Anda di halaman 1dari 21

KEPEMIMPINAN

Ahmad Nizar Yogatama, S.E., M.M.


Universitas Muhammadiyah
Malang – 2015
TUJUAN

1. Memahami kepemimpinan
2. Memahami teori terkait kepemimpinan
3. Memahami kepemimpinan yang efektif
4. Memahami tantangan terkait
kepemimpinan
Apa itu Kepemimpinan…?

“Kemampuan untuk mempengaruhi


kelompok melalui pencapaian misi atau
penetapan tujuan”
Unsur Kepemimpinan…

1. Kumpulan Orang (Ada anggotanya)


2. Kekuasaan (Punya wewenang)
3. Mempengaruhi (Punya kemampuan
menggunakan kekuasaan)
4. Nilai (Meyakini bahwa tiga unsur pertama
harus dijalankan sesuai moral yang berlaku)
Sifat yang dimiliki seorang pemimpin…?

1. Karismatik
2. Antusias Teori Sifat
3. Pemberani
Kepribadian yang harus dimiliki seorang pemimpin
adalah….?

1. Kepribadian pemimpin efektif adalah “Ekstrovert”


2. NAMUN, tidak semua pemimpin “Ekstrovert” sukses
(Kebanyakan IYA)
3. Pribadi yang harus dimiliki seorang pemimpin lantas
bagaimana?
• Suka berada diantara karyawannya
• Disiplin dan berkomitmen akan apa yang telah
diucapkan
• Kreatif dan fleksibel
Teori Perilaku Kepemimpinan…?
Ohio State Studies The Michigan Group
1. Initiating Structure 1. Production Oriented
(Struktur Peran Jelas) Leader (Penyelesaian
2. Consideration pekerjaan)
(Bertanggung jawab dan 2. Employee Oriented Leader
dapat dipercaya (Hubungan
bawahan) interpersonal)
“Kepemimpinan yang sukses adalah kepemimpinan yang
mempertimbangkan sifat, perilaku dan konteks dimana ia menjadi seorang
pemimpin”
Teori Kontijensi (Pendekatan Kontijensi)

“Tidak ada gaya kepemimpinan tertentu yang sesuai untuk semua


situasi”
Agar gaya kepemimpinan efektif, harus
mempertimbangkan:
1. Tuntutan Tugas
2. Harapan dan Perilaku Rekan Kerja
3. Karakteristik, Harapan dan Perilaku Karyawan
4. Budaya Organisasi dan Kebijakannya
Kepemimpinan Efektif menggunakan Teori
Kontijensi…?

Menggunakan Teori Kontijensi agar Kepemimpinan


Efektif, yaitu:
1. Model Fiedler
2. Model Situational Theory
3. Model Leader Member Exchange
4. Model Path Goal Theory
5. Model Leader Participation
Model Fidler…

“Efektivitas kinerja kelompok dapat dicapai dengan gaya


kepemimpinan serta interaksi atasan dan bawahan”
Cara menilai menggunakan Model Fidler, yaitu menggunakan LPC
(Least Preffered co-Worker)  Untuk menilai apakah kepemimpinan
yang terbentuk adalah Task Oriented atau Relationship Oriented.
Model Fidler mengindentifikasi tiga (3) dimensi kepemimpinan:
1. Hubungan pemimpinan dan anggota (Rasa Hormat dan Percaya)
2. Struktur Tugas (Tugas memiliki struktur atau jelas)
3. Posisi Kekuasaan (Tingkat pengaruh pemimpin terkait kekuasaan, bisa
menaikkan gaji, promosi, memecat dan mendisiplinkan)
Situational Theory…

“Kepemimpinan yang efektif tergantung dari kesiapan (Keinginan


untuk berprestasi, kemauan bertanggung jawab, keterampilan dan
pengalaman, kemampuan berhubungan dengan tugas) para
pengikutnya”

