dua kutub, kutub utara dan kutub selatan.
Magnet memiliki sifat pada kutub berbeda saat didekatkan akan saling
tarik menarik (utara - selatan). Tapi jika kutub berbeda didekatkan akan
salingtolak-menolak (utara-utara atau selatan-selatan)
PRINSIP KEMAGNETAN
Batang magnet dibagian tengah antara kutub utara dan kutub selatan,
disebut bagian netral. Bagian netral magnet artinya tidak memiliki
kekuatan magnet.

Magnet bisa dalam ujud yang besar, sampai dalam ukuran terkecil
sekalipun. Batang magnet panjang, jika dipotong menjadi dua atau
dipotong menjadi empat bagian akan membentuk kutub utara-selatan
yang baru.
STRUKTUR MIKROSKOPIK MAGNET
Magnet sebenarnya kumpulan dari jutaan magnet ukuran mikroskopik yang teratur
satu dan lainnya .dengan Kutup Utara dan Kutup selatan magnet posisinya teratur.
Sehingga Secara keseluruhan kekuatan magnetnya menjadi besar.
Logam besi bisa menjadi magnet secara permanen atau sementara dengan cara
induksi elektromagnetik. Tetapi ada beberapa logam yang tidak bisa menjadi magnet,
misalnya tembaga dan aluminium…. logam tersebut dinamakan diamagnetik.

Batang Besi biasa

Batang Besi magnet


Garis gaya Magnet
Bumi merupakan magnet alam raksasa, buktinya
mengapa kompas menunjukkan arah utara dan selatan
bumi yaitu Karena sekeliling bumi sebenarnya dilingkupi
garis gaya magnet yang tidak tampak oleh mata tapi bisa
diamati dengan kompas keberadaannya.
Batang magnet memancarkan garis gaya magnet
yang melingkupi dengan arah dari utara ke selatan.
Pembuktian sederhana dilakukan dengan
menempatkan batang magnet diatas selembar
kertas. Diatas kertas taburkan serbuk halus besi
secara merata, yang terjadi adalah bentuk garis-garis
dengan pola pola melengkung oval diujung-ujung
kutub
Ujung kutub utara selatan muncul pola garis gaya
yang kuat sedangkan pada Daerah netral pola garis
gaya magnetnya lemah
SIFAT TARIK MENARIK DAN TOLAK MENOLAK MAGNET.
Pembuktian secara visual garis gaya magnet
untuk sifat tarik-menarik pada kutub berbeda
dan sifat tolak-menolak pada kutub sejenis
dengan menggunakan magnet dan serbuk
halus besi

Pada Kutup sejenis utara-utara garis gaya saling


menolak satu dan lainnya sedangkan pada
kutub yang berbeda utara-selatan, garis gaya
magnet memiliki pola tarik menarik.
Sifat saling tarik menarik dan tolak menolak
magnet menjadi dasar bekerjanya motor listrik.
Untuk mendapatkan garis gaya magnet yang merata
disetiap titik permukaan maka ada dua bentuk yang
mendasari rancangan mesin listrik yaitu :
Bentuk datar (flat) akan menghasilkan garis gaya
merata setiap titik permukaannya.
Bentuk melingkar (radial), juga menghasilkan garis gaya
yang merata setiap titik permukaannya
ELEKTROMAGNET
Elektromagnet adalah prinsip pembangkitan magnet
dengan menggunakan arus listrik.(magnet Buatan)
Aplikasi praktisnya kita temukan pada pita tape recorder,
motor listrik,speaker, relay dsb.
Sebatang kawat yang diberikan listrik DC arahnya
meninggalkan kita (tanda silang), maka disekeliling kawat
timbul garis gaya magnet melingkar

Sebatang kawat posisi vertikal diberikan arus listrik DC


searah panah, arus menuju keatas arah pandang (tanda
titik). Garis gaya magnet yang membentuk selubung
berlapis lapis terbentuk sepanjang kawat
Arah medan magnet disekitar penghantar sesuai arah
putaran sekrup (James Clerk Maxwell, 1831- 1879) Jika
arah arus kedepan (meninggalkan ) maka arah medan
magnet searah putaran sekrup kekanan. Sedangkan bila
arah arus kebelakang maka arah medan magnet adalah
kekiri
Medan magnet disekitar arus listrik
Bagaimanakah bentuk dari medan magnet
disekitar arus listri?
Kawat bentuk Lingkar/kumparan dialiri arus
Kawat penghantar bentuk bulat dialiri
arus listrik ini, disekeliling kawat timbul
garis gaya magnet yang arahnya secara
gabungan membentuk kutub utara dan
kutub selatan.

Makin besar arus listrik yang melewati


kawat makin kuat medan
elektromagnetik yang ditimbulkannya.
Jika beberapa belitan kawat digulungkan
membentuk sebuah coil, jika dipotong
secara melintang maka arah arus ada dua
jenis. Kawat bagian atas bertanda silang
(meninggalkan kita) dan kawat bagian
bawah bertanda titik (menuju kita)
Menghilangkan sifat kemagnetan
Dapatkah sebuah magnet kehilangan sifat kemagnetannya?
Jawab nya:
Sifat kemagnetan akan hilang bila magnet-magnet elementer
penyusunnya kembali ke posisi semula yang tidak teratur.
Hal ini dapat terjadi bila magnet:
> dipukul / dibanting
> dipanaskan
> berada disekitar arus listrik AC (bolak-balik)
Memperkuat Intensitas Medan Magnet

Intensitas medan magnet


dapat diperkuat dengan
cara:
1. memperbesar kuat
arus listrik
2. memperbanyak lilitan
kumparan
3. mengisi kumparan
dengan inti besi lunak + - + -
Bumi sebagai Magnet
Bumi yang kita tinggali
memiliki sifat-sifat
kemagnetan
Sehingga bumi dapat kita
sebut sebagai magnet
Bagaimanakah bentuk
magnet bumi?
Magnet Bumi
Kita bayangkan seandainya magnet Bumi berbentuk batang

Kutub utara bumi


Ternyata posisi Kutub utara kompas

kutub-kutub
magnet Bumi
tidak pas dengan
posisi kutub-
kutub geografi
Bumi
Sudut Inklinasi

Sudut inklinasi adalah


sudut yang dibentuk
oleh garis gaya
magnet Bumi
dengan arah
horisontal Bumi.
Sudut inklinasi
Gaya Gerak Magnet (Magneto Motive Force)

Gaya Gerak Magnet (GGM) F = I N Ampere Turn (AT) = Ampere lilit


GGM adalah Perkalian dari jumlah lilitan dan Arus Listrik yang Mengalirinya.

Contoh Berapa GGM yang ditimbulkan pada Lilitan seperti Gambar 8 apa
bila diketahui bahwa Jumlah Lilitan = 10 lilitan dan arus mengalir = 5 A
Jawab GGM F = I.N Ampere Lilit (AT)
= 5.10 = 50 AT
Gaya Gerak Magnetik/Magnetomotive force
Belitan kawat yang dialiri arus listrik DC maka didalam inti belitan akan
timbul medan magnet yang mengalir dari kutub utara menuju kutub
selatan.
Gaya gerak magnetik ( F ) sebanding lurus
Dengan jumlah belitan (N) dan besarnya arus yang
mengalir (I), secara singkat kuat medan magnet
sebanding dengan amper-lilit.

F =I.N (Amper-turn= Ampere Lilit))

F = Gaya gerak magnetik ,


I = Arus mengalir ke belitan
N =Jumlah belitan kawat
Contoh : Belitan kawat sebanyak 600 lilit, dialiri arus 2 A. Hitunglah
a) gaya gerak magnetiknya
b) jika kasus a) dipakai 1200 lilit berapa besarnya arus ?
Flux magnit pada Inti Core
Fluksi Magnetik
Daerah sekitar yang ditembus oleh garis gaya magnet disebut gaya
medan magnetik atau medan magnetik.

Jumlah garis gaya dalam medan magnet disebut fluksi


magnetik

Menurut satuan internasional besaran fluksi magnetik diukur dalam


Weber, disingkat yang didifinisikan :

”Suatu medan magnet serba sama mempunyai fluksi magnetik


sebesar 1 weber bila sebatang penghantar dipotongkan pada garis-
garis gaya magnet tsb selama satu detik akan menimbulkan gaya
gerak listrik (ggl) sebesar satu volt”.

Weber = Volt x detik


ɸ = 1 Vdetik = 1 Wb
KERAPATAN FLUKS MAGNET (B)
Efektivitas medan magnetik dalam pemakaian sering ditentukan oleh besarnya
“kerapatan fluks magnet”, artinya fluks magnet yang berada pada permukaan yang
lebih luas, maka kerapatannya akan lebih rendah dan intensitas medannya juga
lebih lemah
Pada permukaan yang lebih sempit kerapatan fluks magnet akan kuat dan intensitas
medannya lebih tinggi. kerapatan fluks magnet (B) atau induksi magnetik
didefinisikan : sebagai fluks magnet persatuan luas penampang.
Satuan dari Kerapatan fluks magnet adalah Wb/m2 atau Tesla.
Analogi sirkuit Listrik dan Sirkuit magnit

Electric circuit Magnetic Circuit


F
Analogi Rangkaian listrik & Magnit

m
Bahan Ferromagnet
Bahan ferromagnet dipakai sebagai bahan
inti pada transformator, stator pada motor
dll.
Susunan molekul bahan ferromagnet
terbentuk dari bagian-bagian kecil yang
disebut ”domain”
Setiap domain merupakan magnet dipole
elementer dan mengandung 10¹² sampai 10
¹⁵ atom.

Bila suatu bahan ferromagnetik mendapat


pengaruh medan magnet dari luar, dengan
segera masing-masing melekul membentuk
kutub yang searah.
Permeabilitas
Persamaan Permeabilitas Hampa Udara dan bahan magnet
besi
DAFTAR PERMEABILITAS RELATIF

Relatif
Rumus² mengenai Elektromagnet

Lm = panjang lintasan ɸ = m

N = lilit ɸ = Weber H = Ampere-Lilit B = Weber/m2


Θ
FΘ F
F

Lm = panjang lintasan ɸ = m
Cara Membaca huruf Yunani
RANGKAIAN MAGNETIK
CONTOH SOAL RANGKAIAN MAGNET
λ
besi

Gambar 2-26
PENYELESAIAN RANGKAIAN MAGNETIK

= Reluktansi

m gap

λ Tot = gaya gerak magnit


JAWABAN SOAL RANGKAIAN MAGNETIK
KURVA HISTERISIS
KURVA HISTERISIS
= 144 AT
Soal Mengenai Magnet
1.

