Anda di halaman 1dari 18

PENYAKIT SURRA

PENYAKIT SURRA

Penyakit Surra atau Trypanosomiasis merupakan penyakit parasit endemik yang


disebabkan oleh protozoa darah yang tersirkulasi dalam darah secara
ekstraseluler yang bernama Trypanosoma evansi.

Protozoa ini ditemukan pertama kali oleh Griffith Evans pada tahun 1880 di India,
sehingga namanya diabadikan sebagai nama spesies agen penyebab Surra,
Trypanosoma evansi.
PENYAKIT SURRA

Trypanosoma evansi untuk pertama kalinya masuk ke Asia Tenggara melalui


ternak yang diimpor dari india. Penyakit Surra pertama kali dilaporkan di
Indonesia pada tahun 1897, saat kelompok kuda di jawa ditemukan terinfeksi
dengan perjangkitan lebih lanjut pada kerbau liar dan lembu di Jawa Timur.
HEWAN YANG RENTAN

Di Indonesia, penyakit ini lebih sering menyerang kuda, sapi, kerbau, babi, dan
anjing. Dibandingkan dengan sapi, kerbau diduga lebih rentan terhadap penyakit
surra.
Trypanosoma evansi

Trypanosoma evansi merupakan flagelata darah (hemoflagellate) yang


mempunyai flagellum bebas dan kinetoplast sirkular. Parasit ini bersel satu dan
mempunyai bentuk tubuh seperti kumparan dengan salah satu ujungnya lancip
dan ujung yang lain tumpul. (Ricardson dan Kendall, 1963).
VEKTOR

Penyakit ini ditularkan memlalui gigitan lalat yang dimana hospes intermediet
penyakit ini merupakan lalat seperti Tabanus sp, Stomoxys calcitrans, dan
Haematobia sp yang merupakan lalat penghisap dan penjilat darah
GEJALA KLINIS

 Anemia
 Udema papan
 Demam intermitten
 Inkoordinasi gerak
 Hipoproteinemia
 Tampak lesu dan lemah
 Selera makan menurun
 Kurus
PATOLOGI POST MORTEM

Hewan yang mati akibat surra yang kronis, meskipun tidak terdapat perubahan
yang menciri, namun biasanya terlihat adanya perubahan seperti keadaan tubuh
sangat kurus, anemia, busung seperti gelatin di bawah kulit, terdapat cairan
serosa pada rongga perut dan pericardium, serta petechiae pada selaput lendir
dan selaput serosa, dan sering kali terdapat luka di lidah dan lambung. Pada kuda
terjadi pembengkakan ginjal dengan warna kuning kecoklatan.
DIAGNOSA

 Pemeriksaan preparat ulas darah natif


 Pemeriksaan preparat ulas darah dengan pewarnaan Giemsa
 Deteksi DNA Trypanosoma dapat dengan metode DNA probes, antigen
detection, dan PCR.
 Uji serologis dengan ELISA, IFAT, CAT (Card Agglutination Tests), dan Immune
Trypanolysis Tests.
DIAGNOSA BANDING

 Kuda: African horse sickness, equine viral arteritis, equine viral anemia,
dourine. infestasi larva cacing Strongylus vulgaris.

 Ternak ruminansia: Babesiosis, anaplasmosis, theileriasis, malnutrisi,


haemorhagic septicaemia, edema di bawah dagu pada penyakit ingusan
(coryza gangraenosa bovum).
PENGOBATAN

Surra yang direkomendasikan adalah suramin, isometamidium klorida, dan


diminizena aceturate. Meskipun suramin diketahui paling efektif untuk
mengobati Trypanosomiasis, tetapi sediaan ini jarang dijumpai di Indonesia.
PENCEGAHAN

 Pengeringan tanah dan penertiban pembuangan kotoran yang merupakan


tempat berkembang biaknya lalat.
 Penyemprotan hewan/kandang dengan Asuntol atau insektisida lain yang sama
khasiatnya.
TERIMA KASIH