Anda di halaman 1dari 6

KEGAGALAN PINJAMAN

SUBPRIME – ISU-ISU ETIKA

Oleh :
• Resa Sage A
• Ananda Raninaila
• Siti nurholisah
KEGAGALAN PINJAMAN SUBPRIME – ISU-ISU ETIKA

Krisis pinjaman subprime mulai dirasakan dengan sungguh-sungguh pada 2008 sebagai
jumlah penyitaan hipotek/KPR dan tindakan melarikan diri, serta kerugian besar
investor diikuti yang mengancam vitalitas keuangan, perusahaan perantara, investor,
dan banyak orang.
KECELAKAAN BERUNTUN KERETA
PEREKONOMIAN
Semua kekacauan ini karena institusi keuangan, dana pensiun, perusahaan, dan
investor swasta yang dibeli mortgage-backed securities. Penurunan nilai investasi
tersebut dan ketidakmampuan memperkirakan nilai secara akurat atau modal yang
tersedia untuk melakukan bisnis, memberikan pinjaman, atau untuk menyelesaikan
komitmen.
Perusahaan nonfinancial juga telah terpengaruh karena pinjaman menjadi sangat
sulit sebagai akibat dari taktik likuiditas dari sumber-sumber keuangan yang normal,
dan kurangnya keinginan orang lain untuk meminjamkan dananya
DAMPAKNYA
likuiditas sangat buruk, banyak yang kehilangan rumahnya, atau telah melihat
rumah mereka yang merupakan aset utama, penurunan nilai ketika mereka
membutuhkannya untuk tetap tinggi untuk mendukung pensiun mereka, gaya hidup,
atau pinjaman lain
Pengusaha, bisnis, pembeli mobil, dan lain-lain yang membutuhkan kredit tidak
mampu mengamankan pembiayaan sehingga aktivitas bisnis menurun dengan efek
yang tak terelakkan mengurangi kerja
BAGAIMANA KRISIS PINJAMAN
SUBPRIME BISA TERJADI
Pemotongan suku bunga di awal dekade, bersama dengan kurangnya
regulasi pada hipotek-akhirnya mortgage diperkirakan total 33% dari
hipotek AS pasar total- memicu gelembung perumahan dan kredit
ISU – ISU ETIKA – KEGAGALAN
PINJAMAN SUBPRIME
Keserakahan, kebodohan, ketidakjujuran, benturan kepentingan,
ketidaktransparanan, kurangnya keberanian moral, dan risiko manajemen
Kurangnya regulasi dan pengambilan keputusan yang baik
Apakah standart akuntansi mark-to-market dapat disalahgunakan?
Penanggung risiko paling utama