Anda di halaman 1dari 63

KEDOKTERAN ISLAM

Sejarah, Karakter & Dakwah Profesi


Tim IIMC Fakultas Kedokteran
Uiversitas Islam Bandung
Bagian 1

Sejarah Kedokteran
Islam
bukan sekedar
milestone
“Membaca sejarah adalah cara menemukan harapan. Harapanlah
yang membuat kita rela dan berani melakukan kebajikan-kebajikan
hari ini, walaupun buah kebajikan itu akan dipetik oleh mereka yang
baru akan lahir esok hari.”
M. Anis Matta
LATAR BELAKANG
INDONESIA
• Negara berpenduduk terbesar ke-5 di Dunia dengan penduduk Mayoritas Muslim
• Membutuhkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan Islami
• Keterbatasan jumlah RS berbasis syariah
• Image masyarakat tentang Institusi Pendidikan Islam dan RS Islam
• Pengembangan Ilmu Pengetahuan Kedokteran yang pesat
• Kompetensi dokter Muslim dalam menjawab tantangan pelayanan berbasis Syariah dan
kehidupan yang Islami
• Link & Match antara kurikulum FK Islam (hulu) dan pelayanan kesehatan RS Syarian
(hilir)
LATAR BELAKANG
Dakwah
• Keberlanjutan Dakwah Kampus
• Urgensi dakwah profesi
• Kontribusi profesional Muslim terhadap peradaban
1. Zakariyya Ar-Razi/rhazes
• sarjana yang paling awal meneliti cacar. Beliau tuangkan
informasi tentang cacar dalam kitab Aj-Judari wa al-Hasbah
(Cacar dan Campak). Kitab tersebut diterjemahkan oleh J.
Ruska dengan judul Ar-Razi’s Buch : Geheimnis der Gehemnisse.
Edisi bahasa Inggrisnya telah dicetak ulang sebanyak 40 kali.
Kitab ini memberikan informasi berharga bagi dokter Eropa
tentang penyakit cacar dan campak
• Ar-Razi menemukan berbagai obat dan teknik pembuatan
alkohol dan dikembangkan oleh Arnol Pilinov, ilmuwan dari
Eropa.
• Ar-Razi adalah dokter pertama yang membuka ruang praktik
psikiatri di sebuah rumah sakit di Baghdad
• Karya terbesar beliau adalah 20 jilid kitab Al-Hawi, yang
merupakan intisari ilmu-ilmu kedokteran Yunani, Syria dan
Arab dan telah beliau uji keabsahan dan kebenarannya lewat
berbagai eksperimen.
• Selama hidupnya Ar-Razi telah menulis kitab-kitab kedokteran
tak kurang dari 200 kitab.
• Para ilmuwan barat menganggap beliau sebagai perintis
terbesar bidang kedokteran dari dunia Islam.
2. Ibnu Masawayh/Mesue
• dokter Islam dan ahli farmakologi termasyhur pada abad ke-9.
• Pelopor dasar-dasar farmasi Islam.
• Membuat sejumlah simplisia aromatik dan pengamatan
terhadap efek farmakologisnya.
• Penelitian terhadap berbagai macam rempah untuk tujuan
pengobatan.
• Kitab Al-Mushajjar al-Kabir adalah salah satu kitab beliau yang
terkenal. Di dalamnya memuat kumpulan penyakit dan
pengobatannya termasuk terapi “diet” sebagai pengobatan
tanpa obat.
• Karya Ibnu Masawayh yang ditulis dalam bahasa latin dengan
judul Mesue mendapatkan penghargaan yang tinggi di Eropa.
3. Ibnu Sina/Avicenna
• Qanun Fii al-Thibb (Canon of Medicine). Kitab ini dinilai sebagai
“kitab suci” nya ilmu kedokteran saat itu. Selama 500 tahun kitab ini
digunakan sebagai rujukan utama kedokteran di Eropa
• Dalam kitab Qanun juga terdeskripsi dengan jelas dan rinci mengenai anatomi mata hingga ke sistem syarafnya.
• Kitab Qanun juga memuat 760 macam tipe pengobatan untuk berbagai penyakit.

• Ibnu Sina berhasil meneliti dan mengidentifikasi


• sifat-sifat penyakit menular seperti TBC.
• Meneliti penyebaran penyakit melalui air dan tanah.
• Meneliti interaksi antara ilmu psikologi dan kedokteran.
• penyakit radang selaput otak (meningitis).
• melakukan penyelidikan medis tentang pembuluh darah.
• Beliau berhasil memberikan penjelasan tentang ilmu anatomi, ginekologi dan kesehatan anak.
• menemukan pengaruh lingkungan terhadap infeksi, pengenalan metode karantina dan teori penyebaran
penyakit.
• Uji klinis dan percobaan berbagai bahan untuk obat juga beliau lakukan.
• Ibnu Sina saat itu telah berhasil menjelaskan perbedaan infeksi oleh virus dan oleh bakteri.
• Pada saat melakukan diagnosis penyakit THT (Telinga Hidung Tenggorok), beliau telah menggunakan alat yang
disebut mikroskop cermin dan spekula khusus.

