Anda di halaman 1dari 46

PEMERIKSAAN FISIK

TULANG BELAKANG
PENDAHULUAN
columna vertebralis / tulang belakang adalah struktur pendukung
utama dari dada dan punggung.
Membentuk curva cekung (konkav) dari tulang belakang pada
leher dan lumbar, sedangkan kurva cembung (konvex) dari tulang
belakang pada dada dan sacrococcygeal membantu
mendistribusikan berat tubuh bagian dan mengurangi dampak
benturan saat berjalan atau berlari.
Mekanisme kompleks dari
punggung mencerminkan
tindakan yang
terkoordinasi dari:

Vertebra dan diskus intervertebralis.


Sebuah sistem interkoneksi dari
ligamen antara vertebra anterior dan
posterior, ligamen antara prosesus
spinosus, dan ligamen antara lamina
dari dua vertebra yang berdekatan.
Otot superfisial, otot-otot intrinsik, dan
otot-otot dinding perut.
ANATOMI DAN FISIOLOGI
33 tulang yang membentuk tulang
belakang
Fungsi :
• Mendukung struktur rangka tubuh
• Bagian terpenting pada sistem rangka
tubuh
• Melindungi spinal cord
ANATOMI DAN FISIOLOGI
Karakteristik tulang
belakang
• Cervical
• C-1 & C-2  tidak
memiliki corpus
vertebra
• Menopang kepala
• Mengikuti arah gerakan
kepala
• Corpus vertebra berukuran
lebih besar pada bagian inferior
ANATOMI DAN FISIOLOGI
Karakteristik tulang
belakang
• Vertebra Lumbal
mempunyai kekuatan
dan ukuran yang lebih
luas dalam menopang
berat badan
• Sacral & Coccigeus
Bergabung menjadi satu
dan tidak memiliki
corpus vertebra
SISTEMATIKA PEMERIKSAAN
LOOK (Lihat)
• Inspeksi
FEEL (Raba)
• Palpasi
MOVEMENT (Gerak)
• Gerakan aktif dan pasif
PEMERIKSAAN
Dimulai dengan mengamati
postur pasien ketika memasuki
ruangan, termasuk posisi leher
dan dada.

Penilai pasien dilakukan pada


posisi tegak dari kepala, leher,
dan punggung. Kemudian
penilaian berlanjut pada
gerakan leher halus
terkoordinasi dan juga dalam
melakukan gait normal.
PEMERIKSAAN
Inspeksi Umum (LOOK)
Pemeriksa menilai dari arah depan,
samping dan belakang pasien :

Kekakuan pada leher mengisyaratkan adanya


arthritis, ketegangan otot, atau patologi lain
yang harus dicari.

Deviasi lateral dan rotasi kepala


menunjukkan tortikolis, akibat kontraksi otot
sternokleidomastoid

Postur
• Gambaran kurva normal tulang belakang
• Deformitas tulang
• Kyphosis, lordosis atau scoliosis
• Spina-bifida
• Pigmentasi , rambut pada daerah
sakral
INSPEKSI UMUM (LOOK)
LORDOSIS
SPINA BIFIDA : CACAT LAHIR YANG DITANDAI
DENGAN TERBENTUKNYA CELAH PADA TULANG
BELAKANG BAYI
INSPEKSI PASIEN DARI BELAKANG,
KEMUDIAN DILAKUKAN IDENTIFIKASI
BAGIAN-BAGIAN BERIKUT:
Prosesus spinosus; biasanya
lebih menonjol pada C7 dan
T1 dan lebih jelas jika pasien
fleksi ke depan.
Otot paravertebral di kedua
sisi garis tengah.
Krista iliaka.
Spina iliaka postero-superior,
biasanya ditandai dengan Gambar.2 : Ilustrasi tulang belakang
lesung pada kulit. saat inspeks
PEMERIKSAAN FISIK :
BERDIRI
LOOK (Lihat) :
Low hairline : leher yang pendek Klippel-Feil syndrome
: kegagalan berkembangnya skapula / Sprengel shoulder
Down’s / Morquio syndromes
(Instabilitas pada Atlanto-axial)
Asimetri tinggi bahu / trunk balance 
scoliosis (terjadi kurva lateral pada vertebra yang
disertai deformitas rotasi)
PEMERIKSAAN FISIK : BERDIRI
Lihat (soft tissue)
 Jaringan parut : pembedahan sebelumnya
 Benjolan : abses , tumor (misal : sacral
lipoma), penonjolan, spasme
otot
 Café au lait : bercak / nodul
 Hairy patch : (spinal dysraphism)
PEMERIKSAAN FISIK : BERDIRI

