Anda di halaman 1dari 18

PERBANYAKAN TANAMAN MANGGA

(Mangifera indica)
Oleh :
1. Fitriana Febrianti Achyan (1625010002)
2. Maharani Putri Puji A (1625010003)
3. Ainiyah Putri Kurniawati ( 1625010004)
3. Renyta Ella O. (1625010006)
4. Kiki Dita A. (1625010007)
5. Fitrotin Nufus (1625010011)
Mangga merupakan jenis buah tropis yang digemari oleh masyarakat di dunia dan
menjadi komoditas perdagangan antar negara sehingga menjadi salah satu buah-
buahan eksotik yang diimpor oleh semua pasar utama dunia. Permintaan akan mangga di
pasa rini terus meningkat dewasa ini, baik buah mangga segar maupun yang telah diolah.
Buah mangga mempunyai prospek baik bila dikembangkan secara intensif dan dalam
skala agribisnis .

Bisnis budidaya mangga memang bukan jenis bisnis baru namun prospeknya masih cerah.
Dari budidaya mangga ini akan menghasilkan buah mangga yang banyak diperlukan
baik konsmsi rumah tangga hingga berbagai perusahaan minuman serta makanan.
Potensi bisnis budidaya mangga memang masih gemilang dan bisa di jadikan peluang
bisnis yang menjanjikan. Cara budidaya mangga sendiri memang tidaklah sulit.

Salah satu perbanyakan mangga secara vegetatif adalah dengan okulasi, yaitu
menempelkan sepotong kulit yang bermata tunas dari batang atas pada suatu irisan dari
kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman yang
baru. Okulasi bertujuan untuk melestarikan tanaman mangga dari beberapa varietas.
Selain itu, okulasi juga bertujuan untuk memenuhi permintaan tanaman mangga yang
semakin banyak (memenuhi produk pemasaran dari buah mangga). Okulasi juga
memberikan nilai praktis (waktu yang lebih singkat) dalam bertanam mangga.
Visi Misi Usaha Pembibitan Mangga

Visi
Menjadi salah satu usaha pemasok bibit tanaman mangga terbaik yang memiliki kualitas
unggul dan daya jual tinggi dan memiliki standarisasi .
Misi
Menghasilkan bibit tanaman mangga berualitas dan bermutu tinggi.
Bererjasama dengan balai penelitian tanaman mangga.
Menggunakan SDM yang ahli dan cakap di bidang peningkatan mutu dan kualitas
tanaman mangga.
Analisis Peluang Usaha

a. Jenis Kegiatan
• Nama produk : Pembibitan Tanaman Mangga
• Bentuk Produk : Bibit
• Karakteristik Kegiatan: Bisnis pembibitan mangga sebagai bisnis dengan prospek
cerah dimulai dari
lahan kecil atau pekarangan rumah
• Keunggulan kegiatan : Bibit diperoleh dari benih yang unggul, dengan waktu yang
singkat serta
jumlah yang banyak

b. Target yang dituju : Konsumen rumah tangga hingga perusahaan usaha kuliner
c. Analisis pesaing :
Meskipun banyak masyarakat yang membudidayakan tanaman mangga untuk dijadikan
suatu usaha di bidang pertanian, namun tidak menutup kemungkinan mereka
menggunakan benih yang tidak unggul dan hasil nya tidak optimal. Selain itu, usaha
budidaya tanaman lain juga menjadi pesaing terhadap penjualan produk bibit buah
mangga. Segi harga yang ditawarkan oleh masing –masing penjual bibit yang
Analisis SWOT
Faktor Usaha Pembibitan Mangga

1. Dibutuhkan oleh semua masyarakat

2. Praktis dan cepat untuk budidaya tanaman

Strenght
3. Lokasi stategis untuk dijangkau.

4. Memiliki varietas unggul dan dicari oleh masyarakat

1. Kurangnya link dengan perusahaan besar akan kurang dikenal masyarakat

Weakness
2. Fasilitas seperti alat dan bahan kurang memenuhi

Opportinity 1. Peluang usaha lain bisa digunakan untuk tempat wisata dan edukasi pembibitan tanaman.

