Anda di halaman 1dari 36

EKSIPIEN

SEDIAAN
PULMONARY
Andi Sri Suriati Amal, M.Med.Sc., Apt
PULMONARY DRUG DELIVERY
SYSTEM
SPO PULMONARY
• LOKAL, untuk terapi: • Keuntungan terapi lokal
melalui paru-paru: mengurangi
• cystic fibrosis, efek samping sistemik dan
• asma, mendapatkan dosis obat yang
lebih tinggi di tempat kerja
• Infeksi paru kronis
obat.
• Kanker paru
• Keuntungan pemberian untuk
• Sistemik tujuan sistemik: permukaan
yang luas untuk penyerapan
obat, membrane penyerapan
tipis, kecepatan aliran darah 5
lit/menit, aktivitas metabolic
rendah dan tidak mengalami
FORMULATION
APPROACHES
• Eksipien digunakan untuk:
• Meningkatkan stabilitas fisik atau kimia dari bahan aktif dan
sediaan
• Meningkatkan sifat mekanik dari bahan aktif dan sediaan
• Meningkatkan kecepatan disolusi bahan aktif
• Meningkatkan kemampuan berdifusi bahan aktif
This chapter summarizes excipients for pulmonary
formulations from several perspectives

(i) Eksipien dipilih berdasarkan prinsip cara penghantaran


(ii) sifat fisika kimia yang diinginkan
(iii) tantangan yang dihadapi dalam pengembangan formula
aerosol, seperti :
(a) aspek biologi,
(b) aspek mikrobiologi,
(c) analytical issues, dan
(d) future prospects.
AEROSOLS
There are three commonly used clinical aerosols:

1. Jet or ultrasonic nebulizers,


2. Inhaler:
• Metered–dose Inhaler (MDI)
• Dry-powder inhaler (DPI)
JET AND NEBULIZER
Nebulizers are widely used as aerosolize drug solutions or
suspensions for drug delivery to the respiratory tract and are
particularly useful for the treatment of hospitalized patients.
• Delivered the drug in the form of mist.
There are two basic types:
1) Air jet
2) Ultrasonic nebulizer
DEVICES
ULTRASONIC
JET NEBULIZERS NEBULIZERS
Prinsip Aerosol
• Fase Gas : propelan • Pengaktifan katup aerosol
• Fase Cair : campuran propelan yang => Fase gas menimbulkan
dicairkan dan cairan pekat produk.
tekanan ke semua arah =>
• Prinsip : Bila suatu pendorong gas
cair ataau campuran pendorong +
mendorong fase cair naik
cairan pekat produk ditutup rapat dan keluar dari mulut
dalam wadah aerosol, keseimbangan katup => pendorong
akan terbentuk dengan cepat antara
bagian pendorong yang tetap dalam
menguap => formula obat
bentuk cair dan yang teruap sampai kepada sasaran.
menempati bagian atas ruang wadah.
Sistem Aerosol

Sistem dua fase Sistem tiga fase


• Fase cair yang • Lapisan air-propelan yang
mengandung propelan cair tidak bercampur
dan cairan pekat produk • Lapisan cairan pekat
• Fase gas produk yang encer
• Fase gas
Komponen Aerosol

Cairan pekat produk Pendorong (Propelan)


• Zat aktif • Berfungsi memberikan tekanan yang
dibutuhkan untuk mengeluarkan bahan
• Zat tambahan: dari wadah dan dalam kombinasi
dengan komponen lain mengubah
• Zat aktif pada bahan ke bentuk fisik yang diinginkan
permukaan/surfaktan • Gas cair atau campuran gas cair yang
sering kali berperan ganda yaitu
• Zat antioksidan sebagai pendorong dan pelarut cairan
• Pelarut pekat produk.
Pelarut
• Ethanol
• Digunakan sebagai pelarut atau pembawa pada sediaan suspense
dan larutan aerosol.
• Penambahan ethanol memperbaiki ukuran droplet,
• Meningkatkan sifat hydrophilic dari sediaan
• Meningkatkan sifat kelembaban dari sediaan.
Ko-solven
• Gliserol
• Polyethyleneglikol (PEG)
• Propilenglikol

