Anda di halaman 1dari 31

TUTORIAL SKENARIO 1

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU
KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
NAMA KELOMPOK

1. SISKA GERALDA G1A116001


2. MAYDINA GUSTA G1A116002
3. LIYANA IKA SUWANDI G1A116003
4. ANDI PRISCILLIA AL-QODRY G1A116004
5. DHEA ERSA LESTARI G1A116005
6. UTHA MERTA RAHIM G1A116006
7. IKHTISYAMMUDIN MILZAM .T G1A116007
8. TRI PUTRA A.A G1A116008
9. ALYA YOMI SARI G1A116009
10. RISKY AMELIA G1A116010
11. TIWI LESTARI G1A116011
12. PUJI RAHMI G1A116012
SKENARIO
Tania dan Toni berdiskusi tentang sistem reproduksi manusia dan
mencoba melihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Toni
mengatakan bahwa adiknya Sonia yang berumur 13 tahun sudah
mengalami menarche yang kadang disertai dimenore. Tania
mengatakan bahwa hal tersebut terjadi pada seorang wanita yang
sudah memasuki masa pubertas dan pubertas juga terjadi pada
pria. Saat manusia memasuki masa pubertas baik pada wanita
maupun pria akan tampak tanda-tanda perkembangan seks
sekunder yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi.
KLARIFIKASI ISTILAH
Menarche : Menstruansi pertama kali
Dismenore : Rasa sakit saat menstruansi
ANALISIS MASALAH
1. Jelaskan secara anatomi, histologi, embriologi sistema
genitalia masculina dan pria?
 Anatomi
1. Genitalia masculina
a. Eksterna : - Penis
- Scrotum

b. Interna : - Testis dan Epididimis


- Funicullus spermaticus
- Kelenjar aksesoris
GENETALIA EKSTERNA

PENIS
GENETALIA EKSTERNA
SKROTUM
TESTIS, EPIDIDYMIS, GENETALIA INTERNA

DAN DUCTUS DEFERENS


GLANDULA GENETALIA INTERNA
ACCESORIUS PRIA
2.) Genitalia Feminima
1. Ovarium (organ genitalia primer)
2. Uterus, vagina, tuba fallopii ( organ genitalia interna)
3. Kelenjar kelamin: ( organ genitalia interna)
- Gland paraurethralis
- Gland vestibularis major dan minor.
4. Mons pubis, labia majora, labia minora, clitoris,
orificium urethrae externum, orificium vaginae,
vestibulum vaginae, vulva (organa genitalia externa)
HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI
1. Genitalia masculina
a. Penis dan uretra
-Terdapat dua korpus kavernosum dan satu korpus
spongiosum, di bagian tengah korpus spongiosum terdapat
uretra dan jaringan ikat yang meliputinya.
-Di dalam jaringan penyambung bawah kulit pada bagian
dorsal terdapat arteri,vena,dan nervus dorsalis penis.
b. Testis dan epididimis
-Di bungkus oleh jaringan ikat padat fibrosa yaitu tunika albuginea testis,membungkus
penuh permukaan testis
-Di dalam lobulus testis terdapat tubulus seminiferus

c.Tubulus afferent
-Di susun oleh epitel selapis yang terdiri dar sel torax sel kuboid sehingga terlihat
epitelnya bergelombang tidak beraturan
-Sel yang tinggi mempunyai kinosilia pada permukaannya
-Di dalam lumen tedapat spermatozoa
d. Duktus epididimis
-Epitelnya merupakan epitel torax selapis dengan sel pengganti diantaranya sehingga di
sebut juga epitel torax bertingkat
-Mempunyai stereosilia pada permukaan

e. Duktus deferens
-Tunika mukosa nya dilapisi epitel silindris bertingkat mempunyai stereosilia
-Tunika muskularisnya terdapat tiga lapisan otot polos

f. Kelenjar prostat
Kelenjar ini mukosanya berlipat-lipat
Di liputi epitel selapis torax/bertingkat
g. Kelenjar bulbourethralis
-Epitelnya berupa epitel mukosa torax simplek
-Terdapat jaringan ikat dan sel sel otot polos

h. Kelenjar vesikulosa
-Mukosanya berlipat-lipat, epitel selapis torax/bertingkat, tapi di
dalam lamina propria tidak di temukan serat otot polos
-Di bawah lamina propria dapat di temukan lapisan otot polos
2. Genitalia feminima
a. Ovarium
-Terdiri dari kortek dan medulla
-Epitel germinativum pada permukaannya
merupakan epitel kuboid selapis

b. Ismus tuba uterine


-Lipatan mukosanya berupa lipatan longitudinal
-Lumenya lebih sempit

c. Ampula tuba uterine


-Mukosa ampula buluh rahim mempunyai banyak lipatan yang sangat rumit yang memenuhi
lumennya
-Permukaan lipatan mukosa ini di liputi epitel torax selapis dengan lamina propria di bwahnya
d.Endometrium fase regenerasi
-Endometrium mukosa tampak tipis
-Epitelnya silindris selapis

e. Endometrium fase sekresi


-Endometrium tampak tebal
-Kelenjar berkelok kelok, dindingnya berlipat lipat,
lumen melebar dan berisi banyak secret.

f. Vagina
-Dindingnya di bentuk oleh mukosa yang
terdiri atas epitel berlapis gepeng non keratin
-Di bawahnya terdapat lapisan otot polos
yang terdiri atas berkas berkas serat otot polos
yang berjalan dalam berbagai arah
EMBRIOLOGI
2.) Mekanisme menarche dan faktor yang mempengaruhi?
1. Sekresi hormone ovarium pascaovulasi dan depresi Gonadotropin Hipofisis,
Hypothalamus mengeluarkan GnRH
2. Fase pertumbuhan folikel
3. Fase lonjakan LH dan FSH dari praovulasi => ovulasi