2.

3.

4.
Soal Mengenai Magnet
15. Rangkaian magnet seperti gambar di bawah dengan luas penampang A1= 40 cm2, A2= 50 cm2,
sedangkan g1=10mm, g2=5mm, dan jumlah belitan 1000 turn. Anggap bentuknya bujur
sangkar dengan panjang sisi 6 cm. Tentukan arus eksitasi yang perlu diberikan untuk
membangkitkan fluksi 2 mWb di air-gap g2 !

16. Pada soal nomor 1, jika arus eksitasi sebesar 1 Ampere. Tentukan fluksi air-gap yang
dibangkitkan dig1dan g2 !

A₃

A₃ A₃
Jawaban Soal :
Rumus untuk Tahanan Magnit Pada Core dan Celah udara (Gap) dapat dinyatakan
sbb :

Bila permebilitas inti –Core besar mendekati ∞ Rm inti juga = 0, maka tahanan
magnet hanya berasal dari akibat adanya celah Udara g1 dan g2

Rg2 =1 = 1/4∏ x 10⁻⁷ x 6 /50* 10⁴

Rg1 = 1/4∏ x 10⁻⁷ x 6 /40* 10⁴

IN = ɸ1 Rg1 = ɸ2 Rg2
I = ɸ2 Rg2/N = 2 * 2.318/1000
Pengertian MRI
Magnetic Resonance Imaging
(MRI) adalah suatu alat kedokteran di bidang
pemeriksaan diagnostik radiologi , yang
menghasilkan rekaman gambar potongan
penampang tubuh atau organ manusia dengan
menggunakan medan magnet berkekuatan antara
0,064 – 1,5 tesla (1 tesla = 1000 Gauss) dan
resonansi getaran terhadap inti atom hydrogen.

Perkembangan terkini
Mesin MRI dengan kekuatan 9,4 tesla telah selesai
diuji keamanannya dengan sukses dan dapat
menampilkan gambaran real-time terhadap proses
biologis otak manusia. Mesin ini diharapkan dapat
mengantarkan kita ke era baru pencitraan otak,
sehingga kita dapat mengamat proses-proses
metabolik dengan lebih baik. Mesin ini dapat
memindai dan memvisualisasikan otak manusia.
Mesin ini dapat melihat aktivitas otak manusia
dengan lengkap karena natrium yang terlibat di
dalamnya memungkinkan peneliti secara langsung
mengikuti salah satu proses konsumsi paling penting
di dalam sel-sel otak

CT scans“computed axial tomography” yang MRI


menggunakan aksial tomografi berkomputer Tidak dapat digunakan kepada orang yg mempuyai
yang melibatkan dos radiasi mengion, peralatan/material mengandung besi, cobalt, Nikel
(Material Ferromagnetic) didalam tubuhnya.
MAGLEV MONORAIL

MAGnetically LEVitated
Like poles on magnets keep train above track
Train is propelled by electro-magnetic system in the sides of the "guideway" instead of
onboard engine
Top speed (with passengers) - 450km/h (280mph)
Developed by Transrapid Int in Germany
Operating commercially in Shanghai
Test facility in Emsland, northern Germany, is longest of its kind at 31.5km (19.5 miles)
Source: Transrapid International
FF
F F
F
F

FF

F
Alat Ukur Medan Magnet
Pada dasarnya kuat medan magnet alam sulit dihitung karena medan magnet
yang timbul bergantung kepada karakteristik bahan yang digunakan. Berbeda
halnya dengan kuat medan elektromagnetik (magnet yang dibangkitkan oleh
adanya aliran arus listrik). Dengan mengetahui bentuk lilitan penghantar,
jumlah lilitan, dan kuat arus, serta medium tempat lilitan penghantar kita
dapat menghitung kuat medan magnet yang ditimbulkannya tiap detik.

Alat ukur kuat medan magnet adalah Teslameter.


Tesla (T) merupakan salah satu satuan kuat medan
magnet yang biasa digunakan dalam fisika. Satuan
lainnya yang biasa digunakan adalah gauss.
Hubungan antara Tesla dan gauss adalah:

1 Tesla = 104 gauss = 1 weber/m2


RANGKUMAN THEORI MAGNET
LANJUTAN RANGKUMAN THEORI MAGNET

• Prinsip kerja mesin-mesin listrik mempergunakan prinsip2


Induksi Magnet
PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Sistem Tenaga Listrik
Sistem
Pembangkitan Sistim Penyaluran Tenaga listrik Beban

Jaringan transmissi /SUTT 150 kV


INDUSTRI

BISNIS

TRAFO GI SUTM 20 kV
TRAFO GI
20/150 kV 150/20 kV
PLTA
PLTD PUBLIK
PLTP
PLTGU JTR 220 V
PLTN RUMAH
TRAFO DISTR. 20 KV/220 V

SOSIAL

Belajar & Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai – Nilai Perusahaan 98


Trafo Distribusi
PERCOBAAN FARADAY
PERCOBAAN FARADAY
Prinsip kerja trafo dan
Kumparan Kumparan
Kumparan Primer
Sekunder
Primer

Kumparan
Transformator 1 Phasa
Sekunder Transformator 3 Phasa
Trafo 1 Phasa dengan gulungan ke tiga

Kumparan
Kumparan Sekunder
Primer

Kumparan
tertier
Step up Step down
JENIS TRAFO

TRAFO ARC FURNACE


RECTIFIER TRANSFORMER
KLASIFIKASI TRANSFORMATOR
• BERDASARKAN PENGGUNAANYA :
a) Trafo daya (power Transformer)
b) Trafo Pengukuran (CT atau PT)
c) Trafo Pemisah (Isolasi Trafo)
d) Trafo Proteksi
e) Trafo Khusus/istimewa
• BERDASARKAN INTI (CORE)
a. Tipe inti (Core type)
b. Tipe Cangkang (Shell type)
• BERDASARKAN PENDINGINANNYA.
a) Pendinginan alamiyah (Udara, minyak,)
b) Pendinginan Air
c) Pendinginan Paksa
• BERDASARKAN JUMLAH FASA
a) Fasa tungal
b) Fasa banyak
Terminal Kumparan
Primer

Terminal Kumparan
Sekunder dan Titik netral

Kumparan Trafo
TRAFO Daya 60 MVA 150/20 KV
GI Duri. Kosambi

112
(a) transformator daya 1100MVA

(b) transformator daya 4500MVA

(c ) Transformator daya 1000MVA


TRANSFORMATOR DAYA

 Berfungsi mentranformasikan
daya listrik, dengan merubah
besaran tegangannya, sedangkan
frequensinya tetap.

 Tranformator daya juga berfungsi


untuk pengaturan tegangan.

 Transformator daya dilengkapi


dengan trafo pentanahan yang
berfungsi untuk mendapatkan
titik neutral dari trafo daya.
Peralatan ini disebut Neutral
Current Transformer (NCT).

 Perlengkapan lainnya adalah


pentanahan trafo, yang disebut
Neutral Grounding Resistance
Gambar 6 : (NGR).
Transformator Daya Pada GI
Konvensional
21
Transformator di Gardu Induk Pembangkit
275 kV/66 KV ,300 MVA Gas Insulated Trafo
Keuntungan Trafo dengan Isolasi SF6
• 1 Higher reliability with simple internal structure
• 2 Easy installation without oil-purifying process
• 3 Easy inspection and maintenance work because
• of SF6 gas insulation
• 4 Better compatibility with gas insulated switchgear
• (GIS)
Nonflammability
Gas insulated transformers, using incombustible SF6 gas as insulation and
cooling medium, enable to
remove a fire fighting equipment from transformer room.
2.Non tank-explosion
Pressure tank enables to withstand the pressure rise in case of internal fault.
3.Compactness
Since conservator or pressure relief equipment is not necessary, height of
transformer room can be reduced
approximately 2 - 2.5 meter.
4 Easy installation
Oil or liquid purifying process is not necessary in case of gas-insulated
transformer.
5 Easy inspection and maintenance work
Only SF6 gas pressure shall be basically monitored during periodically
inspection
TRAFO DISTRIBUSI 20 kV /380 V

Trafo distribusi 3 ɸ dari 3 buah trafo 1 ɸ Trafo distribusi 3 ɸ


3 buah trafo 1ɸ dioperasikan 3ɸ
Wye-grounded / Wye-grounded
KOMPONEN-KOMPONEN TRAFO
1. Inti Trafo
2. Kumparan /belitan Trafo.
3. Tanki Trafo
4. Konservator
5. Bushing Trafo
6. Tap changer/Sadapan
7. Alat Pernapasan
8. Indikator / alat penunjuk Meter
9. Peralatan Proteksi
PERLENGKAPAN TRANSFORMATOR
BUSHING PRIMER

BUSHING SEKUNDER

RADIATOR
KABEL INCOMING 20 KV
kV

KIPAS PENDINGIN

123
Tampak Depan/Tampak Samping Trafo
Komponen material Dalam dari sebuah Trafo
KERN (INTI BESI)

KOKER
KOSONG KOKER DENGAN
GULUNGAN KAWAT
BAGIAN UTAMA TRAFO (INTI BESI /CORE)
 Berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik
yang melalui kumparan.

 Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk


mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh Eddy
Current (gambar 1.7).

Gambar 1.7. Inti Besi dan Laminasi yang diikat Fiber Glass 171
Bentuk bentuk Inti Trafo

shell
Core atau Inti trafo 3 phasa
INTI TRAFO 3 ɸ

Tipe U-I terdiri dari tiga inti trafo yang dipasangkan


sudut menyudut 120º

Tipe U terdiri
atas tiga inti U dipasang sudut menyudut 120º
Tipe menyudut ini dipakai untuk trafo 3 phasa yang
dipasang pada tabung bulatuntuk trafo outdoor yang
dipasang pada tiangjaringan distribusi

Tipe E-I yang banyak dipakai, tiap kaki terdapat


belitan primer dan sekunder masing-masing phasa

Tipe jenis ini banyak dipakai untuk daya kecil, sedang sampai
daya besar. Bahkan tiga buah trafo satu phasa yang
digabungkan, bisa menjadi trafo tiga phasa.
KUMPARAN TRANSFORMATOR
 Adalah beberapa lilitan kawat berisolasi yang membentuk suatu kumparan.
Kumparan tersebut terdiri dari kumparan primer dan kumparan sekunder yang
diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap antar kumparan dengan isolasi
padat seperti karton, pertinak dan lain-lain.

