Anda di halaman 1dari 19

Analisis Hukum-Hukum

Rangkaian Listrik

TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NASIONAL
PENGERTIAN ANALISIS RANGKAIAN
Analisis rangkaian listrik adalah suatu cara
untuk mempelajari perilaku suatu rangkaian
listrik yang memperlihatkan interkoneksi antar
beberapa komponen listrik.
Agar dapat melakukan analisis terhadap suatu
rangkaian listrik, diantaranya: hukum-hukum
rangkaian, kaidah-kaidah rangkaian, teorema-
teorema rangkaian serta metode-metode
analisis rangkaian.
ANALISIS RANGKAIAN
Hukum-hukum
rangkaian

Kaidah-kaidah
rangkaian
Analisis rangkaian
listrik
Teorema-teorema
rangkaian

Metode analisis
rangkaian
ANALISIS RANGKAIAN
Hukum-hukum rangkaian : merupakan dasar untuk
melakukan analisis. Ada dua hukum yang harus kita
pelajari yaitu Hukum Ohm dan Hukum Kirchhoff.
Kaidah-kaidah rangkaian : merupakan konsekuensi
dari hukum-hukum rangkaian. Dengan kaidah-kaidah
ini kita dapat menggantikan suatu bagian rangkaian
dengan bentuk rangkaian yang lain sehingga
rangkaian menjadi lebih sederhana misalnya.
Teorema rangkaian : merupakan pernyataan dari
sifat-sifat dasar rangkaian linier, di antaranya yaitu
prinsip superposisi, teorema Thénenin, dan teorema
Norton.
HUKUM OHM
Salah satu hasil percobaan laboratorium yang
dilakukan oleh George Simon Ohm (1787-1854)
adalah hubungan arus dan tegangan yang
kemudian dikenal dengan hukum Ohm.
Jika sebuah penghantar/hambatan dilewati oleh
sebuah arus, maka pada kedua ujung
penghantar tersebut akan muncul beda
potensial.
Beda potensial /tegangan tersebut berbanding
lurus dengan arus yang mengalir melalui bahan
tersebut.
Ilustrasi Hukum Ohm
HUKUM KIRCHHOFF
Hukum Kirchhoff 1 (pertama)
“Jumlah arus yang memasuki
percabangan/simpul sama dengan jumlah
arus yang meninggalkan percabangan
tersebut.”
Dengan kata lain:
“Jumlah aljabar semua arus yang memasuki
sebuah percabangan sama dengan nol”
Ilustrasi hukum kirchhoff 1

I3
Arus yang datang menuju
I2
simpul diberi tanda positif
dan arus yang meninggalkan
I1 I4 simpul diberi tanda Negatif.
Atau bisa juga sebaliknya.

i = 0
I2+I4 – I1 – I3 = 0
 arus masuk =  arus keluar
I2 + I4 = I1 + I3
Hukum Kirchoff 2
“Jumlah tegangan pada suatu lintasan
tertutup sama dengan nol “
 V=0
Disini perlu memperhatikan tanda referensi
tegangan yaitu : Tegangan diberi tanda
positif jika kita bergerak dari “+” ke “−” dan
diberi tanda negatif bila kita bergerak dari
“−” ke “+”.
Hukum Kirchoff-2

Loop 1 : -v1 + v2 + v3 = 0
Loop 2 : -v3 + v4 + v5 = 0
Loop 3 : -v1 + v2 + v4 + v5 = 0
Ketiga loop pada rangkaian diatas membentuk 3
persamaan tegangan.
Kaidah Rangkaian
Hubungan Seri dan Pararel
Dua elemen dikatakan terhubung paralel jika
mereka terhubung pada dua simpul yang sama.
Tegangan pada elemen-elemen itu harus sama
Kaidah Rangkaian
Dua elemen dikatakan terhubung seri jika mereka
hanya mempunyai satu simpul bersama dan tidak
ada elemen lain yang terhubung pada simpul itu.
Arus yang mengalir di kedua elemen itu sama.
Rangkaian Seri Paralel
Resistor :

1 1 1 1 1
    .... 
Rek R1 R2 R3 Rn
Rangkaian Seri Paralel
Kapasitor :
Rangkaian Seri Paralel
Induktor :
Pembagi Tegangan
Kaidah ini memberikan distribusi tegangan pada
elemen yang dihubungkan secara seri seperti pada
gambar berikut ini

Dengan Hukum
Kirchhoff -2 didapat :
Pembagi Tegangan

Tegangan masing-masig elemen adalah :

Secara umum dapat dituliskan bahwa :


Pembagi Arus
 Dalam rangkaian paralel, arus terbagi sebanding dengan
konduktansi di masing-masing cabang. Perhatikan gambar
rangkaian dibawah ini.

G = konduktansi
G=1/R
Untuk rangkaian pararel:
Gek = G1 + G2 + G3 +..+ Gn

 Hubungan arus Is dengan V adalah sebagai berikut


Pembagi Arus
Dari V yang diperoleh dapat dihitung arus di
masing-masing resistor :

Jadi secara umum :  Rtot 


Atau ik   itot
 Rk 