Anda di halaman 1dari 42

SEMINAR KEPERAWATAN MATERNITAS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. Y G7P6A0H6


GRAVID ATERM + KALA 2 MEMANJANG DENGAN
CHEPALO PELVIK DISPROPORSI (CPD) DI
RUANGAN PONEK IGD RSAM
BUKITTINGGI TAHUN 2018

Kezzia Putri Wazane


Lasti Wahyuni
Rahmat Al Hamda
Widiana Cintia

STIKes Yarsi Sumbar Bukittinggi


Latar Belakang Komplikasi persalinan adalah suatu kondisi dimana
nyawa ibu dan janin yang dikandung terancam yang

Setiap wanita menginginkan disebabkan oleh adanya gangguan langsung pada saat
persalinannya berjalan lancar dan dapat persalinan. Menurut SDKI tahun 2012 jumlah AKI 359 per
melahirkan bayi dengan sempurna. Ada dua
persalinan yaitu persalinan normal dan 100.000 kelahiran hidup. Hal tersebut sangat jauh dari
patologi. Persalinan normal menurut WHO target pemerintah dalam pencapaian target MDGs, yakni
adalah persalinan yang dimulai secara
spontan, usia kehamilan aterem, letak menurunkan AKI menjadi 102 per 100.000 kelahiran
belakang kepala, berat baban 2500 – 4000, hidup pada tahun 2015. Jumlah persalinan SC di
tidak ada komplikasi untuk ibu dan anak,
berlangsung kurang dari 18 jam dan usia ibu Indonesia lebih tinggi di banding standar rata - rata yang
20 – 35 tahun (Varney, 2007; h.672). di tetapkan oleh WHO, yaitu sekitar 20 - 25 % di rumah
Sedangkan persalinan patologis adalah
sakit pemerintahan dan sekitar 30 - 80 % di rumah sakit
persalinan yang membawa satu akibat buruk
bagi ibu dan anak. Persalinan patologi ini swasta. Di Jawa Tengah tahun 2010 angka kejadian
salah satunya tindakan Sectio Caesarea (SC)
operasi SC mencapai 32,2 % (Mulyawati, 2011; h.15).
yaitu tindakan operasi untuk mengeluarkan
bayi dengan melalui insisi pada dinding Menurut Profil kesehatan Sumatera Barat (2014)
abdomen dan uterus. World Health
angka kasus komplikasi persalinan masih tinggi yaitu
Organization (WHO) menetapkan standar rata
- rata SC disebuah Negara adalah sekitar 5 - sebanyak 118 kasus dari 93.437 jumlah lahir hidup. Salah
15 % per 1000 kelahiran di dunia. Biasanya
satu indikasi SC adalah CPD. Di RSUD Dr. Achmad
tindakan Sectio Caesarea (SC) dilakukan
untuk menghindari kemungkinan terjadinya Moctar Bukittinggi pada tanggal 17-23 Desember 2018
komplikasi pada saat persalinan (Gibbson L. et
kasus SC dengan indikasi CPD sebanyak 8 kasus.
all, 2010 & Oxorn, 2010; h. 634).
CPD merupakan hambatan lahir yang diakibatkan oleh disparitas ukuran
kepala janin dan pelvis internal (Kemenkes, 2013; h.147). CPD ini
menyebabkan kejadian persalinan beresiko, penggaruh terhadap persalinan
ibu dapat menyebabkan rupture uteri, robekan jalan lahir, perdarahan post
partum, terpisahnya symphysis pubis dan pada bayi dapat terjadi mortalitas,
insiden trauma, kerusakan saraf Oxorn (2010; h.626).
Faktor yang mempengaruhi CPD itu baik dari ibu maupun bayi. Faktor dari
ibu di antaranya tinggi badan kurang dari 145 cm dan ukuran panggul luar
maupun dalam di bawah normal, yang tidak mampu di lewati oleh bayi. Faktor
pada bayi sendiri itu bayi besar (Varney, 2007; h.797).

Upaya untuk menangani tindakan CPD ini bisa melalu


persalinan lewat pervagina (partus percobaan dan Forceps) dan
SC. Apabila tindakan persalinan lewat pervagina ini ada syarat
ketentuannya, dari ukuran kepala janin lebih kecil di banding
ukuran panggul ibu, sudah masuk pintu atas panggul, berat
janin lebih kecil dan di lihat usia kehamilan ibu yang di maksud
itu prematur (Varney,2007; h.798).
Berdasarkan kejadian tersebut, maka kami tertarik untuk
membahas hal ini, serta sebagai tugas dalam makalah
Keperawatan Maternitas Asuhan Keperawatan Ibu Hamil
dengan Chepalo Pelvik Disproporsi.
Landasan Teori
Definisi

• Chepalo Pelvik Disproporsi adalah tidak ada kesesuaian


antara kepala janin dengan bentuk dan ukuran panggul.
Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang
menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan
panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina.
(Manuaba, 2000).
• Chepalo Pelvik Disproporsi adalah keadaan yang
menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan
panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina
(prawirohardjo, 2010).
• Chepalo Pelvik Disproporsi adalah ketidakmampuan janin
untuk melewati panggul. Disproporsi dapat absolut atau
relatif. Absolut apabila janin sama sekali tidak akan dengan
selamat dapat melewati jalan lahir. Disproporsi relatif terjadi
apabila faktor – faktor lain ikut berpengaruh. (Oxorn Harry,
2010).
Etiologi
• Panggul Sempit
» Penyempitan pintu atas panggul
» Penyempitan panggul tengah
» Penyempitan pintu bawah panggul
» Perkiraan kapasitas panggul sempit

Anak Besar
Normal berat neonatus pada umumnya 4000 gram dan jarang ada
yang melebihi 5000 gram. Berat badan neonatus lebih dari 4000
gram dinamakan bayi besar. Frekuensi berat badan lahir lebih dari
4000 gram adalah 5,3%, dan berat badan lahir yang melihi 4500
gram adalah 0,4%. Pada panggul normal, biasanya tidak
menimbulkan terjadinya kesulitan dalam proses melahirkan janin
yang beratnya kurang dari 4500 gram. Kesulitan dalam persalinan
biasanya terjadi karena kepala janin besar atau kepala keras yang
biasanya terjadi pada postmaturitas tidak dapat memasuki pintu
atas panggul, atau karena bahu yang lebar sulit melalui rongga
panggul.
Manifestasi Klinis

