Anda di halaman 1dari 13

ASDA WHITE PAPER ON ETHICS AND PROFESSIONALISM

IN DENTAL EDUCATION
Group 4 :
- Fira Farida - Desandra Puspita Nugraha
- Andin Rahmania Putri - Nadine Khalissya
- Dewi Ghina Nisrina T - Rigita Ayu Dyah
- Cinta Nurindah Sari - Ismiratul Maulida
- Astien Amalia Hidayah - Kevin Aprillio Brianshah
- Florencia Natasya - Rivandy Holil
Latar Definisi Etik
Belakang
Konsep etik dalam Oxford American Dictionary:
• Menurut Aristoteles → mencakup aspek-
◦ Ketidakjujuran dalam lingkungan akademis dan aspek baik seperti keadilan dan ketulusan,
pelanggaran etik telah menyebar pada semua yang mengatur cara berperilaku yang
tingkat edukasi di USA  US News & World Report: menguntungkan bagi baik individu yang
84% murid berpendapat bahwa mereka butuh memilikinya dan masyarakat di sekitarnya
untuk berbuat curang untuk membuat kemajuan
• Menurut Immanuel Kant → menyatakan
bahwa manusia memiliki tanggung jawab
◦ Perilaku ketidakjujuran dan berbuat curang dimulai untuk taat kepada nilai-nilai moral, dan
dari usia muda. Menurut penelitian McCabe, bahwa manusia harus menghormati
perilaku ini dimulai dari sejak kelas 6, dengan 45% sesamanya
anak mengaku menyalin jawaban ujian murid lain
• Utilitarianisme → perilaku manusia harus
ditujukan untuk mencapai kebahagiaan
terbesar untuk jumlah individu yang paling
besar pula

Menurut Nash → nilai-nilai dasar moral untuk


kehidupan sosial dalam semua individu
Bagaimana dan Kenapa Siswa
Mencontek dan Pembenaran
Mereka Terhadap Tindakannya
mencontek
pekerjaan orang
Diactic Course
lain, memalsukan
kehadiran, dll.

Kecurangan
mengirimkan
memalsukan ttd
dosen pada chart
Pengerjaan di klinik pasien, melakukan
tindakan yang
tidak dibutuhkan
pasien, dll.
• Rasa setia kawan pada kawan
• Kurangnya tradisi yang menghargai nilai

Kenapa?
• Tidak menghargai didactic course
• Rasa sinis kepada institusi atau kampus
• Ekspektasi berlebih dari fakultas
• Stress yang berhubungan dengan banyaknya beban kerja
• Kemalasan dan rasa apatis siswa
Institute of Medicine (IOM) dan American Dental Education Association (ADEA)
merekomendasikan agar institusi/sekolah kedokteran gigi mengadopsi
comprehensive care clinic  siswa memperlakukan pasien mereka sebagai
manusia, dan bukan sebagai prosedur atau sarana untuk kelulusan.

Lembaga Akademik
dan Dewan Penguji
Ketidakjujuran

Tuntutan Pengadaan
Hidden
Requirement Sinisme Ujian Yang
Curriculum
s Belum Ideal
Mengapa Ketidak-Jujuran Berbahaya?

- Ketidakjujuran menular (dari 1 orang  orang lainnya)


- Ketikda sudah menjadi kebiasaan, tidak dapat lagi membedakan mana yang baik
dan benar
- Setelah lulus dari FKG, drg-drg muda tidak mendapat supervise dosen lagi 
memperbesar celah melakukan kecurangan
- Penelitian menyebutkan  semakin sering curang ketika di FKG, maka semakin
mungkin tidak menghargai pasien dan melakukan ketidak benaran pada pasien
Apa yang telah dan sedang dilakukan untuk mengatasi
masalah yang ada?

