Anda di halaman 1dari 48

PHBS

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Tatanan PHBS
• PHBS di Rumah Tangga

• PHBS di Sekolah 
• PHBS di Tempat-tempat Umum
• PHBS di Tempat Kerja
• PHBS di Institusi Kesehatan
PENGERTIAN

• PHBS di Sekolah

adalah sekumpulan perilaku yang


dipraktekkan oleh peserta didik, guru, dan
masyarakat lingkungan sekolah atas dasar
kesadaran sebagai hasil pembelajaran,
sehingga secara mandiri mampu mencegah
penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta
berperan aktif dalam mewujudkan
lingkungan sehat
1 Cuci Tangan Pakai Sabun
dengan Air Mengalir
2 Mengkonsumsi Jajanan
Sehat
3 Menggunakan Jamban
Yang Bersih dan Sehat
4 OLAHRAGA TERATUR
DAN TERUKUR
5
6 Tidak Merokok Di Sekolah
Menimbang Berat Badan dan
7 Mengukur Tinggi Badan Setiap Bulan
Membuang Sampah pada
8 Tempatnya
1. Cuci Tangan Pakai Sabun dengan 1. Aktifitas Fisik
Air Mengalir 2. Mengkonsumsi Sayuran dan
2. Mengkonsumsi Jajanan Sehat Buah
3. Menggunakan Jamban 3. Tidak Merokok
Yang Bersih dan Sehat 4. Tidak Mengkonsumsi Alkohol
4. Olahraga teratur dan terukur 5. Memeriksakan Kesehatan
5. Memberantas Jentik Nyamuk secara Rutin
6. Tidak Merokok di Sekolah 6. Membersihkan Lingkungan
7. Menimbang Berat Badan dan 7. Menggunakan Jamban
Mengukur Tinggi Badan Setiap
Bulan
8. Membuang Sampah pada
Tempatnya
Hasil yang Diharapkan
• Anak sekolah menerapkan PHBS
• Anak sekolah menjadi kader kesehatan bagi
keluarganya
• Sekolah menjadi lembaga pembelajaran PHBS
• Para guru menjadi mitra pengembangan PHBS di
tatanan sekolah

Anak sekolah
tumbuh sehat & berprestasi

14
Tujuan Program
Imunisasi

Menurunkan kesakitan & kematian


akibat Penyakit-penyakit yang Dapat
Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)

Contoh PD3I : Polio, Campak, Hepatitis B, Tetanus, Pertusis (Batuk


Rejan), Difteri, Pneumonia dan Meningitis
PELAKSANAAN
1. Usia Sasaran : 1 – 19 Tahun
2. Tidak Memandang Status Imunisasi
3. Interval Pemberian Vaksin yang terakhir dengan pemberian vaksin
saat ORI minimal 4 minggu
4. Pelaksanaan mulai tanggal 11 Desember 2017 serentak di Jakarta
Barat
5. Interval Pemberian : 0 – 1 – 6 bulan (Desember – Januari – Juli)
6. Penggolongan Usia :
 Usia 1 - < 5 tahun : DPT-HB-Hib
 Usia 5 - <7 tahun : DT
 Usia 7 - <19 tahun : Td
Gizi Seimbang adalah susunan makanan sehari
yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah
yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan
memerhatikan prinsip variasi makanan maupun
kebersihannya.
APA ITU SARAPAN ????

