Anda di halaman 1dari 36

OBAT TAK TERCAMPURKAN

(INKOMPATIBILITAS OBAT )
OLEH : DIAH WARDANI, M.FARM

PRODI DIII FARMASI


STIKES KARSA HUSADA
2018
PENDAHULUAN
• Dengan mencampurkan sejumlah obat-obatan, dapat terjadi kemungkinan
misalnya zat-zat itu dapat bereaksi satu dengan lainnya atau terjadi
senyawa-senyawa yang sama sekali berbeda dari yang dimaksudkan oleh
dokter, untuk diberikan kepada pasien.
• Disamping pengaruh-pengaruh kimia dan perubahan-perubahan fisika,
yang mungkin terjadi pada waktu mencampurkan obat-obatan, dapat
pula terjadi interaksi farmakologi yang dapat juga merugikan pasien.
• Dapat dikatakan bahwa obat-obatan yang dicampurkan dapat
mengalami perubahan-perubahan , dimana terjadi zat-zat yang berlainan
dengan kerja yang dimaksudkan oleh dokter.
• Hasil campuran dapat bersifat lebih beracun dan masing-masing obat itu
sendiri, atau akan terjadi kerja tambahan yang tidak diinginkan, yang
mungkin disebabkan karena pada pencampuran, atau khasiatnya
menjadi berkurang atau sama sekali tidak ada.
• Tak tercampurkannya obat-obat dapat dibedakan secara farmakolologi,
fisika, kimia, dan mikrobiologi.
• Tak tercampurkan obat secara farmakologi, misalnya luminal (obat tidur)
dengan caffeine (stimulans), secara fisika, misalnya zat yang dicampur titik
lelehnya menjadi menurun sehingga serbuk menjadi lembab ( titik leleh
yang terjadi lebih rendah dari titik leleh masing-masing zat disebut titik
eutektik)
Contoh : campuran champora dengan menthol yang bila dicampur
akan mengakibatkan titik eutektik sehingga serbuk yang dibuat
menjadi lembab,
Tak tercampurkannya obat secara kimia, prinsipnya merupakan
reaksi reduksi, oksidasi, asam dan basa
Misalnya : Chinin +NH4CL akan terjadi reaksi dimana chinin akan
mengendap.
• Cara untuk mengatasi dua zat yang dapat bereaksi adalah dengan
membagi-bagi zat-zat itu ke dalam beberapa bagian dan kemudian
mencampurkannya sedikit demi sedikit.
• Cara pencampurannya pun tidak digerus kuat-kuat, sehingga kemungkinan
terjadinya reaksi berkurang berkurang karenanya, tetapi pada akhirnya zat-
zat itu akan bereaksi juga dan obat-obatan ini hanya akan bertahan dalam
waktu yang singkat, selain itu sedapat mungkin kita harus mencegah
adanya air, karena air akan mempercepat jalannya reaksi.
INKOMPATIBILITAS
OBAT

PRODI DIII Farmasi


STIKES KARSA HUSADA
2018
INKOMPATIBILITAS ATAU TAK
TERCAMPURKAN OBAT
• adalah suatu perubahan yang tidak diinginkan pada saat
mencampurkan bahan obat dengan bahan obat lainnya.

• Perubahan yang tidak diinginkan tersebut misalnya :


Serbuk menjadi lebih lembab, terjadi perubahan
warna dll
Ada 5 peristiwa OTT :

1. FISIKA

2. KIMIA
3. FARMAKOLOGI

4. TERAPETIK
5. MIKROBIOLOGI
INKOMPATIBILITAS SECARA FISIKA:

Contoh peristiwa pembentukan


1. Meleleh dan menjadi lembabnya eutetik adalah pada pencampuran :
campuran serbuk a. Camphor – fenol
2. Tidak dapat larut dan tidak dapat b. Camphor – menthol
bercampur c. Camphor – naftol
3. Penggaraman
d. Thymol - fenol
4. Adsorbsi
5. Terbentuknya titik eutetik
6. Higroskopisitas
7. Kristal dan Amorf
8. Solvat dan Hidrat
9. Polimorfisme
1.MELELEH/MENJADI LEMBABNYA
CAMPURAN SERBUK

