Anda di halaman 1dari 45

SEMINAR HASIL

UJI POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL


70% BIJI SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) terhadap
PERTUMBUHAN Escherichia coli secara IN VITRO

MARIA LARANITA MEAK FONI


1508010052

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II


Prisca D. Pakan, S.Si, M.Sc., Apt dr. Regina M. Hutasoit, M.Kes

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FK-UNDANA KUPANG
2018 1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Escherichia coli Biji Sorgum


( Sorghum bicolor L. Moench)
(Penyebab ISK dan diare)
Mengandung bahan aktif :
Flavanoid, Tanin, dan fenol
2
Diare di Indonesia

Sumber : Profil kesehatan Indonesia tahun 2015 oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2016

3
KLB DIARE TAHUN 2016

Sumber : Profil kesehatan Indonesia tahun 2016 oleh Kementrian Kesehatan RI tahun
2017

5
Antimicrobial Resistant in Indonesia
(AMRIN-Study)
Di lingkungan masyarakat :
43 % Escherichia coli resisten terhadap ampisilin
(34%), kotrimoksazol (29%) dan kloramfenikol
(25%).

Di instalansi kesehatan :
81% Eshcerichia coli resisten terhadap ampisiln
(73%), kotrimoksazol (56%), kloramfenikol (43%),
siprofloksasin (22%), dan gentamisin (18%)

6
1.2 Rumusan Masalah

Apakah ekstrak etanol 70% biji sorgum (Sorghum bicolor L.


Moench) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap
pertumbuhan Escherichia coli ?

1.3 Batasan Masalah

Hanya untuk mengetahui apakah terdapat antibakteri


pada ekstrak etanol 70% biji sorgum (Sorghum bicolor L.
Moench) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dengan
cara mengukur zona hambatnya.

7
1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum


Mengetahui ada tidaknya aktivitas antibakteri ekstrak etanol
70% biji sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) terhadap
pertumbuhan Escherichia coli secara In Vitro.

1.4.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) yang


dibentuk oleh ekstrak etanol 70% biji sorgum (Sorghum
bicolor L. Moench) terhadap pertumbuhan Escherichia coli
pada konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25%, 10%, 5%, dan 1%
2. Mengetahui diameter daya hambat (DDH) yang dibentuk
oleh ekstrak ekstrak etanol 70% biji sorgum (Sorghum
bicolor L. Moench) terhadap pertumbuhan Escherichia coli
pada konsentrasi 100%, 75%, 50%, 25%, 10%, 5%, dan 1% 8
1.5 Manfaat Penelitian

Bagi peneliti

Bagi Institusi

Bagi Masyarakat

Bagi Peneliti Selanjutnya


9
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Escherichia coli

2.8 Kerangka Teori


Infeksi

Pengobatan

Antibiotik Bahan Herbal

Mudah mengalami
Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench)
resistensi

Flavanoid Fenol Tanin

Membentuk senyawa kompleks


Merusak permeabilitas dinding sel Menghambat enzim reverse
dengan protein ekstraseluler
dan membran sitoplasma melalui transkriptase dan DNA
dan terlarut sehingga dapat
denaturasi protein sel. topoisomerase
merusak membrane sel bakteri

Pertumbuhan Escherichia Coli 10


terhambat
2.9 Hipotesis Penelitian

H0 : Ekstrak etanol 70% biji sorgum (Sorghum


bicolor L. Moench) tidak mempunyai
aktivitas antibakteri terhadap
pertumbuhan Escherichia coli
H1 : Ekstrak etanol 70% biji sorgum (Sorghum
bicolor L. Moench) mempunyai aktivitas
antibakteri terhadap pertumbuhan
Escherichia coli

11
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Kerangka Konsep

Variabel bebas Variabel terikat

Daya Hambat
Ekstrak etanol 70% Biji Sorgum
Pertumbuhan
(Sorghum bicolor L. Moench)
Escherichia coli

: Diteliti

12
3.2 Identifikasi Variabel

1. Variabel bebas :
Ekstrak biji sorgum (Sorghum bicolor L. Moench)
2. Variabel terikat :
Daya hambat pertumbuhan Escherichia coli
penyebab diare

13
3.3 Defenisi Operasional

No Variabel Defenisi Cara Pengukuran Kriteria Objektif Skala

1 Ekstrak biji Jumlah sediaan pekat yang Gelas ukur dan Konsentrasi ekstrak Rasio
sorgum diperoleh dengan pengenceran serial. sorgum 100%, 75%,
(Sorghum mengekstraksi zat aktif dari biji 50%, 25%, 10%, 5%,
bicolor L. sorgum menggunakan pelarut dan 1 %
Moench) yang sesuai yaitu etanol 70%

2 Konsentrasi Konsentrasi terendah dari Observasi kekeruhan 1. Terlihat Nominal


Hambat antibiotika atau antimikrobial dibandingkan dengan kekeruhan
Minimum yang dapat menghambat kontrol positif dan kontrol 2. Tidak terlihat
(KHM) pertumbuhan mikroba negatif, konsentrasi paling kekeruhan
tertentu. rendah yang tidak
menunjukan kejernihan
adalah KHM.

