Anda di halaman 1dari 13

Relevansi Iman, Islam, dan Ihsan

KELOMPOK 3

BAITAL BATMAN (183510820)


DONI WILIAN CHANDRA (183510265)
MARFIO PRATAMA (183510268)
ZAINAL ARIFIN (183510269)
1 Hubungan Iman dengan Ilmu

2 Hubungan Iman dengan Amal

Daftar 3 Hubungan Amal dengan Akhlak

Hubungan Amal dengan Ilmu


Isi
4

Kaitan antara Iman, Ilmu, Amal


5
dan Akhlak

Daftar Isi 2
Hubungan Iman dengan Ilmu
Beriman berarti meyakini kebenaran ajaran Allah SWT dan Rasulullah SAW. Serta dengan penuh ketaatan menjalankan ajaran tersebut. Untuk
dapat menjalankan perintah Allah SWT dan Rasul kita harus memahaminya terlebih dahulu sehingga tidak menyimpang dari yang dikehendaki
Allah dan Rasulnya. Cara memahaminya adalah dengan selalu mempelajari agama (Islam).

Iman dan Ilmu merupakan dua hal yang saling berkaitan dan mutlak adanya. Dengan ilmu keimanan kita akan lebih mantap. Sebaliknya dengan
iman orang yang berilmu dapat terkontrol dari sifat sombong dan menggunakan ilmunya untuk kepentingan pribadi bahkan untuk membuat
kerusakan.

Ramainya media belakangan ini soal isu sistem pendidikan sekolah menjadi tanda, pendidikan masih perlu diperbaiki dan problematiknya perlu
segera dicari solusi. Dari sekian problema pendidikan itu, sesungguhnya terdapat isu fundamental yang harus ditangani. Kesalahan memahami
ilmu berdampak cukup serius terhadap kekeliruan penerapan pendidikan. Di antara kesalah fahaman yang masih dijumpai di sederet pendidik
dan pelaku pendidikan adalah tidak mengkaitkan ilmu dengan iman.

Pemahaman ‘bercerainya’ antara iman dan ilmu pengetahuan boleh dikata sudah ‘lumrah’ di kalangan pendidik. Di lembaga Islam saja masih
terdapat kebingungan pendidik mengaitkan pelajaran ilmu pengetahuan alam dengan iman.

Ilmu dalam Islam menempati posisi sangat penting.

Hubungan Iman dengan Ilmu 3


al-Qur’an menyebut kata ‘ilm dan deravisanya sebanyak 750 kali. Sehingga orang berilmu
menempati posisi mulya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman;
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Subhanahu Wata’ala Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11).
Dalam satu hadis dijelaskan, mencari ilmu juga mendapatkan tempat yang mulya; “Barang
siapa yang mencari ilmu maka ia di jalan Allah Subhanahu Wata’ala sampai ia pulang.” (HR.
Tirmidzi).

Hubungan Iman dengan Ilmu 4


Hubungan Iman dengan Amal
Amal Sholeh merupakan wujud dari keimanan seseorana. Artinya orang yang beriman kepada Allah
SWT harus menampakan keimanannya dalam bentuk amal sholeh. Iman dan Amal Sholeh ibarat dua
sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Mereka bersatu padu dalam suatu bentuk yang
menyebabkan ia disebut mata uang. Iman tanpa Amal Sholeh juga dapat diibaratkan pohon tanpa
buah.
(4) Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya; (5) kemudian Kami
kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. (6) kecuali orang-orang yang BERIMAN dan
BERAMAL SHOLEH (mengerjakan kebajikan) , maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada
putus-putusnya. [QS At-Tin 95:4-6]
Dengan demikian seseorang yang mengaku beriman harus menjalankan amalan keislaman, begitu
pula orang yang mengaku islam harus menyatakan keislamannya. Iman dan Islam seperti bangunan
yang kokoh didalam jiwa karena diwujudkan dalam bentuk amal sholeh yang menunjukkan nilai nilai
keislaman.
Hubungan Iman dengan Amal 5
Hubungan Amal dengan Akhlak
Akhlak adalah perbuatan yang telah mendarah daging, dilakukan atas kemauan sendiri, dengan tulus
dan sebenarnya, bukan berpura-pura. Perbuatan yang telah menjadi kepribadiannya. akhlak sebagai
ilmu menentukan perbuatan baik atau buruk berdasarkan al-Qur’an dan al-sunnah. Sifat akhlak adalah
universal (umum).
Berkenaan dengan manfaat mempelajari Ilmu Akhlak ini, Ahmad Amin mengatakan sebagai berikut :
Tujuan mempelajari ilmu akhalak dan permasalahnya menyebabkan kita dapat menetapkan sebagian
perbuatan lainnya sebagai yang baik dan sebagian perbuatan lainnya sebagai yang buruk. Bersikap
adil termasuk baik, sedangkan berbuat zalim termasuk perbuatan buruk, membayar utang kepada
pemiliknya termasuk perbuatan baik, sedangkan mengingkari utang termasuk perbuatan buruk.
Selanjutnya Mustafa Zahri mengatakan tujuan perbaikan akhlak itu, ialah untuk membersihkan kalbu
dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang
dapat menerima Nur cahaya Tuhan.

