Anda di halaman 1dari 11

BUAH (FRUCTUS)

AMELIA MAWEIKERE

16 504 058
Pengertian buah

Buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga


yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal
buah (ovarium). Buah terbentuk setelah terjadi
peristiwa penyebukan. Jika penyerbukan berhasil ,
dimana serbuk sari berhasil mencapai bakal buah
maka akan terbentuk buah dan biji . Buah biasanya
membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan
bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi
utama buah, yakni: sebagai pemencar biji tumbuhan.
PERKEMBANGAN BUAH

Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah


(ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal
biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur.
Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali
oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk
sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari
melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan
isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi
sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik
menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara
sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur
yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang
bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga
ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan
protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami, yakni
persatuan inti sel keduanya.
Setelah itu, zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi
embrio (lembaga), bakal biji tumbuh menjadi biji, dan dinding
bakal buah, yang disebut perikarp, tumbuh menjadi
berdaging (pada buah batu atau drupa) atau membentuk
lapisan pelindung yang kering dan keras (pada buah geluk
atau nux). Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota
(petal), benangsari (stamen) dan putik (pistil) akan gugur atau
bisa jadi bertahan sebagian hingga buah menjadi.
Pembentukan buah ini terus berlangsung hingga biji menjadi
masak. Pada sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan
daging buahnya umumnya sebanding dengan jumlah bakal
biji yang terbuahi.
KLASIFIKASI/ PENGGOLONGAN BUAH

Berdasarkan susunan dan asal bagian-bagian yang


membentuk buah, maka buah (fructus) dapat
dibedakan sebagai berikut :
1. Buah Sungguh / buah sejati (telanjang)
2. Buah Semu (Fructus spurius) / Tertutup
Buah Sungguh / buah sejati (telanjang)

Buah sungguh (buah sejati), jika melulu terbentuk dari


bakal buah saja dan karena buah ini biasanya tidak
diselubungi oleh bagian-bagian lainnya, maka
dinamakan juga buah telanjang (fructus nudus). Buah
sejati ini juga dapat dibedakan lagi menjadi 3
penggolongan, yaitu sebagai berikut :
1. Buah Sejati Tunggal
2. Buah Sejati Ganda
3. Buah Sejati Majemuk
Buah Semu (Fructus spurius) / Tertutup
Jika selain bakal buah ikut pula bagian-bagian lain dari bunga
mengambil bagian dalam pembentukan buah. Bahkan akhirnya
dapat merupakan bagian yang utama dari buah tadi. Biasanya
buah ini diselubungi oleh sesuatu organ, oleh sebab itu sering juga
disebut buah tertutup (Fructus clausus). Seringkali bagian-bagian
bunga selain bakal buah ikut membantuk buah dan merupakan
bagian utama buah itu, hingga menghasilkan buah semu. Buah
semu dapat dibedakan dalam 3 macam, yaitu :
1. buah semu tunggal,
2. buah semu ganda
3. buah semu majemuk
STUKTUR ANATOMI BUAH

1. Perikarpium
Buah terbentuk setelah terjadi peristiwa pembuahan.
Dinding ovarium akan berkembang menjadi dinding
buah. Buah memiliki dinding yang terdiri dari dua lapis
atau tiga lapis. Dinding buah dinamakan perikarpium.
Buah yang memiliki dua lapis dinding bagian yang
terluar dinamakan eksokarpium dan di dalamnya
disebut endokarpium. Buah yang memiliki tiga lapis
dinding, bagian terluar disebut eksokarpium, bagian
tengah dinamakan mesokarpium, dan bagian
terdalam disebut endokarpium. Eksokarpium
biasanya terdiri dari satu lapis sel dengan susunan
rapat dan ada yang memiliki kutikula seperti
epidermis.
2. Mesokarpium
Mesokarpium terdiri dari beberapa lapis jaringan
parenkimatis yang di dalamnya dapat ditemukan
berkas pengangkut, idioblas minyak, amilum, lendir,
dan kristal kalium oksalat. Endokarpium biasanya terdiri
dari satu lapis sel yang berkembang dari epidermis
dalam daun buah. Eksokarpium dan endokarpium
buah yang masak terdiri dari satu lapis epidermis atau
beberapa lapis sel yang masing-masing dapat
dibedakan dengan jelas dengan mesokarpium.
Jaringan yang menyusun perikarpium saling berlekatan
sehingga tidak dapat dipisahkan satu persatu.
3. Eksokarpium
Eksokarpium beberapa tanaman memiliki stomata,
misalnya eksokarpium Cucurbita pepo. Eksokarpium
Lycopersicon esculentum dan Capsicum sp. tidak
ditemukan stomata. Perikarpium buah berdaging,
seperti Lycopersicon esculentum terdiri dari perikarpium
yang di dalamnya terdapat jaringan yang merupakan
perkembangan plasenta yang dilekati banyak biji,
eksokarpium terdiri dari satu lapis epidermis dan diikuti
oleh 3-4 lapis sel kolenkima. Sel epidermis berukuran
besar dan tidak memiliki stomata. Mesokarpium terdiri
dari jaringan yang terdiri dari sel-sel berdinding tipis dan
memiliki banyak ruang antarsel.