LOOK (Lihat) :
• Round backing / bahu bungkuk:
Schuermanns disease/kyphosis
• Gibbus (kyphos):
deformitas angular dengan penonjolan dari
tulang, contoh : tuberculous vertebral
collapse
• Cara berjalan
PEMERIKSAAN FISIK : BERDIRI
Feel (palpation)
Bone contours
• Nyeri tekan menunjukkan fraktur atau dislokasi
jika terdapat riwayat trauma, infeksi yang
mendasari, atau arthritis
• Penonjolan atau lekukan tulang
Prosesus spinosus
- menggunakan C7 &/or L4-5 sebagai pedoman
Pada leher, palpasi dilakukan pada sendi facet yang
terletak antara tulang leher sekitar 1 inci lateral
dari prosesus spinosus C2-C7. Sendi ini terletak
jauh ke dalam dari otot trapezius dan mungkin
tidak teraba kecuali jika otot-otot leher sedang
rileks.
Nyeri saat palpasi
sendi facet terjadi
pada arthritis,
terutama pada
sendi facet antara
C5 dan C6

Gambar.3 : Palpasi tulang belakang


Di daerah lumbal bawah, palpasi
untuk mencari apakah ada
vertebra yang bergeser untuk
menentukan apakah ada
prosesus spinosus yang lebih
menonjol atau menelusuk ke
dalam. Juga identifikasi nyeri
yang ada
Gambar. 4 : Palpasi pada lumbal
bawah

Nyeri tekan di atas sendi sacroiliac Penonjolan terjadi pada spondylolisthesis,


terjadi pada sakroiliitis. Ankylosing yang dapat menekan sumsum tulang
spondylitis juga dapat menghasilkan belakang. Nyeri tulang belakang yang
nyeri sacroiliac mencurigakan terjadi pada fraktur atau
infeksi.
perkusi tulang belakang
dapat dilakukan jika
ingin memastikan nyeri,
yaitu dengan menokok
dengan permukaan
ulnar kepalan tangan,
tapi tidak terlalu keras.

Gambar.5 : Perkusi pada tulang


Nyeri pada perkusi timbul belakang
pada osteoporosis,
infeksi, atau keganasan
PEMERIKSAAN FISIK
MOVEMENT (Gerakan) :
Pergerakan aktif :
• Menilai ROM
• Terangkan :
• Dimana pergerakan terjadi
• Apa yang menentukan arah pergerakan
• Struktur apa yang membatasi gerak
• Penebalan diskus intervertebralis
• Fleksi
• Susunan sagital sendi faset
• Dibatasi oleh ligamen dan otot
• Ekstensi
PEMERIKSAAN FISIK : BERDIRI

Gerakan :
• Ekstensi
 Lutut dalam posisi lurus
 The ‘wall test’
berdiri dengan punggung
menempel dinding 
tumit, bokong, bahu, dan
belakang kepala
menyentuh dinding
 Fleksi Lateral
Gerakan asimetris pada
posisi fleksi lateral secara
klinis lebih bermakna
daripada gerakan
sebenarnya
PEMERIKSAAN : BERDIRI