Hubungan Amal dengan Akhlak 6


Keterangan tersebut memberi petunjuk bahwa Ilmu Akhlak berfungsi memberikan panduan kepada manusia agar
mampu menilai dan menentukan suatu perbuatan untuk selanjutnya menetapkan bahwa perbuatan tersebut termasuk
perbuatan yang baik dan buruk.
Dengan demikian secara ringkas dapat sikatakan bahwa ilmu akhlak bertujuan untuk memberikan pedoman dan
penerangan bagi manusia dalam mengetahui pebuatan yang baik atau yang buruk. Terhadap perbuatan yang baik ia
berusaha melakukannya, dan terhadao perbuatan yang buruk ia berusaha untuk menhindarinya.
Semakin kuat iman seseorang, semakin nikmat ibadahnya, semakin semangat amal sholehnya dan semakin mulia
akhlaknya, sebaliknya lemah iman, malas ibadah, tidak bergairah beramal sholeh dan akhlakpun menjadi kurang baik.
Karena itu perhatikan dalam Al-qur'an, iman ibadah, iman amal, iman akhlak (QS Al Mu'minuun1-10). Jadi orang
beriman yang khusyu' ibadah itu akhlaknya mulia, setelah takbir iapun tebarkan salam, seseorang semakin mengenal
Allah, semakin menghinakan diri dihadapan Allah, maka tidak heran kalau seseorang banyak istigfar, buahnyapun ia
sangat rendah hati pada umat manusia.
Sebagaimana sabda Rasulullah, "Semakin dalam iman seseorang maka semakin mulia akhlaknya".

Hubungan Amal dengan Akhlak 7


Hubungan Amal dengan Ilmu
Hubungan ilmu dan amal dapat difokuskan pada dua hal. Pertama, ilmu adalah pemimpin dan pembimbing amal
perbuatan. Amal boleh lurus dan berkembang bila didasari dengan ilmu. Dalam semua aspek kegiatan manusia harus
disertai dengan ilmu baik itu yang berupa amal ibadah atau amal perbuatan lainnya. Kedua jika orang itu berilmu maka
ia harus diiringi dengan amal. Amal ini akan mempunyai nilai jika dilandasi dengan ilmu. Begitu juga dengan ilmu akan
mempunyai nilai atau makna jika diiringi dengan amal. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam perilaku manusia.
Sebuah perpaduan yang saling melengkapi dalam kehidupan manusia yaitu setelah berilmu lalu beramal.
Ajaran Islam sebagai mana tercermin dari Al-qur'an sangat kental dengan nuansa–nuansa yang berkaitan dengan ilmu,
ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam. Keimanan yang dimiliki oleh seseorang akan jadi
pendorong untuk menuntut ilmu, sehingga posisi orang yang beriman dan berilmu berada pada posisi yang tinggi
dihadapan Allah yang berarti juga rasa takut kepada Allah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk
beramal shaleh. Dengan demikian nampak jelas bahwa keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan membuahkan
amal–amal shaleh. Maka dapat disimpulkan bahwa keimanan dan amal perbuatan beserta ilmu membentuk segi tiga
pola hidup yang kokoh. Ilmu, iman dan amal shaleh merupakan faktor menggapai kehidupan bahagia.

