Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN KASUS

BAYI BERAT LAHIR RENDAH


Wukrifah Dewi Hanapi, S.Ked
I Gede Anugrah Adiatmika, S.Ked

Pembimbing:
dr. Yeni Haryani, M.Kes, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN-SMF ILMU PENYAKIT ANAK
RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO
2017
IDENTITAS PASIEN

 Nama : By. N
 Tanggal Lahir : 25 Oktober 2017
 Umur : 0 Hari
 Jenis kelamin : Laki-Laki

 Agama : Islam
 Alamat : Kelurahan Bende, Kecamatan Wua-
Wua
 No. RM : 513969
 Tanggal masuk : 25 Oktober 2017
ANAMNESIS
 Keluhan Utama: Berat badan rendah
 Anamnesis Terpimpin: Bayi baru lahir tidak langsung menangis, dilakukan
resusitasi bayi merintih.Apgar Scor 4/5 dengan keadaan biru pada daerah kedua
telapak tangan dan kaki disertai sesak dan berat lahir rendah.Ibu Pasien rujukan
Puskesmas Mekar dengan susp Pertumbuhan Janin Terhambat + oligohidramnion
+ post sectio caesaria di kehamilan sebelumnya dengan indikasi solusio
plasenta.Pada pukul 10.30 WITA bayi lahir melalui operasi secsio cesaria (sc)
dengan diagnosis Pertumbuhan Janin Terhambat + Oligohidramnion, lahir tidak
langsung menangis, dan segera dilakukan resusitasi bayi merintih.

 Riwayat kehamilan ibu : G2 P2 A0, usia kehamilan saat ini 37 minggu.


 Riwayat persalinan: ada, 5 tahun yang lalu melahirkan anak pertama, cukup
bulan, lahir melalui operasi secsio cesaria (sc) dengan diagnosis plasenta previa,
sesuai masa kehamilan, menangis spontan dan kemerahan.
 Riwayat keguguran: Tidak Pernah.
 Riwayat penyakit fisik/mental : tidak ada.
PEMERIKSAAN FISIK

BBL : 1850 gram


PBL : 42 cm
Nadi : 132 kali/menit
Pernapasan : 65 kali/ menit
Suhu : 35,90 C
Keadaan Umum : Sakit Berat
Pucat : (-)
Sianosis : (+)
Ikterus : (-)
Turgor : baik
Tonus : baik
Busung/edema : (-)
Lingkar lengan atas : 8,5 cm
Lingkar kepala : 31,5 cm
Lingkar dada : 28 cm
Lingkar perut : 25 cm
STATUS GENERALISATA
KULIT
• sianosis (+), turgor kulit baik, kering (-), skar
BCG (-)
KEPALA
• Normocephal, simetris ki=ka

RAMBUT
• Berwarna hitam, lurus, tidak mudah tercabut.

UBUN-UBUN
• Terbuka, datar (+)
STATUS GENERALISATA
MATA
• konjungtiva hiperemis (+/+), cekung (-), sklera
ikterik (-)pupil isokor (+/+), refleks cahaya (+)
HIDUNG
• Rinorrhea (+), napas cupng hidung (-)

TELINGA
• Sekret (-), Otorrhea (-)

BIBIR, LIDAH, MULUT


• Bibir sianosis (+), pucat (-), oral thrush(-), tonsil : sulit di
nilai.
STATUS
GENERALISATA
• Pembesaran KGB (-)
LEHER • Kaku Kuduk (-)

• Inspeksi : pergerakan simetris kiri dan kanan, retraksi


intercosta (+)
• Palpasi : Nyeri tekan (-), massa tumor (-)
THORAKS • Perkusi : Sonor (+)
• Auskultasi : Bronkovesikuler (+/+), wheezing -/-,
ronkhi -/-
• Inspeksi : IC tidak terlihat
• Palpasi : IC tidak teraba
• Perkusi : Pekak (+), batas jantung kiri ICS V linea
JANTUNG midclavicula sinistra, batas jantung kanan ICS IV Linea
parasternal dextra
• Auskultasi : BJ I/II murni reguler, murmur (-), S3 gallop
(-)
STATUS GENERALISATA
• Inspeksi : Cembung, ikut gerak napas.
• Auskultasi : Peristaltik (+) kesan normal
ABDOMEN • Perkusi : Timpani,
• Palpasi : Nyeri tekan epigastrium (-), massa
tumor (-). Hepar dan lien tidak teraba.

