Anda di halaman 1dari 23

Child Abuse, Child Neglect,

ADHD

Meutia Azkia M. Desky P1337420116063


Pengertian
Child abuse adalah suatu kelalaian tindakan atau
perbuatan orangtua atau orang yang merawat anak
yang mengakibatkan anak menjadi terganggu
mental maupun fisik, perkembangan emosional,
dan perkembangan anak secara umum.
Sementara menurut U.S Departement of Health,
Education and Wolfare definisi Child abuse sebagai
kekerasan fisik atau mental, kekerasan seksual dan
penelantaran terhadap anak dibawah usia 18 tahun
yang dilakukan oleh orang yang seharusnya
bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak,
sehingga keselamatan dan kesejahteraan anak
terancam.
Lanjutan...

Menurut WHO : Child abuse and neglect adalah


semua bentuk perlakuan menyakitkan secara
fisik ataupun emosional, penyalahgunaan
seksual, penelantaran, eksploitasi komersial
atau eksploitasi lain, yang mengakibatkan
cedera atau kerugian nyata ataupun potensial
terhadap kesehatan anak, kelangsungan hidup
anak, tumbuh-kembang anak, atau martabat
anak, yang dilakukan dalam konteks hubungan
tanggung-jawab, kepercayaan atau kekuasaan
Jenis Child abuse
Emotional Abuse
• Perlakuan yang dilakukan oleh orang tua seperti menolak anak, meneror,
mengabaikan anak, atau mengisolasi anak.
Physical Abuse
• Cedera yang dialami oleh seorang anak bukan karena kecelakaan atau
tindakan yang dapat menyebabkan cedera serius pada anak
Neglect
• Kegagalan orang tua untuk memberikan kebutuhan yang sesuai bagi
anak, seperti tidak memberikan rumah yang aman, makanan, pakaian,
pengobatan, atau meninggalkan anak sendirian atau dengan seseorang
yang tidak dapat merawatnya. Terbagi menjadi beberapa macam:
Physical Neglect
• Melalaikan fisik merupakan mayoritas kasus penganiyaan, biasanya
melibatkan orang tua yaitu tidak memenuhi kebutuhan dasar anak
Lanjutan..
Education Neglect
• Yaitu kelalaian orang tua untuk tidak menyekolahkan anak diusia wajib
sekolah, tidak memberikan atau menyediakan sarana pendidikan yang
diperlukan anak
Emotional / Psychological Neglect
• Melalaikan emosional meliputi acuh atau sibuk bekerja keras dengan
kehadiran anak
Medical Neglect
• Yaitu kegagalan untuk menyediaakan pelayanan kesehatan sesuai
kebutuhan anak ( walaupun keuangan mampu melakukannya )
Sexual Abuse
• Termasuk menggunakan anak untuk tindakan sexual, mengambil gambar
pornografi anak-anak, atau aktifitas sexual lainnya kepada anak.
Pengertian
ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity
Disorder, suatu kondisi yang pernah dikenal sebagai
Attention Deficit Disorder (Sulit memusatkan perhatian)
adalah suatu pola perilaku pada seseorang yang
menunjukkan sikap tidak mau diam, tidak terkendali,
tidak menaruh perhatian dan impulsif (bertindak
sekehendak hatinya). Anak hiperaktif selalu bergerak dan
tidak pernah merasakan asyiknya permainan atau mainan
yang disukai oleh anak-anak lain seusia mereka,
dikarenakan perhatian mereka suka beralih dari satu fokus
ke fokus yang lain.
Jenis ADHD
• Tipe Anak yang Tidak Bisa Memusatkan Perhatian
Dalam tipe ini, anak sangat mudah terganggu perhatiannya, tetapi tidak
hiperaktif atau impulsif. Mereka tidak menunjukkan gejala hiperaktif

• Tipe Anak yang Hiperaktif dan Impulsif


Anak-anak dalam tipe ini menunjukkan gejala yang sangat hiperaktif dan
impulsif, tetapi bisa memusatkan perhatian.

• Tipe Gabungan.
Mereka sangat mudah terganggu perhatiannya, hiperaktif dan impulsif
Menurut Isaac (2005) anak dengan ADHD atau attention Deficit
Hyperactivity Disorder mempunyai ciri-ciri antara lain:

• Sulit memberikan perhatian pada hal-hal kecil


• Melakukan kesalahan yang ceroboh dalam pekerjaan sekolah
• Sulit berkonsentrasi pada satu aktivitas
• Berbicara terus, sekalipun pada saat yang tidak tepat
• Berlari-lari dengan cara yang disruptif ketika diminta untuk duduk
atau diam
• Terus gelisah atau menggeliat
Faktor penyebab ADHD
• Faktor Genetik
Didapatkan korelasi yang tinggi dari hiperaktif yang terjadi pada
keluarga dengan anak hiperaktif

• Faktor Neurologik
Insiden hiperaktif yang lebih tinggi didapatkan pada bayi yang
lahir dengan masalah-masalah prenatal

