Anda di halaman 1dari 13

03

Modul ke:

PERAWATAN MESIN
Pertemuan ke 3

Fakultas
Teknik Industri Fajar Anggara,ST.,M.Eng

Program Studi
Pembuka
Teknik Mesin
Materi

Akhiri Presentasi
< MENU AKHIRI >
Diagram perawatan prediktif

1. Batch Curve Diagram


2. Studi Kasus

< MENU AKHIRI >


Diagram Analisa Predictive

Predictive maintenance adalah merupakan bentuk baru dari Planned


Maintenance dimana penggantian komponen/suku cadang dilakukan lebih awal
dari waktu terjadinya kerusakan.Untuk membantu melaksanakan predictive
maintenance terdapat suatu diagram analisa predictive yang sering digunakan
yang mengacu pada kondisi peralatan produksi besangkutan. Diagram analisa
ini sering dikenal dengan instilah Bath Tube Curve karena grafik yang dihasilkan
yang menyerupai bak mandi.
< MENU AKHIRI >
Pada diagram analisa tersebut dibagi menjadi 3 phase lifetime dari suatu
peralatan produksi. Phase I atau sering juga disebut dengan early failure karena
pada phase ini peralatan produksi dalam kondisi running in/masih baru
(penyesuaian) dan pertama kali dioperasikan maka permukaan kerja (working
surface) dari peralatan produksi masih kasar. Pada kondisi ini terdapat proses
penghalusan permukaan tersebut karena terjadinya kontak kerja permukaan.
Setelah melewati phase ini, karena permukaan bidang kerja sudah halus maka
tingkat kontak kerja permukaan juga sudah menurun karena permukaan kerja
peralatan produksi sudah pada kondisi stabil. Phase II ini dikenal sebagai useful
life-period. Pada periode inilah yang akan menentukan umur peralatan produksi
sebenarnya. Karena permukaan bidang kerja mempunyai lapisan kekerasan
dengan ketebalan yang terbatas maka bila lapisan keras ini sudah habis terkikis
maka laju keausan/kerusakan akan meningkat kembali. Hal ini akan berlangsung
selama phase III yang dikenal sebagai periode keausan cepat (wearing out
period).

< MENU AKHIRI >


Pada contoh kasus penggantian bearing peralatan produksi, dengan mengacu
pada diagram analisa predictive tersebut maka penggantian sebaiknya dilakukan
sebelum phase III atau menjelang phase II berakhir dengan demikian kondisi
bearing tidak sampai rusak parah sehingga kerusakan pada peralatan produksi
yang fatal akibat hancurnya bearing dapat dihindari dan tidak merambat pada
komponen yang lain sehingga terhentinya proses produksi yang lama dapat
dicegah.

Dalam predictive maintenance terdapat beberapa metode dalam mamantau atau


monitoring kondisi dari suatu peralatan produksi, antara lain :

1. Monitoring minyak pelumas Dengan cara mengambil sample oli dari


peralatan produksi untuk mengecek kekentalannya atau melihat kuantitas oli
yang masih tersimpan di tangki oli sesuai dengan anjuran dari manual book
mesin merupakan cara-cara untuk monitoring minyak pelumas.

< MENU AKHIRI >


2. Monitoring Visual Metode ini menggunakan panca indera yang meliputi
lihat, rasa, dengar guna mengetahui kondisi mesin. Untuk lebih akurat
bisanya digunakan alat Bantu.

3. Monitoring kinerja Merupakan teknik monitoring kondisi peralatan


produksi dengan cara memeriksa dan mengukur parameter kinerja dan
kemudian dibandingkan dengan standarnya.

4. Monitoring Geometris Diharapkan penyimpangan geometris yang terjadi


pada peralatan produksi dapat diketahui dan kemudian dilakukan
kegiatan meliputi pengukuran leveling dan pengukuran posisi
(alignment).

5. Monitoring getaran Monitoring ini memeriksa dan mengukur letak


getaran secara rutin dan terus menerus sehingga getaran yang akan
mengakibatkan kerusakan peralatan produksi lebih lanjut dapat dicegah.

< MENU AKHIRI >


Kegagalan mesin (Machine Fails)
Beberapa kategori kegegalan suatu mesin entah itu mesin produksi maupun
mesin otomotif di golong kan menjadi dua hal yaitu :

1. Wajar
Disebut wajar karena kondisi kegagalan material atau mesin meliputi kondisi
kondisi yang di ataranya adalah :
Aus ( Wear) : diamana kondisi au situ diantaranya adalah
Scuffing,galling,fretting,abrasion
Lelah (Fatique) : Pada material atau komponen lelah atau fatique
karena masa pakai yaitu hour meter sudah melampua batas operasi yang di
tentukan
Karat (Corrosion) : kondisi ini lebih di akibatkan oleh adanya factor
external sperti komponen tidak terlapisi anti corrosion dan tidak adanya
penutup sehingga menyebabkan benda external masuk
Erosi ( Erosion)
Penuaan ( Aging)

< MENU AKHIRI >


2. Prematur
Di sebut kejadian prematur dimana komponen atau material tersebut
mengalami kegagalan beberapa hal yang di ataranya adalah :
Pelumasan tidak bagus seperti : kualitas pelumas yang di pakai, kuantitas
pelumas yang di pakai apkah sesuai dengan stdr volume yang di tentukan,
periode penggantian pelumas tidak benar sperti jadwal perawatan
penggantian pelumas tidak teratur dll.

< MENU AKHIRI >


WHY DO MACHINES FAIL?
Brinelling karena overloaded Overheated

Contoh Gbr machines fail

coba amati kenapa material tersebut bisa terjadi hal sperti itu ????

< MENU AKHIRI >


WHY DO MACHINES FAIL?

Fatigue damage

coba amati kenapa material tersebut bisa terjadi hal sperti itu ????

Dari gambar di atas apa yang mebedakan apakah hal tersebut masuk dalam kategori wajar
atau premature.
< MENU AKHIRI >
Daftar Pustaka
1. ASD maintenance Consulting 2011, Maintenance management hand book
2. Lindlay R.Higgins ,R.Keith Mobley,McGrow Hill six edition,Maintenance Enginering
Hand Book
3. Nowlan F S and Heap H (1978). Reliability-centred Maintenance. Springfield, Virginia:
National Technical Informatiuon Service, US Department of Commerce.

< MENU AKHIRI


Terima Kasih
Fajar Anggara,ST,.M.Eng