Anda di halaman 1dari 24

Haid, Nifas Dan Istihadhah

Oleh:
Drs. MOH. HAMDAH, M.Ag
Beberapa Faktor yang mempengaruhi
wanita istihadhah
Banyak hal yang menyebabkan perempuan mengalami
pendarahan tidak teratur, atau yang lebih sering disebut
Istihadhah, ada 2 faktor yang sangat mempengaruhi yaitu :

1.FAKTOR PSIKOLOGIS
Keadaan psikologi seseorang sangat berperan penting
dalam mempengaruhi kestabilan & keteraturan Haid.
Gangguan emosianal yg tak terkendali, ketegangan berfikir
, tekanan pekerjaan masalah keluarga, ketakutan yang
terpendam sangat berpotensi merusak siklus Haid.
Ini semua terjadi karena tekanan yg mempengaruhi kinerja
otak yg kemudian mempengaruhi siklus pelepasan
hormon yang merangsang terganggunya SISTEM OVULASI.
Beberapa Faktor yang mmpengaruhi
wanita istihadhah
2. FAKTOR KESEHATAN

Pemakaian alat kontrasepsi yang tidak sesuai dengan


kondisi pemakainya juga dapat mengakibatkan
istihadhah.
Wanita yg sering menggunakan pil KB atau suntik
KB, kemudian dia berhenti karena mungkin ingin
mempunyai anak lagi sangat rentan mengalami
istihadhah.
Hal ini dikarenakan terjadi kegagalan indung telur
dalan menghasilkan telur. Makanya Islam sangat
tidak menganjurkan seseorang untuk ber-KB.
Apakah Istihadhah itu?

Istihadhah ialah darah yang keluar di luar


hari-hari haid dan nifas, tidak dengan
sebab sehat (suatu penyakit). Yang keluar
dari otot dibawah Rahim.
(Lihat: I'anah al-Mubtadin bi Ba'dli Furu'i
ad-Din hal 50)
MACAM-MACAM DARAH WNITA
Setelah kita mengetahui definisi istihadhah, alangkah baiknya kita
mengetahui warna-warna darah yg keluar dari farji seorang wanita.

Darah Istihadhah ada 5.


¤ Merah kehitaman (Coklat Tua)
¤ Merah
¤ Merah kekuningan
¤ Kuning
¤ Kuning keputih-putihan (Keruh)

Darah Merah kehitaman (Coklat Tua) adalah darah kuat. Darah Merah itu
lemah bila di bandingkan pada darah Merah kehitaman (Coklat Tua), dan
kuat bila dibandingkan darah Merah kekuningan. Darah Merah
kekuningan lebih kuat dari darah Kuning. Darah Kuning lebih kuat dari
darah Kuning keputih2an (Keruh).
(Lihat: Taqriroh as-Sadidah hal 167)
Macam Wanita Istihadhah
Wanita istihadhah/Mustahadhah ada 4.
Pertama : Mumayyizah, yaitu wanita yang mengetahui Sifat-sifat
darah.
Kedua : Mu'tadah, yaitu wanita yg mengetahui
adat/kebiasaannya/sudah pernah haid dan sudah pernah suci,
tapi tidak Mumayyizah (tidak mengetahui Sifat2 darah)
Ketiga : Mubtadi_ah atau mubtada'ah, yaitu wanita yg Haid untuk
pertama kali kemudian istihadhah dan darah tetap padanya.
Keempat : Mutahayirah, yaitu wanita yang lupa
adat/kebiasaannya (dalam haid) juga tidak Mumayyizah (tidak
mengetahui Sifat-sifat darah).

(Lihat : al-Khulasoh al-Mukhtashor wa Naqowah al-Mu'tashor


karangan Hujjatul Islam dan Barakatul Anam Imam Abu Hamid
Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghozali hal 85)
Macam Wanita Istihadhhah
1. MUBTADI_AH MUMAYYIZAH

Pengertiannya seperti yang telah kami utarakan diatas yaitu Wanita yg baru
pertama keluar darah dan tahu/dapat membedakan sifat-sifat atau warna
darah.
HUKUMNYA : Darah yg kuat (lihat perbedaan warna) itu haid, darah yang
lebih lemah itu istihadloh.
Dengan syarat, (Syarat Tamyiz)
A. Darah kuat tidak kurang dari batas mimimal haid (lbih tau pas 24 jam)
B. Darah kuat tidak melebihi dari batas maksimal haid (15 hari, 15 malam)
C. Darah lemah tidak kurang dari batas minimal suci (15 hari, 15 malam)
D. Darah lemah harus terus-menerus/menyambung (tidak terputus)
Apabila salah 1 syarat di atas tidak ada, maka dia tidak bisa di golongkan
pada Mumayyizah.
Macam Wanita Istihadhah
MISAL : Ada wanita yg berkata, Aku mengeluarkan
darah untuk pertama kali selama 20 hari berturut-turut,
3 hari darah Merah kehitaman (Darah Kuat) dan 17 hari
darah Merah (Darah lemah). Maka bisa qta hukumi,
bahwa Haidnya 3 hari, dan istihadlohnya 17 hari.
Atau,
Ada wanita mengeluarkan,
Darah hitam........... 5 hari
Darah kuning..........17 hari
Darah hitam lagi.......6 hari
------------------------
Maka haidnya ............. 5 hari
Istihadloh ................ 17 hari
Haid lagi................... 6 hari
Macam Wanita Istihadhah
2. MUBTADI_AH GHOIRU MUMAYYIZAH