• Faktor toksik
Beberapa zat makanan seperti salisilat dan bahan-bahan
pengawet memiliki potensi untuk membentuk perilaku
hiperaktif pada anak

• Faktor Kultural dan Psikososial


Memperlakukan anak terlalu manis, anak yang kurang disiplin
Gejala
Gejala ADHD dimulai sebelum anak berusia tujuh tahun. Anak penderita
ADHD yang kurang bisa memperhatikan akan memiliki 6 atau lebih
gejala-gejala berikut:
• Kesulitan mengikuti instruksi
• Kesulitan mempertahankan perhatian dalam mengerjakan sesuatu atau
bermain, baik di sekolah maupun di rumah
• Kehilangan barang-barang yang dibutuhkan dalam beraktivitas, baik di
sekolah maupun di rumah
• Tampak tidak mendengarkan
• Tidak memperhatikan detail-detail dengan baik
• Tampak kacau
• Bermasalah dengan tugas-tugas yang membutuhkan perencanaan di awal
• Sering lupa
• Mudah bimbang
Hal-hal yang harus diperhatikan pada
anak ADHD
• Pendidikan Khusus untuk ADHD
Sebagian besar anak dengan ADHD dididik di kelas umum, tetapi beberapa anak dapat
berbuat lebih baik di lingkungan yang lebih terstruktur. Pendidikan khusus adalah
jenis sekolah yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik anak-anak yang
memiliki ketidakmampuan belajar atau gangguan perilaku. Tidak semua anak-anak
dengan ADHD memenuhi syarat untuk pendidikan khusus.
• Fungsi Rutinitas
Orangtua dapat memberikan anak-anak struktur yang lebih banyak di rumah dengan
memberikan rutinitas yang jelas. Memasang jadwal harian akan mengingatkan anak
Anda mengenai apa yang seharusnya dia lakukan pada waktu tertentu. Hal ini dapat
membantu anak dengan ADHD untuk tetap melakukan tugasnya. Jadwal yang
diberikan harus mencakup waktu tertentu untuk bangun tidur, makan, bermain,
mengerjakan pekerjaan rumah, dan tidur malam.
Lanjutan..
• Pola Makan ADHD

Sampai saat ini, masih belum pasti apakah pola makan dapat memperbaiki gejala
ADHD. Beberapa penelitian tentang pola makan ADHD telah memberikan hasil
yang beragam. Beberapa ahli kesehatan percaya makanan yang baik untuk otak
dapat mengurangi gejala ADHD, seperti makanan yang tinggi protein (termasuk
telur, daging, buncis, dan kacang-kacangan), dapat meningkatkan konsentrasi.
Mengganti karbohidrat sederhana (seperti permen dan roti putih) dengan
karbohidrat kompleks (seperti pir dan roti gandum) mungkin juga dapat membantu
ADHD. Konsultasikan dengan dokter anak Anda sebelum membuat perubahan
dramatis pada pola makan anak Anda.
Menurut Videbeck (2008) intervensi keperawatan yang dapat
dilakukan pada anak dengan (ADHD) antara lain :
• Memastikan keamanan anak dan keamanan orang lain dengan :
▫ Hentikan perilaku yang tidak aman
▫ Berikan petunjuk yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima dan yang tidak
dapat diterima
▫ Berikan pengawasan yang ketat
• Meningkatkan performa peran dengan cara :
▫ Berikan umpan balik positif saat memenuhi harapan
▫ Manajemen lingkungan (misalnya tempat yang tenang dan bebas dari distraksi
untuk menyelesaikan tugas)
• Menyederhanakan instruksi/perintah untuk :
▫ Dapatkan perhatian penuh anak
▫ Bagi tugas yang kompleks menjadi tugas-tugas kecil
▫ Izinkan beristirahat
• Mengatur rutinitas sehari-hari
▫ Tetapkan jadwal sehari-hari
• Berikan nutrisi yang adekuat pada anak yang mengalami ADHD
Cara mendidik anak ADHD

