Anda di halaman 1dari 22

PRESENTASE KASUS

ANTI KORUPSI

OLEH :
KELOMPOK 4
Kasus 7
Tiba-tiba saja tanpa suatu sebab, atap gedung SD
“Anak Ceria” di Kabupaten HL, Provinsi Nn, roboh
pada sore hari, dan tidak ada korban jiwa dalam
peristiwa itu. Gedung SD tersebut baru 6 (enam)
bulan direnovasi (sebanyak 10 unit kelas, satu
ruang guru, dan satu rumah jaga, ruang olahraga),
proyek ini senilai Rp 895 jt yang bersumber dari
dana APBD tahun anggaran 2007, dan LSM “Peduli
Anak Sekolah” sebesar 1% dari nilai proyek. Proyek
dikerjakan oleh PT “ Anak Negeri” sebuah BUMD.
Sebagai pengawas proyek Dd, diperiksa oleh
Polisi, dan dari hasil pemeriksaan tersebut,
diperoleh pengakuan bahwa Dd, pada
dasarnya mengetahui kalau material yang
digunakan untuk merenovasi gedung SD
tersebut banyak tidak sesuai dengan
spesifikasi barang, antara lain, kualitas dan
kualitas kayu untuk kuda-kuda, usuk dan reng,
genting, campuran semen dengan pasir. Dari
hasil pemeriksaan, negara ditaksir menderita
kerugian sebesar Rp150 jt.
Ketika Dd ditanya saat pemeriksaan “mengapa
iya membiarkan hal tersebut” menurut
pengakuannya setiap ia selesai mengadakan
pemeriksaan penerimaan barang-barang di
lokasi proyek ia menerima uang rata-rata
sebanyak Rp 300 ribu (sebanyak 10 kali), dan
diajak makan di warteg “mbak sumi” dekat
lokasi proyek. Uang selama ini ia terima dari
Bn, orangnya toko bahan bangunan UD
“Kajengan”.
Sebutkan jenis delik pada Dd?
1.Kerugian keuangan negara
2.Perbuatan curang
3.Korupsi yang terkait dengan
suap-menyuap
Sebutkan jenis delik pada Bn?
1.Perbuatan curang
2.Korupsi yang terkait dengan
suap-menyuap
Siapa pelakunya?

1. Dd
2. Bn
Kenapa dilakukannya (Dd)?
1. Tanggung jawab profesi, moral dan sosial
yang rendah
2. Kurangnya pengawasan internal dalam
pelaksanaan tugas/ pekerjaan
3. Lemahnya pengawasan eksternal
4. Tersedianya kesempatan
Kenapa dilakukannya (Bn)?
1. Tersedianya kesempatan
2. Adanya upaya untuk memberi upeti
3. Kurangnya pengawasan internal dalam
pelaksanaan tugas/ pekerjaan
Apa hukuman Dd?
1. Pasal 3 UU PTPK setiap orang yang dengan
tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang
lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan
kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada
padanya karena jabatan atau kedudukan yang
dapat merugikan keuangan negara atau
perekonomian negara, di pidana dengan pidana
penjara seumur hidup atau pidana penjara
paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20
(dua puluh) tahun dan/ atau denda paling
sedikit 50 juta rupiah paling banyak
1.000.000.000 (satu milyar) rupiah
2. Pasal 7 ayat 1 huruf b UU PTPK dipidana
paling sedikit 2 tahun dan paling lama 7
tahun dan/ atau pidana denda paling sedikit
Rp100.000.000 (seratus juta) rupiah dan
paling banyak Rp350.000.000 (tiga ratus lima
puluh juta rupiah)
3. Pasal 12 huruf b UU PTPK
Apa hukuman Bn?
1. Pasal 5 ayat (1) huruf b UU PTPK
2. Pasal 7 ayat (1) huruf a UU PTPK
Bagaimana strategi mengatasinya
Dd?
Strategi preventif yaitu diarahkan untuk
mencegah terjadinya korupsi dengan cara
menghilangkan atau meminimalkan
faktor-faktor penyebab/ peluang
terjadinya korupsi
Bagaimana strategi mengatasinya
Bn?
Strategi Represif yaitu diarahkan untuk
menangani/ memproses perbuatan
korupsi dengan peraturan per-UU-an
yang berlaku
Kasus 8
Sebutkan jenis delik pada kasus?

1. Gratifikasi
2. Kerugian keuangan negara
Siapa pelakunya?

Bapak Ir. Hr H
Kenapa dilakukannya?
1. Tanggung jawab profesi moral dan sosial
yang rendah
2. Kehidupan yang konsumtif dan boros
3. Tersedianya kesempatan
4. Adanya budaya untuk memberi upeti
Apa hukumannya?
Pasal 12B UU PTPK
Pasal 3 UU PTPK
Bagaimana strategi mengatasinya?
Strategi preventif yaitu diarahkan untuk
mencegah terjadinya korupsi dengan cara
menghilangkan atau meminimalkan
faktor-faktor penyebab/ peluang
terjadinya korupsi.
TERIMAKASIH