Sarapan adalah makan yang dilakukan pada


pagi hari setelah bangun tidur. Sarapan ini
dilakukan pada jam 06.00-09.00 pagi..
BULLYING DAN DEPRESI
• Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh
seorang/ sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap
siswa/ siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang
tsb
Bentuk Bullying
• Penyerangan fisik : memukul,
menendang
• Penyerangan verbal
mengejek, menyebar isu
• Penyerangan emosi
menghina, mengancam
• Penyerangan rasial
mengucilkan Laporkan tindakan bullying kepada guru / teman
yang dapat dipercaya / orang tua
• Penyerangan seksual
meraba, mencium Diam dan menonton tindakan bullying di sekolah =
ikut serta membully
BAHAYA BULLYING

• Mengalami gangguan mental, seperti depresi,


rendah diri, cemas,ingin menyakiti diri sendiri, atau
bahkan keinginan untuk bunuh diri..
• Prestasi akademik menurun. Efek ini mungkin bisa
terjadi karena korban takut pergi ke sekolah sehingga
berdampak kepada kegiatan belajar.
• Menjadi pengguna obat-obatan terlarang
• Ikut melakukan kekerasan atau melakukan balas
dendam.
DEPRESI
TANDA – TANDA DEPRESI REMAJA
• Murung dan sering merasa lelah
• Tidak tertarik lagi melakukan hobi
yang disukainya
• Menarik diri / tak ingin bergaul
dengan orang lain
• Mengganggu aktifitas spt : malas
sekolah, mengurung diri di kamar
• Tidak nyaman dengan dirinya :
merasa tidak berharga
• Terlibat dalam kegiatan perilaku
beresiko : alkohol, narkoba, seks
beresiko
• Memiliki keingan untuk menyakiti
diri sendiri
KESEHATAN REPRODUKSI
KESEHATAN SEKSUAL
KESEHATAN REPRODUKSI
KESEHATAN REPRODUKSI • KEADAAN SEHAT BEREKSPRESI
SECARA SEKSUAL, BEBAS DARI
ADALAH RESIKO TERTULAR IMS, HAMIL
KEADAAN SEJAHTERA FISIK, TAK BERENCANA, PAKSAAN
,KEKERASAN, DAN DISKRIMINASI
MENTAL, SOSIAL, TIDAK
SEMATA-MATA BEBAS DARI
PENYAKIT DAN KECACATAN ( WHO)
DALAM SEGALA ASPEK YANG
BERHUBUNGAN DENGAN
SISTEM, FUNGSI DAN PROSES
REPRODUKSI
( WHO 1992)
TAHAPAN PERTUMBUHAN FISIK ANTARA
LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
ANAK-ANAK REMAJA Perempuan
Anak laki-laki Laki-laki Pinggul dan paha
dan perempuan melebar
mengalami per- Otot dada bahu
tumbuhan fisik dan tangan melebar
yang sama Kening menonjol
rahang dan dagu
melebar Pertumbuhan rahim dan
Perubahan suara Vagina
Pertumbuhan penis Menstruasi awal
Pertumbuhan kumis Pertumbuhan rambut
dan jambang disekitar alat kelamin
Ejakulasi Awal dan ketiak
Pertumbuhan rambut Payudara membentuk
disekitar alat kelamin,
ketiak, dada, tangan dan Pertumbuhan lemak dan
kaki keringat (tumbuh jerawat)
Pertumbuhan lemak Pertambahan berat dan
dan keringat (jerawat) tinggi badan
Pertambahan berat badan
& tinggi badan
PERAWATAN ORGAN
REPRODUKSI PEREMPUAN
• MENGGANTI PAKAIAN DALAM MINIMAL 2X SEHARI

• GUNAKAN PAKAIAN DALAM YANG MENYERAP KERINGAT

• SEHABIS BUANG AIR HARUS DI KERINGKAN DENGAN HANDUK/TISSU

• BILAS DENGAN BENAR DARI ARAH DEPAN KE BELAKANG

• GANTI PEMBALUT MINIMAL 2-4 JAM/X

• PEMBALUT YANG TELAH DIPAKAI DIBUNGKUS DENGAN PLASTIK


/TISSUE/KERTAS LALU DIBUANG KE TEMPAT SAMPAH ( JANGAN DI TOILET)

• SEBAIKNYA TIDAK MENGGUNAKAN CAIRAN PEMBERSIH VAGINA DAN


PANTYLINER

• MENCATAT SIKLUS HAID AGAR DAPAT MENDETEKSI ADANYA GANGGUAN.


