Anda di halaman 1dari 28

Metabolisme Pada Tumbuhan

1. Hilda Amalia A 141 052


2. Ira Monica A 141 060
3. Ninda Nurfadila PT A 141 081
4. Nurmala Mulyani A 141 071
5. Rajokki Bramlikus M A 141 051
6. Ratna Handayanti A 141 082
7. Sri nurlatipah A 141 053
8. Vella Cavella A 141 086
Metabolisme Jalur
Metabolisme
dan Metabolit Biosintesis

Asam
Anabolisme Primer
Mevalonat

Asam
Katabolisme Sekunder
Sikimat

Asetat
Malonat
Proses pada organisme yang melibatkan enzim
dan reaksi kimia tertentu untuk memperoleh
Metabolisme energi dari ATP guna menyusun suatu jaringan
atau merupakan suatu proses pembentukan
energi.

Metabolit
Hasil dari metabolisme.
Enzim
Satu atau beberapa gugus polipeptida
(protein) berfungsi sebagai katalis (senyawa
yang mempercepat reaksi) dalam suatu
reaksi kimia pada proses metabolisme.

Cara kerja enzim:


Yaitu dengan cara menempel pada
permukaan molekul zat-zat yang bereaksi,
akan terjadi percepatan. Percepatan terjadi
karena enzim menurunkan energi
pengaktifan yang dengan sendirinya akan
mempermudah terjadinya reaksi pada proses
metabolisme.
Metabolit Primer

Yaitu penyebarannya luas, mutlak


ada pada setiap tumbuhan.
Metabolit Sekunder
Yaitu penyebarannya terbatas, terdapat
terutama pada tumbuhan dan
mikroorganisme serta memiliki karaktersitik
untuk tiap spesies tertentu.
Fungsi proses metabolisme bagi
tumbuhan:

Untuk memperoleh ATP dari hasil zat-zat


makanan berasal dari lingkungan.
Untuk mengubah nutrisi menjadi perkursor
unit pembangun bagi biomolekul sel.
Untuk menyusun unit-unit pembangun
menjadi protein, asam nikleat, lipida,
polisakarida, dan komponen sel lain.
Untuk membentuk dan merombak biomolekul.
Anabolisme -> Pembentukan

Membutuhkan banyak
energi sehingga reaksinya
berlangsung cepat. Reaksi
yang memerlukan energi
panas disebut endergonik
atau reaksi endoterm

Metabolisme
Katabolisme -> Penguraian

Energi yang dibebeaskan ke


lingkungan berupa energi
panas. Terjadi pelepasan
energi ini disebut eksergonik
arau reaksi eksoterm.
Anabolisme

Asimilasi atau Sintesis


Reaksi pembentukan senyawa organic atau
senyawa kompleks dari molekul
sederhana agar dapat diserap oleh tubuh.
Energi Cahaya -> Fotosintesis
Anabolisme
memerlukan

Energi Kimia -> Kemosintesis


1. Reaksi Terang (Fotolisis)
Penguraian air oleh energi cahaya membentuk
ATP dan NADPH2.

2. Reaksi Gelap (Fiksasi CO2)


Siklus Calvin-Benson
Pengikatan CO2 oleh Ribulosa bifosfat. Reaksi
ini tidak membutuhkan cahaya.
Fotosintesis
Katabolisme

Disimilasi -> Penguraian atau pemecahan senyawa


kompleks yang memiliki energi yang tinggi
menjadi partikel yang lebih sederhana yang
mengandung energi lebih rendah.

Untuk membebaskan energi yang


terkandung didalam senyawa kompleks
tersebut.

Katabolisme Respirasi Aerob Respirasi Anaerob


Respirasi Aerob Diartikan sebagai sebuah reaksi
yang memerlukan oksigen yang
sangat di butuhkan.

Reaksi ini terjadi di dalam matriks mitokondria.


Tujuan: memecah senyawa organic menjadi anorganik.
Hasil yang didapat adalah energi yaitu 36 ATP.

Respirasi
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + 688kkal (glukosa)
 Glikolisis
Pemacahan molekul C6 mejadi asam piruvat atau
asam laktat.

 Siklus krebs
COA menghasilkan oksalosetat dan asam sitrat,
sebagai penghubung jalur glikolisis dangan siklus
asam sitrat.

 Tranfor electron
Reaksi redoks NADH2 dan molekul FADH2 pada
akhirnya menghasilkan H2O + ATP.
Yaitu sebuah reaksi
yang tidak memerlukan
oksigen atau O2.

Respirasi ini terjadi pada bagian sitoplasma.

Bertujuan untuk mengurai senyawa organic.


Hasilnya sejumlah energi yaitu 2ATP.

Fermentasi
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + Energi (glukosa+etanol)
Suatu jaring kompleks dari reaksi yang
dikatalisis oleh enzim, yang bermula
pengikatan CO2 dalam proses fotosintesis,
sampai ke senyawa-senyawa beragam.

