Anda di halaman 1dari 11

ANATOMI TUMBUHAN |BIJI AMELIA MAWEIKERE

PENGERTIAN BIJI
Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya
mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan
terjadi setelah terjadi penyerbukan atau persarian yang diikuti oleh
pembuahan.
Biji (bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan
berbunga yang telah masak. Dari sudut pandang evolusi, biji
merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga
dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk
pertumbuhan.
BAGIAN-BAGIAN BIJI
a .KULIT BIJI (Spermodermis)

Kulit biji berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh sebab itu biasanya
kulit biji (dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan, yaitu :
1.Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang
keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang
di dalam. Lapisan luar ini dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang
berbeda-beda: merah, biru, perang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, mempunyai
permukaan keriput.
2.Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tipis seperti selaput, dinamakan juga kulit ari.
Ketiga lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-masing dinamakan :
* Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu masih muda
berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah.
* Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu, menyerupai
kulit dalam (endocarpium) pada buah batu.
* Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput, serigkali melekat erat pada
inti biji
b. Inti Biji (Nucleus Seminis)
Inti biji ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya, oleh sebab itu inti
biji juga dapat dinamakan isi biji.
a. Lembaga (embryo), yang merupakan calon individu baru,
b. Putih Lembaga (albumen), jaringan berisi cadangan makanan untuk masa
permulaan kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum dapat mencari makanan
sendiri.

c. .Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet
jantan dan betina pada suatu proses tumbuhan. Embrio merupakan sporofit muda,
pada beberapa tumbuhan embrionya mempunyai kloroplas dan berwarna hijau.
Embrio dikelilingi oleh kotiledon dan endosperma yang merupakan persediaan
makanan. Calon tumbuhan baru yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru terdiri
dari :
1. Radikula (akar lembaga atau calon akar)
2. Dikotil : berkembang menjadi akar tunggang
3. Monokotil : berkembang menjadi akar serabut
4. Cotyledon (daun lembaga) : Merupakan daun kecil yang terletak di bawah
daun pertama kecambah
5. Cauliculus (batang lembaga): Ruas batang di atas daun lembaga
(internodium epicotylum) dan ruas batang di bawah daun
lembaga (internodium hypocotylum)
STRUKTUR ANATOMI BIJI
Struktur anatomi biji, yaitu :
a.Kulit biji : terletak di bagian luar biji dan melapisi seluruh
bagian biji.
b.Hipokotil : bagian bawah aksis (pangkal) yang melekat pada
kotiledon.
c.Radikula : bagian terminal (ujung).
d.Epikotil : bagian atas pangkal.
e.Plumula : bagian ujung, yaitu pucuk dengan sepasang daun.
f.Kotiledon : bagian cadangan makanan
PERBEDAAN BIJI DIKOTIL DAN MONOKOTIL

1.Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
- Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang

2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun


- Monokotil : Melengkung atau sejajar
- Dikotil : Menyirip atau menjari

3. Kaliptrogen / tudung akar


- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
- Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar

4. Jumlah keping biji atau kotiledon


- Monokotil : satu buah keping biji saja
- Dikotil : Ada dua buah keping biji
5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium
- Dikotil : Ada kambium

6. Jumlah kelopak bunga


- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
- Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima

7. Pelindung akar dan batang lembaga


- Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga /
keleorhiza
- Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil

8. Pertumbuhan akar dan batang


- Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
- Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
PERKECAMBAHAN

Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio di dalam


biji menjadi tanaman baru. Biji akan berkecambah jika berada dalam
lingkungan yang sesuai. Perkecambahan biji bergantung pada
imbibisi. Imbibisi merupakan penyerapan air oleh biji. Air yang
berimbibisi menyebabkan biji mengembang, memecahkan kulit biji,
dan memicu perubahan metabolic pada embrio yang menyebabkan
biji tersebut melanjutkan pertumbuhannya. Munculnya plantula
(tumbuhan kecil) dari dalam biji merupakan hasil pertumbuhan dan
perkembangan embrio.
Fase perkecambahan diikuti pertumbuhan 3 jaringan
meristem primer, yaitu :

a.Protoderm : lapisan terluar yang akan membentuk


jaringan epidermis
b.Meristem dasar: akan berkembang menjadi jaringan
dasar yang mengisi lapisan korteks
pada akar diantara stele dan
epidermis
c.Prokambium : lapisan dalam yang akan berkembang
menjadi silinder pusat, yaitu floem dan
xylem
Bagian – bagian perkecambahan :

a.Radikula
Adalah bakal calon akar yang tumbuh selama masa
perkecambahan. Fungsinya untuk menyokong dan menyuplai bahan
– bahan makanan untuk di proses pada bagian tanaman lainnya.

b.Kotiledon
Adalah daun kecil yang terletak di bawah daun pertama
kecambah. Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan dan
asimilasi.

c.Cauliculus
Adalah bakal calon batang yang tumbuh selama masa
perkecambahan. Fungsinya sebagai bagian tanaman yang akan
mengalami perkembangan ke atas untuk membentuk batang.
Hipokotil : Batang yang terletak di bagian bawah kotiledon
Epikotil : Batang yang terletak di bagian atas kotiledon

d.Testa: Adalah bagian yang melindungi bagian dalam biji.


TERIMA KASIH