14
3 Diameter Diameter zona hambat Mengukur diameter Kriteria zona Ordinal
Daya Hambat pertumbuhan Escherichia terpanjang zona hambatan menurut
bening di sekitar Depkes RI, 1989 :
coli adalah diameter
Cakram
terpanjang daerah dimana 1. Sangat Kuat :
menggunakan jangka
≥20mm
Escherichia coli tidak
sorong.
2. Kuat : 10-20 mm
tumbuh di sekitar cakram
3. Sedang : 5-10mm
dan ditandai dengan
4. Lemah : ≤5 mm
adanya daerah bening di
sekitar cakram.

15
3.4 Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian : Eksperimental laboratorium


Rancangan penelitian : Posttest Only Control Group Design.

K (+) X (+) DK (+)

S M K (-) X (-) DK(-)

P1-7 X (1-7) DP (1-7)

Keterangan : X(+) : Perlakuan dengan kontrol positif


S : Sampel X(-) : Perlakuan dengan kontrol negatif
M : Media Nutrient Agar X1-7 : Perlakuan dengan ekstrak biji sorgum
K(+)/(-) : Kontrol Positif/Negatf DK(+)/(-) : Data Perlakuan dengan kontrol positif/negatif
P : Kelompok Perlakuan DP1-7 : Data Perlakuan dengan ekstrak biji sorgum 16
3.5 Lokasi dan waktu penelitian

• Lokasi penelitian :
Laboratorium Biosains Universitas Nusa Cendana Kupang, Laboratorium FST
Kimia Universitas Nusa Cendana Kupang, dan Laboratorium Fakultas
Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang
• Waktu penelitian : 2 Minggu

3.6 Sampel Penelitian

• Escherichia coli diperoleh dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Kupang.
• Biji tanaman sorgum yang digunakan diperoleh dari Kabupaten Flores
Timur

17
Izin Penggunaan Laboratorium
3.7 Alur Penelitian

Pengumpulan Biji Sorgum Penyiapan bakteri


(Sorghum bicolor L. Moench) Escherichia coli

Persiapan alat dan bahan

Pembuatan Ekstrak etanol biji


sorgum 70% (Sorghum bicolor L. Uji Pewarnaan Bakteri
Moench)

Uji Fitokimia Pembuatan suspensi


bakteri

Uji Bebas Etanol

Pembuatan Pengenceran

Pengujian aktivitas antibakteri


ekstrak etanol

Pengamatan setelah
diinkubasi selama 24 jam
pada suhu 37º C

Analisis data dan penyusunan


laporan hasil 18
3.8 Cara Kerja
Pra Penelitian :
1. Persiapan alat dan bahan.
2. Pembuatan ekstrak sorgum.
3. Uji Fitokimia
4. Pembuatan Media
5. Persiapan Inokulum dan Kontrol
6. Uji Mikrobiologi

19
3.9 Analisis Data

Identifikasi Data

Data yang diteliti memiliki skala data berupa skala rasio untuk
variabel bebas (konsentrasi ekstrak etanol 70% sorgum, kontrol
negatif dan kontrol negatif) dan ordinal untuk variabel terikat
(Diamater daya hambat dari Escherichia coli).

Jenis Pengolahan Data

Analisis data yang digunakan adalah uji statistik one way


anova. Sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan
menggunakan uji shapiro-wilk untuk mengetahui distribusi data.
Apabila data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen maka
dilakukan alternatif analisis lainnya menggunakan uji kruskal-
wallis. Analisis data menggunakan program statistik/spss.