– Pemeriksaan Abdominal
• Ukuran anak besar
• Kepala anak menonjol di simphisis pubis

– Pemeriksaan Pelvis
• Servik mengecil setelah pemecahan ketuban
• Odem servik
• Penempatan kepala tidak baik bagi servik
• Kepala belum masuk pintu atas panggul
• Ditemukan kaput
• Ditemukan moulase
• Ditemukan kepala defleksi
• Ditemukan asinklitismus

– Lain-lain
• Ibu ingin mengedan sebelum pembukaan lengkap
• Hillis Muller Test negative
Komplikasi
• Komplikasi pada Kehamilan
o Pada kehamilan muda rahim yang bertambah besar dapat tertahan pelvic, jarang dijumpai
kecuali pada panggul sempit absolute
o Bagian terbawah anak goyang dan tes Osbom (+)
o Perut seperti abdomen pendulus (perut gantung)
o Sering dijumpai tali pusat terkemuka dan menumbung
• Komplikasi pada saat Persalinan
o Persalinan akan berlangsung lama
o Sering dijumpai ketuban pecah dini
o Moulage kepala berlangsung lama
o Sering terjadi inertia uteri sekunder
o Dapat terjadi simfisiolisis, infeksi intrapartal
• Komplikasi pada Janin
o Infeksi intrapartal
o Kematian janin intrapartal
o Prolaps funikuli
o Perdarahan intracranial
o Kaput seuksedaneum sefalo-hematomayang besar
o Robekan pada tentorium serebri dan perdarahan otak.
Pemeriksaan
Penunjang
Pada kehamilan pertama, biasanya dilakukan pemeriksaan kapasitas
rongga panggul pada usia kehamilan 38-39 minggu
• Pemeriksaan Klinis
Berikut ini adalah cara untuk menilai panggul sempit secara klinis
(dengan pemeriksaan dokter tanpa alat):
– Metode Pinard
• Pasien mengosongkan kandung kemih dan rektum.
• Pasien dalam posisi semi duduk.
• Tangan kiri mendorong kepala bayi kearah bawah belakang panggul sementara jari tangan kanan di posisikan
di tulang kemaluan (simfisis) untuk mendeteksi ketidak seimbangan kepala dengan jalan lahir (disproporsi).

– Metode Muller – Kerr


• Metode ini lebih akurat dalam mendeteksi disproporsi kepala dengan jalan lahir.
• Pasien mengosongkan kandung kemih dan rektum.
• Posisi berbaring telentang.
• Tangan kiri mendorong kepala ke dalam panggul dan jari tangan kanan dimasukkan ke dalam vagina (VT) dan
jempol kanan diletakkan di tulang kemaluan
• Derajat panggul sempit ditentukan oleh ukuran atau jarak antara bagian bawah tulang kemaluan (os pubis)
dengan tonjolan tulang belakang (promontorium). Jarak ini dinamakan konjugata vera (garis merah pada
gambar di bawah ini). Dikatakan sempit Ringan: jika ukurannya 9-10 cm, Sempit sedang: 8-9 cm, sempit berat:
6-8 cm dan sangat sempit jika kurang dari 6 cm
Penatalaksanaan
Persalinan Percobaan

