Anda di halaman 1dari 14

DEMOKRASI DALAM

PERSPEKTIF ALKITAB
KELAS XII

Bahan Alkitab :
1. Roma 3 : 9-31
2. Roma 5 : 12
“Sebab itu,sama seperti dosa telah masuk kedalam dunia oleh satu
orang, dan oleh dosa itu juga maut,demikianlah maut itu telah
menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat
dosa”
A. PENGANTAR
Sekilas, nampaknya pembahasan tentang demokrasi lebih cocok ditempatkan di
pelajaran Pkn. Dalam pembelajaran agama kali ini kita membahas tentang demokrasi,
masyarakat dunia akan mengalami perubahan nasib menjadi lebih baik jika saja
Demokrasi diterapkan dengan sungguh – sungguh dalam sebuah pemerintahan.
untuk kali ini,pelajaran ini menyorot tentang makna demokrasi dari perspektif Alkitab.
Andaikata setiap manusia sungguh – sungguh mengasihi Allah dan sesame manusia
lainnya, niscaya kehidupan di dunia menjadi jauh lebih baik dan menghadirkan
kesejahteraan bagi semua umat manusia.
B. TOKOH DEMOKRASI
1. Benazir Bhutto.
Lahir pada tanggal 21 Juni 1953 di Karachi, beliau adalah putri sulung dari
Perdana Menteri Pakistan (1971-1977) yang digulingkan, Zulfikar Ali Bhutto. Pada
April 1969, ia diterima di Radcliffe College dari Universitas Harvard. Pada Juni
1973, Benazir lulus dari Harvard dengan gelar dalam ilmu politik. Ia juga terpilih
sebagai anggota Phi Beta Kappa. Ia kemudian masuk ke Universitas Oxford pada
musim gugur 1973 dan lulus dengan gelar magister dalam Filsafat, Politik dan
Ekonomi. Ia terpilih menjadi Presiden dari Oxford Union yang bergengsi.

Setelah menyelesaikan pendidikan universitasnya, ia kembali ke Pakistan, tetapi karena ayahnya dipenjarakan dan kemudian dihukum mati, ia
dikenakan tahanan rumah. Setelah diizinkan kembali ke Britania Raya pada 1984, ia menjadi pemimpin Partai Rakyat Pakistan (PPP), partai
ayahnya, di pengasingan, namun ia tidak dapat membuat kekuatan politiknya dirasakan di Pakistan hingga matinya Jenderal Muhammad Zia-
ul-Haq.
PADA 16 NOVEMBER 1988, DALAM SEBUAH PEMILIHAN UMUM TERBUKA PERTAMA DALAM WAKTU LEBIH DARI
SEPULUH TAHUN, PARTAI BENAZIR, PPP, MEMENANGI JUMLAH KURSI TERBANYAK DI DEWAN NASIONAL. BHUTTO
DIAMBIL SUMPAHNYA SEBAGAI PERDANA MENTERI SEBUAH PEMERINTAHAN KOALISI PADA 2 DESEMBER, DAN
PADA USIA 35 TAHUN MENJADI ORANG TERMUDA DAN JUGA PEREMPUAN PERTAMA YANG MEMIMPIN SEBUAH
NEGARA DENGAN MAYORITAS RAKYATNYA BERAGAMA ISLAM DI ZAMAN MODERN.

SETELAH DIPECAT OLEH PRESIDEN PAKISTAN SAAT ITU DENGAN TUDUHAN KORUPSI, PARTAINYA KALAH DALAM
PEMILIHAN UMUM YANG DISELENGGARAKAN PADA BULAN OKTOBER. IA MENJADI PEMIMPIN OPOSISI
SEMENTARA NAWAZ SHARIF MENJADI PERDANA MENTERI SELAMA TIGA TAHUN BERIKUTNYA. KETIKA PEMILIHAN
UMUM OKTOBER 1993 KEMBALI DIADAKAN, YANG DIMENANGKAN OLEH KOALISI PPP, YANG MENGEMBALIKAN
BHUTTO KE DALAM JABATANNYA HINGGA 1996, KETIKA PEMERINTAHANNYA SEKALI LAGI DIBUBARKAN ATAS
TUDUHAN KORUPSI.