Metode yang saat ini digunakan untuk menyertakan etika dalam


pendidikan dokter gigi:
◦ Pemberian materi mengenai etik dengan kurikulum yang beragam
◦ Penggunaan honor codes
◦ Pembentukan komite etik
◦ Pengenalan terhadap model klinis dari perawatan yang komprehensif
◦ Penggunaan teknik wawancara yang berbeda untuk menghindari
penerimaan peserta pendidikan dokter gigi yang tidak etis
Praktik Terbaik Sebagai Mahasiswa Kedokteran
Gigi
ASDA merekomendasikan:
1. Mempertahankan standar integritas akademik yang tinggi
2. Menghindari kecurangan
3. Melaporkan aktivitas yang tidak etis dan pelanggaran honor code
4. Meminta tanggungjawab sekolah terhadap honor code agar selalu relevan dan
efektif
5. Sadar akan implikasi etik dari setiap situasi yang dihadapi
6. Secara berkala melihat perilaku diri sendiri berdasarkan prinsip praktik dan etika
7. Perawatan terhadap pasien harus diatur oleh kebutuhan pribadi pasien.
8. Ikut serta dalam kegiatan sekolah yang berkaitan dengan etik
9. Menerapkan dan menjunjung tinggi honor code dan mendorong mahasiswa lain
untuk melakukan hal yang sama
10. Ikut serta dan aktif dalam organisasi yang mempromosikan etik
11. Tidak melakukan hal-hal seperti meyontek, plagiarisme, dll.
12. Membuat honor code dan honor pledge kelas dengan partisipasi aktif dari seluruh
mahasiswa
13. Memastikan mahasiswa adalah partisipan yang representatif dan aktif dalam
lembaga etik sekolah
14. Mengembangkan kelompok diskusi etik yang terdiri atas mahasiswa dari berbadai
tingkatan pendidikan dokter gigi
Pre-dental student Dental School Faculty

ASDA merekomendasikan hal berikut ASDA merekomendasikan hal berikut sebagai praktik
sebagai praktik terbaik untuk mahasiswa terbaik untuk anggota fakultas KG:
FKG : 1. Menegakkan etik di sekolah, mengikuti pelajaran
dengan serius, mengikuti arahan
1. Mempertahankan nilai moral tertinggi
dan stadar etik 2. Menegakkan kehormatan diri dan mengajak
seluruh mahasiswa melakukan hal tersebut, dan
2. Membiasakan diri untuk hidup dengan mengulas secara regular apakah relevam atau
kode etik profesi kedokteran gigi tidak
3. Berpartisipasi dalam kegiatan upacara resmi
3. Menghindari ketidakjujuran akademis kampus, contoh:White coat ceremonies.
4. Melaporkan perbuatan yang tidak etis 4. Mempertahankan kerahasiaan informan
seperti kecurangan, terhadap pihak kejahatan etik, dan membentuk lingkungan yang
berwenang aman untuk hal tersebut.
5. Memastikan semua ujian diawasi dengan baik
6. Menanamkan etika terhadap seluruh lapisan
dalam pendidikan dokter gigi, termasuk implikasi
pilihan perawatan dan praktik.
Upaya yang perlu dilakukan administrator dental school