1. Jujurlah kepada anak Anda tentang ADHD yang diidapnya


2. Jangan menuntut anak untuk jadi “lebih baik”
3. Jangan biarkan ADHD menjadi alasan untuk anak tidak bertanggung
jawab
4. Menerapkan aturan dan konsekuensi secara perlahan-lahan
5. Bantulah anak Anda menemukan kelebihan mereka
6. Janganlah overprotektif terhadap anak
Asuhan Keperawatan ADHD
I. PENGKAJIAN
1. Kaji riwayat prenatal, natal dan pasca natal secara rinci tentang pola
perkembangan anak
2. Kaji riwayat penyakit anak yang dapat mempengaruhi sistem syaraf pusat
3. Kaji riwayat keluarga untuk menemukan adanya faktor genetik yang diturunkan
4. Kaji adanya masalah pada koordinasi motorik anak
5. Kaji tentang hubungan anak dengan sanak saudara, teman sebaya dan dengan
aktivitas yang bebas dan terstruktur
6. Kaji riwayat aktivitas di sekolah dan laporan guru
7. Kaji adanya gangguan seperti gangguan membaca, aritmatika dan koordinasi
8. Lakukan pengamatan langsung untuk menemukan aktivitas motorik yang
berlebih dalam waktu yang lama dan diberbagai situasi
9. Lakukan pemeriksaan status mental
10. Lakukan pemeriksaan neurologis untuk menemukan maturitas, dan tomografi
emisi positron (PET)
11. Lakukan pemeriksaan patologi dan laboratorium.
II. DIAGNOSA
Beberapa diagnosa yang mungkin muncul pada kasus anak dengan hiperaktivitas
antara lain :
1. Risiko kekerasan terhadap orang lain berhubungan dengan perilaku impulsif
2. Risiko cedera berhubungan dengan perilaku aktif berlebih.
3. Gangguan proses pikir berhubungan dengan kesulitan pemusatan konsentrasi.
4. Risiko harga diri rendah situasional berhubungan dengan kurang pengakuan atau
penghargaan.
5. Kerusakan interaksi sosial berhubungan dengan perubahan proses pikir
6. Kerusakan penyesuaian diri berhubungan dengan tidak ada motivasi ntuk mengubah
perilaku.
III. INTERVENSI
Diagnosa 1 : Risiko kekerasan terhadap orang lain berhubungan dengan
perilaku impulsif.
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan risiko kekerasan
tidak terjadi.
NOC : Risk control
Kriteria hasil :
1. Pengetahuan tentang risiko
2. Monitor faktor resiko kebiasaan personal
3. Modifikasi gaya hidup untuk mengurangi risiko
4. Penggunaan strategi kontrol risiko secara efektif
5. Monitor perubahan status kesehatan
Keterangan skala :
1 = Tidak pernah dilakukan
2 = Jarang dilakukan
3 = Kadang dilakukan
4 = Sering dilakukan
5 = Selalu dilakukan
NIC : Enviromental management violence: prevention
Intervensi :
1. Jauhkan potensi beberhaya dari peralatan
2. Monitor jenis keamanan yang dimiliki peralatan
3. Batasi penggunaan potensial bahaya pada klien
4. Monitor klien selama menggunakan media berbahaya
5. Berikan ruang sendiri klien dengan potensi kekerasan pada orang lain
6. Modifikasi peralatan untuk memperkecil risiko bahaya
7. Sediakan peralatan plastik atau bahan ringan untuk peralatan sehari-hari
8. Utamakan keamanan area aktivitas.

Diagnosa 2 : Risiko cedera berhubungan dengan perilaku aktif berlebih.


Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan risiko cedera tidak
terjadi.
NOC : Knowledge: Child safety
Kriteria hasil :
1. Mendeskripsikan aktifitas yang tepat untuk perkembangan anak
2. Demonstrasikan teknikpertolongan pertama
3. Mendeskripsikan metode pencegahan jatuh
4. Mendeskripsikan metode pencegahan kecelakaan dilapangan bermain
5. Mendiskripsikan pengawasan yang benar dalam permainan di tempat terbuka.
Keterangan skala :
1 = Tidak pernah dilakukan
2 = Jarang dilakukan
3 = Kadang dilakukan
4 = Sering dilakukan
5 = Selalu dilakukan
NIC : Enviromental management : safety
Intervensi :
1. Identifikasi kebutuhan keamanan pasien, pada tingkat fisik, fungsi kognitif dan
kebiasaan sebelumnya
2. Identifikasi keamanan dari peralatan yang ada
3. Modifikasi peralatan untuk memperkecil risiko bahaya
4. Sediakan peralatan adaptiv untuk meningkatkan keamanan peralatan
5. Gunakan perlindungan peralatan untuk situasi berbahaya
6. Ajarkan risiko tinggi individu dan kelompok tentang peralatan berbahaya
7. Monitor penggunaan peralatan
8. Jauhkan peralatan yang berbahaya
IV. IMPLEMENTASI
Merupakan inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik.
Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada
nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh
karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk
memodifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.
IV. EVALUASI
Kriteria hasil skala
Diagnosa 1
1. Pengetahuan tentang risiko 5
2. Monitor faktor resiko kebiasaan personal 5
3. Modifikasi gaya hidup untuk mengurangi risiko 4
4. Penggunaan strategi kontrol risiko secara efektif 5
5. Monitor perubahan status kesehatan 5

Diagnosa 2
1. Mendeskripsikan aktifitas yang tepat untuk perkembangan anak 4
2. Demonstrasikan teknik pertolongan pertama 4
3. Mendeskripsikan metode pencegahan jatuh 4
4. Mendeskripsikan metode pencegahan kecelakaan dilapangan bermain 4
5. Mendiskripsikan pengawasan yang benar 4
dalam permainan di tempat terbuka.