Anda di halaman 1dari 16

DEFINISI LARUTAN

Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau


lebih zat kimia yang terlarut. Misal: zat terlarut terdispersi
secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau juga campuran
pelarut yang saling bercampur. Karena molekul-molekul dalam
larutan terdispersi secara merata, maka penggunaan larutan
sebagai bentuk sediaan, umumnya memberikan jaminan
keseragaman dosis dan memiliki ketelitian yang baik jika larutan
diencerkan atau dicampur.
Bila zat A dilarutkan dalam air atau pelarut lain akan terjadi tipe
larutan sebagai berikut :

1. Larutan encer, yaitu larutan yang mengandung sejumlah kecil


zat A yang terlarut.
2. Larutan, yaitu larutan yang mengandung sejumlah besar zat A
yang terlarut.
3. Larutan jenuh, yaitu larutan yang mengandung jumlah maksimum
zat A yang dapat larut dalam air pada tekanan dan temperatur
tertentu.
4. Larutan lewat jenuh, yaitu larutan yang mengandung jumlah zat
A yang terlarut melebihi batas kelarutannya di dalam air pada
temperatur tertentu.
LARUTAN ORAL

Yaitu sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral,


mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa
bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut
dalam air atau campuran kosolven-air.
MACAM-MACAM SEDIAAN CAIR ORAL :

1. Potiones (obat minum)


2. Eliksir
3. Sirup
4. Netralisasi, Saturatio dan Potio Effervescent
5. Guttae ( drop)
1. POTIONES (OBAT MINUM)

Potiones atau obat minum adalah larutan yang


dimaksudkan untuk pemakaian dalam ( per oral ), dibuat
sedemikian rupa hingga dapat digunakan sebagai dosis
tunggal dalam volume yang besar, umumnya 50ml. Selain
berbentuk larutan, potio dapat juga berbentuk emulsi atau
suspensi.
2. ELIKSIR

Eliksir adalah larutan oral yang mengandung etanol


90% yang berfungsi sebagai kosolven (pelarut) dan untuk
mempertinggi kelarutan obat. Kadar etanol berkisar antara
3% dan 4%, dan biasanya eliksir mengandung etanol 5-
10%. Untuk mengurangi kadar etanol yang dibutuhkan
untuk pelarut, dapat ditambahkan kosolven lain seperti
gliserin, sorbitol, dan propilen glikol.
3. SIRUP

Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain
yang berkadar tinggi (sirup simpleks adalah sirup yang hampir jenuh
dengan sukrosa). Kadar sukrosa dalam sirup adalah 64-66%, kecuali
dinyatakan lain.
Ada 3 macam sirup yaitu :

1. Sirup simplex mengandung 65 % gula dalam larutan nipa gin 0,25 %


b/v

2. Sirup obat mengandung satu atau lebih jenis obat dengan atau tanpa

zat tambahan digunakan untuk pengobatan

3. Sirup pewangi tidak mengandung obat tetapi mengandung zat pewangi


atau penyedap lain. Penambahan sirup ini bertujuan untuk menutup
rasa atau bau obat yang tidak enak.
4. NETRALISASI, SATURATIO DAN POTIO
EFFERVESCENT
• Netralisasi
Netralisasi adalah obat minum yang dibuat dengan
mencampurkan bagian asam dan bagian basa sampai reaksi
selesai dan larutan bersifat netral Contoh : Solutio
Citratis Magnesici, Amygdalas Ammonicus Pembuatan :
Seluruh bagian asam direaksikan dengan bagian basanya
bila perlu reaksi dipercepat dengan pemanasan.
• Saturatio
Saturatio adalah obat minum yang dibuat dengan
mereaksikan asam dengan basa tetapi gas yang terjadi
ditahan dalam wadah sehingga larutan jenuh dengan gas.
• Potio Effervescent
Potio Effervescent adalah saturatio yang CO2 nya
lewat jenuh.
5. GUTTAE (DROP)

Guttae atau obat tetes adalah sediaan cair berupa


larutan, emulsi atau suspensi, apabila tidak dinyatakan lain
dimaksudkan untuk obat dalam. Digunakan dengan cara
meneteskan larutan tersebut dengan menggunakan penetes
yang menghasilkan tetesan yang setara dengan tetesan
yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan oleh
Farmakope Indonesia (47,5-52,5 mg air suling pada suhu
27oC). Biasanya obat diteteskan ke dalam makanan atau
minuman atau dapat diteteskan langsung kedalam mulut.
KEUNTUNGAN SEDIAAN LARUTAN ORAL :
1. Merupakan campuran homogen
2. Dosis dapat mudah diubah-ubah dalam pembuatan.
3. Dapat diberikan dalam larutam encer kapsul atau tablet
lambung, sedangkan bila dalam bentuk kapsul atau
tablet sulit diencerkan.
4. Kerja awal obat lebih cepat karena obat cepat
diabsorpsi
5. Mudah diberi pemanis, bau-bauan dan warna, dan hal
ini cocok untuk pemberian obat pada anak-anak.
6. Untuk pemakaian luar, bentuk larutan mudah digunakan.
KERUGIAN SEDIAAN LARUTAN ORAL :

1. Volume bentuk larutan lebih besar.


2. Ada obat yang tidak stabil dalam larutan.
3. Ada obat yang sukar ditutupi rasa dan baunya dalam
larutan.
CONTOH SEDIAAN LARUTAN ORAL
1. Potio
OBH (Obat Batuk Hitam)
Khasiat : mengobati batuk, yang terkait dengan pilek
influenza
2. Elixir
Tusselix
Khasiat: Untuk membantu mengatasi batuk, pilek, dan sesak
nafas
3. Sirup
Vosedon
Khasiat : Untuk mengatasi mual dan juga muntah akibat
kemoterapi dan radio terapi.
4. Guttae Oral Drop
Zinc Oral Drops
Khasiat : Untuk terapi pelengkap diare pada anak , digunakan
bersama dengan cairan rehidrasi oral (Oral rehydration
salts).

Anda mungkin juga menyukai