◦ Menjadikan etik sebagai salah satu aspek dari proses penerimaan calon
mahasiswa
◦ Menjunjung tinggi kode etik yang dapat menetapkan standar perilaku
bagi mahasiswa.
◦ Mendorong mahasiswa untuk menyusun janji dan peraturan mereka sendiri
dengan partisipasi aktif dari semua anggota kelas.
◦ Meninjau peraturan yang berlaku secara berkala untuk memastikan
efektivitasnya.
◦ Menetapkan aturan dengan tindakan hukuman/sanksi yang jelas dan
sesuai.
◦ Memajang list peraturan di berbagai tempat agar terlihat dimanapun.
◦ Membuat komite etika atau dewan yudisial.
◦ Menerapkan kurikulum klinis berbasis perawatan yang komprehensif, bukan
hanya terfokus pada requirement yang dibutuhkan.
◦ Dorong fakultas untuk meningkatkan pengetahuan terkait etika mereka
melalui pendidikan lebih lanjut
◦ Membentuk klub etika yang dikelola oleh siswa
◦ Secara proaktif mendorong fakultas untuk berusaha dan berupaya untuk
mewujudkan etika berstandar tinggi dan menginspirasi perilaku etika yang baik
◦ Melaksanakan program yang menyediakan mentor bagi siswa yang bertujuan
untuk berdiskusi, bertanya, dan melaporkan masalah mengenai etika serta
pelanggarannya
◦ Menerapkan proses untuk mentor guna melakukan tinjauan etika siswa per
individu, menciptakan peluang untuk introspeksi dan forum untuk diskusi etis
◦ Menyediakan sesi mengenai etika dalam seminar dan sesi pelatihan
◦ Mendorong fakultas untuk menanamkan etika ke dalam kurikulum mereka dan
mengaplikasikan dalam semua interaksi dengan siswa
◦ Menghilangkan bahan ujian yang tidak disetujui dan mengatur bahan ujian
yang disetujui serta memastikan bahwa bahan-bahan ini tersedia untuk semua
siswa secara setara.
◦ Menjelaskan ethical expectations, kode perilaku, dan tindakan hukuman
kepada siswa saat orientasi. Perkuat ethical expectations sepanjang pendidikan
dokter gigi
◦ Membuat penilaian perilaku yang dilakukan oleh siswa lainnya secara anonim
◦ Memberi waktu untuk introspeksi dan refleksi pada perilaku etis serta mendorong siswa untuk
memprioritaskan etika mereka
◦ Memasukkan etika ke dalam evaluasi kursus.
◦ Memberikan penghargaan bagi siswa yang beretika baik
◦ Mendorong / mengintegrasikan layanan masyarakat ke dalam kurikulum pendidikan dokter
gigi
◦ Menggabungkan rotasi klinik yang berfokus pada penyediaan perawatan bagi yang
kurang mendapat pelayanan
◦ Tempatkan penekanan yang lebih besar pada promosi integritas akademik daripada
hukumannya
◦ Tidak menganjurkan penggunaan pertanyaan yang tidak pernah diberikan saat dalam
proses pembelajaran untuk National Board Dental Exams
Kedokteran Gigi Terorganisasi
ASDA merekomendasikan :
1. Memiliki honor code dan memastikan code itu diberikan kepada
mahasiswa kedokteran gigi
2. Mendorong AADSAS dan PASS untuk memasukkan evaluasi standar
integritas bersama dengan surat rekomendasi untuk digunakan
sebagai komponen dari proses aplikasi
3. Memasukkan etika ke dalam program sukses, makan siang dan
belajar, dan semua interaksi yang sesuai dengan mahasiswa
4. Mendorong peningkatan penelitian dalam etika dan
profesionalisme untuk menumbuhkan pemahaman dan apresiasi
terhadap masalah etika di sekolah kedokteran gigi dan untuk
mengidentifikasi cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah
5. Meminta pertanggungjawaban lembaga pemeriksa untuk
menggunakan metode pengujian yang adil, etis, aman dan
bermanfaat bagi semua pihak
Lembaga Pemeriksaan
ASDA merekomendasikan :
1. Menciptakan lingkungan pengujian yang menjunjung tinggi
kode etik yang mengatur profesi kedokteran gigi
2. Menciptakan metodologi pemeriksaan yang valid dan aman
untuk mencegah kecurangan
3. Sampai pemeriksaan Gigi Dewan Nasional yang aman dibuat:
a. Batasi berapa kali per tahun ujian dilakukan
b. Ubah konten ujian pada ujian didaktik sesering mungkin
4. Mencari proses lisensi klinis yang menghilangkan penggunaan pasien
a. Jika proses seperti itu tidak termasuk perawatan pasien sebagai
bagian dari penilaian, itu harus dilakukan oleh kandidat pada
pasien yang tercatat dalam rencana perawatan yang terstruktur
secara tepat
5. Mencegah penggunaan layanan pengadaan pasien