Anda di halaman 1dari 23

Gambaran Umum PEMERIKSAAN

Peraturan Terkait Pemeriksaan


PP 74/2011 Tata Cara Pelaksanaan Hak Dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan

Tata Cara Pemeriksaan


PMK no. 17/PMK.03/2013
stdd
PMK no.184/PMK.03/2015

Kebija-
Standar Peme- kan
PER-23/PJ/2013 Pemerik SE-15/PJ/2018
riksaan Pemerik-
saan saan

SE-126/PJ/2010 Audit Plan


KKP SE–08/PJ/2012
SE-04/PJ/2012 Audit Program
Pedoman LHP SE–28/PJ/2017
SE-65/PJ/2013 Metode & Teknik PER–22/PJ/2013
Hub Istimewa
PER-07/PJ/2017 Pem. Lapangan

SE-10/PJ/2017 Pem. Lapangan Juknis WP Grup SE–26/PJ/2013


Pengertian dan Tujuan Pemeriksaan
Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan: Pengertian
menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti
yang dilaksanakan secara objektif dan profesional
berdasarkan suatu standar pemeriksaan
untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk
tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-
undangan perpajakan.
Ps. 1 angka 25 UU KUP

1 dan/
2
atau
tujuan lain dalam
menguji kepatuhan rangka melaksanakan
pemenuhan kewajiban ketentuan peraturan
perpajakan perundang-undangan
perpajakan
Kewenangan Melakukan Pemeriksaan
 Direktur Jenderal Pajak berwenang melakukan pemeriksaan untuk
menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak
dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan
peraturan perundang-undangan perpajakan.

Ps. 29 ayat (1) UU KUP


Jenis Pemeriksaan
Jenis
Pemeriksaan

Pemeriksaan Pemeriksaan
Lapangan Kantor

dilakukan di tempat tinggal atau


tempat kedudukan WP, tempat
kegiatan usaha atau pekerjaan
bebas WP, lokasi Objek Pajak
atau tempat kedudukan Subjek
Pajak atau Wajib Pajak untuk
dilakukan di kantor DJP
pemeriksaan PBB, dan/atau
tempat lain yang dianggap perlu
oleh Pemeriksa Pajak
Ruang Lingkup Pemeriksaan
Ruang Lingkup
PEMERIKSAAN
PEMERIKSAAN SATU
ATAU BEBERAPA SELURUH
JENIS PAJAK JENIS PAJAK (ALL
TAXES)

Satu atau beberapa


jenis pajak selain PPh
Tahunan Badan atau All Taxes
OP

• Satu atau Beberapa


Masa Pajak • Bagian Tahun
• Bagian Tahun Pajak Pajak
• Tahun Pajak • Tahun Pajak

baik tahun-tahun lalu maupun


tahun berjalan
Dalam hal SPT Tahunan PPh Badan atau OP diperiksa maka ruang lingkup
pemeriksaan dilakukan dengan cakupan seluruh jenis pajak.
Ruang Lingkup

Dalam rangka melaksanakan ketentuan


peraturan UU perpajakan

Dapat meliputi penentuan, pencocokan


atau pengumpulan materi yang berkaitan
dengan tujuan Pemeriksaan
Kriteria Pemeriksaan
Kriteria
Pemeriksaan

Pemeriksaan Pemeriksaan
Rutin Khusus

dilakukan sehubungan
dengan pemenuhan hak keterangan lain berupa Analisis risiko
dan/atau pelaksanaan data konkret (audit
kewajiban perpajakan based on data) (risk based audit)
Wajib Pajak
dilakukan terhadap WP yang dilakukan terhadap WP
berdasarkan keterangan lain berdasarkan hasil
berupa data konkret analisis risiko
menunjukkan adanya menunjukkan indikasi
indikasi ketidakpatuhan ketidakpatuhan
pemenuhan kewajiban pemenuhan kewajiban
perpajakan perpajakan
Kriteria Dilakukan Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan
[Pasal 4 PMK No. PMK-17/PMK.03/2013 stdd PMK No.184/PMK.03/2015]
Ayat (1)

a. Wajib Pajak yang mengajukan permohonan pengembalian


kelebihan pembayaran pajak sdd Pasal 17B Undang-Undang KUP;

b. terdapat keterangan lain berupa data konkret sdd Pasal 13 ayat


(1) huruf a Undang-Undang KUP;
c. Wajib Pajak menyampaikan SPT yang menyatakan lebih bayar,
selain yang mengajukan permohonan pengembalian kelebihan
pembayaran pajak sdp huruf a;
d. Wajib Pajak yang telah diberikan pengembalian pendahuluan
kelebihan pembayaran pajak;

e. Wajib Pajak menyampaikan SPT yang menyatakan rugi;


Kriteria Dilakukan Pemeriksaan untuk Menguji Kepatuhan
[Pasal 4 PMK No. PMK-17/PMK.03/2013 stdd PMK No.184/PMK.03/2015]
Ayat (1)

f. Wajib Pajak melakukan penggabungan, peleburan, pemekaran, likuidasi,


pembubaran, atau akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya;

g. Wajib Pajak melakukan perubahan tahun buku atau metode pembukuan


atau karena dilakukannya penilaian kembali aktiva tetap;

h. Wajib Pajak tidak menyampaikan atau menyampaikan SPT tetapi


melampaui jangka waktu yang telah ditetapkan dalam surat teguran yang
terpilih untuk dilakukan Pemeriksaan berdasarkan Analisis Risiko; atau

i. Wajib Pajak menyampaikan SPT yang terpilih untuk dilakukan


Pemeriksaan berdasarkan Analisis Risiko.

