Anda di halaman 1dari 31

NURAINI YUNUS

1
Pengertian Sakit Gawat
Adalah suatu keadaan sakit,
dimana klien lanjut usia tidak
dapat lagi atau tidak ada harapan
lagi untuk sembuh

2
Pengertian Kematian / Mati
Adalah apabila seseorang tidak lagi
teraba denyut nadinya, tidak
bernafas selama beberapa menit dan
tidak menunjukkan segala refleks,
serta tidak ada kegiatan otak

3
Penyebab Kematian
1. Penyakit
* Keganasan
* Penyakit Kronis
2. Kecelakaan

4
Ciri / Tanda Klien Lansia Menjelang
Kematian
1. Gerakan dan penginderaan
menghilang secara berangsur –
angsur, biasanya dimulai pada
anggota badan khusunya kaki
dan ujung kaki
2. Gerakan peristaltik usus
menurun
5
Lanjutan............
3. Tubuh klien lansia tampak
menggembung
4.Badan dingin dan lembab,
terutama pada kaki, tangan dan
ujung hidung
5.Kulit tampak pucat, berwarna
kebiruan
6
Lanjutan............
6. Denyut nadi mulai tidak teratur
7. Nafas mendengkur berbunyi
keras (stridor) yg disebabkan
oleh adanya lendir pada sal.
Nafas yg tdk dapat dikeluarkan
oleh klien lansia

7
Lanjutan ...........
8. Tekanan darah menurun
9. Terjadi gangguan kesadaran
(ingatan menurun)

8
Tahap Kematian
1. Penolakan
 selama tahap ini klien lansia
sesungguhnya mengatakan bahwa
maut menimpa semua orang, kecuali
dirinya.
 Tidak memperhatikan fakta yg
mungkin sedang dijelaskan
kepadanya oleh perawat
9
Lanjutan.......
2. Marah
 Ditandai oleh rasa marah dan emosi
yg tidak terkendali
 Selalu mencela setiap orang dalam
segala hal
 Mudah marah sama petugas
tentang apa yang mereka lakukan

10
Lanjutan......
3. Tawar menawar
 Kemarahan biasa mereda dan klien
lansia dpt menimbulkan kesan sdh
dpt menerima apa yg sedang terjadi
pada dirinya
 Permohonan yg dikemukakan o/
lansia hendaknya dpt dipenuhi .
11
Lanjutan
4. Sedih / Depresi
 Saat yg menyedihkan krn klien
lansia sedang dlm suasana
berkabung
 Lansia cenderung tdk banyak
bicara & sering menangis
 Perawat mendampingi
12
Lanjutan ...........
5. Menerima / Asertif
 Ditandai o/ sikap menerima
 Membereskan segala urusan yg
belum selesai sehingga tdk ingin
bicara lagi krn sdh menyatakan
segala sesuatunya

13
Pengaruh Kematian Thdp keluarga
Lansia
1. Bersikap kritis terhadap cara
perawatan
2. Keluarga dpt menerima
kondisinya
3. Terputusnya komunikasi dgn
org yg menjelang maut
14
Lanjutan ........
4. Penyesalan keluarga dpt
mengakibatkan org yg
bersangkutan tdk dpt mengatasi
rasa sedih
5. Pengalihan tanggung jawab dan
beban ekonomi
6. Keluarga menolak diagnosis
15
Lanjutan...........
7. Mempersoalkan kemampuan
tim kesehatan

16
Pemenuhan Kebutuhan Klien
Menjelang Kematian
1. Kebutuhan jasmaniah
Tindakan yng diberikan adalah yg
memungkinkan rasa nyaman bagi
klien.
2. Kebutuhan emosi
a. Mungkin klien lansia
mengalami ketakutan yg hebat
17
Lanjutan ..........
b. Mengkaji hal yang diinginkan
lansia selama mendampinginya
c. Mengkaji pengaruh kebudayaan
atau agama terhadap klien

18
Pertimbangan Khusus Dalam
Perawatan
Tahap I
(Penolakan & Rasa Kesendirian)
a.Beri kesempatan kpd klien lansia
utk mempergunakan caranya
sendiri dlm menghadapi kematian
sejauh tidak merusak
19
Lanjutan................
b. Memfasilitasi klien lansia dlm
menghadapi kematian.
Luangkan waktu utk bersama
klien dalam sehari

20
Tahap II (Marah)
a.Beri kesempatan kepada klien
lansia utk mengungkapkan
kemarahannya dgn kata2
b.Ingat, bahwa dlm benaknya
bergejolak pertanyaan, “Mengapa
hal ini terjadi pd diriku ?”

21
Lanjutan ...........
c. Seringkali perasaan ini dialihkan
kpd orang lain atau perawat
sebagai cara klien lansia
bertingkah laku

22
Tahap III (Tawar – Menawar)
a.Klien lansia akan mempergunakan
ungkapan, seperti seandainya
“Saya .......
b.Beri kesempatan klien lansia utk
menghadapi kematian dgn tawar
menawar
c.Tanyakan kepentingan yg masih
diinginkan.
23
Tahap IV (Depresi)
Jangan takut menyaksikan klien
lansia dan keluarganya menangis

24
Tahap V (menerima)
a.Luangkan waktu utk lansia
b.Beri kesempatan kpd lansia utk
mengarahkan perhatiannya
sebanyak mungkin.

25
Hak Asasi Klien Menjelang Ajal
1. Berhak utk tetap merasa
mempunyai harapan
2. Berhak utk dirawat oleh mereka yg
dapat menghidupkan terus harapan
3. Berhak utk merasakan perasaan dan
emosi mengenai kematian yg sdh
dekat dgn caranya sendiri
26
Lanjutan ............
4. Berhak untuk berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan mengenai
perawatannya
5. Berhak utk mengharapkan terus
mendapat perhatian medis dan
perawat, walaupun tujuan
penyembuhan harus diubah
menjadi tujuan memberi rasa
nyaman
27
Lanjutan ..........
6. Berhak utk tidak mati dalam
kesepian
7. Berhak utk bebas dlm rasa nyeri
8. Berhak utk memperoleh jawaban
yg jujur atas pertanyaan yg
diajukan
28
Lanjutan .........
9. Berhak utk tdk ditipu
10. Berhak utk mendapat bantuan
dari & utk keluarganyan dalam
menerima kematian
11. Berhak utk mati dgn tenang &
terhormat
29
Lanjutan .........
12. Berhak utk mempertahankan
individualitas dan tdk dihakimi
atas keputusan yg mungkin saja
bertentangan dgn org lain
13. Membicarakan dan memperluas
pengalaman keagamaan dan
kerohanian
30
Lanjutan ........
14. Berhak untuk mengharapkan
bahwa kesucian tubuh manusia
akan dihormati sesudah mati

31