MEMERIKSA ADA ATAU TIDAKNYA BENJOLAN PADA PAYUDARA MINIMUM
1X PER BULAN SETELAH HAID
PERAWATAN ORGAN
REPRODUKSI LAKI-LAKI
• SEBAIKNYA DI SUNAT UNTUK MENGHINDARI DARI
PENYAKIT

• BAGI YANG TIDAK DI SUNAT UNTUK


MEMBERSIHKANNYA TARIK KULUP TERLEBIH DAHULU
BARU BERSIHKAN

• GUNAKAN CELANA DALAM YANG MENYERAP


KERINGAT TIDAK TERLALU KETAT (DAPAT
MENGGANGGU KESTABILAN SUHU TESTIS)

• GANTI PAKAIAN DALAM MINIMAL 2 X SEHARI DAN


HINDARI KELEMBAPAN

• GUNAKAN AIR BERSIH UNTUK MEMBERSIHKAN ANUS


DAN PENIS SETIAP KALI BUANG AIR KECIL DAN BESAR
PERILAKU SEKSUAL BERESIKO

MELAKUKAN PERILAKU SEKSUAL TIDAK NORMAL:

1. SESAMA JENIS  HOMOSEKSUAL

2. LAWAN JENIS  BISEKSUAL

3. HUBUNGAN SEKS MELALUI MULUT  ORAL

4. HUBUNGAN SEKS MELALUI DUBUR  ANAL

------>>>> PENYAKIT MENULAR SEKSUAL !!!


PERILAKU SEKSUAL BERESIKO
• HAMIL
• DROP OUT SEKOLAH, MALU, DIKUCILKAN
• ABORSI
• PENDARAHAN
• TERJADI INFEKSI
• BAYI LAHIR RENDAH
• KEMATIAN
• ONANI
• MASTURBASI
• NONTON VIDEO PORNO
dr. Ninin Anggreani
NIP. 198706062014032004
HIV dan AIDS
Mazami Enterprise © 2009
Pergaulan remaja yang sehat

Menghindari pergaulan bebas dan seks bebas serta


mengetahui batasan antara perempuan dan laki-
laki
Mampu memilih teman yang baik dan
memiliki rasa setia kawan

Melakukan kegiatan positif (organisasi keagamaan, OSIS, Olahraga) serta mampu mengendalikan emosi
Akibat seks bebas

Kehamilan pada usia


remaja Emosi yang tidak stabil Aborsi atau keguguran

Keinginan untuk bunuh diri Tertular HIV/AIDS


HIV AIDS
HIV ditularkan melalui:
Darah Trans plasenta
• Kontak langsung dengan darah • Penularan selama kehamilan
yang terinfeksi
• Transfusi darah yang terinfeksi
Darah & Cairan genital
• Penularan selama proses
Cairan genital persalinan pervaginam
• Kontak seksual : Oral, Anal,
Vaginal Air Susu Ibu
• Kontak langsung dengan • Penularan selama masa laksasi
sperma atau cairan serviks

Penularan HIV dari IbuHalaman


ke Bayi
36
Mazami Enterprise © 2009
HIV tidak dapat ditularkan melalui

Kontak fisik biasa Makanan dan minuman


• Kontak di tempat kerja/ sekolah • Air, makanan, minuman
• Kontak di tempat umum • Alat makan & minum bersama

Kontak intim biasa Transmisi tak langsung


• Berjabat tangan, bersentuhan • Gigitan serangga
• Berpelukan, berciuman • Batuk, bersin
• Kolam renang, Toilet umum
VIDEO EDUKASI
ANEMIA
Merupakan suatu keadaan dimana tubuh kekurangan sel
darah merah sehat dan biasanya ditandai dengan kadar
hemoglobin (Hb) kurang dari normal (<11 g%)

GEJALA ANEMIA :