• Terjadinya pelelehan atau campuran menjadi lembab


dan lengket, disebabkan Oleh :
A. PENURUNAN TITIK LEBUR
Terjadi penurunan titik lebur campuran serbuk
dibandingkan titik lebur masing-masing serbuk
Misal:
R/ Menthol 0.5
Campor 0.5
ZnO 5
Talc. Ad 15 mf. Pulv.adsp S.u.e

Pro :An Ami (5th)

Adanya menthol dan campor akan menghasilkan


serbuk yang lembek.Contoh lain antara hexamin dan asetosal.
Penyelesaian : Mentol diencerkan dengan eter atau spiritus lalu di keringkan
dengan talk, yaitu sambil diaduk di biarkan eter menguap lalu tambahkan sisa talk dan
serbuk lainya.
temp

TA
TA: titik lebur zat A
TC TB
TB: titik lebur zat B
TK TE. Titik eutecticum

TE TK temperatur kamar

A 100% C B 100%

Zat A dengan titik lebur TA dan zat B dengan titik lebur TB. Kedua zat dicampur
dengan perbandingan campuran A dan B, maka temperatur lebur dari campuran
terletak pada kurva, yang terdiri dari garis yang saling memotong.
Titik potong ini disebut TE <titik eutecticum>
TERJADI PENURUNAN TITIK LEBUR CAMPURAN SERBUK

• Penyelesaian: masing-masing zat dicampur sendiri-sendiri dengan


serbuk netral lain seperti SL, amilum
• larutkan campor dengan spiritus fortior dalam mortir sampai cukup
larut qs, aduk tambahkan dg SL sampai spiritus fort menguap semua.
Jangan ditekan untuk menghindari campor menggumpal, begitu jg dg
menthol, setelah itu baru dicampur kedua zat.
B. penurunan tekanan uap relatif

• Basah atau mencairnya serbuk dapat pula disebabkan campuran


serbuk lebih higroskopis.
• Apabila tekanasn uap lebih kecil maka zat akan menyerap air
dari udara.
• Apabila campuran kedua zat memiliki tek uap relatif dibawah tek uap
atmosfer maka campuran serbuk akan menjadi basah.
CONTOH:
• R/ Kalii Bromida 0,2 Natrii Iodida
0,4 SL qs
mf. Pulv dtd no xv
S.t. dd p.I Pro Tn Andi

Campuran serbuk menjadi lembab disebabkan karena adanya KBr


dan NaI.

Penyelesaian : Menggerus bahan serbuk kristal dengan mortir


panas, dicampur sendiri-sendiri.
C. BEBASNYA AIR HABLUR
Disebabkan oleh terbentuknya suatu garam rangkap dengan
air hablur yang lebih sedikit daripada air hablur garam-
garam penyusunnya, atau bebasnya air yang disebabkan
oleh terjadinya suatu reaksi kimia.
Contoh:

• R/ Magnesii sulfat 10
Natrii sulfat 13
Natrii chlorida 5
mf. Pulvis
S.t. dd C.I
Pro Tn Andi
Campuran serbuk menjadi lembab disebabkan karena terbentuknya
garamrangkap dengan bebasnya air hablur dari MgSO4 dan Na2SO4
Penyelesaiannya ???? TUGAS 1
4. ADSORBSI

• Proses adsorbsi/penyerapan dapat terjadi antara zat Adsorben dengan alkaloida-


alkaloida dan garam-garamnya Zat-zat yang telah diikat oleh pengadsorbi pada
umunya akan sukardilepaskan shg menyebabkan
• tidak berkhasiat lagi
• Bahan2 yg bersifat pengadsorbsi :

- Norit
- Carbo adsorben
- Bolus alba
- Kaolin
• Contoh:
R / C o d e i n H Cl E x t . 10
B e l l a d o n Bolus 10
alba 50
m f . P u l v. d t d n o x i i
S . b . d . d p u l v I P ro .
Tn Andi