1. Pesaing yang memiliki kerjasama dengan perusahaan lain


Threat
 1. Pilih lokasi pembibitan yang sesuai dengan
syarat tumbuh mangga. Mangga akan tumbuh
PELAKSAAN PEMBIBITAN optimum pada ketinggian tempat 0—500 m dpl, suhu
24—30° C, curah hujan 750—2.000 mm/tahun, dan
pH tanah 5,5—8. Selain itu, lokasi juga harus memiliki
sumber air yang cukup. Sumber air bisa berasal dari
sungai (air mengalir) atau membuat sumur.
 2. Siapkan sarana pembibitan berupa bedeng
semai batang bawah, bedeng bibit hasil okulasi, dan
lokasi pengolahan media tanam. Usahakan lokasi
pembibitan dinaungi paranet dengan persentase
naungan 60%.
 3. Siapkan prasarana pembibitan seperti cangkul,
gembor, sprayer, dan polibag berukuran 18 cm x 12
cm yang berisi tanah (top soil) dan pupuk kandang
dengan perbandingan 1 : 1. Alat dan bahan untuk
melakukan teknik sambung, seperti pisau cutter
 Persiapan Lokasi dan Perlengkapan dengan lebar 1 cm atau silet, plastik kemasan
transparan untuk pengikat dengan ketebalan 0,003
Pembibitan Mangga mm dan lebar 0,5—1 cm, serta batang pisang. Untuk
mencegah serangan cendawan dan semut, siapkan
fungisida dan insektisida butiran.
 4. Siapkan biji mangga untuk persiapan tanaman
batang bawah dengan kriteria berasal dari tanaman
sehat, kuat, memiliki batang yang kokoh, dan
perakaran yang baik. Biji harus berasal dari buah
yang matang.
 5. Sementara itu untuk bahan okulasi, pilih entres
dengan cabang setengah berkayu, tidak terlalu tua
dan juga tidak terlalu muda. Ciri-cirinya, memiliki
warna kulit cokelat muda kehijauan. Entres yang
berasal dari cabang tua akan tumbuh lambat dan
persentase keberhasilannya lebih rendah. Selain itu,
usahakan cabang entres tidak berdaun
30° C, curah hujan 750—2.000 mm/tahun, dan
pH tanah 5,5—8. Selain itu, lokasi juga harus memiliki
sumber air yang cukup. Sumber air bisa berasal
dari sungai (air mengalir) atau membuat sumur.
PELAKSAAN  2. Siapkan sarana pembibitan berupa bedeng semai
batang bawah, bedeng bibit hasil okulasi, dan
PEMBIBITAN lokasi pengolahan media tanam. Usahakan
lokasi pembibitan dinaungi paranet dengan
persentase naungan 60%.
 3. Siapkan prasarana pembibitan seperti cangkul,
gembor, sprayer, dan polibag berukuran 18
cm x 12 cm yang berisi tanah (top soil) dan pupuk
kandang dengan perbandingan 1 : 1. Alat
dan bahan untuk melakukan teknik okulasi, seperti
pisau cutter dengan lebar 1 cm atau silet, plastik
Persiapan Lokasi dan kemasan transparan untuk pengikat dengan
ketebalan 0,003 mm dan lebar 0,5—1 cm. Untuk
Perlengkapan mencegah serangan cendawan dan semut,
Pembibitan Mangga siapkan fungisida dan insektisida butiran.
 4. Siapkan biji mangga untuk persiapan tanaman
batang bawah dengan kriteria berasal dari
tanaman sehat, kuat, memiliki batang
yang kokoh, dan perakaran yang baik. Biji
harus berasal dari buah yang matang.
 5. Sementara itu untuk bahan okulasi, pilih entres
dengan cabang setengah berkayu, tidak
terlalu tua dan juga tidak terlalu muda.
Ciri-cirinya, memiliki warna kulit cokelat muda
kehijauan. Entres yang berasal dari cabang
1. Pilih biji mangga yang berasal dari buah
segar dan berukuran sedang. Bersihkan biji dari
daging buah dan kulit biji yang melekat.
PELAKSAAN Kering anginkan di tempat teduh yang terhindar
PEMBIBITAN dari sinar matahari langsung.
2. Sementara itu, buat bedeng semai dengan
ukuran lebar 80 cm, tinggi 15 cm, dan
panjang menyesuaikan dengan kontur.
Persiapan Bahan Tanam biji dengan cara membenamkannya ke
dalam tanah dengan posisi pusar (hilum)
Tanam Pembibitan menghadap ke bawah. Beri jarak 15—20 cm
Mangga untuk penanaman berikutnya.
3. Tambahkan fungisida dan insektisida butiran
dengan dosis sesuai anjuran.
4. Buat naungan di bedengan menggunakan
a. Batang Bawah
paranet untuk menaungi bibit selama 4
bulan hingga batang bawah memiliki tinggi 30—50
cm.
5. Siram bibit batang bawah secara teratur 2—
3 hari sekali.
6. Setelah berumur sekitar 4 bulan, bibit
diseleksi untuk mendapatkan bibit batang
bawah yang kokoh.
7. Pilih bibit yang memiliki pertumbuhan baik, terlihat dari jumlah
daun, warna daun hijau, tinggi batang 30—50 cm, batang
berbentuk tegak lurus, dan keadaan akar normal. Sementara
itu, pisahkan bibit apkir yang memiliki pertumbuhan abnormal
seperti batang bengkok, rasio panjang akar dan tinggi batang
tidak seimbang, terserang hama dan penyakit, serta daun
telihat roset atau mengecil.