20
3.10 Jadwal Kegiatan Penelitian

No Uraian/Kegiatan Waktu Pelaksanaan (bulan)

Mei Juni Juli August Sept Okt Nov

1. Seminar Proposal

2. Pengumpulan

bahan

3. Penelitian

4. Pengolahan dan

analisis data

5. Seminar hasil

6. Skripsi 21
Rancangan Anggaran

No Uraian Volume Biaya Satuan Total Biaya

1. Kertas 3 Rp. 50.000 Rp. 150.000

2. Tinta 3 Rp. 50.000 Rp. 150.000

3. Penelitian - Rp. 2.000.000 Rp.2.500.000

4. Transportasi - Rp. 200.000 Rp. 200.000

Total Rp. 3.000.000

22
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
4.1.1 Hasil Ekstrasi Sorgum
Didapatkan serbuk simplisia sebanyak 1500
gram. Simplisia tersebut lalu direndam
menggunakan etanol 70% sebanyak 15000
ml selama 3 hari. Setelah 3 hari, dilakukan
evaporasi terhadap maserat menggunakan
rotary evaporator dengan suhu 45 ˚C selama
26 jam. Hasil evaporasi diperoleh berat
ekstrak kental sebanyak 56 gram.

23
4.1.2 Hasil Uji Bebas Etanol dan Uji Fitokimia Ekstrak Sorgum
4.1.2.1 Hasil Uji Bebas Etanol

Uji bebas etanol dilakukan dengan cara mencium aroma ester setelah
ekstrak ditambahkan asam sulfat pekat dan asam asetat glasial, serta
melihat apakah terdapat perubahan warna setelah ekstrak ditetesi asam
sulfat dan kalium dikromat.

Aroma Ester Perubahan Warna Gambar

Hasil Uji Tidak tercium aroma Tidak terjadi

Bebas ester perubahan warna

Etanol

24
4.1.2.2 Hasil Uji Fitokimia

1. Flavonoid :
Ekstrak etanol 70% sorgum + Serbuk Mg + HCL Pekat.
Hasil (+) Sampel Uji berwarna kecoklatan

25
2. Tanin :
Ekstrak etanol 70% sorgum + FeCl3 1%
Hasil (+) Perubahan warna menjadi hijau kehitaman

26
3. Saponin :
Ekstrak etanol 70% sorgum + air + HCL 1 N
Hasil (+) Terbentuk buih yang menetap

27
4. Alkaloid
Ekstrak etanol 70% sorgum + reagen wagner.
Hasil (+) Terbentuk endapan berwarna coklat

28
4.1.3.Hasil Uji Konfirmasi Bakteri
Hasil pewarnaan gram memperlihatkan bakteri uji berwarna
kemerahan dengan morfologi batang pendek. Hasil pewarnaan
gram ini menunjukkan bahwa bakteri uji adalah positif
Escherichia coli.

30
4.1.4 Pengenceran Ekstrak Etanol 70% Sorgum

Konsentrasi ekstrak etanol sorgum yang digunakan adalah 100%,


75%, 50%, 25%. 10%, 5%, dan 1%, kontrol positif menggunakan
cefixime, kontrol negatif menggunakan aquades steril.
Pengenceran konsentrasi diperoleh menggunakan rumus V1 × K1
= V2 × K2.
No. Konsentrasi Volume Ekstrak Volume Aquades
Etanol 70% Sorgum Steril
1. 100% 1,00 ml Ekstrak 100% -
2. 75% 0,75 ml Ekstrak 100% 0,25 ml Aquades
3. 50% 0,50 ml Ekstrak 100% 0,50 ml Aquades
4. 25% 0,25 ml Ekstrak 100% 0,75 ml Aquades
5. 10% 0,10 ml Ekstrak 100% 0,90 ml Aquades
6. 5% 0,5 ml Ekstrak 100% 0,95 ml Aquades
7. 1% 0,1 ml Ekstrak 100% 0,99 ml Aquades 31
4.1.5 Hasil Uji Antibakteri
4.1.5.1 Hasil Pengamatan Uji Konsentrasi Hambat Minimum

Konsentrasi Hambat Minimum

Pengulangan K(+) 100% 75% 50% 25% 10% 5% 1% K(-)

I - - - - - - - - +

II - - - - - - - - +

III - - - - - - - - +

32
4.1.5.2 Hasil Pengamatan Uji Diameter Daya Hambat (DDH)

Zona hambat yang


Zona hambat yang terbentuk pada media
perbentuk pada dengan ekstrak etanol
media dengan 70% biji sorgum dengan
kontrol (+) konsentrasi 100%

Tidak terbentuk zona


hambat pada media
dengan kontrol (-)
33
Diameter Zona Hambat (mm)

Pengulangan K(+) 100% 75% 50% 25% 10 % 5% 1% K(-)