Seksio Sesarea

Simfisiotomi

Kraniotomi

Kleidotomi
Asuhan Keperawatan Teori
• Pengkajian
– Riwayat Kesehatan
• Keluhan Utama: Tanyakan apa keluhan utama yang di rasakan pasien.
• Riwayat Kesehatan Sekarang: Tanyakan apa yang dirasakan pasien saat ini.
• Riwayat Kesehatan Sebelumnya: Tanyakan apa pasien ada menderita penyakit lain
– Riwayat kehamilan
• Tanyakan bagaimana riwayat kehamilan saat ini maupun riwayat kehamilan sebelumnya. Apakah
sebelumnya pasien pernah mengalami hal yang sama dengan saat ini.
– Riwayat KB
• Yang perlu dipertanyakan adalah:
• Pernah mengikuti KB atau tidak
• Jenis kontrasepsi yang digunakan
• Alasan pemberhentian kontrasepsi (bila tidak memakai lagi)
• Lamanya menggunakan kontrasepsi
– Pemeriksaan fisik
• Sistem pernafasan
Apakah pasien mengalami sesak nafas, ada bunyi nafas tambahan atau tidak.
• Sistem kardiovaskuler
Apakah terdapat sianosis, kulit pucat, konjungtiva anemis, terjadi peningkatan tekanan darah, nadi
meningkat atau menurun, serta edema periorbital yang tidak hilang dalam kurun waktu 24 jam.
• Sistem reproduksi
Ada atau tidaknya massa abnormal, nyeri tekan pada payudara, ada atau tidaknya pengeluaran
pervaginam berupa lendir yang bercampur darah serta ketahui tinggi fundus uteri, letak janin, lokasi
edema dan biasanya terdapat kontraksi uterus
• Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul
– Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologi (kontraksi uterus
selama persalinan).
– Kecemasan berhubungan dengan tindakan pembedahan (sectio caesaria).
– Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang
prosedur perawatan sebelum dan sesudah melahirkan melalui operasi SC.
– Resiko tinggi cidera pada janin faktor risiko sulit untuk melewati jalan lahir.
– Risiko kematian fetal/maternal faktor risiko komplikasi kehamilan.
– Keletihan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan energy akibat
peningkatan metabolisme sekunder akibat nyeri selama persalinan
– Resiko infeksi maternal faktor risiko prosedur invasive berulang, trauma
jaringan, pemajanan terhadap pathogen, persalinan lama atau pecah
ketuban
Rencana Keperawatan
No. DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan NOC : Setelah dilakukan tindakan keperawatan, NIC :
agen cedera biologis diharapkan partisipan mampu menangani masalah Manajemen nyeri :
Defenisi : Pengalaman sensori nyeri dengan indikator :  Lakukan pengkajian nyeri secara
dan emosional yang tidak Kontrol nyeri komprehensif yang meliputi lokasi,
menyenangkan yang muncul  Mengenali kapan nyeri terjadi karakteristik, durasi, frekwensi, kualitas,
akibat kerusakan jaringan yang  Menggunakan tindakan pencegahan intensitas dan faktor pencetus
aktual atau potensial atau  Mengenali gejala yang terkait dengan nyeri  Observasi adanya petubjuk non verbal
digambarkan dalam hal  Melaporan nyeri terkontrol mengenai ketidaknyamanan
kerusakan sedemikian rupa Manajemen nyeri  Gunakan strategi komunikasi terapeutik
(International Association for the  Nyeri terkontrol untuk mengetahui pengalaman nyeri
Study of Pain ); awitan yang tiba-  Mengambil tindakan untuk mengurangi nyeri  Kaji pengetahuan pasien megenai nyeri
tiba atau lambat dari intensitas  Mengambil tindakan untuk memberikan  Tentukan akibat dari pengalaman nyeri
ringan hingga berat dengan akhir kenyamanan terhadap kualitas hidup seperti tidur,
yang dapat diantisipasi atau  Informasi disediakan untuk mengurangi nyeri nafsu makan, perasaan, dll
diprediksi dan berlangsung Tanda-tanda vital  Gali bersama faktor yang dapat
kurang dari 6 bulan  Tingkat pernapasan normal menurunkan atau memperberat nyeri
 Tekanan darah sistolik normal  Berikan informasi mengenai nyeri
 Tekanan darah diastolik normal  Ajarkan prisip-prinsip manajemen nyeri
 Tekanan nadi normal  Ajarkan teknik nonfarmakologi seperti
teknik relaksasi, terapi musik
No. DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN
2. Ansietas NOC : Setelah dilakukan tindakan keperawatan, NIC :
berhubungan diharapkan partisipan menunjukkan tidak ada rasa Pengurangan kecemasan
dengan ancaman ansietas dengan indikator :  Gunakan pendekatan yang menenangkan
pada status terkini Tingkat kecemasan  Nyatakan dengan jelas harapan terhadap prilaku pasien
Definisi : Perasaan  Perasaan gelisah sedang  Berikan informsi faktual terkait diagnosis, perawatan
tidak nyaman atau  Tidak ada rasa cemas yang disampaikan dan prognosis
kekhawatiran yang  Tidak ada peningkatan tekanan darah  Berikan aktivitas yang lain untuk mengurangi tekanan
samar disertai  Tidak ada peningkatan frekuensi nadi Terapi relaksasi
respon autonom  Tidak ada gangguan pada pola tidur  Gambarkan rasionalisasi dan manfaat relaksasi serta
(sumber sering kali Kontrol kecemasan diri jenis relaksasi yang tersedia (misalnya musik, meditasi
tidak spesifik)  Dapat mengurangi penyebab kecemasan dan bernafas dalam)
perasaan takut yang  Dapat mencari informasi untuk mengurangi  Berikan deskripsi terkait intervensi yang dipilih
disebabkan oleh kecemasan ciptakan lingkungan yang nyaman
antisipasi terhadap  Dapat menggunakan strategi koping yang  Dorong pasien untuk mengambil posisi yang nyaman
bahaya. efektif  Dapatkan prilaku yang menunjukkan terjadinya
 Menggunakan teknik relaksasi mengurangi relaksasi
kecemasan  Dorong pengulangan teknik praktek tertentu secara
 Mengendalikan respon kecemasan berkala
 Evaluasi dan dokumentasi respon terhadap teknik
relaksasi
No. DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN
3. Defisiensi pengetahuan NOC : Setelah dilakukan tindakan NIC :
berhubungan dengan keperawatan, diharapkan partisipan Pendidikan Kesehatan
kurang informasi menunjukkan peningkatan pengetahuan  Identifikasi faktor internal maupun eksternal yang
Defenisi : Ketiadaan atau dengan indikator : dapat meningkatkan atau mengurangi motivasi untuk
defisiensi informasi Pengetahuan keselamatan diri perilaku sehat
kogniti yang berkaitan  Menggambarkan untuk mengurangi  Identifikasi (pribadi, ruang dan uang) yang diperlukan
dengan topik tertentu risiko cedera untuk melaksanakan program kesehatan
 Menggambarkan perilaku yang  Prioritaskan kebutuhan pasien
berisiko tinggi Fasilitasi pembelajaran
Status nutrisi  Mulai instruksi hanya setelah pasien menunjukkan
 Status nutrisi kesiapan untuk belajar
 Asupan gizi  Sediakan lingkungan yang kondusif untuk belajar
 Asupan makanan  Atur informasi dalam urutan yang logis
 Asupan cairan  Sediakan lisan petunjuk atau pengingat, yang sesuai
 Energi Pengurangan kecemasan
 Berat badan  Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
 Berusaha untuk memahami perspektif pasien dari
situasi stress
 Anjurkan pasien dalam menggunakan teknik relaksasi
 Tentukan pasien dalam pengambilan keputusan
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. Y G7P6A0H6 GRAVID
ATERM + KALA 2 MEMANJANG DENGAN CHEPALO PELVIK
DISPROPORSI (CPD) DI RUANGAN PONEK IGD RSAM
BUKITTINGGI TAHUN 2018
• Identitas Pasien
• Nama : Ny. Y
• No MR : 333289
• Tempat / Tanggal Lahir : Cubadak Lilin / 18-12-1974
• Umur : 43 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Paritas : G7P6A0H6
• Alamat : Cubadak Lilin, Matur, Sumatera Barat
• Pekerjaan : IRT
• Gravid : 38 – 39 minggu
• Tanggal Masuk : 17 – 12-2018
• Tanggal Pengkajian : 17 – 12 -2018
• Identitas Penanggung Jawab
• Nama : Ny. Y
• Umur : 50 tahun
• Pekerjaan : IRT
• Alamat : Cubadak Lilin, Matur, Sumatera Barat
Hubungan : Kakak Kandung
• Keluhan Utama :
Ny. Y (43 tahun) pasien kiriman dari Puskesmas Matur datang ke KB IGD
RSAM Bukittinggi pada tanggal 17 Desember pukul 14.00 wib dengan
diagnosa G7P6A0H6 gravid 38-39 minggu+Gravid Aterm+Kala 2
memanjang + CPD. Nyeri pinggang menjalar ke ari-ari. Pasien ingin
mengedan sejak ±4 jam sebelum masuk rumah sakit. Keluar lendir
bercampur darah sejak ±4 jam sebelum masuk rumah sakit. Keluar air dari
kemaluan sejak ±4 jam sebelum masuk rumah sakit. TD : 140/80 mmHg,
ND : 78 x/i, RR : 20 x/i, S : 36,5 C
• Riwayat Penyakit Sekarang :
– Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 17 Desember 2018 pada pukul 16.00 wib
didapatkan data:
– Nyeri pinggang menjalar keari-ari (hilang timbul) (+)
– Nyeri saat bergerak
– Nyeri seperti ditusuk-tusuk
– Skala Nyeri : 5
– Rasa ingin mengedan (+)
– Keluar lendir bercampur darah dari kemaluan (+)
– Pasien tampak meringis
– Pasien tampak lemah
– Pasien tampak memegangi perut saat sakit terasa
– Pasien mengatakan cemas terhadap janin yang dikandungnya
– Pasien mengatakan cemas dengan kondisinya
– Pasien mengatakan cemas akan prosedur operasi yang akan dilakukan
– Pasien tampak khawatir dan cemas
– Pasien sering bertanya
– Pasien mengatakan belum pernah menjalani operasi sebelumnya
– Pasien banyak bertanya tentang prosedur operasi
– TD : 130/70 mmHg
– ND : 78 x/i
– RR : 20 x/i
– S : 36,5 C
• Riwayat Penyakit Dahulu:
Tidak ada riwayat penyakit paru, jantung, ginjal, DM, hati.
• Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit keturunan,menular dan kejiawaan.
• Riwayat Menstruasi
1. Menarch : 13 Tahun Siklus : 30 hari
2. Lamanya : 7 hari Tidak Disminore
3. Banyaknya : ± 75 cc Ganti Pembalut : 3 kali
• Riwayat Kehamilan Saat Ini
HPHT : Lupa Taksiran Partus : -
BB Sebelum Hamil : 43 BB Selama Hamil : 50 Kg
Riwayat Kehamilan Persalinan dan Nifas yang lalu :