• Ibnu Sina juga menulis buku tentang penyakit syaraf, metode-


metode pembedahan dan desinfeksi/sterilisasi
4. Ibnu Al-Baitar.
• ahli botani dan farmasi (obat-obatan).
• Mengumpulkan dan mengklasifikasikan berbagai jenis tanaman
termasuk di dalamnya tanaman obat.
• Kitab Al-Jami fi al-Adwiya al-Mufrada yang beliau tulis menjadi kitab
yang terpopuler saat itu. Berisikan 1400 item tanaman yang
sebagian besarnya adalah tanaman yang digunakan pada metode
pengobatan Arab.
• Kitab Al-Mughni fi al-Adwiya al-Mufrada, merupakan ensiklopedia
tanaman obat khususnya di wilayah Arab Saudi.
• Kitab lainnya : Al-Mughni fil Adwiyyatil Mufradah wal Ughdziyyah
(Ensiklopedi Pengobatan Mandiri dan Makanan) dan Al-Jami’ fil
Adwiyyatil Mufradah wal Ughdziyyah (Kumpulan Pengobatan
Mandiri dan Makanan).
5. Abu Qasim Az-
Zahrawi/Abucasis
• Dokter bedah yang terkenal dan juga pengajar di sekolah-sekolah kedokteran yang ada
pada saat itu.
• Beliau menulis kitab At-Tasrif liman ‘Ajiza ‘an at-Ta’lif, berisikan berbagai metode
pengobatan, sebagian besar tentang metode operasi medis dan hal-hal baru yang beliau
temukan. Kitab ini menjadi kitab Kedokteran yang terpopuler pada masanya dan
memeberikan pengaruh pada metode pengobatan Kedokteran Barat hingga ratusan
tahun. Kitab ini beserta diagram dan ilustrasi alat-alat bedah az-Zahrawi menjadi buku
wajib mahasiswa kedokteran di Eropa pada saat itu.
• Menciptakan instrumen (alat) bantu operasi. Terbagi dalam tiga kelompok instrumen,
yaitu : instrumen untuk operasi telinga bagian dalam, instrumen untuk inspeksi internal
saluran kencing dan instrumen untuk mengeluarkan benda asing dari kerongkongan.
• Az-Zahrawi juga pakar operasi dengan berbagai teknik untuk 50 macam jenis operasi.
• Beliau menguraikan secara detail operasi terhadap kanker payudara, teknik
menghilangkan batu ginjal dan mengangkat kista pada kelenjar tiroid.
• Beliau membahas tentang luka dan pembedahannya, pengobatan patah tulang,
pengobatan penyakit gigi, pengobatan dan pembedahan penyakit telinga serta ilmu
penyakit kulit.
6. Ibnu Juljul.
• Menulis kitab Tabakat al-Alibba wa al-Hukama. Kitab ini menguraikan
tentang para tokoh atau ahli pengobatan terdahulu yang sangat
cemerlang dan memberikan kontribusi berharga bagi kedokteran
Islam. Pada tahun 987 M kitab ini diedit oleh Fu’ad Sayyid dengan
judul Les Generations des Megecins et des Sages, tahun 1955
diterbitkan di Kairo, Mesir.
• Menulis kitab Maqalah fi dzikir al-Adwiya’allati lam Yazkurha
Diyuskuridus, Maqalah fi Adwiya’ at Tiryak dan Risalah ath-Thabyin fi
ma Ghalat fihi ba’d al-Mutathobbi’in.
• Buku-buku karangan beliau pada masanya banyak digunakan oleh
para mahasiswa kedokteran Arab sebagai panduan.
7. Al-Balkhi.

