Anda di halaman 1dari 16

Sistem Mekanikal Gedung (13045)

Perencanaan Sistem

02
Modul ke:

Plambing
Fakultas
Teknik Henry Carles ,ST., MT

Program Studi
Teknik Mesin
Dafttar Isi
A. Materi Pembelajaran
1. Prosedur Perencanaan
2. Undang-undang, Peraturan dan Standart
B. Tujuan (Indikator) Pembelajaran
1. Mampu menjelaskan Prosedur Perencanaan
2. Mampu menjelaskan Undang-undang,
Peraturan dan Standart
Prinsip Perencanaan Plambing
• Sistem plambing merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dalam pembangunan gedung
• Perencanaan dan perancangan sistem
plambing harus dilaksankan bekerja sama
dengan bagian civil, arsitek, mekanikal dan
elektrikal
PROSEDUR Perencanaan Plambing
1. Rancangan Konsep
2. Penelitian Lapangan
3. Rencana Dasar
4. Rencana Pendahuluan
5. Rencana Pelaksanaan
Perencanaan KONSEP

Menyiapkan rancangan konsep sistim plambing hal berikut


ini perlu diperhatikan :
1. Jenis dan penggunaan gedung
2. Denah bangunan
3. Jumlah penghuni
Jenis Hunian
1. Hunian Industri 4. Hunian niaga
2. Hunian kumpulan 5. Hunian penyimpanan/gudang
3. Hunian lembaga 6. Hunian usaha
Penelitian LAPANGAN
 Penelitian lapangan sangat penting
 Penelitian lapangan yang kurang memadai/tidak lengkap dapat
menimbulkan kesulitan pada tahap awal perancangan (dapat
menyebabkan terhambatnya pelaksanaan pemasangan instalasi)
 Penelitian lapangan merupakan bagian dari pekerjaan
perencanaan dan perancangan.
 Penelitian lapangan selain kunjungan kelokasi pembangunan
proyek dan melihat situasi setempat juga mencakup pula
1. perundingan dengan instansi pemerintah yang berwenang
2. menjajaki pendapat instansi pengairan setempat
3. sert penelitian yang menyangkut hak penggunaan air dan
pembunagan air.
Perencanaan DASAR
Hal yang perlu diperhatikan :
1. Masalah umum : sebelum menysusn perencanaan perlu
ada Pertemuan dengan pemilik gedung atau perancang gedung
serta Penyesuaian dengan persyaratan gedung atau peralatan
lainnya