 Kumparan tersebut sebagai alat transformasi tegangan dan arus.


Tap Changer

Gambar . Kumparan Phasa RST


172
HUBUNGAN KUMPARAN TRANSFORMATOR 3ɸ
KUMPARAN TRANSFORMATOR
Susunan belitan primer dan sekunder
Susunan belitan primer dan sekunder
Inti/core)

skunder

Primer
KUMPARAN TRANSFORMATOR
TRAFO 1 PHASA TRAFO 3 PHASA
1. KUMPARAN
1. KUMPARAN
(Primer)
(primer)

2. KUMPARAN
(Primer/sekunder)
2. KUMPARAN
(Primer/sekunder)
2 KUMPARAN
(Primer- Sekunder -Tertier)
Hubungan kumparan Trafo 3 ɸ

Dibentuk dr 3 buah trafo 1 ɸ


TRAFO 3 PHASA
Konstruksi Trafo 3 Phasa

Primer Sekunder

Hubungan Y y
Hubungan Y d Hubungan Open Delta Trafo dengan tertiary
Hubungan Y z Winding

Hubungan D y Hub. T-conection (Scott) Hubungan Yy Yd


Hubungan Dd Dy
Hubungan D d Hubungan DyDd
Hubungan D z
Dielectric (Minyak isolasi transformator & Isolasi kertas)
Minyak isolasi pada transformator berfungsi sebagai media isolasi, pendingin dan
pelindung belitan dari oksidasi. Minyak isolasi trafo merupakan minyak mineral yang
secara umum terbagi menjadi tiga jenis, yaitu parafinik, napthanik dan aromatik.
Antara ketiga jenis minyak dasar tersebut tidak boleh dilakukan pencampuran karena
memiliki sifat fisik maupun kimia yang berbeda.
Bushing Trafo
• Bushing merupakan salah satu bagian yang penting dari
transformator.

• Bushing dirancang untuk mengisolasi konduktor ujung kumparan


yang keluar dari tangki transformator sehingga terisolasi dari tangki
dan bagian-bagian lainnya
Dengan mengetahui kondisi bushing sebuah trafo, maka perencanaan
dan perhitungan biaya penggantian bushing dapat dilakukan dengan
baik.

Hal ini dapat digunakan sebagai acuan untuk memprioritaskan


persoalan-persoalan yang ada pada sistem tenaga listrik.(kerusakan
Bushing sering terjadi menyebabkan terbakar/meledaknya trafo )
Bushing Trafo Tegangan Tinggi
115kV - 230 kV
Bushing Tegangan Extra Tinggi 345-500 kV
On load Tap Changer (OLTC)
 Tap Changer (On Load Tap Changer).
 Kwalitas operasi tenaga listrik jika tegangannya nominal sesuai ketentuan,
tapi pada saat operasi terjadi penurunan tegangan sehingga kwalitasnya
menurun untuk itu perlu alat pengatur tegangan agar tegangan selau pada
kondisi terbaik, konstan dan kontinyu.
 Untuk itu trafo dirancang sedemikian rupa sehingga perubahan tegangan
pada salah sisi input berubah tetapi sisi outputnya tetap. Alat ini disebut
sebagai sadapan pengatur tegangan tanpa terjadi pemutusan beban maka
disebut On Load Tap Changer (OLTC).
 Pada umumnya OLTC tersambung pada sisi primer dan jumlahnya
tergantung pada perancang dan perubahan sistem tegangan pada jaringan.

179
On load Tap Changer

Saklar pengubah

(driverter switch)

Tap pemilih

(selector switch)

Gambar .: On Load Tap Changer (OLTC)


180
Gambar Indikator Level Minyak
NEUTRAL GROUNDING RESISTANCE (NGR)

Pentanahan Titik Netral Trafo Sistem


Adapun tujuan pentanahan dititik
netral sistem adalah sebagai berikut :
1. Menghilangkan gejala-gejala busur api
pada suatu sistem.
2. Membatasi tegangan-tegangan pada
fasa yang tidak terganggu (fasa yang
sehat).
3. Meningkatkan keandalan (realibility)
pelayanan dalam penyaluran tenaga
listrik.
4. Mengurangi/membatasi tegangan
lebih transient ground fault
5. menyederhanakan sistem proteksi
Winding Temperature Indicator or WTI
This device measures the LV and HV winding
temperature. A winding temperature indicator or
WTI is also used as protection of transformer.
NEUTRAL GROUNDING RESISTANCE (NGR)

 Berfungsi untuk memperkecil arus


gangguan yang terjadi.

NGR jenis resistance Logam

 Diperlukan proteksi yang praktis dan


biasanya tidak terlalu mahal, karena NGR jenis Resistance Liquid
karakteristik relay dipengaruhi oleh
sistem pentanahan neutral. - Resistance Liquid (Air), yaitu bahan
resistance-nya adalah air murni. Untuk
 Komponen CTN yang dipasang antara memperoleh nilai Tahanan yang
titik neutral trafo dengan pentanahan. diinginkan ditambahkan garam KOH .
JENIS NGR 40 OHM

LOGAM ( Nekelin )

156
Type dan Pendinginan trafo
1. Tipe Kering
a. AA : Pendingin udara natural
b. AFA : Pendinginan udara terpompa
2. Tipe Basah
A. ONAN : Oil Natural Air Natural
Pada tipe ini udara dan minyak trafo akan
bersikulasi dengan alami. Aliran Perputaran
minyak trafo hanya dipengaruhi oleh suhu
dari minyak trafo tersebut.

B. ONAF : Oil Natural Air Forced


Pada tipe ini minyak trafo akan bersikulasi
dengan alami namun saat minyak trafo
melalui radiator akan didinginkan dibantu
dengan kipas/fan.
Type dan Pendinginan trafo
C. OFAF : Oil Forced Air Forced
Pada tipe ini Minyak Trafo akan disirkulasikan
dengan bantuan pompa untuk mempercepat
Sirkulasi minyak dan serta dibantu kipas/fan pada
radiatornya untuk efektifitas dari sistim
pendinginannya.

D. ODAF : Oil Directed Air Forced


Pada tipe ini pendinginan dan sirkulasi Minyak
Trafo sama seperti pada tipe OFAF hanya saja
minyak trafo yang sudah didinginkan diarahkan
secara langsung ke kumparan /inti trafo
EQUIVALENT CIRCUIT TRAFO
EQUIVALENT CIRCUIT TRAFO
EQUIVALENT CIRCUIT TRAFO
EQUIVALENT CIRCUIT TRAFO
Polytransformer adalah trafo yang
mempunyai lebih dari 2 kumparan
(tertiary winding)
HUBUNGAN BELITAN TRAFO 3ɸ
HUBUNGAN KUMPARAN TRANSFORMATOR 3ɸ
Hubungan koupling Trafo 3ɸ
Hubungan Kumparan Trafo Zig-Zag
Selain hubungan Konvensional kumparan Suatu Transformator Y- Δ
atau Δ- Y ada suatu hubungan kumparan trafo lagi yang sering
dipergunakan yaitu Hubungan Zig-Zag Dengan Ciri-ciri Trafo sbb:

1.Hubungan Zig-Zag Mempunyai 6 gulungan yg membentuk pola Z


(Setiap Phasa Terdiri dari 2 Gulungan)
2.Pada Hubungan Zig-Zag dapat diberikan Titik Netral Ketanah.
3.Harga relatif lebih mahal dari type Konvensional.
4. Pentanahan Netral lebih baik menggunakan Trafo jenis Zig-Zag dari
pada jenis Y
5.Transformator Zig-Zag sangat efektif untuk Menghancurkan
Harmonisa 9,15,21
6.Hubungan Zig-Zag dapat juga digunakan pada Auto Transformer.
Transformartor Hubungan Zig-Zag

Transformator Hubungan Zig-zag adalah transformator untuk keperluan khusus yaitu


untuk melayani beban yang tidak seimbang dan untuk mendapatkan titik netral pada
sekundernya.
Trafo Dengan Tiga Gulungan (Tertiary Winding)
• TERTIARY WINDING
• In Δ - Δ, Δ -λ and λ - Δ transformers all voltages are
balanced and there is no floating of neutral. The floating
of neutral is developed in the case λ- λ connection
only. The transformers are sometimes constructed with
three windings. The main windings are connected to
form λ- λ connection and the third winding known as
tertiary winding is used to make a closed Δ connection to
stabilize the neutrals of both primary and secondary
circuits. The tertiary winding carries the third-harmonic
currents.

• HARMONICS are caused because of use of high flux


densities in the core. If the core gets saturated during
part of the sinusoidal wave, then secondary wave will be
non-sinusoidal. This may be due to inadequate core area
or characteristics of core material.
• Harmonic currents result in higher copper loss, core loss,
magnetic interference and interference with
communication systems.
• Harmonic voltages result in increased dielectric loss,
interference with communication systems and resonance
between inductance of the winding and capacitance of
transmission line.
Trafo Dengan Tiga Gulungan (Tertiary Winding)
Best Answer
In some transformers there will be an additional winding called tertiary winding in addition to
primary winding and secondary winding. The purpose of tertiary winding is to provide a
circulating path for the third harmonics oscillations third harmonics oscillations are 150Hz
oscillations.

Best Answer
A teriary winding is useful for many things. A delta tertiary will help balance voltage/currents to
some degree. It also traps third harmonics. In substations, the substation power is often taken
from the tertiary. It can also be used as a lower voltage connection for inductors (much cheaper,
due to the lower voltage vs. primary connected inductors).

