Anda di halaman 1dari 8

Kelainan kongenital

hidung
Labioschisis
Definisi
 Labioshisis adalah suatu kelainan bawaan yang terjadi
pada bibir dan dapat sampai pada langit-langit.

Etiologi
 Celah pada bibir disebabkan oleh kegagalan
perkembangan dan penyatuan processus frontonasal dan
processus maxilaris.
Manifestasi klinis

 Berupa celah pada bibir


yang dapat sampai langit-
langit
 Dapat berupa
komplit/inkomplit,
 Dapat unilateral/bilateral
yang disertai dengan
distorsi jaringan sekitar
(hidung dll).
Atresia koana

 Definisi
 Atresia koana adalah oklusi membran atau tulang kongenital dari satu atau
dua koana akibat gagalnya membran bukonasalis untuk membelah sejak
embrional
 Etiologi
 Atresia koana merupakan suatu kelainan genetik yang diturunkan melalui
rantai autosomal resesif.
Manifestasi klinis

 Neonatus mutlak benafas melalui hidung selama l-6 minggu pertama, tampilan
klasiknya adalah distres penapasan siklik dengan sianosis dan apnea atau sering
pula disebut sianosis siklik, yaitu suatu keadaan dimana saat mulut tertutup, bayi
tidak bisa benapas dan terjadilah sianosis. Pada saat bayi tersebut menangis, maka
rongga mulut terbuka dan udara meagalir masuk melalui mulut sehingga sianosis
berakhir. Gejala ini terutama sekali mengkhawatirkan selama pemberian makanan,
saat bayi tidak mampu untuk menyusu dan bernafas secara bersamaan. Gejala
lainnya yang mungkin tampak adalah adanya retraksi dada meskipun bayi tersebut
sedang bernapas melalui mulut atau menangis.

 Atresia unilateral hanya menimbulkan sedikit gejala meskipun satu sisinya


mengalami penyumbatan, dan bisa jadi tidak diketahui sampai anak tersebut
berusia lebih tua. Cairan purulen yang kronis, sumbatan hidung yang menetap, dan
hiposmia dapat muncul kemudian. Pada atresia koana unilateral dapat tejadi
deviasi septum yang mengarah ke sisi yang mengalami atresia koana.
Karsinoma nasofaring

Difinisi
 Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas (kanker) yang berasal
dari sel epitel nasofaring, bagian atas tenggorokan belakang hidung dan dekat
dengan dasar tengkorak.

Etiologi
 A. Genetik
 B. Virus
 C. Lingkungan
Manifestasi klinis

Nasofaring

Telinga

Mata

Metastasis
Angiofibroma nasofaring belia

 Adalah tumor jinak pembuluh darah di nasofaring, secara klinis bersifat


ganas.