Anda di halaman 1dari 36

Rabu, 19 September 2018

GANGGUAN NEUROTIK
&
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Izzanil Hidayati, S.Psi., M.A.
KLASIFIKASI GANGGUAN JIWA

Delirium
Organik Dimensia, dll

PSIKOTIK
Skizofrenia

Non-Organik Gang. Mood

Gang. Waham,dll

Gang. Cemas

Gang. Somatoform
NON-PSIKOTIK
(NEUROTIK) Gang. Psikoseksual

Gang. Kepribadian
GANGGUAN NEUROTIK

Gang. Cemas

Gang. Somatoform
NON-PSIKOTIK
(NEUROTIK) Gang. Psikoseksual

Gang. Kepribadian
GANGGUAN CEMAS (ANXIETAS)

GANGGUAN DESKRIPSI

Fobia • Ketakutan atau penolakan thp objek atau situasi yg tidak


mengandung bahaya yg sesungguhnya

Gang. Panik • Panik yang berulang yg mencakup timbulnya simtom-simtom


fisiologis secara mendadak, seperti pusing, denyut jantung yg cepat.

Gang. Anxietas Menyeluruh • Kekhawatiran yang menetap dan tidak dpt dikontrol, sering kali thp
hal-hal kecil

Gang. Stres Pascatrauma • Masa setelah pengalaman traumatis di mana seseorg mengalmi
peningkatan kemunculan, penolakan stimuli yg diasosiakan dg
kejadian traumatis yg dialami, dan kecemasan yg disebabkan oleh
ingatan thp peristwa tsb

Gang. Stres akut • Simtom-simtom sama dengan stres pascatrauma , namun hanya
berlangsung selama 4 minggu atau kurang
GANGGUAN SOMATOFORM

• Soma berarti “tubuh”.


• Dalam gangguan somatoform, masalah-masalah psikologis muncul dalam bentuk gangguan
fisik.
• Ciri utama gangguan ini adalah adanya keluhan-keluhan fisik yang berulang-ulang disertai
dengan permintaan pemeriksaan medis, meskipun sudah berkali-kali terbukti hasilnya
negatif dan juga sudah dijelaskan oleh dokternya bahwa tidak ditemukan kelainan yang
menjadi dasar keluhannya.
• Penderita juga menyangkal dan menolak untuk membahas kemungkinan kaitan antara
keluhan fisiknya dengan problem atau konflik dalam kehidupan yang dialaminya, bahkan
meskipun didapatkan gejala-gejala anxietas dan depresi.
• Keluhan fisik yang berulang dan banyak yang tidak memiliki dasar fisiologis
• Keluhan yang berulang dan banyak yang memerlukan perhatian dan tindakan medis, namun
tidak memiliki sebab fisik yang jelas merupakan dasar utama dari gangguan ini.
• Gangguan tersebut menyebabkan adanya gangguan atau hambatan dalam melakukan
pekerjaan atau aktivitas sehari-sehari.
Rangkuman Gangguan Somatoform

GANGGUAN DESKRIPSI

Gang. Nyeri • Seseorang merasa sakit atau nyeri yang menyebabkan distress, pasien
dapat tidak mampu bekerja dan tergantung pada obat-obatan pembunuh
rasa sakit dan penenang.

Gang. Dismorfik Tubuh • Seseorang dipenuhi kekhawatiran dengan kerusakan penampilan yang
hanya dalam bayangannya atau dilebih-lebihkan, sering kali pada wajah –
contohnya, kerutan wajah, bulu wajah yang lebat, bentuk atau ukuran
hidung.
• Perempuan cenderung memusatkan perhatian pada kulit, pinggul,
payudara, dan kaku ; sedangkan laki-laki cenderung perhatian pada tubuh
mereka yang (terlalu) pendek, penis terllalu kecil atau bulu badan yang
terlalu banyak.
...
GANGGUAN DESKRIPSI

Gang. Konversi • Adanya simtom-simtom sensori atau motorik, seperti kehilangan


penglihatan secara mendadak / kelumpuhan separuh atau
seluruhnya pada lengan atau kaki, kejang atau gangguan
koordinasi, kulit yang terasa tertusuk, perih, insensitivitas
terhadap rasa sakit, hilang atau lemahnya penginderaan,
walaupun organ-organ tubuh dan sistem saraf dalam kondisi baik,
secara fisiologis normal.