Bolus alba akan mengadsorbsi alkaloid


bagaimana penyelesaiannya??? TUGAS 2
INKOMPATIBILITAS KIMIA

Perubahan-perubahan yg terjadi oleh


karena timbulnya reaksi-reaksi kimia
pada waktu mencampurkan bahan-
bahan obat dan hasil reaksinya
bermacam-macam
PERISTIWA YG TERMASUK
INKOMPATIBILITAS SECARA KIMIA:
• Reaksi terbentuk suatu endapan yang tak larut
• Reaksi-reaksi yang berasal dari pengaruh zat-zat yang bereaksi
asam atau basa
• Reaksi-reaksi yg terjadi karena oksidasi atau reduksi
• Perubahan warna
• Tak tercampurkannya dg sediaan galenika
• Tidak stabil dalam larutan
1.Reaksi terbentuk suatu endapan yang tak
larut
R/ Zinci sulfat
Natrii borat
Aquadest ad 100
s. Collyrium
Pro Ana

Menghasilkan campuran yang keruh karena


terbentuknya seng borat basa

Penyelesaian : Borat diatas diganti dengan


asam borat, hasilnya akan jernih
PERISTIWA YG TERMASUK
INKOMPATIBILITAS FARMAKOLOGI:
• Yaitu dua zat yang aktivitas farmakooginya saling bertolak belakang :
misalnya
1. Luminal (depresan) x coffein (stimulans)
2. Loperamid (antidiare) bisakodil (laksans)
3. Antihiertensi x antihipotensi
2. REAKSI-REAKSI ZAT-ZAT YANG BEREAKSI
ASAM ATAU BASA
A. Pembentukan gas campuran menjadi
lembab

Terjadi karena adanya bahan2 contituen dalam resep, spt :


- Senyawa karbonat
- Hidrogencarbonat
CONTOH:

R/ A c e t o s a l 100 m g
Natrii bicarbonat 100 m g
E x t r. b e l l a d o n 25 m g
Bolus a l b a 150 m g
m . f . p u l v. d t d N o . V I

P ro . : A n d i

Inkompatibilitas yang terjadi...????


Bagai mana Penyelesaiannya ? TUGAS 3
B. PEMBENTUKAN NH3
TERJADI DARI ADANYA GARAM NH3
R/ S u c c u s 166 m g
DAN BASA
Amm.cl 100 m g
M e n t a e pip. 0,33 m g
Ol.Anisi 12 m g
E x t r. b e l l a d o n 25 m g
Codein 10 m g
m . f . p u l v. d t d N o . X

P ro . : A n d i

Penyelesainnya ? TUGAS 4
C. TERURAINYA ALKOLOID OLEH BASA
R/ P a p a v e r i n H c l 50mg
E x t r. b e l l a d o n 500 m g
Mg o xyd 5mg
Ol.Anisi 12 m g
m . f . p u l v. d t d N o . X

P ro . : A n d i

# Dalam sediaan larutan, codein hcl dg kadar >1%


bila ditambah NH3 perlahan2 codein akan menghablur

Bagaimana Penyelesaiannya : TUGAS 5


3. REAKSI-REAKSI YG TERJADI KARENA
OKSIDASI ATAU REDUKSI

Reaksi ini banyak dipengaruhi oleh cahaya R/


Bismuth subnitrat 10
ZnO
Talk venetum
Glycerin

Terjadi perubahan warna, menjadi hitam

Bagaimana Penyelesaiannya : TUGAS 6


4. REAKSI YANG MENYEBABKAN
PERUBAHAN WARNA

R/ Aminopilin 0.2
• aminofilin bersifat basa (pH sekitar
E p e d r i n H Cl 0.015
8.8)
Prednison 0.005 • Epedrin HCL termasuk alkaloid
Phenobarbital 0.05 • Phenobarbital bersifat asam (pH
Vi t C 0.05 sekitar 5)
m.f pulv d t d n o xxx • Vit C bersifat asam pH sekitar 2,2 - 2,5
s.prn.pulv I
P ro a n a