• Ahli jiwa dan psikolog


• Kitab Masalih al-Abdan wa al-Anfus (Makanan untuk Tubuh dan Jiwa)
adalah salah satu keberhasilan al-Balkhi menguraikan tentang penyakit
tubuh dan jiwa.
• Beliau menggunakan istilah al-Tibb al-Ruhani (kesehatan spiritual atau
kesehatan psikologis)
• Teori al-Balkhi yang menyatakan bahwa gangguan atau penyakit pikiran
sangat berkaitan dengan kesehatan badan (fisik) menjadikan al-Balkhi
semakin dikenal sebagai pakar kesehatan jiwa.
• Beliau memberi istilah Tibb al-Qalb untuk teorinya itu.
• Al-Balkhi juga berhasil mendefinisikan 2 jenis dari depresi.
• Al-Balkhi menjadi salah satu ilmuwan Islam yang menjadi pionir konsep
Psikosomatis.
8. Ibnu Jazla/Ben Gezla, Byngezla atau Buhahylyha
• Beliau sangat rajin melakukan penelitian-penelitian kedokteran dan
kemudian menuliskannya ke dalam kitab-kitab yang cukup berpengaruh di
dunia kedokteran Eropa
• Mengembangkan metode pengobatan dan pencegahan penyakit dengan cara
diet.
• Kitab Taqwin al-Abdan fi Tadbir al-Insan yang dicetak di Damaskus pada 1914
M berisi 352 macam penyakit beserta metode diet untuk mencegahnya. Kitab
ini diterjemahkan ke bahasa latin oleh Farachi, para ilmuwan saat itu
menganggap kitab ini adalah yang terlengkap dan akurat.
• Kitab Minhaj al-Bayan fi ma Yasta’miluh al-Insan, ditulis Ibnu Jazla untuk
dipersembahkan kepada Khalifah al-Muktadi. Kitab ini berisi daftar tanaman
obat dan obat-obatan racikan beliau. Kitab ini pernah diterjemahkan ke dalam
bahasa Prancis oleh seorang dokter Eropa, P. De Koning.Kitab ini juga pernah
menjadi salah satu referensi bagi mahasiswa kedokteran di Eropa pada saat itu
9. Ibnu Rushyd/Averroes. .
• Perintis ilmu tentang jaringan tubuh (histologi).
• Melakukan penelitian-penelitian tentang
pembuluh darah dan penyakit cacar.
• Kitab Al-Kulliyyat fi al-Thibb yang beliau tulis telah
diterjemahkan ke dalam bahasa latin dengan judul
Colliget. Salinan dalam bahasa Inggris yang
berjudul General Rules of Medicine telah dicetak
ulang beberapa kali di Eropa. Kitab ini berisikan
ikhtisar kedokteran yang terlengkap pada
zamannya.
• Ibnu Rushyd telah menulis sekurang-kurangnya 20
kitab dalam bidang kedokteran.
• Mempelajari ilmu kedokteran di berbagai
tempat.
• Selain menjadi dokter, At-Tamimi mahir meracik
10. At-Tamimi. obat sehingga layak disebut sebagai apoteker
zaman kuno.
• Ahli Farmakologi Klinis
• Kitab Al-Asbab Wa al-Alamat adalah kitab
bidang kedokteran yang beliau tulis.
• As-Samarqandi menulis kitab Ushul Tarkib al-
11. As- Adwiyah fi ath-Thibb. Menjelaskan berbagai hal
tentang peracikan obat, pentingnya meracik
Samarqandi. obat, bahan-bahan hingga teknik menghitung
dan meracik obat.
• Beliau juga menjelaskan tentang penggunaan
obat yang aman dan efektif.
• Beliau terkenal sebagai ahli anatomi.
• Al-Baghdadi berhasil mendeskripsikan secara akurat dan
lengkap tulang tengkorak manusia dan tulang wajah
termasuk tulang rahang bawah.
• Beliau berhasil menyempurnakan teori Galen tentang
12. Abdul tulang bawah dan tulang yang menghubungkan tulang
punggung dengan tulang kaki.
Latief al- • Beliau banyak melakukan penelitian-penelitian dalam
bidang anatomi yang memunculkan hasil-hasil yang
Baghdadi. mengejutkan. Catatan penelitian beliau sangat
berpengaruh pada perkembangan ilmu kedokteran di
Eropa.
• Buku-buku beliau di bidang kedokteran sejak tahun 1800
M telah disimpan di perustakaan Universitas Oxford,
Inggris
13. Abi Mahasin.
• dokter yang dermawan. Pasien yang datang dari pelosok negeri
dengan beragam latar belakang ekonomi beliau layani dengan
baik.
• Buku al-Kafi fi al-Kuhl (fi al-Thibb) adalah salah satu karya beliau di
bidang opthalmologi (kedokteran mata). Buku ini menguraikan
tentang sejarah opthalmologi di Arab, gangguan mata yang bersifat
anatomis dan fisiologis, kesehatan mata, jenis obat-obatan yang
digunakan untuk mengobati penyakit mata, gambaran tentang
operasi mata katarak dan gambar ilustrasi yang menunjang isi buku.
• Manuskrip-manuskrip karya Abi Mahasin banyak diterjemahkan
para ahli Eropa. Salah satunya oleh J. Hirscberg ke dalam bahasa
Jerman.
• Karya-karya Abi Mahasin menjadi referensi bagi dunia kedokteran
Barat dalam mengembangkan bidang opthalmologi di kemudian
hari.
14. Ibnu Nafis/The Second
Avicenna .
• Menulis buku yang dalam bahasa Inggris berjudul The Comprehensive Book of Medicine. Buku tersebut dibuat hingga 43 volume
dari 1243 M – 1444 M.
• orang pertama yang secara tepat mendeskripsikan peredaran darah di paru-paru, saluran pernafasan dan interaksi antara udara
dan darah di dalam tubuh manusia.
• Beliau dikenal sebagai pendukung metode kedokteran eksperimental, otopsi post mortem dan bedah mayat manusia.