5L PUSING
MUKA MATA
PUCAT BERKUNANG-
KUNANG
TIDAK FOKUS /
TIDAK JANTUNG
KONSENTRASI BERDEBAR
Definisi Kader Kesehatan Remaja
• Dokter Kecil dan kader Kesehatan Remaja adalah peserta didik yang dipilih
guru guna ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan
terhadap diri sendiri, keluarga, teman peserta didik pada khususnya dan
sekolah pada umumnya.
• Kader Kesehatan Remaja atau Kader UKS (pada jenjang SLTP dan SLTA)
adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut
melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan
terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.
• Kader kesehatan Remaja adalah kader kesehatan sekolah yang biasanya
berasal dari murid kelas 1 dan 2 SLTP dan sederajat, murid kelas 1 dan 2
SMU/SMK atau sederajat yang telah mendaptkan pelatihan Kader
Kesehatan Remaja. Kader Kesehatan Remaja juga diartikan kader yang
memiliki pengetahuan tentang kesehatan remaja yang mau membantu
bersama-sama memecahkan permasalah kesehatan khususnya pada
remaja.
KADER KESEHATAN REMAJA
Tujuan Pembentukan KKR Peran KKR
• Agar peserta didik dapat Peran dokter kecil/KKR dalam memelihara,
menolong dirinya sendiri dan membina, meningkatkan dan melestarikan
orang lain untuk hidup sehat kesehatan lingkungan sekolah sangat
menentukan. Untuk itu pihak sekolah dalam
• Agar peserta didik dapat menunjuk dan menetapkan siswa yang akan
membina teman-temannya dan jadi dokter kecil/KKR haruslah
berperan sebagai promotor dan • Siswa yang berprestasi disekolah
motivator dalam menjalankan • Memiliki watak pemimpin
usaha kesehatan terhadap diri • Berperilaku sehat (PHBS), bertanggung
masing-masing.( konselor ) jawab dan telah mendapat pelatihan
dari petugas kesehatan(puskesmas).
• Agar peserta didik dapat
membantu guru, keluarga dan
masyarakat di sekolah dan di luar Karena nantinya dokter kecil/KKR tersebut
akan bertindak,berbuat dan berperilaku
sekolah. sehat tampa menunggu perintah dari guru
atau pihak sekolah dan juga akan menjadi
contoh bagi peserta didik lainnya.
KKR
Kriteria Kader Kesehatan Remaja Pembinaan KKR
• Telah menduduki kelas 1 dan • Dalam rangka menunjang peran
kelas 2 SLTP/SLTA sederajat kader kesehatan remaja tersebut
perlu adanya pembinaan.
• Berprestasi baik di Pembinaan kader kesehatan remaja
sekolah/kelas. dilakukan bersama lintas sektor
• Berwatak pemimpin dan terkait yaitu pihak kecamatan,
bertanggung jawab. pendidikan, puskesmas dan depag.
• Dalam pelatihan kesehatan remaja
• Bersih dan berprilaku sehat siswa diberikan pengetahuan
• Bermoral baik dan suka tentang kesehatan reproduksi
menolong. remaja, penyakit menular, Hiv Aids
dan Narkoba.,Kesehatan
• Bertempat tinggal di rumah Lingkungan dan konselor sebaya
sehat.
• Di ijinkan orang tua.
Hasil yang Ingin Dicapai Melalui KKR
Hasil yang ingin dicapai setelah terbentuknya kader kesehatan
remaja yaitu para kader kesehatan remaja menjadi rujukan
( Konselor ) teman-temannya yang kebetulan ada masalah
kesehatan, permasalahan yang sering timbul diantara remaja,
maupun remaja dengan orang tuanya akan lebih banyak
dicurahkan pada teman sebayanya. Dengan adanya kader
kesehatan remaja yang merupakan temannya sendiri maka
diharapkan permasalahan yang ada dapat dipecahkan dikalangan
mereka sendiri.