Anda di halaman 1dari 30

STRUKTUR, MORFOLOGI

DAN PERTUMBUHAN
VIRUS
 Virus adalah parasit berukuran mikroskopik
yang menginfeksi sel organisme biologis.
 Virus hanya dapat bereproduksi di dalam
material hidup dengan menginvasi dan
memanfaatkan sel makhluk hidup karena
virus tidak memiliki perlengkapan selular
untuk bereproduksi sendiri.
 Dalam sel inang, virus merupakan parasit
obligat dan di luar inangnya menjadi tak
berdaya

Virus
 Virus : parasit obligat intraseluler, bereplikasi di
dlm sel menggunakan asam nukleat &
perlengkapan sintesis protein Host
 Ukuran Bervariasi, diameter 15 - 300 nm
 Tdd materi utama asam nukleat (DNA atau RNA)
dan dibungkus oleh protein
 Metabolisme tidak terjadi di luar sel
 Tidak tumbuh pada media → sel hidup

KARAKTERISTIK VIRUS
1. Merupakan salah satu mikroorganisme
parasit
2. Berkembang biak di sel-sel hidup lain (
parasit obligat )
3. Bereproduksi memerlukan asam nukleat
saja
4. Tidak dapat bergerak maupun
melakukan aktifitas metabolisme sendiri
5. Tidak dapat membelah diri
6. Dapat dikristalkan
1. Berukuran aseluler ( tidak mempunyai sel )
2. Berukuran amat kecil, jauh lebih kecil
daripada bakteri
3. Memiliki salah satu macam asam nukleat (
RNA atau DNA )
4. Umumnya berupa semacam hablur (kristal)
dan bentuknya sangat bervariasi
5. Tubuh virus terdiri atas kepala, kulit
(selubung atau kapsid), isi tubuh dan
serabut ekor

Morfologi
STRUKTUR VIRUS
 Virion – partikel virus lengkap yang
infektif
 Envelope – tdd glikoprotein
 Kapsid – mantel protein yang
menyelubungi genom asam nukleat
 Kapsomer – rangkaian sub-unit protein
yang menyusun kapsid
 Protomer – rantai polipeptida yang
menyusun kapsomer
 Genom (DNA/RNA)
1. Kepala :
Kepala virus berisi DNA dan bagian
luarnya diselubungi kapsid
2. Kapsid
Selubung berupa protein, yg tdd atas
bagian yg disebut kapsomer, protein2
monomer identik yg msg2 tdd rantai
polipeptida

Anatomi virus
3. Isi tubuh
isi tubuh disebut virion, yaitu : bahan genetik
yakni asamnukleat (DNA atau RNA) sbb :
 virus DNA (virus T, virus cacar)
 Virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1).
 Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim

4. Ekor
 Merupakan alat penancap ke tubuh organisme
yang diserangnya
 Terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi
benang atau serabut
 Pada virus dijumpai asam nukleat yang diselubungi
kapsid, disebut nukleokapsid
Susunan Kimiawi Virus :
 Hanya 1 jenis asam nukleat (RNA/DNA)
→mengatur informasi genetik untuk replikasi
virus
 Single stranded/double Double stranded ;
(linear/circular)
 Nukleotida terdiri dari : Nitrogen basa, Gula dari
5 atom C (deoksiribose / ribose), dan Molekul
asam phospatmenghubungkan basa dan gula

Satuan Ukuran Virus :


 Dalam satuan massa (Dalton)
 Dalam satuan panjang milimikron (mµ) atau
nanometer (nm) = 10-6 mm
 Menurut klasifikasi Bergey, virus termasuk ke
dalam divisio Protophyta, kelas
Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus).
 Pada tahun 1976 ICTV (International
Commite on Taxonomy of Virus)
mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan
struktur dan komposisi tubuh, yakni
berdasarkan kandungan asam.
 Pada dasarnya virus dibedakan atas dua
golongan yaitu virus DNA dan virus RNA