Ayat (2)
Ketentuan mengenai Analisis Risiko sdp ayat (1) huruf h dan huruf i dilaksanakan
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Jenis Pemeriksaaan Terkait Kriteria Pemeriksaan
Untuk Menguji Kepatuhan
[Pasal 5 PMK No. PMK-17/PMK.03/2013 stdd PMK No.184/PMK.03/2015]

(1) Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dilakukan dengan jenis
Pemeriksaan Lapangan atau Pemeriksaan Kantor.
(2) Pemeriksaan sdd Pasal 4 ayat (1) huruf a [Restitusi Ps. 17B UU KUP] dilakukan dengan Pemeriksaan
Kantor, dalam hal permohonan pengembalian kelebihan pembayaran tersebut diajukan oleh Wajib
Pajak yang memenuhi persyaratan:
a. laporan keuangan Wajib Pajak untuk Tahun Pajak yang diperiksa diaudit oleh akuntan publik
atau laporan keuangan salah satu Tahun Pajak dari 2 (dua) Tahun Pajak sebelum Tahun Pajak
yang diperiksa telah diaudit oleh akuntan publik, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
dan
b. Wajib Pajak tidak sedang dilakukan Pemeriksaan Bukti Permulaan, Penyidikan, atau Penuntutan
Tindak Pidana Perpajakan, dan/atau Wajib Pajak dalam 5 (lima) tahun terakhir tidak pernah
dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan.
Jenis Pemeriksaaan Terkait Kriteria Pemeriksaan
Untuk Menguji Kepatuhan
[Pasal 5 PMK No. PMK-17/PMK.03/2013 stdd PMK No.184/PMK.03/2015]
(3) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b
[terdapat keterangan lain berupa data konkret] dilakukan dengan:
a. Pemeriksaan Kantor dalam hal ruang lingkup pemeriksaan hanya
dilakukan terhadap keterangan lain berupa data konkret; atau
b. Pemeriksaan Lapangan dalam hal ruang lingkup pemeriksaan
dilakukan tidak terbatas hanya terhadap keterangan lain berupa data
konkret.
(4) Pemeriksaan dengan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat
(1) huruf c sampai dengan huruf g, penentuan jenis pemeriksaannya
diatur oleh Direktur Jenderal Pajak.
(5) Pemeriksaan dengan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat
(2) huruf h dan huruf i [berdasarkan Analisis Risiko] dilakukan dengan
jenis Pemeriksaan Lapangan.
(6) Dalam hal Pemeriksaan Kantor ditemukan indikasi transaksi yang terkait
dengan transfer pricing dan/atau transaksi khusus lain yang berindikasi
adanya rekayasa transaksi keuangan, pelaksanaan Pemeriksaan Kantor
diubah menjadi Pemeriksaan Lapangan.
1) Penerbitan NPWP dan/atau Pengukuhan PKP secara jabatan
2) Penghapusan NPWP, baik permohonan maupun secara jabatan
3) Pencabutan pengukuhan PKP, baik permohonan maupun secara jabatan
4) WP mengajukan keberatan
5) Pengumpulan bahan guna penyusunan NPPN
6) Pencocokan data/alat keterangan
7) Penentuan Wajib Pajak berlokasi di daerah terpencil
8) Penentuan satu atau lebih tempat terutang PPN
9) Pemeriksaan dalam rangka penagihan pajak
10)Penentuan Saat Produksi Dimulai
11)Perpanjangan jangka waktu kompensasi kerugian sehubungan dengan
pemberian fasilitas perpajakan
12)Memenuhi permintaan informasi dari negara mitra P3B
Kriteria
Unit Pelaksana Pemeriksaan
Kanwil sebagai UP2 Baru

(PMK NO 206.2/PMK.01/2014 jo Kep Dirjen No


127/PJ/2015 )

Direktorat Pemeriksaan dan


Penagihan

Kantor Wilayah DJP New

UP2 Kantor Pelayanan Pajak


UP2 Lokasi UP2 Domisili

KPP Direktorat
P2/Kanwil
Melakukan pemeriksaan terhadap DJP
kewajiban perpajakan dalam rangka
menguji kepatuhan pemenuhan Melakukan pemeriksaan
kewajiban perpajakan lokasi dalam rangaka menguji
dan/atau terhadap kegiatan usaha di kepatuhan pemenuhan
lokasi selain domisili Wajib Pajk kewajiban perpajakan domisili
Pemeriksa Pajak
Fungsional Pemeriksa Pajak
Petugas Pemeriksa Pajak (PPP)
tenaga ahli yang ditunjuk oleh Dirjen Pajak
Diberikan Kartu Tanda Pengenal pemeriksa pajak

Fungsional Pemeriksa Pajak


Petugas Pemeriksa Pajak (PPP)
PNS DJP selain
pejabat FPP, yang
ditunjuk Ka. KPP Kasi dan Pelaksana pada Seksi Pemeriksaan

atau Ka. Kanwil DJP


Kasi dan AR pada Seksi Waskon II, III, IV
yang diberi tugas,
wewenang, dan Kasi dan Pelaksana pada Seksi Ekstensifikasi dan
Penyuuhan
tanggung jawab oleh
Petugas Pemeriksa Pajak selain tersebut di atas
Diirjen Pajak untuk ditunjuk sesuai dengan pertimbangan Ka. KPP atau
melaksanakan Ka. Kanwil DJP

pemeriksaan

Petugas Pemeriksa Pajak