No. Tgl. Tahun Tempat Umur Jenis Penolong Penyulit Anak Keadaan
Partus Partus Hamil Persalinan Persalinan Kel/BB Anak Sek

1. 4/9/2001 R. Bidan 9 bln Spontan Bidan - 2,8 Sehat

2. 24/12/2004 R. Bidan 9 bln Spontan Bidan - 3,6 Sehat

3. 6/12/2007 R. Bidan 10 bln Spontan Bidan - 3,6 Sehat

4. 26/01/2009 R. Bidan 9 bln Spontan Bidan - 3,0 Sehat

5. 3/04/2013 R. Bidan 9 bln Spontan Bidan - 2,8 Sehat

6. 16/03/2016 R. Bidan 10 bln Spontan Bidan - 3,1 Sehat

7. 17/12/2018 RSAM 9 bln SC Dokter CPD - -


• Pemeriksaan Fisik
• Keadaan umum : Baik
• Kesadaran : Compos mentis
• Vital Sign :
– TD : 130/70 mmHg
– ND : 78 x/i
– RR : 20 x/i
– S : 36,5C
• Status obsetrik : G7P6A0H6
• Usia kehamilan : 38 – 39 minggu
• BB/TB : 50 Kg / 145 cm
• Kepala – Leher
– Kepala : Simetris, rambut hitam lurus, kebersihan cukup rambut tidak berketombe dan
sedikit rontok, di kepala tidak ada benjolan maupun kelainan lainnya
– Mata : Simetris, konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak ikterik.
– Hidung : Simetris, tidak ada pernafasan Cuping hidung dan tidak ada polip
– Mulut : Tidak ada kelainan kongenital seperti bibir sumbing, tidak terdapat caries pada
gigi, fungsi pengecapan baik, tidak ada pembesaran tonsil
– Telinga : Simetris, tidak terdapat serumen, fungsi pendengaran baik
– Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada bendungan vena jugularis
• Dada
• Jantung : Bunyi jantung normal dan tidak
terdengar murmur
• Perinium dan Genital :
• Paru : Gerakan saat inspirasi dan
Perineum: Utuh
ekspirasi seirama, Bunyi paru normal, tidak
Vagina : Tidak bervarises
terdengar wheezing atau ronchi, suara nafas baik
Pengeluaran : Lendir dan Darah
• Payudara : • Ekstremitas
• Bentuk : Simetris dan tidak ada benjolan Ekstremitas atas: Tidak ada edema &tidak ada
• Mamae : varises
- Putting susu menonjol keluar Terpasang infuse ditangan sebelah kanan
Ekstremitas bawah:Tidak ada edema, tidak
- Areola terdapat hyperpigmentasi
ada varises
- Colesterum belum keluar • Eliminasi
- Konsistensi agak kenyal Miksi : Terakhir jam 15.00
- Pengeluaran ASI : ASI belum keluar Defekasi : terakhir jam 06.00
• Abdomen • Integumen :
Warna kulit : Sawo matang
• Leopold I: TFU 3 jari dibawah px terba lunak,
Kelembaban : Kering
bundar (bokong)
Icterus : Tidak
• Leopold II: Pada perut ibu sebelah kiri teraba • Neurologi :
keras memanjang (punggung) Pupil :Isokor
• Pada perut ibu sebelah kanan teraba bagian Reflek Cahaya: Positif/positif
bagian kecil (ekstremitas) Diameter : 2 mm
• Leopold III: Pada perut ibu bagian bawah teraba GCS : 15
keras, bulat, tidak bisa di goyangkan (kepala) • Muskuloskeletal :
• Leopold IV: Divergen Kemampuan Pergerakan : Bebas
• DJJ : Frekuensi : 138 x/i dan teratur
• Mc Donald : 43cm
• TBBJ : 4000 gr
Pemeriksaan Laboratorium : 17 Desember 2018
Pemeriksaan Hasil Normal