Advantages of using tertiary winding in transformer


Tertiary Winding is provided in Electrical Power Transformer to meet one or more of the
following requirements
1. It reduces the unbalancing in the primary due to unbalancing in three phase load
2. It redistributed the folw of fault current
3. Sometime it is requred to supply an auxiliary load in different voltage level in addition to its
main secondary load. This secondary load can be taken from tertiary winding of three winding
transformer.
4. As the tertiary winding is connected in delta formation in 3 winding transformer, it assists in
limitation of fault current in the event of a short circuit from line to neutral.
Trafo dengan tiga Gulungan, Primer
Sekunder dan Tertier
Contoh aplikasi trafo dengan
3kumparan
ARAH VEKTOR TEGANGAN
ATAU JAM TRAFO
Vektor Diagram Trafo Jam 5 dan 11
Hubungan antar kumparan 3 phasa dan Jam Trafo
DATA TRAFO
Pabrikan : Alsthom – Perancis
Transformer Type : W III 400Y – 10181 WR
Rated Power : 42/60 MVA
Rated Voltage : 150/20 kV
Vector Group : YNynO(d1)
Phase : 3
Frequency : 50 Hz
Cooling : ONAN/ONAF
Voltage variation : HV : + 7 x 1.5 - 10 x 1.5
Current (Ampere) : HV : 230.94
LV : 1,732.05
Core Losses (Watt) : Guaranteed : 38,000
Measured : 37,160
Tolerance : +15 %
Copper Losses (Watt) : Guaranteed : 220,000
Measured : 201,804
Tolerance : +15 %
Impedance Voltage (%) : Guaranteed : 12.50
Measured : 12.42
Tolerance : +7.5 %
No Load Current (%) : Guaranteed :-
Measured : 0.15
Tolerance : +30 %
186
Spesifikasi Trafo Distribusi 20 kV
Spesifikasi Trafo Tiang adalah sebagai
20 kV
berikut :
Buatan Pabrik : TRAFINDO
Tipe : Outdoor Fuse CO

Daya : 200 kVA


Tegangan Kerja : 21/20,5/20/19,5/19 kV //
LA
400 V
Arus : 6,8 – 359 A
Hubungan : Dyn5 200 kVA
Impedansi : 4% 20 kV
Dyn 5
Trafo : 1 x 3 phasa

NH Fuse

380 V
3 fasa

NH Fuse NH Fuse NH Fuse

Jurusan 1 Jurusan 2 Jurusan 3


Persentase Impedansi (Z%)
Sering kali kita temukan impedansi trafo pada setiap nameplate, tetapi
apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan Z% itu?

Persentase impedansi dari sebuah transformator ialah voltage drop


pada keadaan full load yang disebabkan resistansi kumparan dan
reaktansi bocor yang digambarkan sebagai persentase dari tegangan
rating.

Definition
The percentage impedance of a transformer is the volt drop
on full load due to the winding resistance and leakage
reactance expressed as a percentage of the rated voltage.
Kelompok vektor trafo distribusi
Sebenarnya Trafo Distribusi yang paling sering dipakai itu bukan Ynd5, melainkan
1. Dyn5 (Jawa Timur, Jawa Barat, dan daerah lain yang pakai sistem TM 3 fasa 3 kawat) dan
2. Yyn5 (Jateng & DIY yang memakai jaringan TM 3 fasa 4 kawat)
AUTOTRANSFORMER 1ɸ

Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian
yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan.
Kerugian dari Autotransformator adalah tidak dapat memberikan isolasi secara listrik
antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. Selain itu, autotransformator tidak dapat
digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih
dari 1,5 kali)
AutoTransformator

Autotransformator variabel
Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotrafo
biasa yang sadapan tengahnya bisa di-ubah2, memberikan
perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah.
AUTOTRANSFORMER 3ɸ
CT Neutral 20 KV

PT 20 KV

194
Instrument Transformator
Terdiri dari CT dan PT
CIRCUIT DIAGRAM CTN
Konstruksi Trafo Arus

Window/Donout Type

Bar type Wound type


CT Type Outdoor & type indoor

15kV Outdoor CT 15kV Indoor CT


TRAFO ARUS / CT 150 kV

202
Trafo Arus

Name Plate Trafo Arus


FUNGSI CURRENT TRANSFORMER (CT)

 Berfungsi merubah besaran arus


dari arus yang besar ke arus yang
kecil atau memperkecil besaran
arus listrik pada sistem tenaga
listrik, menjadi arus untuk sistem
pengukuran dan proteksi.

 Mengisolasi rangkaian sekunder


terhadap rangkaian primer, yaitu
memisahkan instalasi pengukuran
dan proteksi tegangan tinggi.
Current Transformer (CT)
type outdoor

26
Thermal & Dynamik Arus
Thermal rating of CT
The maximum rms symmetrical primary current that can be carried for one
second with the secondary short circuited without exceeding the limiting
temperature.
Adalah Arus primer Maksimum yang dapat melalui kumparan primer selama 1 detik
dengan kumparan sekunder di hubung singkat tanpa menyebabkan kenaikan
temperatur diatas batas temperatur yang diizinkan.

Dynamic rating of CT
The maximum rms asymmetrical primary current that a CT can carry with the
secondary short circuited without any damage which would render it incapable of
meeting other standard accuracy and transformation requirements

Adalah Arus primer Maksimum yang dapat melalui kumparan primer selama 1
detik dengan kumparan sekunder di hubung singkat tanpa menyebabkan
perubahan atas standar akurasi trafo yang diperlukan.
Inductive voltage
(PT)
Transformer
POTENTIAL TRANSFORMER (PT)

 Berfungsi untuk merubah besaran


tegangan dari tegangan tinggi ke
tegangan rendah atau
memperkecil besaran tegangan
listrik pada sistem tenaga listrik,
menjadi besaran tegangan untuk
pengukuran dan proteksi.

 Mengisolasi rangkaian sekunder


terhadap rangkaian primer,
dengan memisahkan instalasi
pengukuran dan proteksi
tegangan tinggi.
Potential Transformer (PT
type Indoor))
27
20 kV Potensial Trafo
POTENSIAL TRAFO (PT)
CAPASITOR VOLTAGE TRANSFORMER

 Berfungsi untuk merubah besaran


tegangan dari tegangan tinggi ke
tegangan rendah atau
memperkecil besaran tegangan
listrik pada sistem tenaga listrik,
menjadi besaran tegangan untuk
pengukuran.

 Mengisolasi rangkaian sekunder


terhadap rangkaian primer,
dengan memisahkan instalasi
pengukuran dan proteksi
tegangan tinggi.
Gambar :
Capasitor Voltage Transformator (CVT)
27
RANGKAIAN LISTRIK CAPASITOR VOLTAGE TRANSFORMER
POTENSIAL TRAFO & CAPASITOR VOLTAGE TRANSFOMER

POTENSIAL TRAFO CVT


TRAFO KHUSUS (TRAFO LAS)

Gambar 4.25
TRAFO KHUSUS (TRAFO LAS)
TRAFO KHUSUS (ISOLASI)

trafo isolasi
Adalah sebuah transformator isolasi yang
dirancang untuk mengatasi masalah yang
berkaitan dengan referensi isolasi internal ke
tanah.

Trafo isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan
primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer
Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih
banyak guna mengkompensasi rugi2 trafo
trafo isolasi secara ekstensif banyak digunakan dalam peralatan medis,
peralatan telekomunikasi, peralatan remote control, komputer &
peripheral, mesin CNC, instrumen analitis dll
RUGI2 -TRANSFORMATOR
kerugian dalam transformator
Kerugian tembaga.
Kerugian I2.R dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus
listrik yang mengalirinya.
Kerugian kopling.
Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks
magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat dikurangi dengan
menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder.
Kerugian kapasitas liar.
Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian
ini sangat mempengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi
dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding).
Kerugian histeresis.
Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak
dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan
menggunakan material inti reluktansi rendah.
Kerugian efek kulit.
Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada
permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif
lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari
beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau
lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.
Kerugian arus eddy (arus olak)
. Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang
melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang
berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan
inti berlapis-lapisan.
Besarnya Rugi-rugi Inti/besi = penunjukan watt
Meter
Besarnya Rugi-rugi tembaga = penunjukan watt Meter
RUGI² BESI & RUGI² TEMBAGA
EFISIENSI DARI SUATU TRAFO
RUMUS UMUM - TRAFO

= N1

= N2

= V1

= V2

= I1

= I2
RUMUS UMUM - TRAFO
JENIS PENGAMAN PROTEKSI TRAFO

 Trafo tenaga diamankan dari berbagai macam gangguan,


diantaranya dengan peralatan proteksi (sesuai SPLN 52-1:1983)
Bagian Satu, C) :
 Relai Buchollz
 Relai Jansen
INTERNAL TRAFO
 Relai tangki tanah
 Relai suhu
 Relai diffrential
 Relai beban lebih
 Relai gangguan tanah terbatas
EXTERNAL TRAFO
 Rele arus hubung tanah
 Arrester untuk Surja petir & Surja hubung
Gambar Rele Buchholz
Lanjutan 3.3.1.

Relay Buchholz :
Berfungsi mendeteksi adanya gas yang
ditimbulkan oleh loncatan bunga api dan
pemanasan setempat dalam minyak trafo.
 Relay Tangki Tanah :
Berfungsi untuk mengamankan
Transformator Daya terhadap hubung
singkat (short circuit) antara phasa dengan
tangki trafo dan trafo yang titik netralnya
Relay Bucholz ditanahkan.

 Relay Suhu :
Berfungsi untuk mendeteksi suhu minyak
trafo dan kumparan secara langsung, yang
akan membunyikan alarm serta mentripkan
Circuit Breaker

 Relay Jansen :
Berfungsi untuk mengamankan pengubah/
pengatur tegangan (Tap Changer) dari
Trafo.

. 39
RELAY BUCHHOLZ
Bagian dari OLTC dan Penempatan Buchholz dan Jansen Relay

Jansen Relay

Buchholz relay

(Jansen Relay)
RELAY JANSEN

 Relai Jansen adalah relai untuk mengamankan transformator dari


gangguan di dalam tap changer yang menimbulkan gas. Dipasang pada
pipa yang menuju conservator.
 Cara Kerja Sama seperti relai bucholz tetapi hanya mempunyai satu
kontak untuk tripping.
 Rele ini digunakan untuk mengamankan kompartemen OLTC dan
dipasang pada pipa saluran yang menghubungkan antara kompartemen
OLTC dengan konservator.
RELAY TANGKI TANAH

 Berfungsi untuk mengamankan trafo terhadap hubung singkat antara fasa


dengan tangki trafo dan titik netral trafo yang ditanahkan.