• dokter pertama yang menjelaskan konsep metabolisma dalam tubuh.
• mengembangkan aliran kedokteran Nafsian mengenai sistem anatomi, fisiologi, psikologi dan pulsologi.
• Buku Commentary on The Anatomy of Canon of Avicenna adalah salah satu karya terbaik beliau. Berisikan komentar-komentar
beliau tentang Canon-nya Ibnu Sina. Mengembangkan pemikiran Ibnu Sina disertai teori-teori Ibnu Nafis tentang sistem
peredaran darah paru-paru, nutrisi bagi jantung dan lain-lain.
• Teori beliau yaitu The Lesser and Pulmonary Circulation of The Blood (Peredaran Darah Paru-paru dan Tubuh Bagian Bawah)
adalah prestasi yang penting bagi dunia kedokteran.
• Kitab al-Mukhtar fi al-Aghdhiya adalah karya Ibnu Nafis yang menguraikan efek diet bagi kesehatan.
• Kitab al-Shamil fi al-Thibb merupakan sebuah ensiklopedia yang beliau rencanakan hingga 300 jilid. Penulisan kitab ini
terhenti di tengah jalan karena Ibnu Nafis keburu wafat.
15. Ibnu Jazzar/Algazir
• Kitab Thibb al-Fukara atau Medicine for The Poor (Pengobatan untuk
Kaum Miskin), adalah catatan pengalaman beliau selama melayani
masyarakat. Kitab ini membuktikan kepedulian beliau terhadap
masyarakat miskin.
• Kitab Al-Adwiya al-Mufrada (Cara Pengobatan Sederhana), adalah salah
satu karya terbaik beliau. Kitab ini telah diterjemahkan kedalam bahasa
Yunani, Ibrani dan Latin.
• Karya Ibnu Jazzar lainnya yaitu kitab Zad al-Musafir wa-Qut al-Hadir
(Provisions for The Traveller and The Nourishment for The Sedentary),
berisi panduan medis berbagai penyakit dan perawatan dari kepala
hingga ujung kaki.
• Manuskrip Ibnu Jazzar tentang demam dan penyakit seksual sangat
berpengaruh di Eropa. Manuskrip ini telah diterjemahkan dari bahasa
Arab ke bahasa Yunani dan Latin. Di era moderen diterjemahkan ke
dalam bahasa Inggris oleh Gerrit Bos dengan judul Ibn al-Jazzar on
Sexual Disease: A Critical Edition of “Zad al-Musafir wa-Qut al-Hadir”:
Provisions for the Traveller and Nourishment for The Sedentary.
• Keseluruhan kitab yang ditulis Ibnu Jazzar dalam bidang kedokteran
mencapai 20 judul.
16. Abu Marwan Ibnu Zuhr/Avenzoar/Abu
Meron
• Bapak Ilmu Bedah Eksperimental.
• perintis metode bedah manusia dan prosedur otopsi.
• seorang menteri dan dokter pribadi istana.
• Mengungkap penyakit saraf secara akurat dan memberikan kontribusi bagi pengembangan
ilmu neurofarmakologi.
• Menulis kitab at-Taysier dipaparkan juga tentang penyakit-penyakit ringan, anatomi manusia,
definisi tentang tumor dan abses (pembengkakan) selaput jantung, pengikisan usus, penyakit
pangkal tenggorokan dan teknik pengobatan radang telinga bagian tengah.
• orang pertama yang merekomendasikan operasi batang tenggorokan.
• Kitab berikutnya adalah al-Iqtidha, sebuah ringkasan metode pemeriksaan, metode
pengobatan dan metode pencegahan penyakit yang dibuat dalam 15 bagian. Kitab ini juga
menjadi pedoman pengobatan klinis di Eropa. Kitab inilah yang membuat beliau semakin
termasyhur sebagai dokter ahli penyakit dalam (internist).
• Kitab al-Aghdiya adalah karya Ibnu Zuhr yang berisikan keterangan tentang berbagai macam
diet serta bermacam-macam obat-obatan. Kitab ini dapat dikatakan sebagai benih ilmu gizi
modern.
17. Al- • Kitab Qanunca (Qanun Kecil) yang beliau tulis
adalah sebuah intisari dari “Canon” karya Ibnu
Jaghmini/Chag Sina. Kitab Qanunca kini di simpan di sebuah
mini perpustakaan di Munich, Jerman
18. Daud al-Anthaki.
• Bergelar Thabib Hazhiq al-Wahid karena kontribusi dan keahlian beliau di bidang medis.
• Menulis kitab Tadzkirah Daud yang berisi tentang hasil studi terapi beliau untuk mengidentifikasi berbagai jenis
obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.
• Karya utama beliau adalah kitab Tadhkirat ulil al-Bab wal Jami’lil ajab al-Ujab, diterbitkan di Kairo pada 1308-1309
H/1890-1891 M. Kitab ini dianggap sebagai buku pegangan (handbook) ilmu kedokteran saat itu. Kitab ini juga
menjadi simbol semakin majunya perkembangan sains dan ilmu medis dunia Islam pada abad keenam belas.
• Daud al-Anthaki memperkenalkan model kartu identitas untuk pasien. Kartu tersebut mencakup 10 komponen
yaitu : nama pasien, bahasa yang dipakai, kesehatan, penyakit, suhu badan, gejala yang dirasakan, pengobatan yang
dilakukan sendiri, kegiatan yang dilakukan sendiri dan bersama orang lain, kemampuan dan solusi dari
permasalahan kesehatan. Di dalam kartu itu, sebagai tambahan, al-Anthaki menuliskan jadwal minum obat, cara
dan tempat penyimpanan obat. Sesungguhnya model kartu al-Anthaki ini serupa dengan model kartu rekam medis
yang digunakan di dunia kedokteran moderen saat ini.
19. Al-Ghafiki.
• Karya beliau berupa kitab yang diberi judul Al-
Mursyid (The Oculist’s Guide atau Panduan dalam
Opthalmologi). Di dalam kitab ini tidak hanya
