Anda di halaman 1dari 25

PEDOMAN PELAYANAN

KESEHATAN JIWA
MASYARAKAT

PUSKESMAS KARANGREJO
METRO UTARA

dr. INTAN OCTAVIANI


Masalah kesehatan jiwa
 tidak menyebabkan kematian secara langsung
 menyebabkan penderitaan berkepanjangan baik bagi
individu, keluarga, masyarakat dan negara
 tidak produktif dan bergantung pada orang lain
 menimbulkan dampak sosial antara lain meningkatnya
angka kekerasan, kriminalitas, bunuh diri,
penganiayaan anak, perceraian, kenakalan remaja,
penyalahgunaan zat, HIV/AIDS, perjudian,
pengangguran dan lain-lain
 membutuhkan suatu kerja sama yang luas secara lintas
program dan lintas sektor, termasuk peran serta
masyarakat dan kemitraan swasta.
RUANG LINGKUP
 upaya Kesehatan Perorangan (UKP) klinis bagi
penderita jiwa di Puskesmas
 Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pelayanan
Jiwa Masyarakat melalui deteksi dini secara aktif,
pengobatan/psikoterapi, pemantauan pengobatan,
rujukan /rujukan balik dan rehabilitasi sosial
berbasis pemberdayaan masyarakat
 kerja sama lintas program dan lintas sektor terkait.
PANDANGAN MASYARAKAT

Gangguan = GILA
JIWA
Kesehatan Jiwa
 kondisi dimana seorang individu dapat
berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan
sosial sehingga individu tersebut menyadari
kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan,
dapat bekerja secara produktif, dan mampu
memberikan kontribusi untuk komunitasnya.
Gangguan Jiwa (Mental Disorder)
 perubahan pada fungsi jiwa seseorang yang
menunjukkan sindrom dan atau perubahan perilaku
yang berlebihan terjadi tanpa alasan masuk akal
secara klinik bermakna dan dapat menimbulkan
penderitaan atau hambatan di dalam satu atau
lebih fungsi yang penting dari manusia.
ODMK dan ODGJ
 Orang Dengan Masalah Kejiwaan adalah orang yang
mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan
dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup sehingga
memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.
 Orang Dengan Gangguan Jiwa adalah orang yang
mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan
perasaan yang termanifestasi dalam bentuk
sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang
bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan
hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai
manusia.
Masalah gangguan jiwa
 Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan NAPZA
 Skizofrenia
 Gangguan afektif (depresi, mania)
 Ansietas/kecemasan, gangguan somatoform (psikosomatik)
 Gangguan mental organik (demensia/alzheimer, delirium,
epilepsi, pasca stroke, dll)
 Gangguan jiwa anak dan remaja (gangguan
perkembangan belajar, autisme, gangguan tingkah laku,
hiperaktifitas, gangguan cemas dan depresi)
 Retardasi mental
Gangguan Mental dan Perilaku akibat
NAPZA
 Pengguna Akan Sering Merasa Takut Berlebihan,
Sensitif
 Kerja Menjadi Lamban dan Ceroboh Serta Tegang
dan Gelisah
 Hilang Percaya Diri
 Menjadi Paranoid dan halusinasi
 Sulit Berkonsentrasi, Mudah tersinggung, dan
Tertekan
 depresi, kecemasan dan meningkatkan keinginan untuk
bunuh diri pada remaja
 Merasa Tidak Aman
 Menjadikan Diri Menjadi Seorang Kriminal
 Menjadi Apatis
Skizofrenia
 Waham (kebesaran, curiga, agama, cemburu, kejar)
 Halusinasi
 Delusi
 Pikiran kacau dan ucapan membingungkan
 Sulit konsentrasi
 Gerakan berbeda (berulang-ulang)
 Tidak peduli terhadap kebersihan dan penampilan diri.
 Kesulitan tidur atau pola tidur yang berubah.
 kecemasan berlebihan,
 percaya dirinya mempunyai kemampuan khusus atau
mengidap penyakit tertentu yang sebenarnya tidak
ada pada dirinya.
DEPRESI
 Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
 Merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi
 Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina
 Sulit mengambil keputusan
 Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya
 Tidur lebih sebentar atau lama dari biasanya
 Sulit berkonsentrasi
 Sulit mengingat-ingat
 Merasa bersalah, gagal, dan sendirian
 Berpikiran negatif secara terus-menerus
 Mudah kecewa, marah, dan tersinggung
 Sulit menjalani kegiatan sehari-hari
 Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati
 Adanya pikiran untuk bunuh diri
Ansietas/kecemasan, gangguan
somatoform (psikosomatik)
 Gejala somatik berupa jantung berdebar, mual,
pusing, nyeri fisik pada bagian tubuh tertentu
seperti nyeri dada, nyeri otot dan lain sebagainya.
 Gejala vegetatif berupa gangguan tidur, pola
makan dan aktivitas seksual.
 Gejala kognitif berupa kesulitan berkonsentrasi,
tidak bisa tenang dan mudah lupa
KASUS JIWA DI KARANGREJO
 18 orang ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), 4
orang pengobatan rutin di PKM dan 5 orang
pengobatan rutin di RSAY. 50%
 8 orang Depresi, 2 orang rutin berobat. 25%
 6 orang Epilepsy, 5 orang rutin berobat. 83%
 Kasus dipasung: -
 Kasus dikurung: 1 orang
 Pasien tidak stabil (sering mengamuk dan
keluyuran): 6 orang
Target Kesehatan Jiwa
 Tidak ada yang dipasung
 Tidak ada pasien dikurung
 Pasien rutin minum obat
 Pasien bisa mandiri melakukan kegiatan sehari-hari
dan tidak mengganggu orang sekitar
 Keluarga memahami kondisi pasien dan aktif
berperan dalam proses pengobatan