Anda di halaman 1dari 15

Nama Kelompok :

1. Mas’udatur Rizqiyyah (201812016)


2. Lisa Setiya Ningrum (201812031)
3. Ahmad Abid Maulana
(201812028)
4. Naila Rifqi Farhani (201812036)
5. Teddy Nor Alamsyah (201812039)
6. Renita Rafaela Rosa (201812055)
PENGERTIAN PENALARAN
Penalaran mempunyai beberapa pengertian, yaitu:
1. Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan
yang paling berhubungan sampai simpulan
2. Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan
suatu simpulan
3. Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan
suatu simpulan atau pengertian
4. Dalam karangan terdiri dua variabel atau lebih, penalaran
dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis
dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji sampai
menghasilkan suatu derajat hubungan suatu simpulan
5. Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu
simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru
Jenis - Jenis Penalaran
Ada dua yaitu :
1. Penalaran Deduktif.
2. Penalaran Induktif
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah suatu tahap pemikiran dan
pembelajaran manusia untuk menghubungkan antara data
dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat
kesimpulan yang dapat diambil.

 Ciri-ciri penalaran deduktif :


 Letak kalimat utama diawal paragraf
 Diawali pernyataan umum disusul dengan penjelasan khusus
 Diakhiri dengan penjelasan
 Contoh :
Devano penasaran dengan sebuah pernyataan yang tertulis
pada sebuah modul mata kuliah pembelajaran Bahasa
Indonesia. Di dalam modul itu dinyatakan bahwa ketrampilan
berbicara diperoleh lebih dulu daripada ketrampilan menulis.
Untuk membuktikan pernytaan itu, ia mengamati perilaku
berbahasa anak-anak. Ia pun melakukan wawancara informal
kepada ibu-ibu yang mempunyai anak kecil. Dari penelitian
kecil yang dilakukannya, ia menyimpulkan bahwa ketrampilan
anak dalam berbicara ternyata dikuasai lebih dulu daripaad
menulis.
Macam – Macam Penalaran
Deduktif
A. Silogisme
Silogisme adalah proses penalaran yang
menghubungkan 2 pernyataan yang berlainan untuk
mendapatkan kesimpulan yang merupakan pernyataan
ketiga.Bentuk silogisme dari 2 premis dan kesimpulan :
 Premis umum : Berupa pernyataan yang menyatakan sebuah
kelompok atau kumpulan tertentu yang memiliki ciri atau sifat
tertentu.
 Premis khusus : Berupa pernyataan yang menyatakan salah
satu anggota dari dari suatu kelompok tersebut
 Kesimpulan : Kesimpulan yang menyatakan bahwa salah satu
anggota kelompok memiliki ciri atau sifat pada kelompok
tersebut.
Macam – Macam penalaran
Silogisme
1) Silogisme Kategorial yaitu Silogisme yang terjadi dari
tiga proposisi.
2) Silogisme Hipotesis yaitu Silogisme yang terdiri atas
premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
3) Silogisme Alternatif yaitu Silogisme yang terdiri atas
premis mayor berupa proposisi alternatif.
4) Entimen yaitu Silogisme ini jarang ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan.
Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Penalaran Induktif
Penalaran Induktif, paragraf yang diawali dengan menjelaskan
masalah-masalah khusus (mengandung pembuktian dan
contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yan
berupa pernyataan umum.
Ciri-ciri Penalaran Induktif
 Letak kalimat utama ada diakhir paragraf
 Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan
diakhiri dengan pernyataan umum
 Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan
Contoh :
 Furqon adalah anak muda yang suka sekali membaca buku-buku
sejarah, terutama yang berkenaan dengan kisah orang-orang besar. Ia
telah membaca buku tentang Thomas A. Edison, Mahatma Gandhi,
H.O.S. Cokroaminoto, R.A. Kartini, Soekarna, dan B.J. Habibie. Semua
buku bercerita bahwa kebesaran yang mereka raih tidak tiba-tiba, tetapi
melalui ketekunan belajar, kerja keras, aktif bermasyarakat, dan
berbagai ujian hidup yang berat yang mereka hadapi dengan tabah.
Berdasarkan apa yang telah dibacanya, Furqon menyimpulkan bhawa
untuk menjadi orang besar dan sukses, seseorang harus rajin belajar,
bekerja keras, mau bermasyarakat, dan sabar menghadapi persoalan.
Pendeknya, kesuksesan hanya bisa diperoleh karena perjuangan yang
gigih dan ketabahan dalam menjalanninya.
Macam – Macam Penalaran
Induktif
a. Prediksi
Prediksi adalah Bentuk penalaran induktif yang menyimpulkan
sebuah klaim mengenai apa yang akan terjadi di masa depan,
berdasarkan observasi masa lalu atau saat ini.
b. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari
sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik
kesimpulan mengenai gejala yang bersangkutan.
Macam - Macam Generalisasi :
1. Generalisasi Tanpa Loncatan Induktif (Generalisasi
tidak sempurna)
2. Generalisasi dengan Loncatan Induktif (Generalisasi
sempurna)
c. Hubungan Kausal (Sebab-akibat)
Sebab-akibat adalah Bentuk penalaran induktif dimana
kesimpulan mengenai suatu akibat dari suatu keadaan dibuat
berdasarkan sebab yang diketahui (atau sebaliknya).

d. Analogi
Analogi adalah Bentuk penalaran induktif dimana kesimpulan
mengenai sesuatu (kejadian, orang, objek) karena
kemiripannya dengan benda-benda lain
Macam – Macam Analogi :
1. Analogi Deklaratif
2. Analogi Argumentatif
TERIMAKSIH