Hipokondriasis • Seseorang yang merasa ketakutan mengalami suatu penyakit


serius yang menetap terlepas dari kepastian medis yang
menyatakan sebaliknya.
• Pasien bereaksi berlebihan terhadaap adanya denyut jantung
yang tidak teratur, berkeringat, batuk yang tidak sering, setitik rasa
sakit, sakit perut – sebagai bukti keyakinan mereka bahwa
mengalami suatu penyakit yang serius.
GANGGUAN PSIKOSEKSUAL

• Parafilia adalah sekelompok gangguan yang mencakup ketertarikan


seksual terhadap objek yang tidak wajar atau aktivitas seksual yang
tidak pada umumnya.
• Fantasi, dorongan, atau perilaku harus berlangsung setidaknya 6
bulan dan menyebabkan distress.
• Seseorang dapat memiliki perilaku, fantasi, dan dorongan seperti
yang dimiliki seorang parafilia (seperti, memamerkan alat kelamin
kepada orang asing), namun tidak terdiagnosis menderita parafilia
jika simtom atau gejala tersebut tidak berulang atau bila ia tidak
mengalami distress karenanya.
Rangkuman Gangguan Psikoseksual (Parafilia)

GANGGUAN DESKRIPSI
Fetishisme • Mencakup ketergantungan pada benda-benda mati untuk
menimbulkan gairah seksual.
• Hampir seluruhnya pd pasien laki-laki.
• Contoh benda : sepatu perempuan, Bra, celana dalam, serta
berbagai benda-benda lainnya (terkait lawan jenis) yang
menimbulkan gairah seksual
• Dilakukan secara diam-diam dengan cara membelai, mencium,
membaui, mengisap, menempelkan, ataupun hanya menatap
hingga masturbasi.
• Fetisis seringkali jg mengidap jenis parafilia yg lain (pedofilia,
sadisme dan masokisme)
Fetishisme Transvestik • Bila seorang laki-laki mengalami gairah seksual dengan memakai
pakaian perempuan, meskipun ia tetap merasa sebagai laki-laki.
• Praktik tranvestik bervariasi, mulai dr memakai pakaian dalam
perempuan dibalik pakaian konvensional hingga memakai secara
lgkap.
...
GANGGUAN DESKRIPSI

Pedofilia • Orang dewasa yg mendapatkan kepuasan seksual melalui kontak


fisik dan seksual dg anak-anak yang tidak memiliki hubungan
darah dg mereka.
• Minimal berusai 16 tahun dan minimal 5 tahun lebih tua dr si anak
• Lebih byk pd laki-laki dibanding dg perempuan
• Pedofil bs heteroseksual atau homoseksual

Incest • Hubungan seksual antarkerabat dekat yang dilarang untuk


menikah (memiliki hubungan darah) ;
• saudara kandung laki-laki dan perempuan,
• Ayah dan anak perempuan ; ayah tertarik kepada si anak ketika
mulai mengalami kematangan fisik
Voyeurisme • Kondisi di mana seseorang memiliki preferensi tinggi untuk mendptkan
kepuasan seksual dg melihat oranglain yg sedang tanpa busana atau
sedang melakukan hubungan seksual.
• Orgasme seorg voyeur dicapai dg melakukan masturbasi, baik smbl
mengintip atau stelahnya smbil mengingat apa saja yg dilihat.
• Hampir semua pd laki-laki
• Tidak bergairah dg melihat perempuan yg sgaja membuka pakaiannya
untuk kesenangan si Voyeur
...
GANGGUAN DESKRIPSI

Eksibisionisme • Keadaan berulang utk mendapatkan kepuasan seksual dg


memamerkan alat kelamin kpd orang yg tdk dikenal yg tidak
menginginkannya.
• Pd sebagian kasus, hny keinginan untuk mengejutkan atau
membuat malu korbannya.