F51G

 Relai 51 G yang terpasang, mendeteksi arus gangguan dari tangki trafo


ketanah, kalau terjadi kebocoran isolasi dari belitan tarafo ke tangki, arus
yang mengalir ke tanah akan dideteksi relai arus lebih melalui CT. Relai
akan mentripkan PMT di kedua sisi (TT dan TM). Jadi arus gangguan
kembali kesistem melalui pembumian trafo.
Lanjutan Proteksi Transformator Daya

 Relay Differensial :
Berfungsi mengamankan trafo dari
gangguan hubung singkat (short circuit)
yang terjadi di dalam daerah pengaman
trafo.
 Relay Gangguan Tanah Terbatas :
Berfungsi untuk mengamankan
Transformator Daya terhadap tanah di
dalam daerah pengaman trafo, khususnya
gangguan di dekat titik netral yang tidak
dapat dirasakan oleh Relay Differensial.
Gambar : Relay Differensial  Relay Arus Lebih Berubah :
Berfungsi untuk mengamankan
Transformator Daya dari gangguan antara
phasa dan tiga phasa dan bekerja pada arah
tertentu.
 Relay Gangguan Tanah :
Berfungsi mengamankan Transformator
Daya dari gangguan hubung tanah, di dalam
dan di luar daerah pengaman trafo.

Gambar : ganguan tanah terbatas


RELAY HV/ LV WINDING TEMPERATURE

 Relai HV/LV Winding Temperature bekerja


apabila Suhu kumparan Trafo melebihi seting dari
pada relai HV/LV Winding, besarnya kenaikan suhu
adalah sebanding dengan faktor pembebanan dan
suhu udara luar Trafo.

 Urutan kerja relai suhu kumparan / winding ini dibagi 2 tahap:


 Mengerjakan alarm (Winding Temperature Alarm)
 Mengerjakan perintah trip ke PMT (Winding Temperature Trip)

 Relai HV/LV Oil Temperature bekerja apabila suhu minyak Trafo melebihi
seting dari pada relai HV/LV oil. Besarnya kenaikan suhu adalah sebanding dengan
faktor pembebanan dan suhu udara luar Trafo.

 Urutan kerja relai suhu minyak / oil ini dibagi 2 tahap:


 Mengerjakan alarm (Oil Temperature Alarm).
 Mengerjakan perintah trip ke PMT (Oil Temperature Trip).
ReleThermal
Suhu pada transformator yang sedang beroperasi akan dipengaruhi oleh kualitas tegangan
jaringan, losses pada trafo itu sendiri dan suhu lingkungan. Suhu operasi yang tinggi akan
mengakibatkan rusaknya isolasi kertas pada transformator. Untuk mengetahui suhu operasi
dan indikasi ketidaknormalan suhu operasi pada transformator digunakan rele thermal. Rele
thermal ini terdiri dari sensor suhu berupa thermocouple, pipa kapiler dan meter
penunjukan.
PROTEKSI TRANSFORMATOR DAYA

 Relay Arus Lebih :


Berfungsi mengamankan trafo dari
gangguan hubung singkat (short
circuit) antara phasa di dalam maupun
di luar daerah pengamanan trafo.

CT

OCR
Tripping coil

PMT
Gambar : Proteksi Relay Arus lebih
beban

Gambar :
Bagan (rangkaian Proteksi Relay Arus Lebih
RELAY SUDDEN PRESSURE
 Relai Sudden Pressure. Relai Pressure untuk tangki utama Trafo bekerja apabila
di dalam tangki Trafo terjadi kenaikan tekanan udara akibat terjadinya gangguan di
dalam Trafo.
Tipe Membran
Plat tipis yang didisain sedemikian rupa yang akan pecah bila menerima
tekanan melebihi disainnya. Membran ini hanya sekali pakai sehingga bila
pecah harus diganti baru.
 Pressure Relief Valve
Suatu katup yang ditekan oleh sebuah pegas yang
didisain sedemikian rupa sehingga apabila terjadi
Indikator tekanan di dalam transformator melebihi tekanan
trip pegas maka akan membuka dan membuang
tekanan keluar bersama-sama sebagian minyak.
Katup akan menutup kembali apabila tekanan di
Reset Mekanis dalam transformator turun atau lebih kecil dari
tekanan pegas.
RESTRICTED EARTH FAULT (REF)

 Relai gangguan tanah terbatas atau Restricted Earth Fault (REF) untuk
mengamankan transformator bila ada gangguan satu satu fasa ke tanah
di dekat titik netral transformator yang tidak dirasakan oleh rele
differensial.

87N 87N
PENGAMAN DIFFERENSIAL

 PRINSIPNYA :
membandingkan arus yang masuk
ke peralatan dengan arus yang
keluar dari peralatan tersebut

 Fungsi:
untuk mengamankan transformator terhadap gangguan hubung singkat yang
terjadi didalam daerah pengaman transformator.

PERALATAN
IIN IOUT

 Cara Kerja:
Membandingkan antara arus yang masuk dengan arus yang keluar
Lanjutan

 DIFFERENSIAL SEBAGAI PENGAMAN TRAFO (lanjutan)


TRAFO TENAGA
150/20 KV
IP CTP IS CTS

BEBAN
iS

DIFF. RY

iP
DOT POLARITY

 DALAM KEADAAN NORMAL  ARAH IP DAN IS SEPERTI


PADA GAMBAR

 DISISI SEKUNDER MASING-MASING CT, ARUS KELUAR DARI TERMINAL


DOT, SEHINGGA ARAH ARUSNYA :
 KARENA iP SAMA BESAR iS TAPI ARAH BERLAWANAN MAKA
DIFFERENSIAL RELAI TIDAK DIALIRI ARUS
Lanjutan

 DIFFERENSIAL SEBAGAI PENGAMAN TRAFO (lanjutan)

TRAFO TENAGA
IP CTP CTS

BEBAN

DIFF. RY
DOT POLARITY

iP

 DALAM KEADAAN GANGGUAN  ARAH IP SEPERTI PADA


GAMBAR DAN HANYA IP

 DISISI SEKUNDER CTP, ARUS iP KELUAR DARI


TERMINAL DOT, DAN MENGERJAKAN DIFF RY
 PERHATIKAN : TERMINAL SEKUNDER CTP DAN CTS TERHUBUNG
KE DIFF. RY DI FASA YANG BERLAWANAN
ATAU BEDA SUDUT 180o
BAGAN SATU GARIS PENGAMAN TRANSFORMATOR
BUS I 150 kV

BUS 2 150 kV

PMS BUS 1 PMS BUS 2

Trip

PMT 150kV

Meter
CT
200/5-5-5A OCR & EF

TRAFO DIFFRENSIAL
20 MVA NGR 40 ohm CT
CT 300A/12 kV
150 / 20 kV 1000/5
300/5A 10 Sec
Z = 12,4 5 REF
EF

CT OCR & EF
1000/5-5-5A
Meter
Trip
PMT 20kV
PT
BUS 20 kV
Trip 20kV/110V KETERANGAN :
PMT 20kV
V3 V3 OCR & EF : Over Current Relay & Earth Fault
OCR & EF
DIFF : Diffrencial Relay
CT
Meter REF : Restricted Earth Fault
Meter : Alat Ukur Amper, kWh, kVarh, MW, MVar dll.
PENYULANG 20 kV
The transformers rating plate
The following data must be on the rating plate:
■ Maker: The manufacturer’s name or initials.
■ Serial number: Number for identification.
■ Current type: To be specified if DC Rated current: The rated value for the current flowing
through a winding’s line terminals atrated load. The maximum current for which the winding is
designed.
■ Rated frequency: The frequency at which the transformer is intended to work (AC).
■ Rated power: The apparent power in VA, kVAor MVA for AC, W or kW for DC.
■ Rated voltage, primary: The value of the main voltage which is intended to be applied to or
induced in the primary winding.
The maximum voltage for which the transformer is designed in normal operation.
■ Rated voltage, secondary: The voltage which is generated for the transformer’s secondary line
terminals with or without load (depending onthe standard).
■ Cooling type: A code which indicates the cooling type.
■ Ambient temperature (ta): See separate section.
■ Short-circuit impedance ez: To be specified if the transformer is greater than or equal to I kVA.
■ Short-circuit resistance er: To be specified if the transformer is greater than or equal to I kVA.
■ Transformer weight: Must be specified if the transformer weighs more than 18 kg.
■ Transformer’s degree of protection: IP rating, see separate section.
■ Insulation class: See separate section.
■ Coupling group and vector number: Must be specified if it is a three-phase ransformer.
■ Type of operation: Continuous or intermittentoperation. Depending on whether it is a small
transformer or power transformer:
■ Year/date of build.,Build standard. Cos phi: power factor. And Class I, II or III.
Jawaban Soal
Jawaban Soal
SOAL2 TRAFO
1.

2
.

3
SOAL2 TRAFO
5. Trafo step-down dengan rasio perbandingan Belitan 1 : 2 dengan rating 220V/440V ,25 KVA
60 Hz r₁ = 0.020 Ω dan r₂= 0.076 Ω hitung arus dan tegangan dalam refrensi
rangkaian primer dan sekunder.
Insulation Class of Transformator
Class A Insulation of Transformer
Berdasarkan Standar IEEE 12.00-2000 ambient temperatur
maksimum adalah 40ᵒ C dengan temperatur rata2 ambient tidak
melebihi 30ᵒ C dalam 24 Jam.

Standar ini juga menyebutkan bahwa kenaikan temperatur rata-rata


pada kumparan trafo tidak boleh melampaui 65ᵒ C pada saat Trafo
dibebani nominal sesuai dengan kVA, Tegangan, Frekwensi nominal
dari trafo.

Dengan kata lain bahwa kenaikan temperatur rata-rata kumparan


Trafo tidak boleh melampaui 65ᵒ diatas suhu ambient pada saat
trafo dioperasikan kondisi nominal.
Insulation Class of Transformator
Allowable
Allowable
Temperature Rise
Maximum Operation Temperature Rise
Temperature at full load
Temperature Allowed 1.15 service factor
Tolerance Class 1.0 service factor
motor 1)
motor 1)
oC oF oC oC

A 105 221 60 70
B 130 266 80 90
F 155 311 105 115
H 180 356 125 -
Allowable temperature rises are based upon a reference ambient temperature of 40oC. Operation
temperature is reference temperature + allowable temperature rise + allowance for "hot spot" winding.

Example Temperature Tolerance Class F:


40 oC + 105 oC + 10 oC = 155 oC
In general a motor should not operate with temperatures above the maximum. Each 10 oC rise above the
rating may reduce the motor lifetime by one half. It is important to be aware that insulation classes are
directly related to motor life.

