Anda di halaman 1dari 13

FAKTOR VIRULENSI VIRUS

, METOBOLISME DAN
TOKSIN VIRUS

oleh
Drs. Busman, M.Si
• Pengertian :
1. Virulensi virus adalah kemampuan virus untuk menyebabkan
penyakit . Kemampuan patogenitas virus dapat berakibat vatal dan
dapat menginvasi sel.
2. Virulensi virus adalah suatu tingkatan patogenitas dari virus
menyebabkan penyakit yg berakibat vatal/mematikan dan ke
mampuan menginvasi inang.
3. Toksin
Toksin merupakan substansi yang sangat beracun dan efektif pada
konsentrasi yang sangat rendah. Toksin dapat menyebabkan
kerusakan pada sel inang dengan merubah permeabilitas membran
sel, inaktivasi atau menghambat kerja enzim sehingga dapat
menghentikan reaksi-reaksi enzimatis. Toksin tertentu juga
bertindak sebagai antimetabolit yang mengakibatkan defisiensi
faktor pertumbuhan esensial.
Toksin yang dikeluarkan oleh patogen dapat dikelompokkan
menjadi tiga, yaitu patotoksin, vivotoksin dan fitotoksin.
9/10/04 2
Metabolisme
(bahasa Yunani metabolismos yang artinya perubahan)
adalah semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme
termasuk yang terjadi di tingkat seluler.
• Secara umum, metabolisme memiliki dua arah lintasan
reaksi kimia organik:
1. Katabolisme yaitu reaksi yang mengurai molekul
senyawa organik .
2. Anabolisme yaitu reaksi yang merangkai (sintesis)
senyawa organik seperti protein, karbohidrat, lipid, dan
asam nukelat dari molekul-molekul tertentu.

9/10/04 3
Faktor penyebab virulensi virus
a. Keberadaan dan aktivitas reseptor pada permukaan
inang yang memudahkan virus untuk melekat dan
melakukan penetrasi. Contoh pada virus HIV GP
120 reseptor dan CD 4 molekul (Sel T4).
b. Kemampuan virus menginfeksi sel host, yaitu cara
invasi yang dimiliki virus
c. Kemampuan virus menginfeksi sel.
d. Kecepatan replikasi virus dalam sel inang.
e. Kemampuan sel inang dalam menahan serangan
virus.
f. 9/10/04
Kecocokan kandungan molekul DNA/RNA dari 4
Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia antara lain sebagai
berikut :
1. Influenza virus, penyebab penyakit influenza ( flu ). Virus ini
menyerang sel – sel saluran pernapasan bagian atas, gejala penyakit
adalah demam, pillek, pusing , pegal dan batuk.
2. Human Immunodeficiency virus ( HIV) penyebab AIDS yang
mematikan, virus ini menyerang sel – sel darah putih jenis limposit T,
gejala penyakitnya adalah gejala gabungan beberapa jenis penyakit
karena menurunnya kekebalan tubuh.
3. Hepatitis Virus. Penyebab penyakit hepati-tis B, virus ini menyerang
sel – sel hati sehingga menimbulkan gejala perut membesar dan tubuh
penderita berwarna kuning.
4. Ebola virus, penyebab penyakit yang mematikan, virus ini menyerang
sel pertahanan tubuh, gejala penyakit ebola demam yang disertai
perdarahan
5. Measles Virus, penyebab penyakit cacar, virus ini menyerang sel
9/10/04
kullit dan menimbulkan gejala awal sepeti demam, batuk, pilek, 5
6. Polio virus, penyebab penyakit polio, virus polio menyerang sel – sel
pada sistem saraf sehingga mengakibatkan kelumpuhan.
7. Mumps Virus, penyebab penyakit gondong, virus gondong menyerang
sel – sel kelenjar ludah sehingga menimbulkan bengkak di belakang
telinga
8. Herpes simplex virus, penyebab penyakit herpes, virus ini menyerang
membrane mucus ( lendir ) di mulut, alat kelamin, dan kulit. Gejala
penyakit ini adalah kulit memerah dan muncul bintil seperti luka
melepuh.
9. Human Papilomavirus, penyebab penyakit kutil pada kulit. Human
papilomavirus menyerang sel – sel kulit dan dapat berkembang menjdi
kanker, gejalanya adalah adanya benjolan di kulit.
• Kulit dan membrane mukosa ( misalnya pada membrane usus dan
lambung ) merupakan lapisan pertahanan pertama terhadap virus,
virus pada umumnya tiadak dapat menginfekksi kulit, kecuali jika
kulit terluka atau digigit hewan semisal anjing.
9/10/04 6
Sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan
hidung, sebagian melalui kulit yang luka, jka ada virus yang masuk
tubuh akan segera menyerangnya sebagai berikut :

1. Cara yang pertama adalah sel darah putih atau fagosit akan segera
memakan dan merusak virus
2. Cara yang kedua adalah tubuh menghasilkan molekul protein yang
disebut antibody. Protein asing virus disebut antigen, jika antigen
masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan terpicu memproduksi
antibody, antibody ini sangat spesifik dan menyerang hanya pada
antigen yang memicunya.