8. Pindahkan bibit sehat yang dipilih ke dalam polibag yang berisi


media tanam.

9. Simpan bibit di bawah naungan paranet 60%.

10.Siram dengan teratur dan lakukan pengendalian hama dan penyakit


jika diperlukan.

11.Setelah bibit berumur sekitar 8 bulan sejak semai dengan jumlah


ruas sebanyak 2 buah, bibit siap untuk dijadikan batang
bawah dalam teknik okulasi.
Struktur organisasi
PELAKSAAN
1. Pilih mata entres yang berukuran besar,
PEMBIBITAN menonjol, terlihat segar, dan sehat, tetapi
belum mekar (plast). Pastikan mata entres berasal
dari cabang dengan jaringan kambium yang
masih aktif. Ciri-cirinya, kulit mudah dikupas dan
bagian kambium berwarna putih terlihat
lembap dan berair.
Persiapan Bahan Tanam 2. Gunakan entres dari pohon indukan dengan
Pembibitan Mangga varietas yang jelas dan bersertifikat. Entres
dapat dibeli di Balai Benih Induk atau penangkar
terpercaya.
b. Mata Entres 3. Simpan entres di dalam batang pisang atau
dalam kardus yang dilapisi kertas koran
basah maksimum 4—5 jam.
Tahapan Okulasi Mangga

1. Lakukan okulasi pada pagi hari pukul 07.00—11.00. Pasalnya, pada waktu tersebut kambium
tanaman dalam kondisi aktif dan optimum. Proses okulasi yang melebihi waktu tersebut akan
menyebabkan daun menjadi layu dan mata tunas cepat mengering.
2. Sterilkan alat-alat sebelum melakukan okulasi. Pastikan pisau atau cutter yang digunakan
dalam keadaan tajam dan tidak berkarat.
3. Buang daun yang berada di bawah tempat yang ditentukan untuk penyayatan.
4. Buat sayatan melintang berbentuk huruf U terbalik sepanjang 2—3 cm dan lebar 1—1,5 cm
pada batang bawah. Pastikan sayatan berada 20—30 cm dari permukaan tanah. Tujuannya, untuk
menyiapkan tem-pat jika okulasi pertama tidak berhasil. Okulasi kedua dapat dilakukan di
bawah okulasi pertama dengan arah yang berlawanan. Begitu pula okulasi ketiga, dapat dilakukan di
bawah okulasi kedua dengan arah yang berlawanan. Proses okulasi tersebut dilakukan dengan
selang waktu tiga minggu agar tanaman tidak mengalami stres.
5. Potong sayatan tersebut, sisakan sepertiga sayatan di batang untuk tempat menempelkan mata
tunas.
6. Sementara itu, kupas pola mata entres dari atas ke bawah dengan ukuran sayatan yang lebih
kecil dari sayatan batang bawah. Sebaiknya, mata entres disayat dengan satu gerakan searah tidak
putus dan dibuat agak dalam hingga menembus kayu agar kambium tetap terbawa.
7. Bersihkan lapisan kayu yang masih menempel pada mata entres.

8. Tempelkan mata entres dengan cara menyisipkannya pada sepertiga bagian batang
bawah yang telah disayat. Pastikan posisi mata entres mengarah ke atas dan tidak
tertutup oleh sepertiga sayatan batang bawah.