Example - a motor operating at 180 Degrees C will have an estimated life of


•only 300 hours with a Class A insulation
•1,800 hours with Class B insulation
•8,500 hours with Class F insulation
•tens of thousands of hours with Class H insulation
Temperature Tolerance Class B is the most common insulation class used on most 60 cycle US motors.
Temperature Tolerance Class F is the most common for international and 50 cycle motors
Insulation Class of Transformator
Insulation Class of Transformator
Insulation Class of Transformator
Bedasarkan Standart NEMA (National Electrical Manufacturers Association)
Hubungan Trafo 3ɸ dengan 2 Trafo 1 ɸ
Hubungan Trafo 3ɸ dengan 2 Trafo 1 ɸ (open Delta)
Open wye / Open delta
T.- /(SCOTT) CONNECTION
Adalah suatu trafo yang berfungsi mengubah sistim tegangan 3ɸ disisi
primer menjadi sistim 2 ɸ pada sisi sekunder atau sebaliknya

Dua buah transformator 1 ɸ yang indentik dapat digunakan bilamana mempunyai


tap 86,6 % Pada kumpran Teaser dan Center point pada kumparan utama
T.-CONNECTION TRAFO
Hubungan Trafo 3ɸ dengan 2 Trafo 1 ɸ (open Delta)
Pengujian pada trafo
KERJA PARALEL TRANSFORMATOR
Pengujian Trafo
Pengujian Trafo
Pengujian Trafo
IHTISAR MESIN-MESIN LISTRIK
Mesin listrik dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
a) mesin listrik statis
b) mesin listrik dinamis.

Mesin listrik statis adalah transformator, alat untuk mentransfer energi listrik dari
sisi primer ke sekunder dengan perubahan pada tegangannya sedangkan
frekuensi tetap sama.

Mesin listrik dinamis terdiri atas Motor listrik dan Generator dimana

Motor listrik merupakan alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik putaran

Generator merupakan alat untuk mengubah energi mekanik menjadi energi


listrik.

Prinsip Kerja Mesin Listrik : Secara keseluruhan prinsip kerja Mesin-mesin listrik
berdasarkan prinsip Induksi Magnit/Elektromagnit
ANATOMI MESIN-MESIN LISTRIK
MESIN LISTRIK DINAMIS
Mesin Listrik
Apakah Motor Listrik Itu ???

Adalah suatu peralatan yang mengubah


energi listrik menjadi energi Mekanik.
o Energi Mekanis yang muncul dipergunakan al
untuk memutar turbin pompa,fan,blower dll.
Mengerakan kompresor Lift dll.

o Berdasarkan Energi listriknya Bisa AC Motor


atau DC Motor
Stator
Motor AC atau Motor DC
Pemanfaatan Mesin2 DC
Lambang Mesin Arus Searah

M G

MOTOR GENERATOR
MOTOR ARUS SEARAH
Motor Listrik : Adalah Suatu Mesin yang mengubah
Energi Listrik menjadi energi mekanik
berupa putaran motor
Prinsip Kerja : Bila suatu kawat penghantar dialiri arus
dan ditempatkan dalam suatu medan magnit maka
akan timbul gaya yang besarnya
F = BIL SIN Ɵ (Newton)

B = Kerapatan Flux Magnit (Tesla)


I = Besarnya Arus Listrik (A)
L = Panjang penghantar yg dialiri arus (m)
Ɵ= Sudut antara B dan arus I
= B I L Sinθ
Kontruksi Mesin Arus Searah
Secara umum mesin arus searah memiliki
konstruksi yang terbagi atas dua bagian,yaitu :
 Bagian yang diam yang disebut stator
 Bagian yang bergerak/berputar yaitu rotor.

A. Frame (Rangka)
B. Kutup (Pole)
C. Sepatu Kutup
D. Komutator.
E. Jangkar (angker/Rotor)
F. Sikat Arang (Brushes)
G. As Poros.
H. Bantalan
KONSTRUKSI MESIN DC
Bagian Stator :
a. Rangka/Frame generator atau Motor
b. Inti kutub (Pole) & Sepatu Kutup.
c. kumparan Penguat Medan
d. Rumah Sikat & Sikat Arang

Bagian Rotor
1. Komutator
2. Inti Jangkar
3. Kumparan Jangkar
4. As/Poros jangkar
Konstruksi Stator motor arus searah
Konstruksi dasar motor arus searah tersusun dari beberapa :
A. Rangka Frame (yoke)
Rangka motor arus searah berfungsi sebagai tempat untuk
meletakkan sebagian besar komponen motor. Untuk itu, rangka
harus di rancang memiliki kekuatan mekanis yang tinggi untuk
mendukung komponen-komponen mesin. Selain sebagai sarana
pendukung mekanis untuk mesin secara keseluruhan, rangka juga
berfungsi untuk membawa fluksi magnetik yang dihasilkan oleh
kutub-kutub mesin.

Biasanya rangkanya terbuat dari besi tuang (cast


iron), tetapi untuk mesin-mesin besar pada
umumnya terbuat dari baja tuang (cast steel) atau
baja lembaran (rolled steel). Rangka ini pada bagian
dalam dilaminasi untuk mengurangi rugi-rugi inti,
selain itu rangka juga harus memiliki permeabilitas
yang tinggi disamping kuat secara mekanis.
Inti Kutup (Pole) Magnit
B. Inti Kutub ( Pole )
Magnet penguat atau magnet medan terdiri atas inti kutub dan
sepatu kutub. Inti kutub terdiri dari laminasi-laminasi plat baja yang
terisolasi satu sama lain dan direkatkan bersama-sama kemudian
dibaut pada rangka. Pada inti kutub ini dibelitkan kumparan medan
yang berfungsi menghasilkan fluksi magnetik.

Sepatu kutub merupakan permukaan dari kutub


yang berdekatan dengan celah udara yang dibuat
lebih besar dari badannya yang berfungsi :

1. Menyebarkan fluks pada celah udara dan


juga karena merupakan bidang lebar, maka
akan mengurangi reluktansi jalur magnet.

2. Sebagai pendukung secara mekanis untuk


kumparan penguat atau kumparan medan.
Kumparan Medan
C. Kumparan Medan
Kumparan medan merupakan susunan konduktor yang terbuat dari
kawat tembaga yang berbentuk bulat ataupun persegi dan dibelitkan
pada inti kutub.

Kumparan pada setiap kutub dihubungkan secara seri untuk


membentuk rangkaian medan.

Rangkaian medan inilah yang berfungsi untuk menghasilkan fluksi


magnet. Rangkaian medan dapat dihubungkan secara seri ataupun
paralel dengan kumparan jangkar dan juga dapat dihubungkan
tersendiri secara langsung ke sumber tegangan, sesuai dengan jenis
penguatan pada motor.

Banyaknya belitan pada setiap kutub tergantung hubungan kumparan


medan dan kumparan jangkar
Jangkar/Angker/Rotor
D. Jangkar ( Anker /Rotor)
Jangkar adalah bagian yang berputar pada motor arus searah yang
dipasak pada poros dan berputar diantara kutub-kutup medan
Jangkar berputar diantara kutub kutup dari kumparan medan stator.
dan terdiri dari inti, kumparan jangkar dan komutator.
 Pada permukaan jangkar terdapat slot-slot atau alur-alur yang
merupakan tempat melilitkan kumparan jangkar.
Kumparan jangkar biasanya berbentuk wound yang diletakkan di
slot-slot pada inti.
Bentuk konstruksi dari kumparan jangkar (rotor)
antara lain:

1. Kumparan jerat (lap winding)

2. Kumparan gelombang (wave winding)

3. Kumparan kaki katak (frog-leg winding)


Memeriksa kumparan jangkar
Inti Jangkar/Rotor
KOMUTATOR & SIKAT
E. Komutator
Komutator terbuat dari batangan tembaga yang dikeraskan
(dropforged) yang diisolasi dengan bahan sejenis mika.
Komutator berfungsi sebagai alat penyearah mekanik, yang
bersama dengan sikat membentuk suatu kerjasama yang disebut
komutasi untuk Menyalurkan arus listrik searah ke rangkaian
kumparan jangkar.
F. Sikat Arang (Brushes)
Sikat Arang terbuat dari karbon, grafit (graphite), logam grafit atau
campuran karbon-grafit yang dilengkapi dengan pegas penekan,
Rumah sikat , Besarnya tekanan pegas dapat diatur sesuai keinginan.
Permukaan sikat ditekankan ke permukaan segmen komutator untuk
menyalurkan arus listrik. Karbon yang ada diusahakan memiliki sifat
konduktivitas yang tinggi guna mengurangi rugi2 listrik dan koefisien
gesekan yang rendah untuk mengurangi keausan.
KOMUTATOR
Hubungan Kumparan Jangkar dan Komutator Pada Mesin DC

Comutator

Inti
Rotor/Jangkar Ujung kumparan jangkar
Penampang Komutator & Rumah sikat

Penampang Komutator

Pemegang Sikat Arang


Motor DC Traksi dengan 4 buah Sikat Arang dan Rumah Sikatnya
Sikat Arang Pada Mesin DC
Penampang Komutator & Rumah sikat
Celah Udara (Gap)
I. Celah Udara
Celah udara merupakan ruang atau celah antara
permukaan jangkar (rotor) dengan permukaan
kutub-kutub medan (Stator) yang menyebabkan
jangkar tidak bergesekan dengan kutub-kutub
medan.

Fungsi dari celah ini adalah sebagai tempat


mengalirnya fluksi yang dihasilkan oleh kutub- Gap
kutub medan, oleh karena itu celah udara ini
diusahakan sekecil mungkin, semakin besar celah
udara maka akan menghasilkan reluktansi yang
semakin tinggi, tetapi jika semakin kecil celah
udara akan menghasilkan reluktansi yang kecil
sehingga dapat meningkatkan efisiensi dari
motor.
BAGIAN-BAGIAN MOTOR ARUS SEARAH
Bagian-bagian dr Motor DC
Bentuk Mesin DC
Poros
Rotor/Jangkar Motor Arus searah
Jangkar /angker Motor DC
CAR MOTOR STARTER
Rangka Stator dari mesin DC

Kumparan Medan

Sepatu Kutup
PERSAMAAN TEGANGAN DAN ARUS MOTOR ARUS SEARAH
Gaya yang terjadi pada motor arus searah tergantung pada besarnya arus yang
Melewati jangkar dan fluks magnit dari medan magnit (penguat).
Bila belitan (jangkar) telah berputar, maka dalam belitan itu akan timbul suatu
tegangan yang arahnya berlawanan dengan tegangan yang disuplai dari luar, dan ini
disebut Ggl lawan. Besarnya Ggl Lawan yang dibangkitkan :

t
Analisa Arus Tegangan,Daya Motor DC
Ra Ia
Vt = Ԑg + Ia.Ra ……..(Volt)
Ԑg = PNɸZ Volt
60 a

Vt Ԑg M ɸ = Fluks per kutub dalam Weber


Z = Jumlah penghantar (kawat)
= Jumlah Alur (G) x Jumlah penghantar per alur
P = Jumlah kutub Motor
a = Banyaknya cabang paralel penghantar
N = Putaran jangkar dalam Rpm
Ԑg = Tegangan yang induksi balik pada jangkar
Back Emf (back Emf) Volt
Counter Emf
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MOTOR DC
Motor Listrik Arus Searah (DC) | Kelebihan dan Kekurangan serta Konstruksinya –
Hampir sebagian besar peralatan listrik selalu menggunakan motor listrik sebagai sumber
penggeraknya. Berdasarkan sumber energi listriknya, motor listrik dapat dibedakan
menjadi motor arus searah (DC) dan motor arus bolak balik (AC).