• Dalam hal ini ko-solven ini masuk dalam kategori non-volatile


eksipient.
• Karena itu glycerol, propilenglikol dan PEG memberikan efek
ukuran partikel droplet residu jadi meningkat.
Pensuspensi
• Oligolactic acids (OLAs)
• Mudah larut dalam propelan Hidrofluoroalkene (HFA)
• Meningkatkan kelarutan obat-obat tertentu seperi albuterol.
• Dengan etanol memberikan efek sinergik pada kelarutan
Pensuspensi Pengemulsi

• Oligolactic acids (OLAs) • Surfaktan


• Mendorong pencampuran dua
• Mudah larut dalam propelan komponen untuk meningkatkan
Hidrofluoroalkene (HFA) pembentukan emulsi.
• Meningkatkan kelarutan obat- • Meningkatkan ketercampuran
obat tertentu seperi albuterol. propelan dari jenis pelarut organic
non polar dengan cairan pekat produk
• Dengan etanol memberikan yang umumnya bersifat polar.
efek sinergik pada kelarutan • Sebagai pembentuk aerosol busa.
Propelan
• Gas yang dimampatkan
• CO2
• N2
• Nitrogen
• Gas yang dicairkan:
• Hidrokarbon: Fluoroklorometana, etana, butane, dan pentane.
PROPELAN
• Nitrogen
• Inert
• Bersifat antiokidan
• Tidak berbau dan berasa sehingga tidak mempengaruh bau dan rasa
sediaan.
• Karbondioksida
• Sedikit larut dalam fase cair produk aerosol
• Dapat digunakan pada keadaan dimana pengeluarannya bersama cairan
pekat produk dibutuhkan.
• Membantu pembentukan busa saat penyemprotan
Hidrokarbon terfluoronisasi/
hydrofluoroalkane (HFA)

• Contoh :Diklorofluorometan (Freon 12),


Trikloromonofluorometan, difluoroetan
• Berbentuk gas pada suhu kamar
• Mencair pada pendinginan di bawah titik didihnya
atau pada penekanan gas pada temperature ruang.
METERED DOSE INHALER

Used for treatment of respiratory diseases such as asthma


and COPD.
They can be given in the form of suspension or solution.
Particle size of less than 5 microns.
Used to minimize the number of administrations errors.
It can be deliver measure amount of medicament accurately.
GENERAL CONSIDERATIONS FOR
EXCIPIENT SELECTION
• Penambahan pelarut bersama (ko-pelarut)
• Mengembangkan bahan aktif baru dengan permukaan
spesifik
• Mengurangi tegangan antar muka dengan memodifikasi
sifat permukaan partikel
• Rekayasa partikel untuk menghasilkan lebih banyak
bahan yang bersifat kompatibel dengan HFA.
Eksipien MDI

Propelan Zat tambahan


• Chlorofluorocarbon (CFC) – • Surfaktan : trioleat sorbitan (SPAN
sudah mulai ditinggalkan karena 85), asam oleat dan lesitin kedelai.
menyebabkan penipisan ozon. • Ko-pelarut : etanol.
• Hydrofluoroalkanes – kurang • Antioksidan : asam askorbat atau
dari segi kompatibiltas dengan EDTA.
komponen katup dan sifat • Perasa
pelarutnya kurang baik.
• Pemanis
Metered Dose Inhalers (MDIs)
Summary of HFA MDI Available Product
Nama Drug Eksipient Type
Produk
Proventil HFA Albuterol sulfate HFA 134a, ethanol, Suspensi
oleic acid
Ventolin HFA Albuterol sulfate HFA 134a Suspensi
Proair HFA Albuterol sulfate HFA 134, ethanol Suspensi
Flovent HFA Fluticasone propionate HFA 134, ethanol Suspensi
QVAR Beclomethasone HFA 134a, ethanol, Suspensi
dipropionate oleic acid
Atrovent HFA Iptratropium bromida HFA 134a, purified Solution
water, dehydrated
alcohol, anhydrous
citric acid
Xopenes Levalbuterol tartrate HFA 134a, dehydrated Suspensi
alcohol, oleic acid
MDI Product
Dry Powder Inhalers
• DPIs are bolus drug delivery devices that contain solid drug in a dry
powder mix (DPI) that is fluidized when the patient inhales.
• DPIs are typically formulated as one-phase, solid particleblends. The drug
with particle sizes of less than 5μm is used
• Dry powder formulations either contain the active drug alone or have a
carrier powder (e.g.lactose) mixed with the drug to increase flow
properties of drug.
• DPIs are a widely accepted in haled delivery dosage form, particularly in
Europe, where they are currently used by approximately 40% of asthma
patients.
DPI