 HGB  11.1  (13.0 -16.0) g/dl


 RBC  4.06  (4.5 -5.5) (10^6/uL)
 HCT  32.5  (40.0 – 5.0) (%)
 WBC  15.88  (5.0 – 10.0) (10^3/uL)
 PLT  251  (150 – 400) (10^3/uL)
 PDW  12.5  (fL)
 MPV  10.4  (fL)
 P-LCR  28.4  (%)
 PCT  0.26  (%)
 PT  9.1  (9.5-11.7) Sec
 APTT  25.4  (28-42) Sec
 INR  0.82  (%)

Therapy
- IVFD RL 20 tts/i
- Injeksi Ceftriaxone 2 gr
Analisa Data
NO. DATA FOKUS ETIOLOGI MASALAH

1. Ds : Agen injuri biologi Nyeri akut


- Pasien mengatakan nyeri pinggang (kontraksi uterus
menjalar ke ari-ari selama persalinan)
- Pasien mengatakan nyeri hilang timbul
Do :
- Pasien tampak meringis
- Skala nyeri : 5
- P: Nyeri saat bergerak
Q: Nyeri seperti ditusuk-tusuk
R: Nyeri di perut menjalar ke ari-ari
S: Skala nyeri 5
T : Nyeri terasa hilang-hilang timbul
- Pasien tampak lemah
- Pasien tampak memegangi perut saat sakit
terasa
NO DATA FOKUS ETIOLOGI MASALAH
.
2. DS : Ancaman/perubahan Kecemasan
- Pasien mengatakan cemas terhadap status kesehatan
janin yang dikandungnya terhadap tindakan
- Pasien mengatakan cemas dengan pembedahan (sectio
kondisinya caesaria)
- Pasien mengatakan cemas akan
prosedur operasi yang akan dilakukan
DO :
 Pasien tampak khawatir dan cemas
 Pasien sering bertanya
 TTV :
- TD :130 / 70 mmHg
- N : 108 x/i
- RR : 20 x/i
- S :36,5̊C
NO. DATA FOKUS ETIOLOGI MASALAH