memuat tentang penyakit mata namun secara
detail menerangkan juga tentang kepala dan
penyakit otak.
20. Ali bin Abbas al-Majusi/Haly Abbas
• Mendirikan rumah sakit di Shiraz, Persia.
• Mendirikan rumah sakit al-Adudi di Baghdad, Irak.
• Dua kitab masterpiece beliau adalah Kitab al-Maliki dan Kitab Kamil as-Sina’a at-Tibbiyya.
• Kitab Kamil as-Sina’a at-Tibbiyya (Complete Book of The Medical Art atau Rujukan Lengkap
tentang Seni Pengobatan), adalah kitab yang didalamnya terdapat pembahasan khusus mengenai
pembedahan.
• Kitab Adud ad-Daulah yang beliau persembahkan untuk Sultan Buwaih berisikan tentang ilmu
pembedahan. Kitab ini pernah menjadi buku teks standar di sekolah-sekolah kedokteran pada
masa itu.
• Ali bin Abbas al-Majusi termasuk salah satu ilmuwan yang pertama kali membahas tentang
susunan dan fungsi pipa kapiler dan proses kelahiran bayi yang melibatkan otot-otot rahim.
• Kitab al-Maliki karya beliau ditempatkan sejajar dengan Kitab al-Hawi karya ar-Razi dan Kitab
Qanun karya Ibnu Sina.
• Kitab al-Maliki diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Constantinus Africanus dengan judul
Liber Pantegni. Buku inilah yang kemudian menjadi buku teks rujukan di sekolah kedokteran
Salernitana di Salerno, Italia.
“Bapak Kamus”.
• Al-Jurjani berhasil menyusun sebuah kamus besar
kedokteran yang diberi judul Qamus al-Thibb. Kamus
kedokteran beliau telah diterjemahkan ke dalam
bahasa Turki, Urdu, Ibrani, Latin dan bahasa-bahasa
Eropa lainnya. Kamus ini menjadi rujukan bagi
21. Al- mahasiswa-mahasiswa kedokteran di berbagai
negara.
Jurjani/Gurgan • Karya al-Jurjani yang sangat populer juga adalah
. Kitab Dakhira-I Khwarizm Shahi. Buku ini dapat
dikatakan sebagai ensiklopedia kedokteran yang
pertama ditulis dalam bahasa Persia. Ensiklopedia
ini memuat tidak kurang 450.000 data dan telah
diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, Turki, Urdu,
India dan Ibrani.
22. Al-Tabari
Doctor-Patient Relationship
• Menulis Kitab Firdaus al-Hikmah yang isinya memaparkan tentang psikoterapi
untuk mengobati pasien dengan gangguan jiwa. Kitab ini dibuat dalam tujuh
bagian. Dalam Firdaus al-Hikmah, al-Tabari tidak hanya menjelaskan tentang
gangguan jiwa namun dilengkapi dengan ilmu kesehatan anak dan
pertumbuhan anak.
• Kitab Deen al-Doulat dan Hifdh al-Sehhat, kedua kitab ini sekarang disimpan di
Universitas Oxford, Inggris.
• Karya lain dari al-Tabari : Tuhfat al-Muluk, Hafzh al-Sihhah (The Proper Care of
Health), Kitab al-Ruqa (Book of Magic or Amulets), Kitab Fi al-Hijamah
(Treatise on Cupping) dan Kitab Fi Tartib al-‘Ardhiyah (Treatise on The
Preparation of Food).
• Al-Tabari menekankan pentingnya kemampuan berdialog dengan pasien bagi
para dokter. Beliau meyakini bahwa kemampuan dialog yang baik akan
berpengaruh besar terhadap suksesnya pengobatan.
23. Ibnu al-Khatib.
• Saat Eropa sedang dilanda wabah “Demam Hitam” (Black Fever), yang
merenggut ribuan nyawa, para rahib nasrani mengatakan bahwa ini adalah
kutukan Tuhan. Namun at-Tabari meneliti wabah ini dengan cermat dan
sistematis sesuai prosedur medis akhirnya mendapatkan suatu kesimpulan
bahwa mereka yang menjadi korban wabah ternyata mereka yang tidak
bersih pola hidupnya, tubuh mereka penuh dengan kotoran. Akhirnya
tabib-tabib muslim saat itu menganjurkan untuk menggunakan pembersih
badan (sabun) dan mandi teratur. Sabun saat itu belum dikenal di Eropa,
tabib-tabib muslim-lah yang memperkenalkannya. Sabun yang dalam bahasa
Inggris adalah soap sesungguhnya berasal dari bahasa Arab, suf yang berarti
pembersih.
• Salah satu karya terpenting beliau untuk dunia kedokteran adalah sebuah
kitab tentang penyakit sampar.
24. Ibnu al-Quff.
• “Pelopor Ilmu Embriologi Moderen”.
• Ibnu al-Quff pernah diangkat menjadi dokter tentara. Karena sering melakukan pembedahan, beliau akhirnya ahli
dalam beberapa jenis pembedahan.
• Karya Ibnu al-Quff, yaitu Kitab al-Umda fil Harahat, adalah kitab yang menguraikan tentang pembedahan. Kitab ini
terdiri 20 bab. Selain tentang pembedahan, Ibnu al-Quff menjelaskan tentang penggunaan zat anastesi
(penghilang rasa sakit) saat pembedahan.
• Kitab Jami al-Gharadh fi Hifz al-Sihha, adalah kitab yang memaparkan tentang embriologi dan kesehatan.
• Ibnu al-Quff adalah dokter perintis yang menjelaskan tentang hubungan antara pembuluh darah kapiler dengan
pembuluh darah vena di seluruh tubuh. Penemuan beliau ini akhirnya dapat dibuktikan kebenarannya secara
mikroskopis empat abad kemudian di Eropa oleh seorang anatomist (ahli anatomi) dari Italia, Marcello Malpighi.
• Ibnu al-Quff juga termasuk dokter perintis yang menjelaskan tentang fisiologi katup jantung.
25. Qotb al-Din
Shirazi.