SEJAK TAHUN 1999 BUTTHO TINGGAL DALAM PENGASINGAN DI DUBAI,


UNI EMIRAT ARAB, DAN DI SANA IA MENGASUH ANAK-ANAKNYA DAN IBUNYA,
YANG MENDERITA PENYAKIT ALZHEIMER, DAN DARI SITU IA BERKELILING DUNIA UNTUK MEMBERIKAN KULIAH
DAN TETAP MENJAGA HUBUNGANNYA DENGAN PARA PENDUKUNG PARTAI RAKYAT PAKISTAN.
Sejak tahun 1999 Buttho tinggal dalam pengasingan di Dubai, Uni Emirat Arab, dan di sana ia mengasuh anak-anaknya
dan ibunya, yang menderita penyakit Alzheimer, dan dari situ ia berkeliling dunia untuk memberikan kuliah dan tetap
menjaga hubungannya dengan para pendukung Partai Rakyat Pakistan.
Benazir dan ketiga orang anaknya (Bilawal, Bakhtawar and Asifa) dipersatukan kembali bersama suami dan ayah mereka
pada Desember 2004 setelah lebih dari lima tahun. Bhutto telah bersumpah untuk kembali ke Pakistan dan mencalonkan
diri kembali sebagai Perdana Menteri dalam pemilihan umum yang dijadwalkan untuk November 2007. Pada 18 Oktober
2007 ia kembali ke Pakistan untuk mempersiapkan diri mengahadapi pemilu. Dalam perjalanan menuju sebuah pertemuan,
dua buah bom meledak dekat rombongan yang membawanya. Bhutto selamat, namun sedikitnya 126 orang tewas.
Benazir terbunuh pada tanggal 27 Desember 2007 dengan ditembak di bagian leher oleh seorang pembunuh yang
kemudian juga meledakkan sebuah bom bunuh diri. Pembunuhan ini terjadi ketika ia baru saja meninggalkan Liaquat
National Bagh di Rawalpindi dalam rangka kampanye pemilihan umum pada awal tahun 2008.Ia dilarikan ke rumah sakit
dan dinyatakan meninggal pada hari itu juga.
Pergolakan menuju negara Pakistan yang demokrasi tetap terjadi. Hingga saat ini Pakistan dikenal sebagai negara yang
dalam perjalanan demokrasi tetapi masih banyak kerikil tajam yang menghambat perjalanan negeri ini.
2. MALALA YOUSAFZAIL

Malālah Yūsafzay, (lahir 12 Juli 1997; umur 21 tahun) adalah seorang


murid sekolah dan aktivis pendidikan dari kota Mingora di Distrik Swat
dari provinsi Pakistan Khyber Pakhtunkhwa.
Dia diketahui untuk pendidikan dan aktivisme hak-hak perempuan di
Lembah Swat, di mana Taliban telah dilarang pada waktu gadis
bersekolah. Pada awal tahun 2009, saat berumur sekitar 11 dan 12,
Yousafzai menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC
secara mendetail tentang betapa mengerikannya hidup di bawah
pemerintahan Taliban,
upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan.
Pada tahun 2014 dia bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang perdamaian 2014 untuk
perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan bagi mereka.
Pada tanggal 9 Oktober 2012, Yousafzai ditembak di kepala dan leher dalam upaya pembunuhan oleh kelompok
bersenjata Taliban ketika kembali pulang di bus sekolah sempat dirawat di Pakistan sebelum akhirnya diterbangkan ke
Inggris untuk dirawat di rumah sakit di Birmingham.
Pada tanggal 12 Juli 2013, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke 16, Malala
berpidato di depan Forum Majelis Kaum Muda di Markas Besar PBB di New York,
Amerika Serikat. Pidatonya memuat tiga isu penting, yaitu hak perempuan,
perlawanan terhadap terorisme dan kebodohan. PBB juga mendeklarasikan hari
tersebut sebagai hari Malala.Akhirnya dapat dilihat apa yang diperjuangkan oleh
Benazir telah diwujudkan oleh Malala.

Nobel Perdamaian
Pada bulan Oktober 2014, dirinya bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah
Nobel untuk bidang perdamaian 2014 untuk perjuangan mereka melawan
penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan bagi
mereka. Malala menjadi penerima hadiah Nobel termuda, karena dia mendapatkan
hadiah ini pada usia 17 tahun.
C. MENGKAJI KESAKSIAN ALKITAB BAHWA SEMUA
MANUSIA ADALAH SAMA.
Alkitab menyaksikan bahwa manusia berasal dari Adam dan
Hawa yang diciptakan oleh Allah (Kejadian 1:26-30) dan memiliki gambar dan rupa Allah
Namun, Alkitab juga menegaskan bahwa karena dosa yang dilakukan oleh manusia
pertama, Adam, maka seluruh keturunannya, yaitu semua umat manusia, dimana pun
mereka berada, pada zaman kapan pun mereka hidup, juga berdosa. Berbeda dengan apa
yang diyakini agamaagama lain, kita selaku pengikut Kristus mengakui bahwa manusia
sudah lahir dalam keadaan berdosa. Roma 3: 23 – 24 menyatakan bahwa “Karena semua
orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dengan kerja kerasnya sendiri mencari keselamatan, manusia
tetap tidak akan
mendapatkannya. Allah melakukan pembenaran melalui karya Tuhan Yesus di kayu salib.
Manusia yang tadinya patut dihukum mati, kini dibenarkan melalui iman percayanya kepada
Yesus Kristus Sang Juruselamat. Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Ungkapan-ungkapan
yang dipakai Rasul Paulus untuk menyatakan betapa Allah sungguh mengasihi manusia
berdosa ini, misalnya dapat ditemukan di Roma 1: 17, Roma 3: 21 – 22, dan I Korintus
15:57. Bahkan Yesus pun mengatakan begini kepada Nikodemus: “Karena begitu besar
kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang

kekal (Yohanes 3:16) Allah membenarkan manusia yang semula ada dalam keadaan

berdosa karena Allah sungguh mengasihi manusia. Dapatkah kita bayangkan betapa
Setelah
hebatnya pembenaran dari Allah ini? Kejadian ini dilakukan secara cuma-cuma, artinya menerima penebusan Yesus Kristus, manusia hidup
dalam kebebasan untuk memiliki damai
memang kita tidak harus membayar, gratis karena kita memperoleh keselamatan itu
sejahtera Allah karena tidak perlu lagi hidup dalam
berdasarkan kasih karunia Allah. Cuma satu syaratnya, yaitu kita percaya kepada Yesus perhambaan dosa.
Allah membenarkan kita karena kasih-Nya kepada
Kristus. Pembenaran dari Allah ini bertolak belakang dengan keadaan dimana seseorang
kita. Apakah
menjalani hukuman akibat kesalahan (dalam hal ini dosa) yang dilakukannya. kita “menyimpan” kasih Allah itu untuk diri kita
sendiri? Atau, kita membagikannya juga
agar orang-orang lain dapat memiliki pengetahuan
yang sama, dan mengalami damai-Nya.
Disinilah kita memiliki tugas untuk memelihara
kemerdekaan yang sudah kita miliki dalam
Kristus, artinya merdeka untuk melakukan kebenaran,
yaitu hal-hal baik yang dikehendaki Allah
D. MEMBAHAS MAKNA DEMOKRASI
DALAM SISTEM PEMERINTAHAN
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Begitulah pemahaman
yang paling sederhana tentang demokrasi, yang diketahui oleh hampir semua orang.
Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari
rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan).
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία – (dēmokratía) “kekuasaan rakyat”, yang
dibentuk dari kata δῆμος (dêmos) “rakyat” dan κράτος (Kratos) “kekuasaan”, merujuk pada sistem
politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno,
khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM.
CIRI-CIRI SUATU PEMERINTAHAN DEMOKRASI ADALAH
SEBAGAI BERIKUT:
1. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
2. Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara).
3. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
4. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum
5. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
6. Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah.
7. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
8. Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga
perwakilan rakyat.
9. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku, agama, golongan, dan sebagainya).

Satu kisah menarik yang diceritakan Alkitab tentang penggunaan hak individu ditunjukkan oleh Paulus
dalam
Kisah Para Rasul 22 : 23 – 29.
E. TANGGUNG JAWAB SEORANG REMAJA KRISTEN
DI BIDANG DEMOKRASI
Tanggung jawab remaja Kristen di bidang demokrasi
ternyata cukup banyak dan sifatnya menantang. Misalnya, turut menjaga ketertiban umum
karena ada gejala di kota-kota besar, yaitu remaja sering mengganggu ketertiban umum
dengan tawuran (perkelahian massal). Di berbagai kota besar, ada juga remaja-remaja
yang sering menggunakan jalan-jalan raya sebagai arena balapan pada malam hari dan hal
ini sangat mengganggu ketertiban umum. Remaja Kristen juga dapat menghargai pendapat
orang lain, menghargai sesama dalam berbagai perbedaan, berpikir positif terhadap orang
lain, melaporkan kepada yang berwajib jika menyaksikan peristiwa pelanggaran hak asasi
manusia dan demokrasi.
Remaja Kristen juga perlu menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab jika sudah
berusia 17 tahun. Remaja Kristen perlu memilih pemimpin politik dan wakil rakyat yang
sudah terbukti memiliki integritas serta melayani rakyat. Misalnya, pada bulan April tahun
2014 ada pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),
anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan anggota Dewan Perwakilan Daerah
(DPD). Adapun pada bulan Juli 2014 diselenggarakan pemilihan umum untuk Presidan dan
Wakil Presiden periode 2014 – 2019. Apakah peserta didik sudah menggunakan hak dan
kewajibannya dalam kedua peristiwa ini dengan baik dan benar? Artinya, memilih wakilwakil
yang diyakini akan menyampaikan suara rakyat dengan baik, bukan hanya
menyuarakan kepentingan diri sendiri? Selain itu juga memilih sosok tertentu bukan karena
ancaman, tekanan atau paksaan, melainkan didasarkan pada hati nurani yang dilandasi
oleh pengenalan terhadap kemampuan calon-calon yang dipilih.