Gerakan :
- Ekstensi
• Rotasi
• Rib cage excursion
Berkisar antara 7 cm pada
saat inspirasi penuh dan
ekspirasi penuh

Lateral compression of pelvis


PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
Tujuan :
• Menentukan defisit neurologis
• Level gangguan neurologis
Termasuk :
• Sensoris
• Motoris
• Refleks
PEMERIKSAAN
NEUROLOGIS
Pemeriksaan sensoris
Instruksi harus jelas, mata penderita ditutup
Periksa : raba, diskriminasi 2 titik, proprioceptif.
Bandingkan dermatom sensoris dengan sisi sebelahnya
SENSORY DERMATOME
MUSCLE POWER GRADING
KEKUATAN TONUS OTOT
0 – paralisis komplit
1 – kontraksi ringan
2 – gerakan tanpa adanya gravitasi
3 – gerakan melawan gravitasi
4 – gerakan melawan gravitasi dengan
tahanan
5 - normal
PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
Motorik
Kekuatan otot
Bandingkan dengan
sisi sebelahnya

Servikal :
Scapular C4
Deltoid & Biceps C5
Wrist extension & supination C6
Wrist flexion & Pronation C7
REFLEKS
Biceps Triceps

Brachioradialis Hoffman
REFLEKS
Knee Patellar Achilles

Babinsky
PROVOCATIVE TESTS
TEST COMMENTS
SLR : sitting & supine Must produce radicular symptom in the distribution of the

provoked root, for sciatic nerve , that means pain distal to knee

Lasĕgue's sign SLR radiculopathy aggravated by ankle dorsoflexion

Contralateral SLR Well-leg SLR puts tension on involved root from opposite direction

Kernig's test The neck is flexed chin to chest. The hip is flexed to 90˚, and then

the leg is the extended similar to SLR; radiculopathy is reproduced

Bowstring sign SLR radiculopathy aggravated by applying pressure over popliteal

fossa.

Femoral stretch test Prone patient; examiner stretch femoral nerve roots to test L2-L4

irritation

Nafziger's test Compression of neck vein for 10 s with patient lying supine ;

coughing then reproduces radiculopathy

Milgram's test Patient raises both legs off the examining table and hold this
position for 30 s; radiculopathy maybe reproduced
PEMERIKSAAN SPESIFIK
CERVICAL ( LEHER)

Neck Shoulder
Spurling’s test compression abduction test
test (Badoky’s sign).

Sharp-Purser
L’hermitte’s sign
test.
Spurling’s test
•Tujuan : untuk memeriksa nyeri radikuler.
•Cara pemeriksaan : pemeriksa melakukan rotasi
pasif sendi leher ke arah yang sakit sambil
mengaplikasikan tekanan ke bawah dari atas
kepala pasien.
Penemuan positif jika terdapat nyeri yang muncul dari
leher dan menjalar sesuai dermatom.
Jika didapatkan nyeri lokal sugestif keterlibatan sendi
faset, nyeri radikuler mengindikasikan adanya kompresi
radiks saraf.
Neck compression test. Pemeriksaan tes kompresi
leher ini bertujuan untuk memeriksa nyeri radikuler.
(1) Kompresi tegak lurus, cara pemeriksaan: pasien
dalam posisi duduk dengan pemeriksa berdiri di
belakang pasien, lalu pemeriksa mengaplikasikan
tekanan pada kepala pasien.
(+) jika terdapat nyeri di bagian sendi leher pada saat
penekanan.
(2) Kompresi dengan gerakan pasif, cara
pemeriksaan: pasien dalam posisi duduk
dengan pemeriksa berdiri di belakang
pasien, lalu pemeriksa mengaplikasikan
tekanan pada kepala pasien sambil
melakukan rotasi pasif dan fleksi lateral ke
kanan dan kiri. Adanya nyeri, kesemutan dan
rasa baal pada lokasi tertentu dicatat.
Shoulder abduction test (Badoky’s sign).
Pasien diminta mengabduksikan sendi
bahu dan meletakkan telapak tangan di
atas kepala.
Penemuan (+) jika dengan posisi ini pasien
merasa keluhan berkurang atau bahkan
hilang. Manuver ini menyebabkan
berkurangnya stretching pada radiks yang
mengalami kompresi.
Sharp-Purser test.
Tujuan : memeriksa integritas dari ligamen transversum atau
instabilitas tulang belakang servikal atas.
Cara pemeriksaan: pasien dalam posisi duduk dan kepala
sedikit menunduk, lalu pemeriksa menaruh satu tangan di
dahi pasien, dan tangan pemeriksa yang lain diletakkan di
prosesus spinosus C2 pasien (kedua tangan pemeriksa
horisontal dengan lantai), lalu pemeriksa mengaplikasikan
tekanan ke posterior dari tangan yang diletakkan di dahi
sembari tangan yang lain memfiksasi C2.
(+) jika didapatkan gerakan meluncur (sliding) pada sendi
leher atau gejala utama berkurang.
L’hermitte’s sign.
dilakukan fleksi atau ekstensi
sendi leher.
(+) bila menimbulkan sensasi
tersetrum, terutama pada
tungkai.
PEMERIKSAAN SPESIFIK PADA
TORAKOLUMBAL