Kelebihan motor DC jika dibandingkan dengan motor AC adalah:


a. Torsi dan kecepatannya mudah dikendalikan
b. Torsi awalnya besar
c. Performansinya mendekati linier
d. Sistem kontrolnya relatif lebih murah dan sederhana
e. Cocok untuk aplikasi motor servo karena respon dinamiknya yang baik
f. Untuk aplikasi berdaya rendah, motor DC lebih murah dari motor AC

Adapun kekurangan dari motor DC adalah:


a. Membutuhkan perawatan yang ekstra
b. Lebih besar dan lebih mahal (jika dibandingkan dengan motor AC induksi)
c. Tidak cocok untuk aplikasi kecepatan tinggi
d. Tidak cocok untuk aplikasi berdaya besar
e. Tidak cocok digunakan pada kondisi lingkungan yang cepat berdebu
Jenis Jenis motor DC
JENIS-JENIS MOTOR ARUS SEARAH
Jenis-jenis motor arus searah dibedakan berdasarkan jenis
penguatannya (exitasinya), yaitu, hubungan antara rangkaian
kumparan medan dengan kumparan jangkarnya yaitu:

1. Motor arus searah penguatan bebas (terpisah)


Motor arus searah penguatan bebas adalah motor arus searah
yang penguatannya berasal dari luar motor. Dimana kumparan
medan disuplai dari sumber tegangan tersendiri.

2. Motor arus searah penguatan sendiri


Motor arus searah penguatan sendiri adalah motor arus searah
yang penguatannya berasal dari motor itu sendiri. Dimana
kumparan medan berhubungan langsung dengan kumparan
jangkar bisa secara serie atau paralel
MOTOR DC KUMPARAN TERPISAH

2Δ e = drop tegangan pada sikat


Im = Arus Penguatan
Pm = Daya jangkar mekanis
Karakteristik Putaran
Putaran pada motor dengan penguat terpisah relatif konstan,
penurunan kecepatan akibat perubahan beban sangat kecil.
Hal ini disebabkan karena fluks medan pada motor relatif konstan dan
tahanan jangkar Ra sangat kecil, sehingga penurunan kecepatan antara
tanpa beban dan beban penuh adalah kecil sehingga motor bisa
dikatagorikan sebagai motor yang mempunyai kecepatan tetap.
Karakteristik Torsi & Mekanis Penguat terpisah
Karakteristik Torsi
Berdasarkan persamaan T = K.ɸ.Ia Nm, jika tegangan terminal V
konstan maka arus ke lilitan medan penguat juga akan konstan,
sehingga fluks yang ditimbulkan medan akan konstan.
Dengan demikian torsi pada motor dengan penguat terpisah hanya
Tergantung pada arus jangkar atau perubahan torsi berbanding lurus
dengan arus jangkar.

Karakteristik Mekanis
Dengan merujuk pada persamaan T = K.ɸ.Ia salah satu yang
Mengakibatkan kenaikkan Torsi adalah naiknya arus jangkar la, dan
akibat naiknya arus jangkar maka berdasarkan persamaan
kecepatan akan turun dengan asumsi ɸ konstan.
Khusus untuk motor dengan penguat terpisah yang memiliki Ra kecil
penurunan kecepatan tidak terlalu be sar
Pengaturan Kecepatan Motor DC
KARASTERISTIK PUTARAN MOTOR
Motor shunt
Karakteristik Putaran, Torsi, dan
Mekanis untuk motor shunt
dengan penguatan sendiri hampir
sama dengan motor dengan
penguat terpisah,
Horse Power (Daya Kuda)
Pengertian
Daya kuda atau tenaga kuda adalah salah satu
unit pengukuran daya yang pada umumnya
setara dengan 735.5 hingga 745.7 watt. Pada
awalnya, istilah daya kuda digunakan untuk
membandingkan performa antara mesin uap
dengan kemampuan tarikan kuda (draft
horse). Setelah itu, satuan ini diadopsi untuk
mengukur daya keluaran dari piston, turbin,
motor listrik, dan mesin lainnya.
Untuk motor listrik, satu daya kuda setara dengan 746 watt. Angka yang tertulis pada
label merupakan daya output, bukan daya input.

•Motor listrik produksi Continental European menggunakan dual rating di mana 1 HP


setara dengan 0.735 watt.

•Pferderstaerke (PS) merupakan terjemahan daya kuda dalam bahasa Jerman. Nilainya
kurang lebih setara dengan 1 daya kuda metrik
Karasteristik Daya & Rugi Motor DC
Torsi yang dibangkitkan jangkar berbanding lurus dengan fluksi kutub dan arus
jangkar.Hubungan antara torsi dan kecepatan dapat ditentukan dari persamaan :

P out =Tω = T. 2π. 60 n watt


dimana :
P out = Daya mekanik output
n = kecepatan putaran motor dalam rpm
T = torsi dalam Newton-meter

RUGI2
Mesin
DC
Rugi –Rugi Besi Dan Arus Pusar &Rugi2 Mekanis
Effisiensi Motor DC
=Tω

I²Rf

--
MOTOR
MOTOR DC KUMPARAN
DC KUMPARAN BEBAS
SENDIRI SHUNT

Pin = V.IL =Daya Input Motor Ԑ.Ia = Daya out Put Jangkar = Pm Daya
Mekanikal = Tω
Out-put
Rugi tembaga Rugi tembaga Rugi2 EddY Rugi2
kumparan Medan Jangkar + + Histerisis Mekanik
I²sh Rsh I²a Ra
MOTOR DC
MOTOR DC KUMPARAN
KUMPARANBEBAS
SERIE
MOTOR
MOTOR DC KUMPARAN
DC KUMPARAN BEBAS
KOMPON PENDEK

Kompoun Pendek

+ I²L Rs
MOTOR
MOTOR DC KUMPARAN
DC KUMPARAN BEBAS
KOMPON PANJANG

Kompoun Panjang

+ I²a Rs
Hubungan kumparan dari Jenis Motor2-DC
TORSI MOTOR
Torsi adalah putaran suatu gaya pada sebuah poros, dan diukur
dengan hasil Perkalian gaya dengan jari-jari lingkaran dimana gaya
tersebut terjadi(bekerja).

Torsi T = F . r (N-m)

Gaya yang bekerja pada satu putaran penuh


akan menimbulkan energi sebesar :
F . 2.π n Joule.
Daya yang dibangkitkan :

Pm = T .ω Watt

Pm = F.r x 2 π . n joule/detik
KONVERSI PUTARAN MOTOR
Konversi RPM to rad/s 1 putaran = 2π rad
1 rad = 1/2π putaran

1 rad/s = 60/2π putaran per menit

Mencari,,Frekuensi jika diketahui Kecepatan Sudut

f = ω/2π ;

dengan ω adalahkecepatan sudut dalam radian / second

TABEL 4.1 MENCARI FREKUENSI

No Rpm Kecepatansudut (ω) Frekuensi (Teori) Perioda Freq (praktek)


Rad/s Hz (ms) Hz

1 0 ω1= 0 f1=0 0 0
2 147.5 ω2=15.45 f2=24.3 111.84 8.94
3 162.08 ω3=16.97 f3=26.7 571.3 1.75
4 169.65 ω4=17.77 f4=27.9 205.2 4.87
5 172.47 ω5=18.06 f5=28.4 381 2.62
6 175.89 ω6=18.42 f6=28.9 370.7 2.7
Persamaan Torsi & Putaran Motor DC
yang penting pada motor arus
searah. Karakteristik tersebut antara
lain
a. Karakteristik putaran sebagai fungsi
dari arus.jangkar (Karakteristik Putaran)
N = f (la) , V konstan

b. Karakteristik torsi sebagai fungsi


dari arus jangkar (KarakteristikTorsi)
T = f (la) , V konstan

c. Karakteristik putaran sebagai fungsi


dari torsi (Karakteristik Mekanis)
N = f(T) , V konstan

ristik
N = Putaran jangkar dalam Rpm

Z = Jumlah penghantar (kawat)

a = Banyaknya cabang paralel penghantar


Perubahan Arah Putaran Motor DC
Arah Putaran Motor DC dapat diubah-ubah arahnya Dengan
prinsip perubahan arah vektor- vektor yang mempengaruhi
nya sesuai Karasteristik persamaan Torsi

T = C. Ia. ɸ
Yaitu dengan . Dengan Membalik arah Arus Jangkar (Ia)
. Dengan membalik arah Flux magnet ɸ
atau dgn membalik arah arus Medan
Arus Start Motor DC

Ra Ia
Vt = Ԑg + Ia.Ra ……..(Volt)
Ԑg = PNɸZ Volt
60 a

Vt Ԑg M ɸ = Fluks per kutub dalam Weber


Z = Jumlah penghantar (kawat)
= Jumlah Alur (G) x Jumlah penghantar per alur
P = Jumlah kutub Motor
a = Banyaknya cabang paralel penghantar
N = Putaran jangkar dalam Rpm
Ԑg = Tegangan yang induksi balik pada jangkar
Back Emf (back Emf) Volt
Counter Emf
Ia = Vt -Ԑg
Pada saat Start N=0 atau Ԑg = 0
Ra
Ia = Vt = besar sekali
Ra
Memperkecil Arus Starting
• Untuk Mengecilkan Arus Start yang besar
adalah dengan
Ia = V = besar sekali
Ra

1.Memperbesar Nilai tahanan yang masuk


JANGKAR Dgn memberi tahanan starting)
2.Memperkecil Tegangan V dengan menggunakan
DC Chopper.
START MOTOR DC
START MOTOR DC
STARTING MOTOR DENGAN TAHANAN

M
Notasi Pengenal Mesin DC
Soal untuk dikerjakan

1.