MEKANISME

 Hormon GnRH hipotalamus depresi  Hipotalamus aktif  GnRH  hipofisis 


FSH dan LH  ovarium menghasilkan estrogen
 Sekresi estrogen  ovarium aktif  induksi pertumbuhan dan pematangan
saluran reproduksi wanita & perkembangan karakteristik seks sekunder wanita

Faktor-faktor yang mempengaruhi4


-Faktor Hormonal
-Faktor genetik
-Faktor bentuk badan
-Faktor keadaan gizi
-Factor periode pertumbuhan
3.) Mekanisme dismenore dan jenis dismenore?
Dismenore terjadi akibat pembebasan prostaglandin yang
merangsang kontraksi ritmik miometrium uterus untuk megeluarkan sisa
endometrium dari rongga uterus melalui vagina, kontraksi uterus yang
terlalu kuat akibat produksi berlebihan prostaglandin dapat menyebabkan
kram haid.
Jenis-jenis dismenore berdasarkan rasa timbulnya
-Dismenore primer terjadi tanpa disertai adanya kelainan ginekologis.
-Dismenore sekunder rasa nyeri yang berkaitan dengan kelainan
ginekologis
Jenis-jenis dismenore berdasarkan rasa nyeri
-Dismenore Spamodik terjadi nyeri dibawah perut dan terjadi sebelum atau
segera setelah haid dimulai. Ex: pingsan, mual, muntah
-Dismenore Kongestif terjadi beberapa hari sebelum haid datang namun
ketika datang tidak nyeri. Ex : lelah, mudah tersinggung, hilang
keseimbangan, ceroboh dan gangguan tidur.
4.) Rentang usia menarche dan monopause?
Sel telur wanita sudah terbentuk sejak embrio berumur 3-4 bulan dalam kandungan. Jumlah sel telur
yang dimiliki seorang wanita akan berkurang seiring bertambahnya usia.
Kondisi awal embrional : sekitar 7 juta sel telur
Saat akan dilahirkaan : sekitar 2 juta sel telur
Ketika awal pubertas : tersisa sekitar 400.000 sel telur (pada saat menarche)
rentan umur 9-17 tahun
Pada usia subur : hanya tersisa 400-500 sel telur
Menopause terjadi dalam rentan usia sekitar 50-60 tahun.
5.) Siklus folikel dan menstruansi?
6.) Mekanisme hormonal dan perkembangan fase sistem reproduksi?
a. Hormon-hormon yang mempengaruhi system reproduksi wanita
b. Hormon-hormon
yang mempengaruhi
system reproduksi pria
Perkembangan fase reproduksi wanita

1. Pubertas  Fase ini ditandai dengan terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah meluruhnya dinding
endometrium bersama dengan sel ovum yang tidak dibuahi. Tanda-tanda sex sekunder juga terjadi di
masa pubertas.

2. Dewasa  Pada fase ini semua organ reproduksi matang dengan sempurna. Dorongan aktivitas
seksual berjalan dengan baik. Hormon reproduksi lebih stabil dibandingkan pada usia pubertas. Tahap-
tahap sex sekunder selesai.

3. Menopause  terjadi pada usia 50-60 tahun, tetapi bervariasi pada setiap wanita. Menopause terjadi
akibat matinya ovarium, sehingga ovarium tidak lagi menghasilkan hormon esterogen dan progesteron

Perkembangan fase reproduksi pria

1. Pubertas  Pada masa ini terjadi perubahan organ sex primer maupun sekunder. Pada saat pubertas
terjadi inisiasi otak ke kelenjar gonat yang memepengaruhi perkembangan sistem reproduksi

2. Dewasa  Pada usia dewasa, hormon reproduksi pria tetap stabil dan semua organ reproduksi
matang sempurna. Dorongan aktivitas seksual berlangsung dengan baik.

3. Andropause  Andropause adalah proses terjadinya defisiensi hormon androgen, dimana terjadi
penurunan fungsi dan respon organ terhadap hormon yang dihasilkan. Pada fase ini hormon testosteron
akan menurun produksinya.
7.) Perubahan organ seks sekunder pada saat pubertas?
Berdasarkan DEPKES dan WHO
8.) Tahapan spermatogenesis dan Oogenesis?
SPERMATOGENESIS
OOGENESIS
DAFTAR PUSTAKA
1. Dorland, W. A. Newman. 2010. Dorland’s Illustrated Medical Dictionary, 31th Ed.
Jakarta: EGC. Pages

2. McKinley, Michael P. 2012. Human Anatomy Third Edition. E-book. Pages 844-868.

3. Junqueira, Luiz. 2007. Histologi Dasar edisi 12. Jakarta:EGC. Pages 362-396

4. Guyton, Arthur. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta:EGC. Pages 1069

5. Sherwood, Lauralee. 2014. Fisiologi Kedokteran. Jakarta:EGC. Pages 808

6. Sherwood, Lauralee. 2014. Fisiologi Kedokteran. Jakarta:EGC. Pages 809

7. Sherwood, Lauralee. 2014. Fisiologi Kedokteran. Jakarta:EGC. Pages 810-813

8. Sherwood, Lauralee. 2014. Fisiologi Kedokteran. Jakarta:EGC. Pages 813