I 45,80 16,70 18,45 18,80 13,80 9,40 12,35 9,05 0

II 43,70 22,80 19,00 16,85 13,45 9,90 8,20 9,52 0

III 45,60 21,60 19,60 16,52 14,00 12,45 9,87 9,54 0

Rata-rata 45,03 20,30 19,01 17,39 13,75 10,58 10,14 9,37 0

Potensi Sangat Sangat Kuat Kuat Sedang Sedang Sedang Sedang Tidak

Kuat Kuat Berpotensi

34
4.1.6 Ananalisis Data

Hasil uji kruskal-wallis diperoleh nilai signifikansi p


sebesar 0,004. Oleh karena nilai p < 0,05 maka
dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan
besar zona hambat antara dua kelompok.
Oleh karena p < 0,05 maka perlu dilanjutkan dengan
analisis post hoc dengan uji mann-whitney untuk
mengetahui kelompok mana yang memiliki
perbedaan zona hambat. Jika p < 0,05 maka dapat
disimpulkan kelompok uji tersebut memiliki
perbedaan namun jika p > 0,05 maka dapat
disimpulkan kelompok tidak memiliki perbedaan.

35
Uji Post hoc dengan uji mann-whitney
100% 75% 50% 25% 10% 5% 1%

Kontrol (+) 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050

100% 0,275 0,275 0,050 0,050 0,050 0,050

75% 0,513 0,275 0,050 0,050 0,050 0,050

50% 0,275 0,127 0,050 0,050 0,050 0,050

25% 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050 0,050

10% 0,050 0,050 0,050 0,050 0,513 0,275

5% 0,050 0,050 0,050 0,050 0,513 0,513

1% 0,050 0,050 0,050 0,050 0,513 0.513

36
BAB 5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain :
1. Ekstrak etanol 70% biji sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) memiliki
aktivitas antibakteri erhadap Escherichia coli.
2. Konsentrasi Hambat Minimum pada ekstrak etanol 70% biji sorgum
(Sorghum bicolor L. Moench) terdapat pada konsentrasi 1%.
3. Ekstrak etanol 70%biji sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) pada
konsentrasi 100% terbentuk DDH dengan rata-rata diameter 20,30 mm,
konsentrasi 75% terbentuk DDH dengan rata-rata diameter 19,01 mm,
konsentrasi 50% terbentuk DDH dengan rata-rata diameter 17,39 mm,
konsentrasi 25% terbentuk DDH dengan rata-rata diameter 13,75 mm,
konsentrasi 10% terbentuk DDH dengan rata-rata diameter 10,58 mm,
konsentrasi 5% terbentuk DDH dengan rata-rata diameter 10,14 mm,
dan pada konsentrasi 1% terbentuk DDH dengan rata-rata diameter 9,37
mm.

37
5.2 Saran
1. Perlu dilakukan analisis fitokimia secara
kuantitatif untuk mengetahui jumlah
senyawa bahan aktif yang terkandung dalam
ekstrak etanol biji sorgum.
2. Perlu penelitian lebih lanjut untuk
mengetahui efek samping dari pemberian
antibakteri ini sebagai terapi pengobatan.