3. DS : Kurang Defisiensi
- Pasien mengatakan belum pernah informasi Pengetahuan
menjalani operasi sebelumnya tentang
- Pasien banyak bertanya tentang prosedur
prosedur operasi perawatan
- Pasien banyak bertanya tentang sebelum dan
anak di kandungannya sesudah
DO : melahirkan
 Pasien tampak khawatir melalui operasi
 Pasien tampak bingung SC
 Pasien tampak cemas
• Diagnosa Keperawatan
– Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologi
(kontraksi uterus selama persalinan).
– Kecemasan berhubungan dengan tindakan
pembedahan (sectio caesaria).
– Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan
kurang informasi tentang prosedur perawatan
sebelum dan sesudah melahirkan melalui operasi SC.
Rencana Keperawatan
No. DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan NOC : Setelah dilakukan tindakan keperawatan, NIC :
agen cedera biologis diharapkan partisipan mampu menangani masalah Manajemen nyeri :
Defenisi : Pengalaman sensori nyeri dengan indikator :  Lakukan pengkajian nyeri secara
dan emosional yang tidak Kontrol nyeri komprehensif yang meliputi lokasi,
menyenangkan yang muncul  Mengenali kapan nyeri terjadi karakteristik, durasi, frekwensi, kualitas,
akibat kerusakan jaringan yang  Menggunakan tindakan pencegahan intensitas dan faktor pencetus
aktual atau potensial atau  Mengenali gejala yang terkait dengan nyeri  Observasi adanya petubjuk non verbal
digambarkan dalam hal  Melaporan nyeri terkontrol mengenai ketidaknyamanan
kerusakan sedemikian rupa Manajemen nyeri  Gunakan strategi komunikasi terapeutik
(International Association for the  Nyeri terkontrol untuk mengetahui pengalaman nyeri
Study of Pain ); awitan yang tiba-  Mengambil tindakan untuk mengurangi nyeri  Kaji pengetahuan pasien megenai nyeri
tiba atau lambat dari intensitas  Mengambil tindakan untuk memberikan  Tentukan akibat dari pengalaman nyeri
ringan hingga berat dengan akhir kenyamanan terhadap kualitas hidup seperti tidur,
yang dapat diantisipasi atau  Informasi disediakan untuk mengurangi nyeri nafsu makan, perasaan, dll
diprediksi dan berlangsung Tanda-tanda vital  Gali bersama faktor yang dapat
kurang dari 6 bulan  Tingkat pernapasan normal menurunkan atau memperberat nyeri
 Tekanan darah sistolik normal  Berikan informasi mengenai nyeri
 Tekanan darah diastolik normal  Ajarkan prisip-prinsip manajemen nyeri
 Tekanan nadi normal  Ajarkan teknik nonfarmakologi seperti
teknik relaksasi, terapi musik
No. DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN
2. Ansietas NOC : Setelah dilakukan tindakan keperawatan, NIC :
berhubungan diharapkan partisipan menunjukkan tidak ada rasa Pengurangan kecemasan
dengan ancaman ansietas dengan indikator :  Gunakan pendekatan yang menenangkan
pada status terkini Tingkat kecemasan  Nyatakan dengan jelas harapan terhadap prilaku pasien
Definisi : Perasaan  Perasaan gelisah sedang  Berikan informsi faktual terkait diagnosis, perawatan
tidak nyaman atau  Tidak ada rasa cemas yang disampaikan dan prognosis
kekhawatiran yang  Tidak ada peningkatan tekanan darah  Berikan aktivitas yang lain untuk mengurangi tekanan
samar disertai  Tidak ada peningkatan frekuensi nadi Terapi relaksasi
respon autonom  Tidak ada gangguan pada pola tidur  Gambarkan rasionalisasi dan manfaat relaksasi serta
(sumber sering kali Kontrol kecemasan diri jenis relaksasi yang tersedia (misalnya musik, meditasi
tidak spesifik)  Dapat mengurangi penyebab kecemasan dan bernafas dalam)
perasaan takut yang  Dapat mencari informasi untuk mengurangi  Berikan deskripsi terkait intervensi yang dipilih
disebabkan oleh kecemasan ciptakan lingkungan yang nyaman
antisipasi terhadap  Dapat menggunakan strategi koping yang  Dorong pasien untuk mengambil posisi yang nyaman
bahaya. efektif  Dapatkan prilaku yang menunjukkan terjadinya
 Menggunakan teknik relaksasi mengurangi relaksasi
kecemasan  Dorong pengulangan teknik praktek tertentu secara
 Mengendalikan respon kecemasan berkala
 Evaluasi dan dokumentasi respon terhadap teknik
relaksasi
No. DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN
3. Defisiensi pengetahuan NOC : Setelah dilakukan tindakan NIC :
berhubungan dengan keperawatan, diharapkan partisipan Pendidikan Kesehatan
kurang informasi menunjukkan peningkatan pengetahuan  Identifikasi faktor internal maupun eksternal yang
Defenisi : Ketiadaan atau dengan indikator : dapat meningkatkan atau mengurangi motivasi untuk
defisiensi informasi Pengetahuan keselamatan diri perilaku sehat
kogniti yang berkaitan  Menggambarkan untuk mengurangi  Identifikasi (pribadi, ruang dan uang) yang diperlukan
dengan topik tertentu risiko cedera untuk melaksanakan program kesehatan
 Menggambarkan perilaku yang  Prioritaskan kebutuhan pasien
berisiko tinggi Fasilitasi pembelajaran
Status nutrisi  Mulai instruksi hanya setelah pasien menunjukkan
 Status nutrisi kesiapan untuk belajar
 Asupan gizi  Sediakan lingkungan yang kondusif untuk belajar
 Asupan makanan  Atur informasi dalam urutan yang logis
 Asupan cairan  Sediakan lisan petunjuk atau pengingat, yang sesuai
 Energi Pengurangan kecemasan
 Berat badan  Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
 Berusaha untuk memahami perspektif pasien dari
situasi stress
 Anjurkan pasien dalam menggunakan teknik relaksasi
 Tentukan pasien dalam pengambilan keputusan
No. Hari/ Diagnosa Implementasi Evaluasi
Tanggal
/ Jam
1. Senin/ Nyeri akut 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S: 14.00 WIB
17 berhubunga komprehensif  Pasien mengeluh nyeri dari perut menjalar ke ari-ari
Desemb n dengan Skala Nyeri 5, Nyeri hilang timbul  Pasien mengaytakan nyeri hilang timbul
er 2018/ agen injuri 15.00 Skala Nyeri 6, Nyeri hilang O:
14.00 biologi timbul semakin sering  Pasien tampak meringis
(kontraksi 2. Mengobservasi adanya petunjuk non  P: Nyeri saat bergerak
uterus verbal mengenai ketidaknyamanan Q: Nyeri seperti ditusuk-tusuk
selama Pasien tampak meringis R: Nyeri di perut menjalar ke ari-ari
persalinan). Pasien tampak memegangi perutnya S: Skala nyeri 5
1. Menggunakan strategi komunikasi T:Nyeri terasa hilang-hilang timbul
terapeutik untuk mengetahui  Pasien tampak lemah
pengalaman nyeri  Pasien tampak memegangi perut saat sakit terasa
2. Memberikan informasi mengenai A:
nyeri Masalah belum teratasi no 1,2,3,4,5
3. Mengajarkan teknik P :
nonfarmakologi seperti teknik Implementasi Dilanjutkan:
relaksasi tarik nafas dalam 1. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
Pasien melakukan teknik relaksasi 2. Mengobservasi adanya petunjuk non verbal mengenai
tarik nafas dalam ketidaknyamanan
3. Menggunakan strategi komunikasi terapeutik untuk mengetahui
pengalaman nyeri
4. Memberikan informasi mengenai nyeri
No. Hari/ Diagnosa Implementasi Evaluasi
Tanggal
/ Jam
2 Senin/ Kecemasan 1. Menggunakan pendekatan yang S : 14.00 WIB
17 berhubunga menenangkan  Pasien mengatakan cemas terhadap janin yang dikandungnya
Desemb n dengan 2. Memberikan informasi faktual  Pasien mengatakan cemas dengan kondisinya
er 2018/ tindakan terkait diagnosis, perawatan dan  Pasien mengatakan cemas akan prosedur operasi yang akan
14.00 pembedaha prognosis dilakukan
n (sectio 3. Menganjurkan melakukan teknik O:
caesaria). relaksasi tarik nafas dalam  Pasien tampak khawatir dan cemas
Pasien melakukan teknik relaksasai  Pasien sering bertanya
tarik nafas dalam A:
1. Mendorong pasien untuk Masalah belum teratasi no 1,2,3,4,5
mengambil posisi yang nyaman P:
2. Memberikan pendidikan kesehatan Implementasi dilanjutkan
yang membahas faktor resiko, 1. Menggunakan pendekatan yang menenangkan
pemeriksaan dan tindakan yang 2. Memberikan informasi faktual terkait diagnosis, perawatan dan
biasa dilakukan prognosis
3. Menganjurkan melakukan teknik relaksasi tarik nafas dalam
4. Mendorong pasien untuk mengambil posisi yang nyaman
5. Memberikan pendidikan kesehatan yang membahas faktor
resiko, pemeriksaan dan tindakan yang biasa dilakukan
No. Hari/ Diagnosa Implementasi Evaluasi
Tanggal
/ Jam
3 Senin/ Kurang 1. Menggunakan pendekatan yang S : 14.00 WIB
17 pengetahuan tenang dan meyakinkan  Pasien mengatakan belum pernah menjalani operasi
Desemb yang 2. Berusaha untuk memahami sebelumnya
er 2018/ berhubunga perspektif pasien dari situasi stress  Pasien banyak bertanya tentang prosedur operasi
14.00 n dengan 3. Menganjurkan pasien dalam O:
kurang menggunakan teknik relaksasi  Pasien tampak khawatir dan cemas
informasi Pasien melakukan teknik  Pasien sering bertanya
tentang relaksasi tarik nafas dalam A:
prosedur 1. Mendukung pasien dalam Masalah belum teratasi no 1,2,3,4,5,6
perawatan pengambilan keputusan P:
sebelum dan Implementasi dilanjutkan:
sesudah 1. Menggunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
melahirkan 2. Berusaha untuk memahami perspektif pasien dari situasi stress
melalui 3. Menganjurkan pasien dalam menggunakan teknik relaksasi
operasi SC. 4. Mendukung pasien dalam pengambilan keputusan
Pembahasan
• Pada pembahasan kelompok akan membahas mengenai kesenjangan dari
asuhan keperawatan ibu hamil pada Ny. Y G7P6A0H6 Gravid Aterm + Kala
2 memanjang dengan Chepalo Pelvik Disproporsi (CPD) di ruangan Ponek
IGD RSAM Bukittinggi tahun 2018. Berdasarkan tinjauan teoritis dengan
tinjauan kasus yang dibuat serta faktor-faktor penghambat dan pendukung
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan yang mengacu teori yang ada.