Hubungan Tinggi – Hubungan Tinggi – 2


3
Tugas Rendah Tugas Tinggi

4
Hubungan Rendah – Hubungan Rendah – 1
Tugas Rendah Tugas Tinggi
Leader Member Exchange…

“Karena perubahan waktu, pemimpin membangun hubungan istimewa


dengan kelompok kecil bawahan mereka”
Goal Path Theory…

“Untuk memotivasi karyawan, ditentukan pada harapan akan imbalan atau


daya Tarik terhadap imbalan tersebut”

Karakteristik Bawahan
1. Locus of Control
2. Pengalaman
Gaya Kepemimpinan 3. Kemampuan
Hasil
1. Directive Leadership
1. Kepuasan
2. Supportive Leadership
2. Kejelasan Peran dan
3. Participative Leadership
Sasaran
4. Achievement oriented Faktor Lingkungan
3. Kinerja
Leadership 1. Karakteristik Tugas
2. Sistem Orientasi
Formal
3. Kelompok Kerja
Gaya Kepemimpinan

1. Directive Leadership (Memberikan pengarahan


spesifik)
2. Supportive Leadership (Perhatian besar kepada
karyawan)
3. Participative Leadership (Konsultasi saran ke karyawan
sebelum pengambilan keputusan)
4. Achievement oriented Leadership (Menetapkan
sasaran yang menantang, dengan harapan bisa
diselesaikan dengan hasil baik terhadap karyawan)
Participation – Leadership Theory...

“Gaya kepemimpinan harus dapat menyesuaikan diri agar dapat


mencerminkan struktur tugas”
Gaya Kepemimpinan Sifat Pemimpin
AI Pemimpin memutuskan sendiri dengan informasi tersedia saat itu
AII Walaupun memutuskan sendiri, namun dapat informasi tambahan
dari karyawan
CI Pemimpin dan karyawan menghadapi masalah individu, namun
pemimpin membuat keputusan yang tidak mempengaruhi
karyawan
CII Pemimpin dan karyawan menghadapi masalah keloktif, kemudian
pemimpin membuat keputusan yang tidak merugikan karyawan
GII Pemimpin dan karyawan menghadapi masalah sebagai kelompok,
pengambilan keputusan berdasarkan jumlah dukungan
Kepemimpinan Karismatik?

“Kualitas tertentu ada pada kepribadian individu”

Pemimpin karismatik umumnya dilahirkan, akan tetapi dapat


diciptakan, caranya:
1. Memiliki visi yang jelas (Tujuan yang ingin dicapai ideal)
2. Mau mengambil risiko tinggi untuk pencapaian yang tinggi
3. Cepat tanggap terhadap kebutuhan dan perasaan
4. Memiliki perilaku yang tidak konvensional
Kepemimpinan Tranformasional

“Pemimpin yang dapat


menularkan kepercayaan
dirinya terhadap karyawan
sehingga berdampak luar biasa
bagi karyawannya”
Kepemimpinan Transaksional

Jenis Defenisi
Contingent Reward Menjanjikan suatu reward bagi yang memiliki
kinerja baik, suatu pencapaian karyawan selalu
dinilai
Management by Selalu ingin tampil dalam sempurna dalam setiap
Exception (Active) aktivitasnya (melakukan koreksi atas aktivitas yang
salah)
Management by Melakukan intervensi hanya jika tidak sesuai
Exception (Passive) standard
Laissez Faire Menyalahgunakan tanggung jawab, menghindari
membuat keputusan
Kepemimpinan Transformasional

Jenis Defenisi
Idealized Influence Memiliki visi dan misi jelas, bertanggung jawab
dan dapat dipercaya
Inspirational Memiliki harapan tinggi, menggambarkan tujuan
Motivation penting dengan cara sederhana
Intellectual Rasional dan hati – hati dalam memecahkan
Stimulation masalah
Individualized Memberikan perhatian personal, memperlakukan
Consideration karyawan berbeda setiap individu, menjadi
pembimbing dan pemberi saran
Kepemimpinan Otentik (Beretika dan Dapat
Dipercaya)

“Pemimpin yang otentik mengetahui siapa mereka, bertindak sesuai


nilai yang dianut, percaya dengan keterbukaan” sehingga karyawan
yakin terhadap pemimpin mereka.