2.

3.
Soal-soal Motor DC
Hitung efisiensi motor DC sebagai berikut ini :
1.
Jenis motor : shunt
Arus beban : 52 amper
Tegangan terminal : 100 volt
Tahanan rangkaian jangkar : 0,05 ohm
Tahanan medan shunt : 50 ohm
Rugi besi dan gesekan : 500 w

2. Hitung jumlah rugi-rugi tembaga dan rugi-rugi tetap pada motor DC shunt yang
dihubungkan pada tegangan suplai 200 volt dan mengambil arus beban nol 6 A. Tahanan
medan shunt 200 ohm dan tahanan rangkaian jangkar 0,2 ohm.
3. Hitung efisiensi sebuah motor DC 240 volt dengan output beban penuh 11,2 kW jika
rugi-rugi total pada beban ini adalah 2238 W.
4. Efisiensi sebuah motor DC adalah 90 % ketika arus jala-jala 12 amper pada tegangan 600 volt.
Hitung : (a) Daya output motor. (b)Total rugi-rugi dalam watt

5. Hitung efisiensi beban penuh, ggl lawan dan rugi-rugi tetap/konstan sebuah motor DC seri
52,2 kW yang mengambil arus beban penuh 102 A ketika dihubungkan pada tegangan suplai
600 volt. Tahanan lilitan medan seri 0,17 ohm, tahanan lilitan kutub bantu 0,12 ohm dan
tahanan jangkar 0,11 ohm. Hitunglah (a) Effisiensi beban penuh, (b) GGL lawan pada beban
Penuh, (c) Rugi2 tetap
Nilai-nilai kelistrikan motor
shunt dapat dihitung dari
persamaan :
Vt = Eg + Ia.Ra (volt)

I = Ia + Ish (amper)

Eg = Ggl lawan
I = Arus Beban
Ia = Arus Jangkar
Ish = Arus medan Shunt
I

Ia

Ish
Penghentian /PengeremanMotor
1.Coasting : Melepas Arus jangkar

2.Mekanik : Dengan Sepatu Rem

3.Dinamik : Dengan Merubah Fungsi


Motor jadi Generator

4. Pluging : Membalik Polaritas Tegangan


Jangkar
5.Regeneratif : Memasukan Energi
Pengereman ke Sumber
Pengereman Coasting
Pengereman Secara Mekanis
Pengereman Dinamik
Pengereman Pluging
Torque Motor Serie Shunt
MOTOR DC TANPA SIKAT
Brushless DC Motor : Adalah suatu motor DC dengan prinsip kerja
seperti motor induksi 3 phasa (tanpa sikat dan cincin). Dengan
penambahan komponen permanent magnet, electronic inverter
(yang menimbulkan efek medan putar) dan position control
(umumnya menggunakan sensor effek Hall),

Jadi disini rangkaian inverter dan kontrol posisi berfungsi sebagai


pengganti komutator mekanik (sikat & cincin belah) dalam
membalik arah arus .

Motor dc brushless ini mempunyai karateristik yang mendekati dc


motor konvensional dengan effisiensi yang lebih baik ( 85%-90%)
dgn Noise dan berat, serta biaya yang lebih rendah.

Motor DC Brushless adalah motor


Nilai-nilai kelistrikan motor shunt
dapat dihitung dari persamaan :
Vt = Eg + Ia.Ra (volt)
I = Ia + Ish (amper)
Soal Motor DC Serie
Motor DC pada Kapal Selam
KRI Cakra digerakan oleh motor listrik Siemens jenis low-speed yang disalurkan langsung
(tanpa gear pengurang putaran) melalui sebuah shaft ke baling-baling kapal. Total daya
yang dikirim adalah 5000 shp (shaft horse power), tenaga motor listrik datang dari
baterai-baterai besar yang beratnya sekitar 25% dari berat kapal, baterai dibuat oleh
Varta (low power) dan Hagen (Hi-power). Tenaga baterai diisi oleh generator yang
diputar 4 buah mesin diesel MTU jenis supercharged.

Saat menyelam kapal selam menggunakan tenaga listrik dari Baterai , hal ini membuat
pengoperasinnya bebas bising, senyap sehingga tak mudah terdeteksi sonar dari kapal
musuh. Saat kapal berada di permukaan baru diaktifkan mesin disel, sekaligus tahap
untuk proses recharging baterai.
ELECTRIC MOTORS:
Gato Class fleet submarines were powered by four direct-current electric motors. Two
motors were attached to each shaft. Motors and generators were provided by General
Electric, Westinghouse, Allis-Chalmers, and Elliot. GE and Westinghouse also built the main
control units (switchboards), along with Cutler-Hammer. The presence of a GE switchboard
usually meant the boat would also have GE motors and generators. Westinghouse controls
were used with their own motors and generators, or with the Elliott motors and generators.
The Cutler-Hammer controls were generally linked with Allis-Chalmers motors and
generators.
Some indication of the amount of power consumed by these motors was the necessity to
include water cooling systems to keep the operating temperatures within safe limits. The
high speed type motors (used with a reduction gear) were rated at 1370 horsepower and ran
at 1300 rpm, pulling 2600 amps at 415 volts. (By way of comparison, an automobile starter
motor runs on 12 volts at a maximum draw of around 45 amps.)
BATTERIES:
Gato Class submarines had two main batteries (in a submarine, a battery is the entire collection
of cells wired together in the battery compartment), one forward, under the officers'
staterooms, and another aft, under the largest crew berthing area. Each of these contained 126
cells, with each cell being about 54 inches high, 15 inches deep, and 24 inches wide. These cells
weigh about 1650 pounds, or about 208 tons between the two batteries.
Catatan 1 ft = 12 in 1 in = 25,4 mm Panjang = 1.37 m, lebar =0.610 meter, tinggi = 0.381 m

Berat baterai = 800 kg


Generator Arus Searah
MESIN LAS ARUS BOLAK-BALIK

Karena langsung menggunakan arus listrik AC dari PLN yang memiliki tegangan yang cukup
tinggi dibandingkan kebutuhan pengelasan yang hanya membutuhkan tegangan berkisar 55
Volt sampai dengan 85 Volt maka mesin las ini menggunakan transformator ( Trafo) step-
down, yaitu trafo yang berfungsi menurunkan tegangan.
Transformator yang digunakan pada peralatan las mempunyai daya yang cukup besar.

Untuk mencairkan sebagian logam induk dan elektroda dibutuhkan energi yang besar, karena
tegangan pada bagian terminal kumparan sekunder hanya kecil, maka untuk menghasilkan
daya yang besar perlu arus besar.
Arus yang digunakan untuk peralatan las sekitar 10 ampere sampai 500 ampere. Besarnya
arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan las. Untuk keperluan daya besar diperlukan
arus yang lebih besar pula, dan sebaliknya
Mesin las Arus Searah

Arus listrik yang digunakan untuk memperoleh nyala busur listrik adalah arus searah. Arus
searah ini berasal dari mesin berupa dynamo motor listrik searah. Dinamo dapat
digerakkan oleh motor listrik, motor bensin, motor diesel, atau alat penggerak yang lain.
Mesin arus yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak mulanya memerlukan
peralatan yang berfungsi sebagai penyearah arus. Penyearah arus atau rectifier berfungsi
untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Arus bolak-balik diubah
menjadi arus searah pada proses pengelasan mempunyai beberapa keuntungan, antara
lain:
a. nyala busur listrik yang dihasilkan lebih stabil,
b. setiap jenis elektroda dapat digunakan pada mesin las DC,
c. tingkat kebisingan lebih rendah,
d. mesin las lebih fleksibel, karena dapat diubah ke arus bolak-balik atau arus searah.
Bentuk Pulsa Teg. & Posisi Kumparan Generator
DC
Generator Penguatan Terpisah
Generator dengan Penguat Terpisah,
Adalah Generator Arus searah yang sumber
arus untuk lilitan kutub magnitnya berasal
dari sumber arus searah yang terletak di luar
generator
F₁ F₂ A₁ A₂
Im = Em
Rm
Em

Besar kecilnya arus medan tidak terpengaruh


oleh nilai-nilai arus ataupun tegangan pada
generator
GENERATOR DC SHUNT

E₂ A₂

E₁ A₁
Notasi Pengenal Mesin DC
GENERATOR SERIE
Generator DC Serie hanya Mempunyai
sebuah kumparan medan yang terhubung
serie dengan kumparan Jangkar.

D₂
D₁ A₁ A₂
GENERATOR KOMPOUN PENDEK

A₁ E₁ A₂
D₁ D₂
D₂ E₂
GENERATOR KOMPOUN PANJANG
C AE D B F
Kendaraan bermotor sebelum tahun 1960 menggunakan generator DC dengan
elektromekanis regulator. Sekarang, kendaraan modern menggunakan alternator dengan
built-in sirkuit penyearah. Rangkaian baru dan alternator yang lebih ringan dalam berat
dan harga yang lebih murah. Alternator memberikan listrik ke sistem listrik kendaraan
dan mengisi ulang baterai setelah mesin dihidupkan dengan Ampere Rating output
antara 50-100 A dengan tegangan 12V, yang tergantung pada beban listrik kendaraan.

Pada kendaraan komersial besar dengan beban listrik yang besar Misalnya Bus AC Truk
Tronton, Trailers dengan mesin Diesel biasanya menggunakan tegangan 24 V DC untuk
daya motor starternya.

Sedangkan Pada sepeda motor, alternator umumnya menggunakan magnet permanen


stators dengan tegangan 6 Volts.
Soal2 Motor Induksi
Soal2 Motor Induksi
Generator Arus Searah
DEFINISI GENERATOR DC
Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah
energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC menghasilkan arus DC / arus
searah.
Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari rangkaian
kumparan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker), dengan
jenis generator DC yaitu:
1. Generator penguat terpisah
2. Generator shunt
3. Generator kompon
PRINSIP KERJA GENERATOR DC
Prinsip kerja suatu generator arus searah berdasarkan hukum Faraday : E
Dimana : N = Jumlah Lilitan Ω = Fluksi Magnet, E = Tegangan Imbas, GGL (Gaya Gerak
Listrik)
Dengan lain perkataan, apabila suatu konduktor memotong garis-garis fluksi magnetik
yang berubah-ubah, maka GGL akan dibangkitkan dalam konduktor itu.
Jadi syarat untuk dapat dibangkitkan GGL adalah :
• harus ada konduktor ( hantaran kawat )
• harus ada medan magnetik