Wanita keluar darah pertama kali tapi tidak dapat


membedakan sifat-sifat darah.
Atau juga Mubtadi_ah Mumayyizah tapi kurang salah
satu sarat tamyiz nya.
HUKUMNYA : Apabila dia tahu/ingat waktu
pertama/mulainya keluar darah, maka Haidnya 1 hari 1
malam (24 jam), dan sucinya hari-hari selanjutnya.
Namun jika dia tidak tahu/ingat waktunya maka dia
termasuk Mutahayiroh.
Macam Wanita Istihadhah
MISAL : Wanita keluar darah selama 17 hari degan
warna dan sifat yg sama. Maka dapat di hukumi
haidnya 1 hari 1 malam, selebihnya istihadhah.
Atau,
Wanita mengeluarkan darah sebagai berikut :
Darah merah.......... 20 hari
Darah kuning........... 6 hari
------------------------
karena darah merah (baca ; kuat) melebihi batas
maksimal haid (15 hari 15 malam)
maka dihukumi haid nya 1 hari pertama dan
istihadloh 25 hari selanjutnya.
Macam Wanita Istihadhah
3. MU'TADAH MUMAYYIZAH

Wanita yg sudah pernah haid dan sudah


pernah suci serta dapat membedakan
warna/sifat darah.

HUKUMNYA : Dihukumi dengan hukum


Tamyiz (darah kuat Haid, darah lemah
istihadhah.) meskipun bertentangan dgn
kebiasaan haidnya.
Macam Wanita Istihadhah
MISAL : Wanita mempunyai kebiasaan mengeluarkan darah selama 5
hari tiap awal bulan (1 pai 5). Dan di bulan lain dia keluar darah
selama 25 hari
Darah Merah kehitaman.10 hari
Darah Merah...................15 hari
-------------------------
maha haidnya ............ 10 hari (karena darah kuat)
istihadlah ................. 15 hari

Atau,
Wanita sudah pernah haid dan suci mengeluarkan darah sbg berikut :
Darah Kuning............ 12 hari
Darah Merah.............. 7 hari
------------------------
Maka haidnya ...... 7 hari
Istihadhahnya ...... 12 hari
Nb : Pada Mu'tadah Mumayyizah penentuan haid dgn Memandang
darah Kuat, tidak memandang adat haid bulan sebelumnya.
Macam Wanita Istihadhah
4. MU'TADAH GHOIRU MUMAYYIZAH DZAKIROTUN
LI ADATIHA QODRON WA WAQTAN

Wanita yg sudah pernah haid dan sudah pernah


suci yang tidak MUMAYYIZ, dan ingat
adat/kebiasaannya baik kira2 (lama)nya dan
waktu (mulai) nya.

HUKUMNYA : Dikembalikan pada adat dan


waktunya, maksudnya di hukumi dgn bagaimana
adat/kebiasaan di bulan sebelumnya.
Macam Wanita Istihadhah
MISAL : Wanita biasa haid selama 7 hari disetiap
awal bulan.
Pada bulan ini dia mengeluarkan darah selama
17 hari. Dia juga tidak bisa membedakan warna
darah, atau darahnya keluar dgn 1 warna.
maka dapat kita hukumi, sesungguhnya HAID
nya 7 hari karena di samakan dgn keaiasaan
bulan2 sebelumnya, dan 10 hari yang terakhir
adalah istihadloh.
Macam Wanita Istihadhah
5. MU'TADAH GHOIRU MUMAYYIZAH NASIYATUN LI
ADATIHA QODRON WA WAQTAN (MUTAHAYIROH)

Wanita yg sudah pernah haid dan sudah pernah suci


yang tidak MUMAYYIZ, dan LUPA adat/kebiasaannya baik
kira2 (lama)nya dan waktu (mulai) nya.