9. Ikat bidang tempel menggunakan lembaran plastik yang telah disediakan. Lakukan
pengikatan dari bagian bawah ke bagian atas bidang tempel, usahakan mata entres
tidak tertutup tali pengikat. Pengikatan dilakukan hati-hati jangan sampai terlalu
kencang atau longgar. Ikatan yang terlalu kencang dapat mengganggu proses
penyatuan batang bawah dan entres, sedangkan ikatan yang longgar dapat
menyebabkan air masuk ke bidang tempel dan menyebabkan kebusukan.
10. Letakkan bibit hasil okulasi di tempat teduh yang terhindar dari sinar matahari secara
langsung.
Pemeliharaan Bibit Mangga
1. Potong pucuk atau titik tumbuh batang bawah untuk mendorong tumbuhnya mata tunas
tempel. Dengan demikian, pertumbuhan mata tunas dan batang bawah akan seimbang.
2. Siram bibit dengan rutin dua hari sekali. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati agar air tidak
masuk ke dalam ikatan.
3. Amati pertumbuhan mata entres. Pada minggu kedua sampai ketiga setelah okulasi, mata
entres mulai tumbuh. Buka perlahan ikatan paling atas dengan menggunakan silet.
4. Perhatikan mata entres hasil okulasi. Jika mata entres berwarna hijau, segar, tidak kering dan
tidak patah, artinya okulasi berhasil. Sebaliknya, mata tunas yang mengering dan berwarna cokelat
kehitaman menunjukkan okulasi tidak berhasil.
5. Setelah tunas berkembang dan mempunyai 2—3 helai daun dewasa yang siap berfotosintesis,
lakukan pemotongan batang bawah 2—3 cm di atas tempat tunas tumbuh.
6. Agar pertumbuhan tunas entres maksimal, potong mata tunas yang tumbuh liar pada batang
bawah.
7. Lakukan pemupukan seminggu sekali menggunakan pupuk daun dengan konsentrasi 2 cc/l
air. Pemupukan bisa juga dilakukan menggunakan pupuk NPK yang dilakukan sebulan sekali dengan
dosis 1—2 g/tanaman.
8. Lakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman, seperti hama, gulma, dan penyakit.
9. Lakukan pemeliharaan bibit okulasi ini minimum dua bulan hingga bibit siap jual.
Pemeliharaan Bibit Mangga
1. Potong pucuk atau titik tumbuh batang bawah 5. Setelah tunas berkembang dan mempunyai
untuk mendorong tumbuhnya mata tunas 2—3 helai daun dewasa yang siap berfotosintesis,
tempel. Dengan demikian, pertumbuhan mata lakukan pemotongan batang bawah 2—3
tunas dan batang bawah akan seimbang. cm di atas tempat tunas tumbuh.
2. Siram bibit dengan rutin dua hari sekali. 6. Agar pertumbuhan tunas entres maksimal,
Penyiraman dilakukan dengan hati-hati agar potong mata tunas yang tumbuh liar pada
air tidak masuk ke dalam ikatan. batang bawah.
3. Amati pertumbuhan mata entres. Pada 7. Lakukan pemupukan seminggu sekali
minggu kedua sampai ketiga setelah okulasi, menggunakan pupuk daun dengan
mata entres mulai tumbuh. Buka perlahan konsentrasi 2 cc/l air. Pemupukan bisa juga
ikatan paling atas dengan menggunakan silet. dilakukan menggunakan pupuk NPK yang
4. Perhatikan mata entres hasil okulasi. Jika dilakukan sebulan sekali dengan dosis 1—2
mata entres berwarna hijau, segar, tidak g/tanaman.
kering dan tidak patah, artinya okulasi 8. Lakukan pengendalian organisme
berhasil. Sebaliknya, mata tunas yang pengganggu tanaman, seperti hama, gulma, dan
mengering dan berwarna cokelat kehitaman penyakit.
menunjukkan okulasi tidak berhasil. 9. Lakukan pemeliharaan bibit okulasi ini
Analisa bisnis budidaya mangga

Patokan harga untuk budidaya bibit mangga dapat


dibuat dalam hitungan per bibitnya dimana harga
mulai Rp. 30.000. Ini tergantung dari harga bibit
mangga yang ada di pasaran.

Investasi

Peralatan dan Bahan Harga

Polybag 18 x 12 cm (20 buah) Rp. 25.000


Cutter (2 buah) Rp. 10.000
Pupuk kandang (3 karung) Rp. 15.000
Tanah (3 karung) Rp. 18.000
Jumlah Investasi Rp. 68.000
Biaya Variabel Harga
obat-obat kimia Rp. 28.400 x 1 = Rp. 28.000
tali rafia Rp. 6.000 x 2 = Rp. 12.000
Biaya transport Rp. 25.000 = Rp. 25.000

Total BiayaVariabel Rp. 65.000

Total Biaya Operasional


Pendapatan per bibit
Biaya peralatan dan bahan + biaya variabel = Rp. 133.000
20 x Rp. 30.000 = Rp. 600.000

Keuntungan per Bulan


keuntungan = 5000 x 20 = 125.000
TERIMA KASIH :)