• Kelenjar limfe : Pembesaran kelenjar limfe leher


(-)
PEMERIKSAAN • Alat kelamin : Tidak Ada Kelainan
LAINNYA • Alat gerak : Tidak ada kelainan
• Tasbeh : (-)
• Col. Vertebralis : Spondilitis (-), Skoliosis (-)
STATUS GENERALISATA

• Ekstremitas atas: sianosis


EXT. ATAS pada jari-jari tangan (+)

EXT. • Ekstremitas bawah :


sianosis pada jari-jari kaki
BAWAH (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Anjuran Pemeriksaan :
 Darah rutin
 Gula darah sewaktu
 Foto Thoraks
RESUME
 Bayi baru lahir tidak langsung menangis, dilakukan resusitasi bayi merintih.Apgar Scor
4/5 dengan keadaan biru pada daerah kedua telapak tangan dan kaki disertai sesak dan
berat lahir rendah.Ibu Pasien rujukan Puskesmas Mekar dengan susp Pertumbuhan Janin
Terhambat + oligohidramnion + post sectio caesaria di kehamilan sebelumnya dengan
indikasi solusio plasenta.Pada pukul 10.30 WITA bayi lahir melalui operasi secsio cesaria
(sc) dengan diagnosis Pertumbuhan JaninTerhambat + Oligohidramnion, lahir tidak
langsung menangis, dan segera dilakukan resusitasi bayi merintih.

 Riwayat kehamilan ibu : G2 P2 A0, usia kehamilan saat ini 37 minggu.


 Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan Umum bayi lemas/sadar, Berat Bayi Lahir
Rendah, dengan BBL : 1850 gram, PBL 42 cm, nadi 132 kali/menit, pernapasan 65kali/
menit dan suhu 35,90 C. Pernapasan didapatkan Retraksi Intercosta (+)
DIAGNOSIS

BBLR+ RDN
RENCANA TERAPI

Non
medikamentosa:
Rawat NICU
Rawat inkubator suhu O2 ½ L/Menit
340C IVFD D10% 80 Inj ampicilin 2x90mg/iv
InjVit.K Inj ampicilin 2x90mg/iv
Pemasangan Oxymeter cc/KgBB/hari (8 tpm) Inj Gentamicin 1x8mg/iv
Inj Gentamicin 1x8mg/iv
Pasang Kateter umbilicus
No.5 panjang 100 cm
Pasang OGT No.5
panjang 40 cm
KASUS PEMBAHASAN
Bayi usia 0 hari lahir BBLR jika bayi yang dilahirkan dengan berat lahir <2500 gram tanpa
dengan BBL 1850 gram memandang usia gestasi. Bayi ini termasuk dalam BBLR (Bayi Berat Lahir
Rendah) yakni 1850 gram. Faktor risiko terjadinya BBLR pada pasien ini ialah
pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion, kurangnya asupan nutrisi saat
hamil.

Respiratory Distress Menilai adanya gangguan napas dengan menggunakan skor Downe.
Syndrome
Kriteria 0 1 2
Pernapa
<60x/menit 60-80x/menit >80x/menit
san
Tidak ada Retraksi
Retraksi Retraksi berat
retraksi ringan
Sianosis hilang
Sianosis menetap
Tidak ada dengan
Sianosis walaupun
sianosis pemberian
diberikan oksigen
oksigen
Penurunan
Air Udara masuk Tidak ada udara
ringan udara
Entry bilateral baik masuk
masuk
Dapat
didengar Dapat didengar
Merintih Tidak merintih
dengan tanpa alat bantu
stetoskop

KASUS PEMBAHASAN
RDN Pasien mengalami Respiratory Distress Neonatorum yang ditandai dengan score
Downe 5 (gangguan pernapasan sedang) yaitu terdapat takipneu dengan
pernapasan 60-80x/menit , terdapat retraksi intercostal ringan dan sianosis
hilang dengan pemberian oksigen dan merintih dapat didengar tanpa alat bantu
ketika lahir.
KASUS TEORI
pasang Kateter umbilicus Pemberian cairan 80 mg/KgBB/hari, kemudian tambah 20 mg/KgBB/Hari
No.5 panjang 100 cm, besoknya sampai maksimal 160 mg/KgBB/hari.
pemberian IVFD D10%
80 cc/KgBB/hari (4 tpm)
pasang OGT No.5 Pemberian makanan setiap bayi BBLR harus secara sendiri-sendiri. Penting
panjang 100 cm untuk menghindari kelelahan dan aspirasi makanan karena regurgitasi atau
karena proses pemberian makanan. Pemberian makanan oral (melalui puting)
tidak boleh dimulai atau harus dihentikan pada bayi dengan kegawatan
pernapasan, hipoksia, insufisiensi sirkulasi, penyumbatan mulut, sepsis, depresi
system saraf pusat, imaturitas, atau tanda-tanda penyakit serius. Bayi-bayi ini
akan memerlukan pemberian makanan secara parenteral atau melalui sonde
untuk memasok kalori, cairan, dan elektrolit.
KASUS TEORI
Oksigen ½ L/menit Pemberian oksigen untuk mengurangi risiko hipoksia yang perlu dipantau
melalui SpO2.

Inj. Ampicillin 85 mg/12 Antibiotik diberikan sebelum kuman penyebab diketahui. Biasanya digunakan
jam/IV, Inj. gentamisin golongan penicilin seperti ampicillin ditambah aminoglikosida seperti
8,5 mg/24 jam/IV gentamicin.Terapi dilakukan selama 10-14 hari
Phenobarbital 20 Phenobarbital merupakan pilihan pertama buat neonatus jika kejang.
mg/KgBB/x yakni 30
mg/IV setiap kali kejang
TERIMA KASIH