Hubungan Amal dengan Ilmu 8


Tentang hubungan antara iman dan amal, demikian sabdanya,
“Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman” [HR. Ath-Thabrani] .
Kemudian dijelaskannya pula bahwa, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” [HR. Ibnu Majah dari Anas, HR. Al Baihaqi] .
Selanjutnya, suatu ketika seorang sahabatnya, Imran, berkata bahwasanya ia pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, amalan-amalan
apakah yang seharusnya dilakukan orang-orang?". Beliau Saw. menjawab: "Masing-masing dimudahkan kepada suatu yang
diciptakan untuknya" [HR. Bukhari] “Barangsiapa mengamalkan apa yang diketahuinya, niscaya Allah mewariskan kepadanya ilmu
yang belum diketahuinya.” [HR. Abu Na’im] . ”Ilmu itu ada dua, yaitu ilmu lisan, itulah hujjah Allah Ta’ala atas makhlukNya, dan ilmu
yang di dalam qalb, itulah ilmu yang bermanfaat.” [HR. At Tirmidzi]. ”Seseorang itu tidak menjadi ‘alim (ber-ilmu) sehingga ia
mengamalkan ilmunya.” [HR. Ibnu Hibban].
Suatu ketika datanglah seorang sahabat kepada Nabi Saw. dengan mengajukan pertanyaan: ”Wahai Rasulullah, apakah amalan
yang lebih utama ?” Jawab Rasulullah Saw : “Ilmu Pengetahuan tentang Allah ! ” Sahabat itu bertanya pula “Ilmu apa yang Nabi
maksudkan ?”. Jawab Nabi Saw : ”Ilmu Pengetahuan tentang Allah Subhanaahu wa Ta’ala ! ” Sahabat itu rupanya menyangka
Rasulullah Saw salah tangkap, ditegaskan lagi “Wahai Rasulullah, kami bertanya tentang amalan, sedang Engkau menjawab
tentang Ilmu !” Jawab Nabi Saw. pula “Sesungguhnya sedikit amalan akan berfaedah (berguna) bila disertai dengan ilmu tentang
Allah, dan banyak amalan tidak akan bermanfaat bila disertai kejahilan tentang Allah”[HR.Ibnu Abdil Birrdari Anas]. Kejahilan
adalah kebodohan yang terjadi karena ketiadaan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, banyak amal setiap orang menjadi sangat
berkaitan dengan keimanan dan ilmu pengetahuan karena ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal
saleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka kerana keimanannya … QS.[10]:9.

Hubungan Amal dengan Ilmu 9


Kaitan antara Iman, Amal, Ilmu dan Akhlak
Dalam sejarah kehidupan manusia, Allah swt memberikan kehidupan yang sejahtera, bahagia, dan damai kepada
semua orang yang mau melakukan amal kebaikan yang diiringi dengan iman, dengan yakin dan ikhlas karena Allah swt
semata (QS. At – Thalaq : ayat 2 – 3 ).Perbuatan baik seseorang tidak akan dinilai sebagai suatu perbuatan amal
sholeh jika perbuatan tersebut tidak dibangun diatas nilai iman dan takwa, sehingga dalam pemikiran Islam perbuatan
manusia harus berlandaskan iman dan pengetahuan tentang pelaksanaan perbuatan.

Kaitan antara Iman, Amal, Ilmu dan


Akhlak
10
Sumber ilmu menurut ajaran Islam :

Wahyu
Yaitu sesuatu yang dibisikkan dan diilhamkan ke dalam sukma serta isyarat cepat yang lebih
cenderung dalam bentuk rahasia yang disebut ayat Allah swt “Qur’aniyah”

Akal
Yaitu suatu kesempurnaan manusia yang diberikan oleh Allah swt untuk berpikir dan menganalisa
semua yang ada dan wujud diatas dunia yang disebut ayat Allah “Kauniyah”

Sumber ilmu menurut ajaran Islam 11


Allah swt akan mengangkat harkat dan martabat manusia yang beriman kepada Allah swt dan berilmu pengetahuan
luas, yang diterangkan dalam Q.S. Al Mujadalah : 11. Yang isinya bahwa Allah akan mengangkat tinggi-tinggi kedudukan
orang yang berilmu pengetahuan dan beriman kepada Allah swt , orang yang beriman diangkat kedudukannya karena
selalu taat melaksanakan perintah Allah swt dan rasulnya, sedangkan orang yang berilmu diangkat kedudukannya
karena dapat memberi banyak manfaat kepada orang lain.
Islam tidak menghendaki orang alim yang digambarkan seperti lilin, mampu menerangi orang lain sedang dirinya sendiri
hancur, dan ini besar sekali dosanya, karena dapat memberitahu orang lain dan dirinya sendiri tidak mau tau lagi juga
tidak mengerjakan seperti dalam Q.S. Ash – Shaf : 3 yang menerangkan bahwa orang alim dan pandai hendaknya
menjadi contoh dan teladan bagi orang lain. Dibawah naungan dan lindungan Allah swt.
Iman, ilmu dan amal merupakan satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

Kaitan antara Iman, Amal, Ilmu dan


Akhlak
12
Thank You !
Ada Pertanyaan ?

BAITAL BATMAN (183510820)


DONI WILIAN CHANDRA (183510265)
MARFIO PRATAMA (183510268)
ZAINAL ARIFIN (183510269)