PENGKAJIAN
Chepalo Pelvik Disproporsi adalah keadaan yang menggambarkan
ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat
keluar melalui vagina (prawirohardjo, 2010).
Chepalo Pelvik Disproporsi adalah ketidakmampuan janin untuk melewati
panggul. Disproporsi dapat absolut atau relatif. Absolut apabila janin sama
sekali tidak akan dengan selamat dapat melewati jalan lahir. Disproporsi relatif
terjadi apabila faktor – faktor lain ikut berpengaruh. (Oxorn Harry, 2010).
• Panggul dengan ukuran normal tidak akan mengalami kesukaran kelahiran
pervaginam pada janin dengan berat badan yang normal. Ukuran panggul dapat
menjadi lebih kecil karena pengaruh gizi, lingkungan atau hal lain sehingga
menimbulkan kesulitan pada persalinan pervaginam. Panggul sempit yang penting
pada obstetric bukan sempit secara anatomis namun panggul sempit secara
fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul. Penyempitan panggul
dapat terjadi pada pintu atas panggul, pintu tengah panggul, pintu bawah panggul,
atau panggul yang menyempit seluruhnya.
• Keluhan Utama Ny. Y (43 tahun) pasien kiriman dari Puskesmas Matur datang ke KB
IGD RSAM Bukittinggi pada tanggal 17 Desember pukul 14.00 wib dengan diagnosa
G7P6A0H6 gravid 38-39 minggu+Gravid Aterm+Kala 2 memanjang + CPD. Nyeri
pinggang menjalar ke ari-ari. Pasien ingin mengedan sejak ±4 jam sebelum masuk
rumah sakit. Keluar lendir bercampur darah sejak ±4 jam sebelum masuk rumah
sakit. Keluar air dari kemaluan sejak ±4 jam sebelum masuk rumah sakit. TD : 130/70
mmHg, ND : 78 x/i, RR : 20 x/i, S : 36,5 C.
• Pengkajian yang telah dilakukan berdasarkan teoritis dan anamnesa dari pasien,
kemudian data dikumpulkan dan dianalisa sehingga dapat diketahui kebutuhan klien
sesuai dengan kebutuhan yang ada. Data yang didapat setelah pengkajian pada Ny.
Y cukup sesuai dengan teori yang dibuat. Data-data tersebut menunjang untuk
dilakukan asuhan keperawatan selanjutnya karena data sudah didapatkan dengan
jelas dan sesuai.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Dari beberapa diagnosa keperawatan yang ada diteoritis tidak seluruhnya dialami oleh pasien.
Sesuai dengan data objektif dan data subjektif pasien dirumuskan diagnosa keperawatan yang
sesuai dengan keadaan pasien serta Diagnosa keperawatan diangkat berdasarkan batasan
karakteristik yang terdapat pada NANDA (2015), yaitu sebagai berikut :
– Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologi (kontraksi uterus selama persalinan).
– Kecemasan berhubungan dengan tindakan pembedahan (sectio caesaria).
– Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur perawatan sebelum dan
sesudah melahirkan melalui operasi SC.
• Sedangkan, pada teoritas diagnosa yang mungkin muncul untuk CPD adalah sebagai berikut:
– Nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologi (kontraksi uterus selama persalinan).
– Kecemasan berhubungan dengan tindakan pembedahan (sectio caesaria).
– Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur perawatan sebelum dan sesudah melahirkan
melalui operasi SC.
– Resiko tinggi cidera pada janin faktor risiko sulit untuk melewati jalan lahir.
– Risiko kematian fetal/maternal faktor risiko komplikasi kehamilan.
– Keletihan berhubungan dengan peningkatan kebutuhan energy akibat peningkatan metabolisme sekunder akibat nyeri selama
persalinan
– Resiko infeksi maternal faktor risiko prosedur invasive berulang, trauma jaringan, pemajanan terhadap pathogen, persalinan lama
atau pecah ketuban
• Dari diagnosa yang didapatkan pada kasus sudah sesuai dengan teoritis, yaitu untuk diagnosa
nyeri akut, kecemasan, dan kurang pengetahuan. Ada beberapa diagnose yang tidak diangkat
karena diagnose yang diangkat adalah yang paling di prioritaskan. Menetapkan prioritas diagnosa
bukan semata-mata memberikan nomor pada diagnosa keperawatan tetapi dengan dasar
keparahan atau kepentingan fisiologis. Sebaliknya, prioritas pemilihan adalah metode yang
digunakan untuk membuat peringkat diagnosa dalam urutan kepentingan yang didasarkan pada
keinginan, kebutuhan dan keselamatan (Potter & Perry, 2005 : 180).
INTERVENSI
• Dalam penyusunan rencana keperawatan mahasiswa
menggunakan rencana asuhan keperawatan yang telah disusun
oleh NANDA, NIC-NOC sebagai standar. Dalam hal ini setiap
rencana asuhan keperawatan dikembangkan berdasarkan teori
yang dapat diterima secara logis dan sesuai dengan kondisi pasien.
Intervensi yang dilakukan adalah menagement nyeri, management
kecemasan, dan pendidikan kesehatan.
• Dalam hal ini kelompok tidak terlalu mengalami kesulitan yang
begitu berarti hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor
pendukung diantaranya hubungan komunikasi yang baik antara
anggota kelompok, keluarga klien, dan juga pada perawat ruangan.
IMPLEMENTASI
• Tahap implementasi yang merupakan penerapan asuhan
keperawatan yang didelegasikan kepada pasien. Dalam tahap ini
implementasi penulis tidak mengalami kesulitan. Pada tahap
implementasi ini, penulis mengambil aktivitas dari beberapa jurnal
penelitian yang telah dipublikasikan.
• Secara teoritis manajemen nyeri yang dapat dilakukan dengan
melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (yang meliputi
lokasi, karakteristik, durasi, frekwensi, kualitas, intensitas dan faktor
pencetus), gunakan strategi komunikasi terapeutik untuk
mengetahui pengalaman nyeri, gali bersama faktor yang dapat
menurunkan atau memperberat nyerierikan informasi mengenai
nyeri, ajarkan prisip-prinsip manajemen nyeri, ajarkan teknik
nonfarmakologi seperti teknik relaksasi, terapi musik.
• Pada kasus Ny. Y teknik non farmakologi yang dilakukan adalah dengan
mengajarkan teknik relaksasi pernafasan. Setelah dilakukan teknik
relaksasi pernafasan Ny. Y mengaku nyerinya mulai berkurang. Hal ini
sejalan dengan penelitian yang dilakukan Biswan dkk (2017) bahwa
intensitas nyeri sebelum diberikan teknik relaksasi pernafasan rata-rata
mengalami nyeri hebat, dan sesudah diberikan teknik relaksasi pernafasan
rata-rata mengalami intentas mengalami nyeri ringan. Adaptasi pola
pernafasan dapat mengurangi ketengan dan kelemahan yang
mengintensifkan nyeri yang ibu rasakan menjelang persalinan. Selain itu
ketersediaan oksigen dalam jumlah maksimal untuk rahim, sehimgga dapat
mengurangi nyeri.
• Kecemasan yang dialami oleh Ny. Y disebabkan karna Ny. Y baru pertama
kali akan menjalankan operasi SC. Selain itu Ny. Y juga kurang
mendapatkan informasi tentang SC. Adapun intervensi yang diberikan
kepada Ny Y yaitu dengn melakukan pendekatan yang menenagkan,
memberikan informasi faktual terkait diagnosis, perawatan dan prognosis,
mengajarkan teknik relaksasi (misalnya musik, meditasi dan bernafas
dalam).
EVALUASI
• Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. Y, di
ruangan Ponek IGD RSAM, selanjutnya Ny.Y
dipindahkan ke ruang operasi untuk dilakukan tindakan
Sectio Caesaria.
Kesimpulan