Klasifikasi virus
Virus DNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
2. Famili Papovaviridae seperti genus
Aviadenovirus
3. Famili Adenoviridae seperti genus
Mastadenovirus
4. Famili Herpesviridae seperti genus
Herpesvirus
5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
6. Famili Poxviridae seperti genus
Orthopoxvirus

Famili virus DNA


Virus RNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
4. Famili Paramyvoviridae seperti genus
Pneumovirus
5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus
Influensavirus
6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus

Famili virus RNA


KLASIFIKASI VIRUS berdasarkan
Genom
KLASIFIKASI VIRUS
Klasifikasi virus
Berdasarkan bentuk Kapsid :
1. Simetri icosahedral (kubus)
2. Simetri helical
3. Struktur kompleks
Kesimetrisan pada kapsid ditentukan oleh
ikatan non kovalen yg terbentuk sesama
kapsomer
 Virus dapat bereplikasi Karena memiliki substansi
genetik
 Reproduksi hanya di dalam sel/jaringan yang
hidup→ dengan cara penggandaan materi genetik
 Virus membutuhkan bahan-bahan dari sel makhluk
lain untuk bereplikasi (bereproduksi)
 Replikasi virus secara umum terbagi menjadi 2
yaitu siklus litik dan siklus lisogenik.

REPRODUKSI VIRUS
1.Adsorpsi/ Attachment
Reseptor spesifik pada membran sel
2. Penetrasi / Entri
 Complex: melalui invaginasi sel membran disekitar
partikel virus
 syncitia-producing viruses: melalui fusi envelope virus
dengan sel membran
3. Pelepasan selubung/Uncoating
4. Transkripsi
Produksi mRNA virus yang dibawa oleh sel host atau
enzim virus

SIKLUS HIDUP VIRUS


5. Sintesis komponen virus
a) Sintesis protein virus : struktural (partikel virus) &
protein nonstruktural (terutama enzim).
b) Sintesis asam nukleat virus : sintesis genom asam
nukleat yang baru (polimerase atau replikase)

6. Perakitan / Assembly
a) Genom virus & protein → partikel virus baru
b) Terjadi dinukleus, sitoplasma
(unenveloped viruses) atau membran plasma (virus
envelope)

7. Pelepasan/Release
a. Siklus Litik : virus menghancurkan sel
induk setelah berhasil melakukan
reproduksi
b. Siklus Lisogenik
 Pada siklus ini sel inangnya tidak hancur
tetapi disisipi oleh asam nukleat dari virus
sehingga bila sel inang membelah atau
berkembang biak virus pun ikut membelah.
 Tahap penyisipan tersebut kemudian
membentuk provirus.

2 SIKLUS PERTUMBUHAN VIRUS


1. Tissue culture: sel diambil dari jaringan
manusia/ hewan dibiakkan dalam media
buatan dalam tabung. Sel-sel ini hidup &
mengadakan metabolisme, shg. Dapat
menunjang replikasi virus.
2. Chick embryo: beberapa virus dapat
ditumbuhkan pada sel embryo ayam.
3. Laboratory animals: sebelum ada cara-2
lain, virus diisolasi dan di-inokulasi pada
hewan coba, seperti tikus,kelinci, kera.

KULTIVASI VIRUS
 Heat : inaktif 56 oC selama 30 menit ;
100 oC bbrp detik
 Cold : stabil pada -40 oC sd -70 oC
 Ultraviolet dan eter : virus envelop
→inaktivasi, virus berenvelop→resisten
 Inaktivasi : formaldehid, cl, iodine, H2O2
 Phenol : relatif resisten

EFEK FISIK DAN KIMIA


Virulensi virus ditentukan oleh:
1. keberadaan dan aktivitas reseptor pada
permukaan inang yang memudahkan virus
untuk melekat
2. kemampuan virus menginfeksi sel
3. kecepatan replikasi virus dalam sel inang
4. kemampuan sel inang dalam menahan
serangan virus
Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia
melalui mulut dan hidung, kulit yang luka. Jika
ada virus yang masuk, sel tubuh akan
mempertahankan dengan menghasilkan sel
fagosit, antibodi, dan interferon (protein khas)

Virulensi virus