• Kitab al-Tohfa al-Sa’diya Jufa, adalah kitab berbahasa


Arab yang berisi komentar lengkap beliau terhadap
Canon of Medicine karya Ibnu Sina.
• Kitab Resala fi’l Barras, risalah pengobatan penyakit kusta
dan lepra.
• seorang ahli mata yang paling terkenal pada era
keemasan peradaban Islam.
• Karya terbaik beliau dalam ilmu kedokteran mata adalah
Kitab Tazkiratul-Kahhaleen (Catatan Ahli Mata). Inilah
buku terlengkap tentang berbagai penyakit mata pada
abad kesepuluh. Buku ini menjadi rujukan bagi para ahli
mata lainnya selama berabad-abad. Kitab ini telah
diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dan Latin.
26. Ali bin Isa. Kemudian pada 1904 M diterjemahkan ke dalam bahasa
Jerman oleh Hirschberg dan Lippert. Pada 1936 kitab ini
dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris oleh Casey
Wood.
• Pada 1000 M beliau juga menulis buku yang bila
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, berjudul
Memorial of Opthalmology. Yang juga menjadi bahan
rujukan tentang penyakit mata saat itu.
Menulis Kitab al-Muntakhah fi Ilaj-ul ‘Ayn (Kitab
Beragam Pilihan Dalam Pengobatan Penyakit
Mata). Kitab ini membahas beragam penyakit
mata termasuk di dalamnya beberapa kasus
tentang operasi katarak dan peradangan saraf
optik. Kitab ini hingga kini masih tersimpan di
27. Ammar bin perpustakaan Escorial, kota Madrid, Spanyol.
Ali al-Mosuli. Ammar bin Ali al-Mosuli adalah dokter penemu
operasi katarak dengan menggunakan alat
penghisap. Teknik operasi katarak seperti ini
masih digunakan hingga saat ini tentunya dengan
berbagai pengembangan.
Hikmah 1. Komprehensif
2. Multitalenta
Sejarah
3. Peneliti
Kedokteran 4. Pembaharu
Islam 5. Kolaboratif
6. Penulis
7. Pendidik
8. Multiprofesi
9. …………………………..
KONDISI
UMAT ISLAM
Bagian 2

Muslim+Dokter =
Muslim Dokter
Dokter Muslim adalah seorang dokter yang menguasai ilmu kedokteran dan
kesehatan yang menerapkan kaidah Islam dalam praktik kedokterannya.
Seorang dokter muslim memiliki misi untuk melaksanakan pelayanan serta
pendidikan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat yang sesuai dengan
kaidah Islam dan kompetensi dokter.