• Plump line
• Straight leg test (Lasegue test),
1 • Kernig test

• Valsava test
• Milgram test
2 • Bowstring sign

• Schoeber test
• FABER test
3 • Gaelen’s test
Plumb line

(dari processus spinosus C7, dengan


menggunakan tali bandul untuk mengetahui
keseimbangan tulang belakang seimbang
dengan mengukur kesegarisan T1 - S1)
Straight leg test (Lasegue test).
dilakukan fleksi sendi panggul
dengan tungkai lurus pada posisi
terlentang.
Dinyatakan normal bila tidak ada
nyeri pada saat tes dilakukan dan
sendi lutut melewati minimal 70°.
Kernig test, dilakukan fleksi sendi hip 90°
dan fleksi sendi lutut 90°, kemudian
ekstensikan lutut pada posisi tersebut.
Dinyatakan normal bila tidak ada nyeri pada
saat tes dilakukan dan sendi lutut melewati
minimal 135°.
Valsava test, nyeri torakolumbal saat valsava
mengindikasikan adanya nerve root
impingement
Milgram test, mirip dengan
straight leg test hanya saja
dilakukan pada kedua kaki
bersamaan.
Gagal atau adanya nyeri saat
melakukan tes ini mengindikasikan
adanya nerve root impingement.
Bowstring sign
Lakukan ekstensi sendi hip pasif hingga
nyeri muncul, fleksi lutut kira-kira 20° untuk
meredakan nyeri, kemudian lakukan
penekanan pada area popliteal; hasil positif
mengindikasikan skiatika.
Schoeber test
pada pasien berdiri tegak, buat garis
antara 2 sendi sakroiliak, kemudian
buat garis tegak lurus 10 cm pada
pertengahan garis sebelumnya.
Minta pasien untuk membungkuk ke
depan (forward flexion) lalu ukur jarak
kedua garis tersebut pada saat pasien
membungkuk. Selisih < 5 cm
menunjukkan keberadaan patologi
spinal
FABER test
lakukan fleksi, abduksi,
eksorotasi sendi hip dari
tungkai yang sakit; adanya
nyeri mengindikasikan patologi
sakroiliak atau kelainan pada
m. iliopsoas.
Gaelen’s test
pasien berbaring di tepi samping meja periksa dengan
salah satu tungkai menggantung, dilakukan fleksi hip
dan lutut pada tungkai kontralateral, lakukan penekanan
hingga hiperekstensi pada tungkai yang menggantung
dan fleksi pada tungkai yang difleksikan; nyeri pada tes
mengindikasikan disfungsi sakroiliak.