Anda di halaman 1dari 13

METODE CINCIN DU NUOY

KELOMPOK 2:
• Tiffany Gunawan 148114007
• Benedicta Jati Ayuningtyas 148114012
• Fransiska Revana 148114015
• Elni Meilanti Shen 148114017
• Margaretha Oktaviani 148114029
• Linda Asnasari 148114031
METODE CINCIN DU NUOY
• Gaya yang diperlukan untuk melepaskan cincin
dari permukaan cairan secara ideal adalah :
f = 4π R (γ)
• Gaya yang diperlukan untuk melepaskan cincin
dengan cara ini diberikan oleh suatu kawat
spiral dan dicatat dalam satuan dyne pada
suatu petunjuk yang dikalibrasi. Tegangan
permukaan diberikan oleh rumus:

γ = {yang dibaca pada petunjuk dalam dyne/(2 x keliling


cincin)} x faktor koreksi
• Kegunaan Metode Cincin Du Nuoy
– mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka
– penentuan tegangan permukaan saja dapat menggunakan
metode kenaikan kapiler

• Manfaat Dan Aplikasi Fernomena Antarmuka Dalam


Farmasi
– Dalam mempengaruhi penyerapan obat pada bahan pembantu
padat pada sediaan obat
– penetrasi molekul melalui membrane biologis
– pembentukan dan kestabilan emulsi dan dispersi partikel tidak
larut dalam media cair untuk membentuk sediaan suspensi
– formulasi sediaan serbuk yang hidrofob
– menentukan jenis surfaktan untuk membuat emulsi
– mengatasi sediaan obat yang berbusa
– adsorbsi obat pada saluran pencernaan
YANG PERLU DIPERHATIKAN
• Ketika mengukur tegangan permuakaan cairan- cairan, harus
diperhatikan bahwa cairan yang ada dibawah benar- benar
membasahi cincin (Bird , 1987)

• Persamaan dan
menganggap bahwa sudut kontak (θ) adalah nol yaitu,
cairan harus benar-benar membasahi cincin. Untuk
memastikan hal ini, cincin platinum-iridium
dibersihkan dengan membakarnya di atas Bunsen.
• Cincin ini sangat lembut dan rentan terhadap distorsi selama
penggunaan. Distorsi harus dihindari, dan harus dipastikan
bahwa cincin terletak datar pada permukaan yang diam.

• Bila digunakan dengan solut surfaktan, cincin harus


dibersihkan secara menyeluruh dengan air murni karena
kehadiran sejumlah kecil surfaktan dapat menyebabkan
sebagian besar kesalahan dalam pengukuran. Jika cincin
digunakan dengan minyak kental seperti minyak silikon atau
minyak mentah, itu harus dibersihkan dengan baik
menggunakan pelarut (seperti aseton) untuk menghilangkan
minyak.
• Metode ini menuntut proses yang sempurna.
Cacat atau kesalahan kecil sekalipun dpat
mengubah keakuratan hasil, sehingga diperlukan
faktor koreksi (Fr):

Fr = 0,7250 + 0,01452 Pc2(D-d) + 0,4534 – 1,679 rR

c = keliling cincin,
r = jari-jari kawat,
R = jari-jari cincin,
P = nilai tegangan permukaan yang diukur,
D = rapat fasa dibawah antarmuka,
d = rapat fasa diatas antarmuka.
• Gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat cincin
dari permukaan air dapat dihitung dari
persamaan :
γ = βF/4RF

R = jari-jari rata- rata cincin


F = gaya yang dibutuhkan untuk mengangkut
cincin dari permukaan
β = faktor koreksi yang dihitung dengan
persamaan berikut :
(β-a)2 = (4b/π2)(1/R2)(F/4 πR(ρ1 - ρ2) + c
Keterangan:
a = 0, 725
b = 0,09075 m-1det2
c = 0,04534 – 1,679 ( r/ R)
r = Jari-jari kawat yang digunakan untuk membuat
cincin
R = jari-jari rata- rata lingkaran
ρ1= massa jenis cairan yang ada di bawah
ρ2= massa jenis cairan yang berada di atas

Ketika mengukur tegangan permuakaan cairan-


cairan, harus diperhatikan bahwa cairan yang ada
dibawah benar-benar membasahi cincin. Faktor
koreksi diperlukan dalam perhitungan karena tidak
memperhitungkan variabel-variabel tertentu seperti
jari-jari cincin, jari-jari kawat, dan volume cairanyang
diangkat keluar dari permukaan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERNGARUHI
TEGANGAN PERMUKAAN
• Jenis cairan
Pada umumnya cairan yang memiliki gaya tarik antara molekulnya besar, seperti
air, maka tegangan permukaannya juga besar. Sebaliknya pada cairan seperti
bensin karena gaya tarik antara molekulnya kecil, maka tegangan permukaannya
juga kecil.

• Suhu
Tegangan permukaan cairan turun bila suhu naik, karena dengan bertambahnya
suhu molekul - molekul cairan bergerak lebih cepat dan pengaruh interaksi
antara molekul berkurang sehingga tegangan permukaannya menurun.

• Adanya zat terlarut


Adanya zat terlarut pada cairan dapat menaikkan atau menurunkan tegangan
permukaan. Untuk air adanya elektrolit anorganik dan non elektrolit tertentu
seperti sukrosa dan gliserin menaikkan tegangan permukaan. Sedangkan adanya
zat - zat seperti sabun, detergen, dan alkohol adalah efektif dalam menurunkan
tegangan permukaan.
CARA PEMAKAIAN ALAT
Meja sampel digerakkan ke bawah, cincin diambil dari kaitnya

Cincin dibersihkan dengan dipanaskan pada nyala api etanol


sampai dia jadi merah

Cincin didinginkan kemudian dipasang lagi ke kaitannya.


Cawan petri diisi dengan sampel yang akan diuji. Kemudian
diletakkan di meja sampel.

Meja sampel digerakkan ke atas sampai cincin tercelup kira-kira 2-


3 mm di bawah permukaan cairan.

Meja sampel digerakkan ke bawah secara perlahan-lahan sampai


cincin menarik lamela ke luar permukaan cairan.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE
DIBANDING METODE KAPILER
• Kelebihan:
– dapat mengukur tegangan permukaan maupun
antar muka
• Kekurangan:
– alat yang digunakan susah untuk di temukan
– alatnya lebih mahal
– kurang praktis