2. Pemeliharaan peralatan.
3. Penyusunan renana dasar
4. Gambar dan dokumen
Penyusunan Rencana Dasar
Hal yang perlu diperhatikan :
1. Perhitungan kebutuhan air minum berdasarkan
perkiraan total hunian
2. Penentuan jaringan utama, jalur pipa, dan diagram
sistem plumbing
3. Penentuan ukuran dan perkiraan berat tangki air bawah
dan atau tangki air atas
4. Penentuan cara penumpuan dan penggantungan pipa
utama
5. Penentuan alternatif sistem dan perlengkapan,
rencana dasar mesin-mesin utama yang diperlukan.
Gambar dan Dokumen
• Gambar yang disiapkan meliputi
1. Diagram sistem plumbing
2. Gambar denah ruang mesin dan tangki, yang menunjukan ukuran
kasar mesin dan tangki tersebut
• Dokumen (bentuk laporan) yang disiapkan meliputi :
1. Penjelasan alternatif sistem dan perlengkapannya
2. Hasil perhitungan sistim plumbing, ukuran kasar dan jalur pipa
utama
3. Perkiraan berat pipa dan isinya untuk informasi bari perenanaan
struktur gedung
4. Kapasitas mesin-mesin yang diperlukan
5. Perkiraan biaya pelaksanaan yang lebih rinci untuk sistem plumbing
6. Spesifikasi bahan dan peralatan
Perencanaan PENDAHULUAN
• Perhitungan yang dilakukan antara lain :
1. Perhitungan untuk menentukan ukuran semua pipa cabang
2. Perhitungan laju aliran air dalam pipa ditentukan dengan metode yang mengacu
pada SNI 03-6481-2000 tentang sistem plumbing
• Gambar dan Dokumen
A. Gambar yang disiapkan sekurang-kurangnya meliputi :
1. Diagram satu garis sistem penyediaan air minum, penyalur air buangan, ven dan air
hujan
2. Gambar denah jaringan pipa utama
3. Gambar denah ruangan mesin dan tangki, yang menunjukan ukuran kasar mesin dan
tangkit tersebut
4. Gambar detail potongan yang penting atau khusus
B. Dokumen dalam bentuk laporan yang disaiapkan sekurang-kurangnya dalam bentuk
1. Hasil perhitungan dan penentuan ukuran seluruh pipa
2. Perkiraan biaya pendahuluan
3. Perkiraan beban terhadap struktur gedung
4. Perkiraan kebutuhan daya listrik
Perencanaan PELAKSANAAN
1. Perhitungan dan Penyiapan gambar pelaksana (setelah rancangan pendahuluan
diperiksa dan disetujui oleh pemilik gedung ataupun perancang gedung).
2. Penyiapan dokumen spesifikasinya dan perkiraan biaya pelaksanaannya.
3. Kontraktor pelaksana akan membuat biaya penawaran biaya pelaksanaan berdasarkan
gambar rancangan dan spesifikasi tersebut, yang akan menjadi bagian penting dari dokumen
kontraknya dengan pemberian tugas (pemilik gedungnya).
4. Disamping itu kontraktor pelaksana akan menyiapkan gambar-gambar kerja (shop
drawing) untuk menunjukan / menegaskan detail pekerjaan.
5. Pastikan tidak ada kesalahan/kekurangan dalam rancangan pelaksanaan sistem plumbing,
atau adanya perbedaan maupun ketidak cocokan dengan pekerjaan rancangan arsitektur, struktur,
elektrikal dan mekanikal.
6. Memastikan dan pemeriksaan dokumen-dokumen rancangan yang menyangkut seluruh
disiplin
7. Dokumen rencana detail pelaksanaan yang harus disiapkan meliputi gambar detail pelaksanaan :
1. Perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan sistem plumbing
2. Spesifikasi lengkap
3. Persyaratan umum pelakanaan
Syarat Perencanaan sistem Plambing
Perencanaan Perancangan plambing perlu memperhatikan
persyaratan berikut :
1. Syarat fungsional yaitu sistem plambing direncanakan
sehingga dapat dimanfaatkan sebagaimana fungsinya.
2. Syarat struktural yang memperhatikan aspek struktur dari
plambing berupa kekakuan, kekuatan dan aspek ekonomis. Syarat
ini dimaksudkan agar sistem perpipaan yang direncanakan dapat
kokoh dan terhindar dari terganggunya fungsi plambing tsb.
3. Syarat estetika ini diharpkan memperhatikan aspek-aspek
dari sisi seni, arsitektur dan yang lainnya sehingga menciptakan
kenyamanan dan kepuasan bagi si pemakainya.
Standar peraturan sistem plambing
Standar peraturan sistem plambing
Berikut standar peraturan sebagai pedoman perencanaan sistem plambing
1. SNI 03-6481-2000 tentang Sistem Plambing
2. SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing
3. SNI 03-2398-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Sistem
Resapan
4. SNI 03-1745-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Pipa
Tegak dan Slang untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan
Gedung
5. SNI 03-3989-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem
Sprinkler Otomatik untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan
Gedung
6. SNI 03-1745-1989 tentang Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk Pencegah
Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung
7. SNI 03-6382-2000 tentang Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah
8. Pedoman Plambing Indonesia yang dikeluarkan oleh Depatemen PU
Terima Kasih
Henry Carles ,ST ., MT