MISAL : Wanita yg mengeluarkan darah selama 20 hari


dan darahnya tidak bisa di bedakan artinya darahnya
hanya 1 warna, atau darah dapat di bedakan tp tidak
memenuhi sarat2 TAMYIZ, serta dia lupa kira2 haidnya jg
waktunya, entah di awal, tengah, atau ahir bulan.
Macam Wanita Istihadhah
HUKUMNYA :
Baginya hukum Haid dalam masalah yang di
haramkan (Bersenang2 di antara pusar dan lutut,
membaca al-Qur'an selain solat, memegang dan
membawa mushaf, diam di masjid serta lewat di
masjid apabila takut menetes darahnya).
Dan hukum SUCI dalam masalah Kewajiban
(Solat, puasa, thowaf, thalaq, i'tikaf, dan wajib
mandi setiap 1 perkara Fardlu)
Macam Wanita Istihadhah
6. MU'TADAH GHOIRU MUMAYYIZAH DZAKIROTUN
LI ADATIHA QODRON LA WAQTAN
Wanita yg sudah pernah haid dan sudah pernah suci
yang tidak MUMAYYIZ, dan ingat adat/kebiasaannya
dalam kira2 (lama)nya tidak dalam waktu (mulai)
nya.
MISAL : Wanita berkata, Aku biasanya haid selama 5
hari di 10 hari pertama dan aku tidak tahu mulainya.
Tapi aku tahu dan yakin sesungguhnya hari pertama
aku Suci. Dan bulan ini aku keluar darah 1 bulan
penuh.
Macam Wanita Istihadhah
HUKUMNYA :
Dihukumi, Hari ke 6 Haid secara Yakin, dan hari
pertama Suci secara yakin,seperti halnya 20 hari
terahir.
Adapun hari ke 2 sampai ke 5 ada kemungkinan
bisa Haid bisa juga Suci. Begitu juga hari ke 7
sampai 10 ada kemungkinan seperti itu juga
(bisa Haid bisa juga Suci). Karena kondisi seperti
(ada kemungkinan Suci dan juga Haid) ini, dia di
hukumi seperti halnya MUTAHAYIROH.
Macam Wanita Istihadhah
7. MU'TADAH GHOIRU MUMAYYIZAH
DZAKIROTUN LI ADATIHA WAQTAN LA QODRON.

Wanita yg sudah pernah haid dan sudah pernah


suci yang tidak MUMAYYIZ, dan ingat waktu
(mulai) nya tidak dengan kira2/lamanya.

MISAL : Seperti ada wanita yg berkata, Aku biasa


Haid di awal bulan tapi tidak tahu berapa
lamanya, dan di bulan ini aku keluar darah 1 bulan
penuh.
Macam Wanita Istihadhah
HUKUMNYA :
Awal bulan (tgl 1) yakin Haid, setengah di hari
yg kedua Yakin Suci. Dan diantara hal itu (2
sampai 15) ada kemungkinan Haid dan juga
Suci.
Pada bagian yang YAKIN (baik yakin suci atau
yakin Haid) itu menggunakan hukumnya
sendiri2 (Haid pakai hukum Haid, Suci pakai
hukum Suci). Dan hari yg ada kemungkinan
Haid juga Suci pakai Hukum MUTAHAYIROH.
PENUTUP

Wajib bagi wanita istihadhah, wudlu tiap ingin


solat Fardlu, membasuh farji, dan (Maaf)
menyumpal bibir kemaluan dengan
Kapas/selainnya. Meskipun darah tak terlihat dari
kanan kirinya.
(Lihat : I'anah at-Tholibin)

NB: Kecuali bila dia merasa sakit dgn hal itu atau
sedang puasa maka tidak boleh (maaf)
menyumpal farjinya karena hal ini dapat
membatalkan puasa.
.
Menjima' atau menyetubuhi wanita yg
istihadhah itu boleh menurut Imam Abi
Hanifah, Syafi', dan Malik seperti halnya puasa
dan solat. Menurut Imam Ahmad bin Hanbal
tidak boleh.
Dan paling shohihnya 2 riwayat itu boleh.
(Lihat: Rohmah al-Ummah fi Ikhtilaf al-
A_immah)
.
"Peringatan Penting" : Wajib bagi seorang perempuan
belajar sesuatu yg dia butuhkan dari Hukum-
hukum haid, istihadhah, dan nifas. Apabila suaminya
alim/mengetahui maka wajib bagi sang suami untuk
mengajarinya.

Dan bila sang suami tidak mengerti, maka boleh baginya


keluar untuk bertanya pada ulama' bahkan wajib. Dan
suami haram melarangnya, kecuali dia sendiri yg
bertanya lalu memberi tahu istrinya sehingga dia tak
perlu keluar rumah. Tidak boleh bagi istri keluar ke
Majlis dzikir atau tempat belajar kebaikan kecuali
dengan ridlo dari suami.
(Lihat: Mughni Muhtaj juz 1 hal 120)
TERIMA KASIH