Metabolit primer ini guna untuk


kelangsungan hidup tumbuhan tersebut
dan umum ditemukan pada seluruh
organisme.
Untuk menunjang pertumbuhan dan
perkembangan organisme.

Karbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat

Penyusun Utama

Metabolit Primer
Proses kimia yang terjadi pada spesies
tertentu sehingga memberikan produk yang
berlainan sesuai dengan spesiesnya.

Fungsi
Untuk mempertahankan diri dari kondisi
lingkungan yang kurang menguntungkan.

Contohnya
Untuk melindungi klorofil dari degradasi fitokimia
akibat tingginya kadar oksigen.
Senyawa metabolit sekunder diklasifikasikan
menjadi 3 kelompok utama, yaitu :
 Terpenoid
Terpenoid mengandung karbon dan hidrogen serta
disintesis melalui jalur metabolisme asam mevalonat.
Contoh: monoterpena, seskuiterepena, diterpena,
triterpena, dan polimer terpena.
 Fenolik
Senyawa ini terbuat dari gula sederhana dan memiliki
cincin benzena, hidrogen, dan oksigen dalam struktur
kimianya.
Contoh: asam fenolat, kumarina, lignin, flavonoid, dan
tanin.
 Kelompok metabolit sekunder yang lain
Senyawa yang mengandung nitrogen.
Contoh: dari kelompok yang mengandung nitrogen adalah
alkaloid dan glukosinolat.
Struktur penghasil metabolit sekunder
terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
1. Jaringan Rekresi: yang mengeluarkan senyawa yang
belum melewati proses metabolisme. Terdiri dari
hidatoda dan kelenjar garam.
Hidatoda merupakan struktur yang mengeluarkan air
dari mesofil ke permukaan daun. Sedangkan kelenjar
garam berfungsi untuk mengeluarkan garam yang
terserap.
2. Jaringan Ekskresi: jaringan yang terdapat di
permukaan tubuh. Jaringan ini terdiri dari :
- Rambut kelenjar dan kelenjar, pada trikoma.
Fungsi rambut kelenjar: menyaring zat-zat ekskresi
misal minyak atsiri dan mengatur pengeluaran
ekskresi lewat plasma sedangkan
kelenjar berfungsi untuk penghasil lendir.
- Kelenjar madu, pada bagian bunga.
Bentuknya berupa tonjolan yang terdiri dari banyak
sel diatasnya memiliki plasma yang kental.
- Osmofora adalah kelenjar yang menghasilkan minyak
menguap pada bagian-bagian bunga.
3. Jaringan Sekresi (Kelenjar Internal)
Pada tumbuhan terdapat struktur
sekresi khusus yang berupa sel atau
sekelompok sel mensekresikan senyawa-
senyawa tertentu yang tidak
dikeluarkan dari tubuh.
Beberapa reaksi yang secara umum
penting dalam metabolisme sekunder:

 Penkopelan (coupling) oksidatif fenol


 Metilasi
 Hidroksilasi substrat aromatik
 Hidroksilasi pada atom-atom karbon jenuh
3 jalur utama biosintesis metabolit sekunder

Jalur Asetat Jalur Asam


Malonat Mevalonat

Jalus Asam Sikimat


Fotosintesis

Sakarida

Asam Piruvat Asam Lemak Pati/Selulosa Asam Sikimat Derivat Gula


Lipid
Asam Amino Purin & Asam Korosimat
Pirimidin
Protein Alkaloid Siklus
Asam DNA/RNA
Sitrat

Asam Tanaman Acetyl CoA

Asam Lemak Asam Mevalonat

Isopentenyl-PP DMA-PP Phenyl Propane

Poliketida Lignin, Lignan, etc

Terpen MLX-
Poliketida
Steroid
Terbentuk unit prenyl yang akan membentuk

Essential oil, Squalent, Monoterpenoid,


Menthol, Korosinoid, Streoid, Terpenoid,
Karotenoid, Sapogenin, Geraniol, ABA, dan
GA3.
Dari pembentukan asam amino yang kemudian
terbentuk senyawa aromatik yang lebih kompleks.

Fenilpropanoid, Flavonoid, Alkaloid, Asam


Sinamat, Fenol, Asam benzoic, Lignin,
Koumarin, Tanin, Asam amino benzoic dan
Quinon..
Terbentuk poliketida, asam lemak (laurat,
miristat, palmitat, stearat, oleat,
linoleat, linolenic), gliserida, poliasetilen,
fosfolipida, dan glikolipida.

Tanaman yang menghasilkannya : Jarak


pagar, kelapa sawit, kelapa, jagung,
kacang tanah, zaitun, bunga matahari,
kedelai, wijen, kapas, coklat, dan alpukat.
=)
=) =) =)
=)
=) =) =)
=)