Prof. Dr. dr. H. Rusdi Lamsudin, M.Med.Sc, SpS(K)

Dokter Muslim/Muslim Dokter


Pendidikan dokter tak
hanya kompetensi klinis
• Tidaklah suatu majelis dikatakan
sebagai majelis ilmu,kalau bertambah
waktu tidak bertambah baik akhlak,
kepribadian, karakter muridnya
• Tidaklah aku diutus ke muka bumi ini
melainkan untuk menyempurnakan
akhlak (H.R. Bukhari)
Konsep Link and Match mengapa diperlukan
dokter-dokter Islami
• Pemahaman lain dari “(Health) System Based Medical Education”

Demand Supply
• Keselarasan kurikulum dengan
substansi dinamika pelayanan Lulusan FK
kesehatan khususnya RS Syariah Unisba yang
memiliki
RS Syariah
• Harmonisasi dan kemitraan dengan
kompetensi
membutuhkan stakeholder terkait (Organisasi Profesi, dasar &
tenaga kesehatan Asosiasi Rumah Sakit Islam, MUKISI, kompetensi
yang “Islami”
FOKI, dsb.) spesifik
• Harmonisasi rancangan pembelajaran Keislaman
FK dengan tuntutan kompetensi RS
Syariah

SKKNI = Standar Kopetensi Kerja Nasional


Indonesia
7 Area Kompetensi
Dokter Layanan Primer -SKDI

VALUE KEISLAMAN SEBAGAI


PENJABARAN DARI AREA
KOMPETENSI PROFESIONALITAS
YANG LUHUR
Area Profesionalitas yang Luhur
1. Berke-Tuhanan Yang Maha Esa
/Yang Maha Kuasa
1. Bermoral, beretika dan disiplin
2. Sadar dan taat hukum
3. Berwawasan sosial budaya
4. Berperilaku profesional
SKDI 2012 (KKI)
• Salimul Aqidah-aqidah yang lurus
• Sohihul Ibadah-ibadah yang benar
• Matinul Khuluq-akhlak yang baik
• Qadirun ala al-Kasbi-berdikari/enterpreneurship
• Musaqqaf al-Fikr-pengetahuan yang luas
KARAKTER • Qawi al-Jismi-badan yang sehat dan kuat/fit
MUSLIM • Mujahidun Linnafsi - melawan hawa
nafsu/penguasaan diri
DOKTER • Munadzom fi Syuunihi -tersusun dalam
urusan/teratur/terencana
• Haarisun ala Waqtihi-menjaga waktu/disiplin
• Nafiun li al-Ghairi-bermanfaat pada orang lain
Penanaman Karakter
• Diintegrasikan dan dikolaborasikan dalam
Kurikulum dan Ko-Kurikuler
• Peran LDK membantu FK/Institusi
Integrasi Islam “Memasukkan aspek ajaran Islam (Aqidah, Syariah, dan
Akhlak) menjadi bagian integral kegiatan kurikuler
dalam Ilmu pendidikan kedokteran” (FOKI, 2012)
Kedokteran
MEMAHAMI
MAQASHID/Tujuan SYARIAH

Created by d2setiapriagung@gmail.com
PERSPEKTIF

ِ َ‫َمق‬
ِ‫اصدُالش َِّر ْي َع ِة‬ SYARI’AH ISLAM
“MAQOSIDU MISI PENDIRIAN
RUMAH SAKIT
PERUMAHSAKITAN

SYARI’AH”

• memelihara agama, ‫حفظِالدين‬ AQIDAH SYARI’AH AKHLAQ 1. Hifdh Al-Diin 1. Misi Universal
UU
PERATURAN

2. Hifdh Al-Nafs 2. Misi Nasional

• memelihara jiwa ‫حفظِالنفس‬ TAZKIYAH 3. Hifdh Al-Aql


4. Hifdh Al-Nasl
3. Misi Regional
4. Misi Personal
KOMPETENSI

5. Hifdh Al-Maal 5. Misi Internal

• memelihara akal ‫حفظِالعقل‬


I’BADAH MUAMALAH “SOFT SKILL”

• menjaga keturunan ‫حفظِالنسل‬ KULTUR KORPORASI PROFESIONAL SISTEM RUMAH SAKIT

• menjaga harta ‫حفظِالمال‬

Kasih Sayang, Bersih, Jujur,

STRUKTUR ORGANISASI
Disiplin, Tanggungjawab,

Responsif, Terima Kasih

RENCANA STRATEGIS
Kerjasama, Ridlo Allah

Senyum, Salam, Sapa,


Ihsan

STANDAR PROSEDUR

KEPEMIMPINAN
Sopan Santun, Gesit

DAN TATA KELOLA


“CORE VALUES”

MANAJEMEN
“CORE BELIEFS”

OPERASIONAL
“ATTRIBUTE”
Islam

Iman

9/17/2016 14
1. Al-Qashdu atau Niat/motivasi yang baik (QS Al-Bayyinah (98): 5; Al-Zumar (39): 11; Al-Hijr
(15): 39-40 (Kaitkan dengan no 2 di atas)
2. Al-Yaqien (harus yakin) (QS Al-Takatsur (102): 5-7; Al-Haaqqah (59): 51)
3. Otonomi (Ihtiram atau Ikram Al-Fard?)(setelah mendapat penjelasan, pasen dapat
memutuskan sendiri apa yang dia inginkan) (QS Al-Thur (52): 21; Al-Muddatstsir (74): 38;
Al-Isra (17): 70;
Memahami 4. Dar’u al-Mafasid wa Jalbul Mashalih (Melakukan sesuatu yang bermanfaat /tidak boleh
melakukan yang merugikan (QS Al-Baqarah (2): 195; Al-A’raf (7): 85; Al-Qashash (28): 77)