38
TERIMA KASIH

39
Daftar Pustaka
1. Darsana, I.G.O., Besung, I.N.K. & Hapsari, M. (2012). Potensi daun binahong (Anredera
cordifolia (Tenore) steenis) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli
secara in vitro. Jurnal Indonesia Medicus Veterinus, 1:337-351.
2. Ganiswarna, S.G. 1995. Farmakologi dan Terapi. Penerbit EGC Kedokteran. Jakarta.
3. Rohdiana, Arief, Budiman Arista. 2013.Aktivitas Penghambatan Pertumbuhan Bakteri
Escherichia Coli oleh Berbagai Jenis Teh dan Seduhannya.Bandung.Jurnal Penelitian Teh dan
Kina, Vol. 16 No. 1, 2013: 37-44
4. Zakki, Ghulam Izza .Pengetahuan dan Perilaku Preventif terhadap Bakteri E–coli pada
Masyarakat Kecamatan Gondomanan di Kota Yogyakarta. [Skripsi]. Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Semarang: 2015. Hal 1,3
5. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Buku Pedoman Pengendalian Penyakit
Diare. Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan. Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta
6. Annonim. Escherichia coli (E.coli) Infection [Internet]. Lousiana Office of Public Health-
Infectious Disease Epidemiology Section; 2016. Diambil dari:
www.infectiousdisease.dhh.louisiana.gov
7. Ganiswarna, S.G. 1995. Farmakologi dan Terapi. Penerbit EGC Kedokteran. Jakarta.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011
tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. 2011.
9. Monica W., Mahatmi H, Besung. K. Pola Resistensi Salmonella Typhi Yang Diisolasi Dari Ikan
Serigala (Hoplias malabaricus) Terhadap Antibiotik. Ilmu dan Kesehat Hewan. 2013;1(2):64–
9.
10. Syahrurachman, Agus,.et. al. 1994. Mikrobiologi Kedokteran Edisi Revisi. Binarupa Aksara.
Jakarta. Hal:163-165.
40
11. Gana, A.K. 2008. Effect of organic and inorganic fertilizers on sugarcane production. African
Journal of General Agriculture. Vol.4, No.1,March 31, 2008
12. L. Febrina dkk.2017. Uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan antioksidan dari
ekstrak air tumbuhan binara (Artemisia vulgaris L.). Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 9, No. 2,
Agustus 2017 p.311-317
13. Annonim. Escherichia coli (E.coli) Infection [Internet]. Lousiana Office of Public Health-
Infectious Disease Epidemiology Section; 2016. Diambil dari:
www.infectiousdisease.dhh.louisiana.gov
14. Awika, J.M. and L.W. Rooney. 2004. Review: Sorghum phytochemical and their potential
impact on human health. J. Phytochem. 65: 1199-1221
15. Annonim. Escherichia coli (E.coli) Infection [Internet]. Lousiana Office of Public Health-
Infectious Disease Epidemiology Section; 2016. Diambil dari:
www.infectiousdisease.dhh.louisiana.gov
16. Hill S. Virulence Factors in Fecal Escherichia coli from Humans and Animals.
[Guelph,Ontario,Canada]: The University of Guelph; 2013.
17. Syahrurachman A, Chatim A, W.K. AS, Karuniawati A, Santoso AUS, Bela BMFHB, et al. Buku
Ajar Mikrobiologi Kedokteran Edisi Revisi. Staf Pengajar Bagian Mikrobiologi FKUI, editor.
Tanggerang: Binarupa Aksara Publisher:2010
18. Geo F. Brooks M, Janet S. Butel P, Stephen A. Morse P. Jawetz, Melnick, &Adelberg
Mikrobiolgi Kedokteran. 23 ed. Elferia RN, Ramadhani D, Karolina S, Indriayani F, editor.
Jakarta: EGC; 2008.
19. Jawetz E., J. L. Melnick, E. A. Adelberg, G. F. Brooks, J. S. Butel, L. N. Ornston, 1995,
Mikrobiologi Kedokteran, ed. 20, University of California, San Francisco.
20. Hill S. Virulence Factors in Fecal Escherichia coli from Humans and Animals.
[Guelph,Ontario,Canada]: The University of Guelph; 2013.
21. Welch RA. The Genus Escherichia. Prokaryotes. 2006;6:60–71.
22. Kusuma, Sri Agung Fitri. Escherichia coli. 2010. [Makalah] Universitas Padjadjaran Fakultas
Farmasi:2010 hal 1-3
23. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011 41
tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. 2011.
24. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.
2013. Sorgum Inovasi Teknologi dan Pengembangan. Jakarta: IAARD
Press
25. Ariyono,Deasya Kumalawati. 2015. [Skripsi] Kandungan Proksimat, Tanin,
dan Asam Amino Biji Sorgum (Sorghum bicolor(L.) Moench) Yang
Mendapat Cekaman Kromium (Proximate Contents, Tannin, and Amino
Acid in Sorghum (Sorghum bicolor(L.) Moench) under Chromium Stress).
Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.Hal 1-2
26. Kurniadi, Andriani, Faturohman, dan Damayanti.2013. Karakteristik
Fisikokimia Tepung Biji Sorghum (Sorghum bicolor L.) Terfermentasi
Bakteri Asam Laktat Lactobacilllus acidophilus. Yogyakarta. AGRITECH,
Vol. 33, No. 3, Agustus 2013.
27. Etuk, E. B., Ifeduba, A.V., Okata, U.E., Chiaka, I., Okoli, Ifeanyi, C., Okeudo,
N.J., Esonu, B.O., Udedibie, A.B.I. dan Moreki, J.C. (2012). Nutrient
composition and feeding value of sorghum for livestock and poultry: a
review. Journal of Animal Science Advances 2: 510 – 524.
28. Rahman, I.E.A. dan Osman, M.A.W. (2011). Effect of sorghum type
(Sorghum bicolor) and traditional fermentation on tannins and phytic
acid contents and trypsin inhibitor activity. Journal of Food, Agriculture
and Environment 9: 163 – 16
29. Schons, P.F., Battestin, V. dan Macedo, G.A. (2012). Fermentation and
enzyme treatments for sorghum. Brazilian Journal of Microbiology 43(1):
89 – 97.
42
LAMPIRAN

43
44
45
46
47