Advantages Disadvantages
• Propellant-free • Dependency on patient’s inspiratoryflow
rate and profile.
• Less need for patient co- • Device resistance and other design
ordination issues.
• Less formulation problems • Greater potential problems in dose
uniformity
• Dry powders are at a lower • More expensive than pressurized
energy state, which reduces the metered dose inhalers.
rate of chemical degradation. • Not available worldwide
DEVICES
Unit-Dose Devices
• Single dose powder inhalers are devices in which a powder containing
capsule is placed in a holder. The capsule is opened within the device and
the powder is inhaled.

Multidose Devices
• This device is truly a metered-dose powder delivery system. The drug is
contained with in a storage reservoir and can be dispensed into the dosing
chamber by a simple back and forth twisting action on the base of the unit.
Dry Powder
Inhaler
Sistem Divices
• Memiliki 4 fitur dasar :
• Mekanisme pengaturan dosis (dosis metering)
• Mekanisme aerosolisasi
• Mekanisme deaggregasi
• Sebuah adaptor untuk mengarahkan aerosol ke mulut
Eksipien DPI
• Pembawa : laktosa, mannitol, glucose monohydrate,
trehalose, dextrose, maltose, sorbitol, maltitol dan xylitol.
• Lipid
• Asama amino
• Surfaktan
• Bahan peningkat absorpsi
• Polimer ramah lingkungan (Biodegradable polymers)
Product
Therapeutic Indications for Aerosol
Delivery
• Current Application
• Long - acting β - adrenoceptor agonists and corticosteroids
formulated as combination products are available as both MDIs
and DPIs.
• recently introduced was a MDI formulation, the R enantiomer of
albuterol, which is believed to be mainly responsible for
bronchodilation in the racemic mixture.
• Zanamivir is licensed in the United States as an inhaled antiviral
agent for the treatment of influenza
• Recombinant human deoxyribonuclease (rhDNAase) is available as
a nebulizer product for the treatment of cystic fi brosis, in which it
acts to liquefy viscous lung secretions .
• And recently, insulin was approved as an inhaled powder for
Future Application
• the development of inexpensive, noninvasive, stable, single - dose vaccine delivery
via the lungs.
• the delivery of gene therapy
• insulin, other peptides and proteins are being considered for pulmonary
applications
• chemotherapeutic drugs for the treatment of lung cancer
• Morphine and fentanyl for alternative routes of administering analgesics.
• Heparin and low -molecular - weight heparins have been aerosolized and advocated
for the treatment
• of emphysema and thrombosis.
• Iloprost, a stable prostacyclin analog, has been aerosolized by nebulization for use
in the treatment of pulmonary hypertension
References
• Martin. A, Bustamante. P and Chun A.H, Eds. Physical
Pharmacy, 4th Edn, B. J. waverlyPvt. Ltd.
• AultonM.E. “ Pharmaceutics –The science of dosage form
design” Churchill Livingston., 494.
• Gad, S.C., (2008). Pharmaceutical Manufacturing Handbook,
Producton and Processes
• Ansel H. (2008). Ed. Bahasa Indonesia: Pengantar Bentuk
Sediaan Farmasi. UI Press.