9/10/04 7
Toksin Virus
Toksin virus berupa polipeptida (protein)
Anabolisme (sintesa) Toksin melalui protein transkripsi dan
translasi (sdh diberikan pada Blok 2 (DNA dan RNA)
Katabolisme (penguraian, pemecahan) toksin melalui sistem imun seluler maupnn
humoral (sdh diberikan pada blok 5 konsep dasar respon imun dan imunologi infeksi
bakteri)
Toksin (dari bahasa Yunani Kuno Tocikov)
adalah sebuah zat beracun yang diproduksi di dalam sel atau organisme
hidup, kecuali zat buatan manusia yang diciptakan melalui proses artifisial. Kata ini
pertama dipakai oleh kimiawan organik Ludwig Brieger (1849–1919).
• Untuk zat beracun yang tidak diproduksi di dalam organisme hidup, “ toksikan" dan
"toksik" sering dipakai.
• Toksin bisa berupa molekul kecil, peptida atau protein yang mampu menciptakan
penyakit melalui sentuhan atau serapan oleh jaringan tubuh yang berinteraksi
dengan makromolekul biologis, seperti enzim atau reseptor seluler . Toksin memiliki
tingkat merusak yang sangat beragam, mulai dari kecil dan akut (misalnya sengatan
lebah) hingga mematikan (misalnya toksin botolinum) yang diproduksi bakteri
9/10/04 8
Closteridium botolinum.
Sintesa Protein (Translasi)
- Sintesa protein melalui proses translasi
- Sintesa protein terjadi dalam lima tahap yaitu :
1. Aktifasi asam amino
Suatu proses aktifasi, dimana masing-masing dari 20 as.amino diikat secara kovalen
dengan t RNA yang cocok oleh enzim asil sintetase dengan kofaktor Mg2+. Proses ini
terjadi dalam sitoplasma.
2. Inisiasi
m-RNA yang menyamai polipeptida akan diikat oleh sub unit ribosom berukuran
kecil, diikuti oleh inisiasi as.amino yang diikat oleh t RNA nya. Ini terjadi pada start
kodon yaitu AUG.
3. Perpanjangan
Proses pertumbuhan dan perpanjangan rantai polipeptida sehingga susunan asam
amino menjadi lengkap dan sesuai dengan jumlah kodon pada m-RNA.
4. Terminasi dan Pembebasan
Proses penghentian sintesa protein yang dicirikan oleh kodon terminasi (kodon
penghentian) pada m-RNA. Pada proses terjadinya pelepasan polipeptida lengkap,
ribosa.
Stop kodon adalah : UAA, UAG, UGA

9/10/04 9
• Eksotoksin adalah racun diekskresikan oleh mikroorganisme seperti virus
bakteri,jamur,ganggang dan protozoa.
• Eksotoksin dapat menyebabkan kerusakan pada host dengan menghancurkan sel sel
atau mengganggu metabolisme sel normal. mereka sangat ampuh dan dapat
menyebabkan kerusakan besar pada tuan rumah.
• Eksotoksin merupakan protein mikroorganisme yang diproduksi dan dikeluarkan ke
lingkungan selama pertumbuhan bakteri patogen.
• Ada beberapa cara eksotoksin untuk dapat menimbulkan penyakit.
1. Pertama eksotoksin dikeluarkan ke makanan, akibatnya manusia terserang penyakit
asal makanan.
2. Eksotoksin dikeluarkan ke permukaan mukosa menyerang sel inang atau dapat
terbawa ke sistem peredaran darah untuk menyerang jaringan yang rentan.
3. Mikroorganisme patogen membentuk abses (luka) dan mengeluarkan eksotoksin
untuk merusak jaringan sehingga mempermudah pertumbuhan mikroorganisme.

9/10/04 10
Jenis Toksin
1. Enterotoksin, kerusakan lapisan saluran pencernaan
2. Neurotoksin, mengganggu dengan fungsi saraf
3. Cytotoxins, membunuh atau mengganggu berfungsinya sel sel dari
tuan rumah,penyakit dan eksotoksin.

9/10/04 11
• Toksin Virus

9/10/04 12
TERIMA KASIH

9/10/04 13