Terjadi perubahan warna coklat dan lembab,


penyelesaian/penanganannya dengan cara vit C
dibuat serbuk tersendiri
R / Codein Hcl 0.01
papaverin HCl 0.02
acetosal 0.2
aminodopyrin 0.2
phenacetin 0,2
m.f pulv dtd no xxx
s.prn.pulv I

P ro a n a

Apa yang akan terjadi pada kedua resep R / Theophylin 0.150


tersebut ? Ephedrin 0.03
Bagaimana Penyelesaiannya ?
Extr.belladona 0.010
TUGAS 7 dan 8 SL 0.2
m.f pulv dtd no xxx
s.prn.pulv I
INKOMPATIBILITAS
TERAPETIK

 adalah kejadian di mana suatu zat


mempengaruhi aktivitas obat.
 Interaksi bisa terjadi antara obat dengan obat , obat
dg makanan, obat dengan herbal, obat dengan
mikronutrien.
 Efek-efeknya bisa meningkatkan atau mengurangi
aktivitas, atau menghasilkan efek baru yang tidak
dimiliki sebelumnya.
INKOMPATIBILITAS
MIKROBIOLOGI
Inkompatibilitas mikrobiologi ini terjadi karena :
1. Antara Zat aktif dalam formula dengan mikroba dari luar
2. Antara zat tambahan dengan mikroba dari luar

Hal diatas data diatasi dengan penambahan pengawet dan cara kerja
aseptis.
KESIMPULAN
1. Suatu zat yang bereaksi asam dengan suatu zat yang bereaksi basa :
misanya, Diaethylobarbituras natricus dengan suatu julapium
2. Suatu asam dengan suatu karbonat atau hidrogenkarbonat. Dalam hal ini
terjadi pembentukan Co2. Jika tidak ada air, reaksi ini hampir tidak terlihat
misalnya pada puvis aerophorus.
3. Suatu zat yang bereaksi basa dengan suatu ester. Este-ester tersabun oleh
zat-zat yang bereaksi basa, kebanyakan alkaloida-alkaloida adalah
merupakan ester-ester ; kokain, atropine,skopolamina, homatropina,
veratrina, novokkaina, dan akonitin
KESIMPULAN
4. Suatu zat yang bereaksi basa dengan suatu garam ammonium. Misalnya
:kodeina dan Amoniumchlorida, akan terjadi pembentukan amoniak, dalam
hal ini dapat dipakai garam HCL- sebagai pengganti kodein.
5. Suatu zat yang bereaksi basa dengan suatu garam dari logam berat,
Misalnya, garam-garam besi, diendapkan oleh amoniak.
6. Suatu zat yang bereaksi basa dengan suatu fenol, dalam lingkungan basa,
fenol-fenol ini teroksidasi dengan cepat. Andrenalina dan Apomorfina
termasuk pula kedalan golongan fenol-fenol.
KESIMPULAN
7. Garam-garam timbal, raksa (I) dan perak dengan senyawa-senyawa
halogenida, dalam hal ini terjadi endaan-endapan, jadi garam-garam ini
selalu harus dilarutkan dalam aqua destiata, karena ini biasa mengandung
ion-ion chorl.
8. Garam-garam timbal dengan zat-zat samak dan sulfat-sulfat, disini terjadi
garam-garam timbal dari zat-zat samak atau timba sulfat, kenanyakan sari-
sari tumbuh-tumbuhan mengandung zat samak.
9. pengoksida-pengoksida dengan zat yang data teroksidasi, daam
beberapa hal, dengan adanya pengoksida-pengoksida kuat dapat timbul
ledakan pada penggerus kering, contohnya chloras kalicus, jika digerus
dengan gula-gula atau belerang
10. Garam-garam alkaloida, memberikan endapan-endapan dengan :
a. zat-zat yang bereaksi basa (karbonat-karbonat, hydrogen karbonat,
borak, solution ammonia)
b. Zat-zat samak
c. Asam-asam sulfonate (ichtiol)
d. Asam pikrat
e. Sublimat
SEKIAN
TERIMAKASIH
Garut , 27 September 2018