Froteurisme • Gang. Yg berkaitan dg melakukan sentuhan yg ber-oreintasi


seksual pd bagian tubuh seseorang yg tdk menaruh curiga akan
terjadinya hal tsb.
• Menggosokkan penisnya ke paha / pantat seorg prempuan
• Menyentuh/mengenggam payudara atau alat kelaminnya
• Dilakukan ditempat umum (dlm bus yg penuh penumpang, trotoar
yg penu pejalan kaki) yg memudahkan pelaku utk melarikan diri
setelahnya.
...
GANGGUAN DESKRIPSI
Sadisme • Preferensi kuat untuk mendapatkan atau meningkatkan kepuasan
seksual dg menimbulkan rasa sakit atau penderitaan psikologis
(seperti dipermalukan).
• Sadistis memperoleh kenikmatan (orgasme) sempurna dg
menimbulkan rasa sakit pada pasangannya

Masokisme • Preferensi kuat untuk mendapatkan atau meningkatkan kepuasan


seksual dg menjadikan diri sendiri sebagai subjek dari rasa sakit
atau penderitaan psikologis (seperti dipermalukan)
• Masokis dapat terpuaskan sepenuhnya dg membiarkan diri
seutuhnya disakit, seperti dipukul, dijambak dll.

• Sadistis dan masokis umumnya menjalani kehidupan yg normal, bahkan perpenghasilan tinggi, dan
memiliki latar belakang pendidikan yang baik.
• Kedua gangguan terjadi dlm hubungan heteroseksual dan homoseksual
• Mayoritas sadistis melakukan hubungan dengan masokis untuk memperoleh kepuasan seksual yang
timbal balik.
GANGGUAN KEPRIBADIAN

GANGGUAN DESKRIPSI
Narsistik • Memiliki pandangan berlebihan mengenai keunikan dan kemampuan
mereka
• Terfokus pd berbagai fantasi yg keberhasilan yg besar
• Mengahrapkan perhatian dan pujian , meyakini hanya akan berada
disekitar ruang lingkup sosial yg istimewa (populer)
Antisosial • Terdapat gangguan tingkah laku (membolos , lari dr rumah, ssering
berbohong, melakukan pembakaran, dan dg sengaja merusak
kepemilikan org lain)
• Mudah tersinggung dan agresif
Menghindar • Orang-orang yg sangat takut thp kritikan, penolakan, atau
ketidaksetujuan dr oranglain, sehingga enggan utk menjalin
hubungan, kecuali jika mereka yakin bahwa dirinya akan disukai.
Dependen • Kurangnya kepercayaan diri; memandang bahwa dirinya sbg orang
yg lemah dan org lain sbg orang yg penuh kekuatan
• Kebutuhan utk diurusi oleh oranglain
Gang. Obsesif-Kompulsif • Pemikiran, impuls, dan citra yg tdk dapat dikontrol (obsesi) dan –
perilaku atau tindakan mental yg berulang (kompulsif)
• Terjadi pd seorg yg perfeksionisme, fokus berlebihan dan detail
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus

• Tunanetra
• Tunarungu
• Tunagrahita
• Tunadaksa
• Anak Lamban belajar
• Anak berkesulitan belajar
• Anak berbakat
• Tunalaras
• Anak dengan gangguan komunikasi
• Autisme
• Hiperaktif
• Indigo dan Gifted
• Double Handicape
ABK

Apakah yang dimaksud dengan ABK (exceptional children) ?

1. berkaitan dengan konsep/istilah “disability” = keterbatasan


2. bersinggungan dengan tumbuh kembang normal--abnormal,
tumbuh kembang abnormal: penundaan, tidak muncul/absen,
menyimpang
3. pemahaman tehadap konteks (biologis, psiko, sosio-kultural)
 Anak berkebutuhan khusus adalah
Anak yang keadaan jasmani dan atau rohani berbeda dengan anak lain karena
perbedaan memerlukan penanganan khusus.

