Anda di halaman 1dari 22

Peran Perawat Jiwa dan

Perencanaan Pulang

Ns. Yeni Devita, M.Kep


Pendahuluan
• Perawatan kesehatan jiwa adalah area yang
khusus dalam praktek keperawatan yang
menggunakan teori ilmiah tentang perilaku
manusia dan diri sendiri secara terapeutik
sesuai dengan kiat perawat. Berfokus pada
pencegahan dan tujuan terapeutik dalam
meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat
(Evans dkk, 1976, dikutip oleh Cook dan
Fontaino, 1987
Pendahuluan
• Peran keperawatan jiwa professional kini mencakup dimensi
kompetensi klinis, advokasi pasien-keluarga, kolaborasi
antar disiplin, akuntabilitas social, dan parameter legal-etik.
• Center for Mental Health Service secara resmi mengakui
keperawatan kesehatan jiwa sebagai salah satu dari lima inti
disiplin kesehatan jiwa. Perawat jiwa menggunakan
pengetahuan ilmu psikososial, biofisik, teori kepribadian,
dan perilaku manusia untuk mendapatkan suatu kerangka
berpikir teoritis yang mendasari praktik keperawatan.
PERAN PERAWAT KESEHATAN JIWA
1. Pelaksana asuhan keperawatan
bertanggung jawab melaksanakan asuhan
keperawatan scr komprehensif
2. Pengelola keperawatan
bertanggung jawab dlm administrasi keperawatan,
seperti menerapkan teori manajemen dan
kepemimpinan dlm mengelola askep, mengorganisasi
pelaksanaan terapi modalitas, dll
3. Pendidik keperawatan
bertanggung jawab memberikan pendidikan kesehatan
kepada individu, keluarga, komunitas shg mampu
merawat diri sendiri
4. Peneliti
bertanggung jawab dlm penelitian utk meningkatkan
praktek keperawatan jiwa
FUNGSI PERAWAT KESEHATAN JIWA
1. Memberikan lingkungan terapeutik
2. Bekerja utk mengatasi masalah klien “here and
now”
3. Sebagai model peran
4. Memperhatikan aspek fisik dari masalah
kesehatan klien
5. Memberikan pendidikan kesehatan
6. Sebagai perantara sosial
7. Kolaborasi dgn tim lain
8. Memimpin dan membantu tenaga perawatan
9. Menggunakan sumber di masyarakat
sehubungan dgn kesehatan mental
Ada 4 faktor yang membantu menentukan
tingkat fungsi dan jenis aktivitas yang
dilakukan oleh perawat jiwa:

• Legislasi perawat jiwa


• Kualifikasi perawat, termasuk pendidikan,
pengalaman kerja, dan status sertifikasi.
• Tatanan praktik perawat.
• Tingkat kompetensi personal dan inisiatif
perawat.
Tingkat Pencegahan
• Pencegahan primer: menurunkan insiden penyakit di
komunitas dengan mengubah factor penyebab
sebelum hal tersebut membahayakan. Meliputi
promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
• Pencegahan sekunder: mencakup pengurangan
prevalensi penyakit actual melalui deteksi dini dan
penanganan masalah kesehatan.
• Pencegahan tersier: mencakup penurunan gangguan
atau disabilitas yang disebabkan oleh penyakit
Perencanaan Pulang
• Perencanaan pemulangan pasien adalah suatu
proses dimana pasien mulai mendapat
pelayanan kesehatan yang diberikan dengan
kesinambungan perawatan baik dalam proses
penyembuhan maupun dalam
mempertahankan derajat kesehatannya
sampai pasien merasa siap untuk kembali ke
lingkungannya
Pendahuluan
• Perawat adalah salah satu anggota tim perencana
pemulangan, dan sebagai perencana pemulangan,
perawat mengkaji setiap pasien dengan mengumpulkan
dan menggunakan data yang berhubungan untuk
mengidentifikasi masalah aktual dan potensial,
menentukan tujuan dengan atau bersama pasien dan
keluarga, memberikan tindakan khusus untuk
mengajarkan dan mengkaji secara individu dalam
mempertahankan atau memulihkan kembali kondisi
pasien secara optimal dan mengevaluasi kesinambungan
asuhan keperawatan
Pendahuluan
• Perawat bertanggung jawab untuk membuat
rujukan yang sesuai dan untuk memastikan bahwa
semua informasi yang sesuai telah disediakan
untuk orang-orang yang akan terlibat dalam
perawatan pasien tersebut, termasuk keluarganya.
Selain itu, perawat harus mampu menentukan
pengetahuan, keahlian, dan tindakan apa yang
dapat membantu pasien beradaptasi terhadap
lingkungan baru setelah pemulangan
Pendahuluan
• Perencanaan pulang merupakan bagian
penting dari program pengobatan klien yang
dimulai dari segera setelah klien masuk rumah
sakit. Hal ini merupakan suatu proses yang
menggambarkan usaha kerjasama antara tim
kesehatan, keluarga, klien, dan orang yang
penting bagi klien.
Tujuan perencanaan pulang
• meningkatkan perawatan berkelanjutan bagi
klien, membantu rujukan klien pada
pelayanan yang lain, membantu klien dan
keluarga memiliki pengetahuan, keterampilan
dan sikap dalam memperbaiki serta
mempertahankan status kesehatan klien.
Prinsip-prinsip dalam proses perencanaan
pulang
• Klien sebagai focus dalam perencanaan pulang
Nilai, keinginan, dan kebutuhan klien perlu dikaji dan
dievaluasi sehingga dapat dimasukkan dalam perencanaan
pulang klien dan orang-orang yang dekat atau penting bagi
klien. Tenaga kesehatan yang terlibat diikutsertakan dalam
perencanaan pulang klien.
• Kebutuhan klien diidentifikasi saat masuk, dirawat sampai
sebelum pulang.
Kebutuhan ini dikaitkan dengan masalah yang mungkin
timbul setelah pulang sehingga rencana antisipasi masalah
dapat dianut untuk dilaksanakan setelah pulang.
Prinsip-prinsip dalam proses perencanaan
pulang
• Perencanaan pulang dilakukan secara kolaboratif
Perencanaan pulang adalah proses multidisiplin dan tergantung
pada kerjasama yang jelas dan komunikasi lisan, tertulis di antara
peserta tim.
• Perencanaan pulang disesuaikan dengan sumber daya dan fasilitas
yang tersedia.
Tindakan atau rencana yang akan dilakukan setelah pulang
disesuaikan dengan pengetahuan dari tenaga yang tersedia
program dan fasilitas yang tersedia di masyarakat.
• Perencanaan pulang dilakukan pada setiap tatanan pelayanan.
Setiap kali pasien masuk tatanan pelayanan maka perencanaan
pulang harus dilakukan.
Jenis-jenis pemulangan pasien
Menurut stuart dan sundeen (1991), ada 3 jenis
pemulangan pasien di antaranya :
1. Conditional Discharge (pulang sementara atau cuti)
Bila keadaan klien cukup baik untuk di rawat dirumah
maka cara pemulangan ini dapat dipakai.Klien untuk
sementara dapat dirawat dirumah dengan harapan
dapat membantu klien dan keluarga beradaptas
dengan situasi dirumah maupun dimasyakarat .Selama
klien pulang pengawasan dari rumah sakit atau
puskesmas dapat diperlukan.
Jenis-jenis pemulangan pasien
2. Absolute Discharge(pulang mutlak selamanya)
Cara pulang ini merupakan terminasi akhir dari
hubungan klien dengan rumah sakit tetapi bila
klien perlu dirawat kembali maka prosedur
perawatan dapat dilaksamakan kembali.Jenis
pemulangan ini diberikan kepada klien yang
mengalami perbaikan status kesehatan yang
baik sehigga dapat berfungsi kembali secara
optimal dimasyarakat.
Jenis-jenis pemulangan pasien
3. Judicial Discharge (pulang paksa)
Klien diperbolehkan pulang walaupun kondisi
kesehatannya belum memungkinkan untu
dipulangkan, misalnya karna klien adalah
seorang narapidana atau karna keluarga tetap
menginginkan klien pulang karena sesuatu
alasan. Klien tersebut harus tetap diberikan
arahan untuk perawatan dirumah dan fasilitas
yangdapat digunakan dimasyarakat.
Standar Keperawatan Perencanaan Pulang

• Standar perencanan pulang merupakan sistem


keperawatan yang berkelanjutan yang diperlukan
klien yang diperlukan klien setelah masuk ke rumah
sakit dan membantu keluarga menemukan cara
penyelesaian masalah yang baik pada saat yang
tepat, sumber yang tepat serta biaya yang
terjangkau. Standar perencanaan klien pulang
dimulai sejak awal klien masuk rumah sakit sampai
klien pulang dengan melibatkan klien dan
keluarganya.
1. Standar Pengkajian
Data yang harus dikaji meliputi :
1. Aktivitas sehari-hari : makan dan minum, eliminasi, personal hygiene,
berpakaian dan kerapian diri, aktivitas, istrirahat tidur, keagamaan
2. Tingkat kebutuhan perawatan klien : kondisi klien yang membutuhkan
perawatan intensif, kondisi klien yang memerlukan modifikasi
peawatan intensif, kondisi klien yang memerlukan perawatan transisi,
kondisi klien yang memerlukan perawatan minimal
3. Pengetahuan dan kemampuan klien dan keluarga tentang penyakit
klien, pengobatan
4. Hubungan interpersonal dalam keluarga
5. Kemampuan dan kemauan klien dan keluarga dalam penerimaan
tindakan keperawatan
6. Sumber dan sistem pendukung yang ada di masyarakat
7. Sumber finansial dan pekerjaan
2. Standar Masalah
Berdasarkan prioritas masalah yaitu :
• Gangguan pemenuhan kebutuhan aktivitas hidup
sehari-hari
• Cemas pada klien dan keluarga akan penyakit
yang dideritanya yang berkaitan dengan rencana
pulang
• Ketidakmampuan keluarga merawat klien
dirumah
• Sistem pendukung yang tidak adekuat
Standar Evaluasi
Kondisi klien yang dapat pulang;
• Mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
• Mempunyai jadwal kegiatan sehari-hari serta penggunaan
waktu luang dengan kegiatan yang posisif.
• Komunikasi verbal dan non verbal sesuai.
• Klien sanggup mengatasi stressor pencetus dengan cara-cara
penangan yang konstruktif.
• Klien dan keluarga memahami tentang pengobatan yang harus
dijalani; manfaat obat, efak samping, waktu pemberian obat.
• Klien dan keluarga mengetahui sistem pendukung yang ada di
masyarakat; puskesmas, balai latihan kerja, perawat komunitas.
TERIMA KASIH