• Berdasarkan dari hasil penulisan kasus seminar setelah praktek profesi yang dilakukan di RSAM
Bukittinggi dapat diambil kesimpulan :
• Chepalo Pelvik Disproporsi adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala
janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Disebut absolut apabila
janin sama sekali tidak akan dengan selamat dapat melewati jalan lahir. Disproporsi relatif terjadi
apabila faktor – faktor lain ikut berpengaruh.
• Dari pengkajian yang dilakukan pada Ny. Y, keluhan utama yang dialami oleh Ny. Y adalah nyeri
pinggang menjalar ke ari-ari. Pasien ingin mengedan sejak ±4 jam SMRS. Keluar lendir
bercampur darah sejak ±4 jam SMRS. Keluar air dari kemaluan sejak ±4 jam SMRS.
• Dari analisa data yang didapatkan dapat ditegakkan diagnosa pada Ny. Y yaitu Nyeri akut
berhubungan dengan agen injuri biologi (kontraksi uterus selama persalinan), Kecemasan
berhubungan dengan tindakan pembedahan (sectio caesaria), Kurang pengetahuan yang
berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur perawatan sebelum dan sesudah
melahirkan melalui operasi SC.
• Intervensi yang akan dilakukan pada Tn. A adalah intervensi untuk Nyeri akut, Kecemasan, dan
Kurang pengetahuan.
• Implementasi keperawatan yang dilakukan juga dilakukan sesuai rencana asuhan keperawatan
yang telah disusun, yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
• Setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. Y, memperlihatkan adanya nyeri berkurang,
cemas berkurang dan pengetahuan bertambah.
• Pendokumentasian askep sesuai dengan intervensi yang telah dilakukan dan respon Ny. Y.
Saran

Dengan selesainya dilakukan asuhan keperawatan ibu hamil pada Ny. Y G7P6A0H6 Gravid Aterm +
Kala 2 memanjang dengan Chepalo Pelvik Disproporsi (CPD) di ruangan Ponek IGD RSAM
Bukittinggi tahun 2018, diharapkan dapat memberikan masukkan terutama pada :
• Penulis/ Mahasiswa
• Mengasah kemampuan terutama dalam penerapan memberikan asuhan keperawatan yang
profesional bidang keperawatan pasien dengan CPD di Ruang Ponek IGD RSAM Bukittinggi.
• Instansi Pendidikan
• Sebagai bahan masukan kepada STIKes Yarsi Sumbar Bukittinggi yang dapat dimanfaatkan
sebagai bahan ajar untuk perbandingan dalam memberikan konsep asuhan keperawatan secara
teori dan praktek.
• RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
• Sebagai bahan acuan kepada tenaga kesehatan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dalam
memberikan pelayanan yang lebih baik dan menghasilkan pelayanan yang memuaskan pada
pasien serta melihatkan perkembangan pasien yang lebih baik.
• Pasien/ keluarga
• Dapat memberikan pengetahuan dan pendidikan tentang CPD, sehingga pasien ataupun keluarga
dapat menerapkan pengetahuan tentang cara perawatan dan pencegahan penyakit ini untuk
kedepannya.