 Penyebabnya :
• Pra natal : kehamilan yang mengalami pendarahan, kurang gizi, minum obat-
obatan
• Natal : persalinan yang tidak spontan, lahir prematur, berat badan lahir rendah
• Post natal : tumor otak, kejang, diare semasa bayi
Tanda-tanda Awal

 Kesulitan mendengarkan atau tampak sulit memahami


 Perilaku berulang
 Menghindari teman
 Gangguan berbicara
 Kaku terhadap aturan
 Keluhan fisik
 Membeo
 Kurang terampil melakukan aktivitas bina diri
 Emosional, sensitif berlebihan, sedih
Oppositional Defiant Disorder
(ODD)

Oppositional Defiant Disorder adalah suatu bentuk perilaku


seseorang yang suka menentang, bertengkar yang ciri atau
karakteristiknya terdapat dalam Diagnostic dan Statistical Manual
dari Mental Disorders, di mana digambarkan sebagai satu pola
yang berkelanjutan dari suka menentang, bermusuhan, dan
perilaku menantang terhadap otoritas dan bahkan sampai
melampaui batas-batas perilaku masa kanak-kanak normal.
• Kriteria Diagnostik
Berdasarkan DSM IV TR, ditemukan bahwa kriteria diagnostik pada penderita
gangguan emosi tipe oppositional defiant disorder adalah sebagai berikut :

A. Adanya suatu pola perilaku negativistik, bermusuhan, dan menantang selama paling
sedikit 6 bulan, dimana terdapat empat (atau lebih) ciri-ciri berikut ini :
1. Sering kehilangan kesabaran.
2. Sering beradu pendapat dengan orang dewasa.
3. Sering menentang atau menolak melakukan permintaan atau aturan yang
diberikan oleh orang dewasa.
4. Sering menganggu orang lain dengan sengaja.
5. Sering menyalahkan orang lain atas kesalahan yang ia lakukan.
6. Sering mudah terganggu oleh orang lain.
7. Sering marah.
8. Sering merasa iri atau dengki.
...
B. Gangguan perilaku secara signifikan mengakibatkan gangguan pada aspek
sosial, akademis, dan fungsi okupasional
C. Perilaku tidak muncul dikarenakan oleh gangguan psikotik atau mood
D. Kriteria tidak tumpang tindih dengan conduct disorder, dan jika usia individu
sudah mencapai 18 tahun atau lebih tua, maka kriteria tidak tumpang tindih
dengan gangguan kepribadian antisosial.
Conduct Disorder (CD)

Menurut DSM IV (Diagnostic of Statistical Manual of Mental


Disorder), Conduct disorder merupakan suatu pola perilaku
yang terus berulang di mana hak dasar orang lain atau norma
atau aturan dalam masyarakat dilanggar.
Perbedaan ODD & Conduct Disorder

ODD CD

Tidak mematuhi dan menentang otoritas Sama sekali tidak mematuhi dan menentang
otoritas

Permusuhan ditunjukkan dengan sengaja Permusuhan ditunjukkan melalui penye-


mengganggu orang lain atau penyerangan rangan fisik
verbal

Perilaku mungkin atau tidak mungkin Perilaku menetap pada kedua tempat, baik di
dilihat di rumah dan di sekolah dan tempat luar maupun di rumah
umum

Hak-hak dasar orang lain & Hak-hak dasar orang lain dan peraturan-per-
peraturan-peraturan sosial yang sesuai dengan aturan sosial yang sesuai dengan usianya
usianya tidak biasa dilanggar seringkali dilanggar
Attention Deficit Hyperactivity Disorder
(ADHD)

• gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktif


• perhatian buruk atau pendek dan impulsiv tidak sesuai pada umur anak,
beberapa anak menunjukkan hiperaktif.
• kondisi ini menetap selama masa bersekolah dan bahkan sampai usia
dewasa, walaupun sekitar 30-40% dari kelainan ini lambat laun
menunjukkan perbaikan dalam perhatian dan kegiatannnya.
Perbedaan ODD dan ADHD
ODD ADHD

Cirinya lebih pada sikap agresif dibandingkan Cirinya lebih pada sikap impulsif dibandingkan
impulsif agresif