Qawaid/Prinsip 5. Al-Musawahwa Al-‘Adalah /Justice (Tidak boleh membeda-bedakan, harus sama pada
setiap orang pada pelayanan medik) QS Al-Nisa (4): 135; Al-Maidah (5): 8; Al-Hadid (57):
25;

Syariah 6. Al-Masyaqqah (Kesulitan): “Kesulitan melahirkan kemudahan”(QS Al-Baqarah (2): 184


(rukhshah Shaum); Al-Nisa (4): 43; Al-Maidah (5): 8; (QS Al-Maidah [5]: 32; Al-Qashash
(28): 77; Al-Mulk (67): 2;
7. Al-Dharar/Darurat (darurat membolehkan yang diharamkan; bersifat kesementaraan)(QS
Al-Baqarah (2): 173; Al-An’am (6): 145; Al-Nahl (16): 115)
8. Al-‘Urf (kebiasaan yang berkembang dimasyarakat, yang tidak bertentangan dengan
syariat) (QS Al-Zumar (39):18;
• Omnibus Regulations  Sop, Guidelines, Dsb
• Physician Obligation  Kewajiban Dokter
• Respect For Patient Autonomy Otonomi
Memahami Pasien
• Veracity And Disclosure  Komunikasi Medis
Dhawaabit/Pri Dan Informed Consent (Kalaam Al Naas
nsip Syariah Hasba‘Uquulihim)
• Confidentiality Rahasia Medis
• Fidelity  Hubungan Dokter-pasien
TRANSFORMATION FROM 5 STARS TO 7 STARS
Bagian 3

Dakwah Profesi
Keniscayaan atau Keberlanjutan?
• “Sarana-sarana propaganda saat ini tidak seperti dahulu yang hanya melalui
khutbah-khutbah, ceramah-ceramah, pertemuan, ataupun surat-menyurat.
Tetapi saat ini, seruan itu disebarkan melalui majalah, koran, film, panggung
teater, radio dan media lain yang beragam. Sarana-sarana itu telah berhasil
menembus semua jalan menuju akal dan hati khalayak, baik pria maupun wanita,
di rumah-rumah, di toko-toko, di pabrik-pabrik, bahkan di sawah-sawah mereka.
Maka adalah wajib bagi para pengemban misi dakwah ini untuk juga menguasai
semua sarana tersebut agar dakwah mereka membuahkan hasil yang
memuaskan.”

Hasan Al Banna
dakwah Profesi adalah dakwah pasca kampus, setelah
mahasiswa lepas dari dunia kampus. Dakwah profesi
sendiri termasuk ke Amal mihani yg terdiri dari dakwah di
kalangan perusahaan/instansi dan pengembangan profesi.
Misi dakwah sendiri adalah keutamaan dan membuktikan
bahwa islam itu solusi dari permasalahan yang terjadi saat
ini. Ada beberapa modal awal dakwah profesi untuk
menjawab tantangan tadi, yakni meliputi wilayah private
sector, public sector dan sector ketiga dan untuk kesemua
sector itu diperlukan SDM-SDM yang strategis
Untuk mencapai misi itu semua dilakukan grand strategi
dakwah melalui strategi mobilitas dakwah vertical dan
horizontal. Strategi mobilitas vertical adalah penyebaran
kader dalam kebijakan-kebijakan publik. Para kader disebar ke
berbagai bidang ilmu, sesuai dengan kemampuan, minat, dan
bakatnya. Sedangkan strategi dakwah horizontal adalah kader
terjun ke kalangan masyarakat dan menyiapakan masyarakat
supaya menerima manhaj islam.
• Namun, harus disadari bahwa perusahaan-perusahaan umum itu
tidak bisa atau sulit dijadikan lembaga perjuangan, sehingga hanya
dipenuhi dengan karir, ma’isyah (pekerjaan), rekrutmen dan
pengembangan kafa’ah saja.
• Yang masih lemah dari para aktivis adalah memasuki lembaga-
lembaga profesi.Itulah yang bisa dijadikan lembaga perjuangan. Tetapi
kenyataannya sekarang lembaga-lembaga profesi itu banyak yang
lemah dari sisi perjuangan, hanya sekadar tempat kumpul-kumpul,
bagi-bagi proyek, dan kadang-kadang peningkatan kafa’ah saja.
Fenomena kelemahan lembaga profesi ini bukan hanya di Indonesia,
tetapi terjadi di mana-mana.
Untuk apa Dakwah Profesi?
Mengapa
Dakwah
Profesi ?
Fiqh Dakwah
Profesi
Karakter
Dakwah
Profesi
APA YANG
HARUS
DISIAPKAN
OLEH KITA?
Bangun pilar-
pilar
kebangkitan itu!
Dakwah Profesi

Kolegium LSM

Organisasi
Peneliti
Profesi
Pelayanan
Kesehatan

Pendidik Asosiasi

Birokrat Politisi
Bismillaah………………….