Anak dengan sengaja mengganggu orang Gangguan biasanya tidak disengaja

Anak tdk memiliki kesulitan untuk konsentrasi dan Anak gelisah, memiliki kesulitan untuk
bertahan duduk konsentrasi, dan kesukaran untuk bertahan duduk

Perilaku bertujuan tertentu, bermaksud untuk Anak sering bertindak tanpa berpikir sebelumnya
membangkitkan reaksi orang lain
Autism

Leo Kanner (1943) mendeskripsikan gangguan ini sebagai


ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain,
gangguan berbahasa yang ditunjukkan dengan penguasaan
yang tertunda, echolalia, pembalikan kalimat, adanya aktifitas
bermain yang repetitif dan stereotipik, rute ingatan yang kuat,
dan keinginan obsesif untuk mempertahankan keteraturan di
dalam lingkunganya.
 Autisme merupakan suatu gangguan perkembangan pada anak yang sifatnya komplek dan
berat, biasanya telah terlihat sebelum berumur 3 tahun, tidak mampu untuk berkomunikasi
dan mengekspresikan perasaan maupun keinginannya.

 Penyebab :
• Pemeriksaan dengan alat khusus yang disebut Magnetic Resonance Imaging (MRI)
pada otak ditemukan adanya kerusakan yang khas di dalam otak pada daerah apa
yang disebut dengan limbik sistem (pusat emosi).
• terjadinya kerusakan pada otak yang menimbulkan gangguan autisme di antaranya
adanya pertumbuhan jamur Candida yang berlebihan di dalam usus.

 Karakteristik autisme
• pada sebagian individu sudah mulai muncul sejak bayi.
• tidak ada kontak mata dan reaksi yang sangatminim terhadap ibunya atau pengasuhnya
• Ciri ini semakin jelas dengan bertambahnya umur.

Autism
jika ia memiliki gangguan perkembangan dalam tiga aspek yaitu kualitas kemampuan interaksi sosial dan
emosional, kualitas yang kurang dalam kemampuan komunikasi timbal balik, dan minat yang terbatas
disertai gerakan gerakan berulang tanpa tujuan .
RETARDASI MENTAL
(RM)

• Definisi menurut American Association on Mental Defiency (AAMD) bahwa retardasi


mental (mental retardation) ialah penurunan fungsi intelektual yang menyeluruh secara
bermakna dan secara langsung menyebabkan gangguan adaptasi sosial dan
bermanisfestasi selama masa perkembangan.

• Klasifikasi Mental Retardation berdasar WHO:


1) Mild retardation (IQ 50 – 69) – ringan (educable / dpt dididik)
2) Moderate retardation (IQ 35-49) – sedang (trainable / dpt dilatih)
3) Severe retardation (IQ 20-34) – berat (ditandai dg kerusakan motorik/neurologis)
4) Profound retardation (IQ <20) – sangat berat ( mobilitas sgt terbatas, hny mampu
pd komunikasi nonverbal yg sgt elementer)
Bangun Kedekatan ...

Ciptakan suasana yang


menyenangkan ...
Bicarakan tentang minat ...
Perpendek kalimat ...

(jika bicara dengan anak kecil atau orang yang tidak memproses kata-
kata ucapan dengan baik)
Jangan menyela anak ...
Alat visual ...
mereka dapat dengan mudah mengenali - memahami
kata dan kalimat yang disampaikan ...
Referensi

• Hallahan, D.P. & Kauffman, JM. () Exceptional Children. New


Jersey: Prentice Hall, Englewood Clifs.
• Mangunsong, Frida. (2011). Psikologi dan Pendidikan Anak
Berkebutuhan Khusus. Jakarta: LPSP3 UI.
• Ashmen, Andrian. (1995). Educating Children with Special Needs.
New York: Prentice Hall, Mc Brayer.
• Bootzin, R. Richard. (2000). Abnormal Psychology (Current
Perspectives). New York: Mc Graw-Hill, Inc.
• Hidayat, dkk. (2006). Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus.
Bandung: UPI Press.
• Mark, W.L. (1996). Psychology of Children with Special Needs.
London: Macmillan Publishing Co., Inc.