Anda di halaman 1dari 23

KIMIA ANORGANIK II

TIMAH DAN TIMBAL


ADEK DIAH MURTI
AULIA AGUSTHA
NURSYA ALMA INDAH
REZKY FABILLA DANDULANA
SITI MAYSAROH
SITI ROGAYAH
TIMAH DAN TIMBAL
Timah (Sn) adalah sebuah unsur kimia yang memiliki simbol Sn dan nomor atom 50.
Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin. Kata “Tin” diambil dari nama Dewa
bangsa Etruscan “Tinia”. Nama latin dari timah adalah “Stannum” dimana kata ini
berhubungan dengan kata “stagnum” yang dalam bahasa inggris bersinonim dengan
kata “dripping” yang artinya menjadi cair / basah, penggunaan kata ini dihubungkan
dengan logam timah yang mudah mencair.

Logam timbal telah dipergunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu (sekitar
6400 SM) hal ini disebabkan logam timbal terdapat diberbagai belahan. bumi, selain
itu timbal mudah di ekstraksi dan mudah dikelola. Pb dikenal sebagai salah satu logam
tipe B besama merkuri (Hg), Arsen (As), selenium (Se), timah putih (Sn) yaitu logam
yang mudah termetilasi atau lepas ke atmosfer sebagai uap dari hasil pembakaran
batubara oleh sebab itu Pb juga disebut sebagai logam atmofilik
SIFAT TIMAH (Sn)
Timah merupakan Timah juga tidak mudah mempunyai sifat
logam perak teroksidasi dalam udara konduktivitas panas
keputih-putihan sehingga tahan karat. dan listrik yang
tinggi

Dalam keadaan normal Ditemukan dalam banyak


(13–160 °C), logam ini alloy, dan digunakan
bersifat mengkilap dan untuk melapisi logam
mudah dibentuk lainnya untuk mencegah
karat.
SIFAT TIMAH (Sn)
SIFAT FISIK TIMAH (Sn)
Keadaan benda : Padat
Titik lebur : 505.08 K (449.47 °F)
Titik didih : 2875 K (4716 °F)
Densitas : 7,365 g/cm3 (Sn putih)
5,769 g/cm3 (Sn abu-abu)
Volume molar : 16.29 ×10-6 m3/mol
Kalor penguapan : 295.8 kJ/mol
Kalor peleburan : 7.029 kJ/mol
Kalor jenis : 27,112 J/molK
Panas fusi : 7,03 kJ/mol
Kecepatan suara : 2500 m/s pada 293.15 K
SIFAT KIMIA TIMAH (Sn)
Bobot atom : 118.710 sma
Berat jenis : 7,3 g/cm3
Jari-jari atom : 145 pm
Konfigurasi electron : [Kr]4d10 5s2 5p2
Bilangan oksidasi : 4, 2, - 4
Nomor atom : 50
Nomor massa : 118,71
Elektronegatifitas : 1,96 (skala pauli)
Jari-jari atom : 140 pm
Struktur Kristal : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-abu)
Konduktifitas termal : 66,8 W/mK

Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2.
Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut organik seperti
asam asetat asam oksalat dan asam sitrat. Timah juga larut dalam basa kuat
seperti NaOH dan KOH.
Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV) klorida.
SIFAT TIMBAL (Pb)
Timbal memiliki warna Tahan asam, karat Mempunyai kerapatan
putih kebiruan dan bereaksi dengan yang lebih besar
basa kuat. dibandingkan dengan
llogam biasa

Merupakan logam yang Daya hantar listrik


lunak, sehingga dapat kurang baik.
dipotong dan dapat (Konduktor yang
dibentuk dengan mudah buruk)
SIFAT TIMBAL (Pb)
SIFAT FISIK TIMAH (Sn)
pada suhu kamar : padatan
Densitas : 11,34 g/cm-3
Titik leleh : 327,5 0C
Titik didih : 1749 0C
Panas Fusi : 4,77 kJ/mol
Panas Penguapan : 179,5 kJ/mol
Kalor jenis : 26,650 J/mol
• SIFAT KIMIA TIMBAL (Pb)
Bilangan oksidasi : 4,2,-4
Elektronegativitas : 2,33 (skala pauli)
Energi ionisasi 1 : 715,6 kJ/mol
Energi ionisasi 2 : 1450,5 kJ/mol
Energi ionisasi 3 : 3081,5 kJ/mol
Jari-jari atom : 175 pm
Radius ikatan kovalen : 146 pm
Jari-jari Van Der Waals : 202 pm
Struktur Kristal : kubik berpusat muka
Sifat kemagnetan : diamagnetik
Resistifitas termal : 208 nohm.m
Konduktifitas termal : 35,3 W/Mk

Timbal larut dalam beberapa asam


Bereaksi secara cepat dengan halogen
Bereaksi lambat dengan alkali dingin tetapi bereaksi cepat dengan
alkali panas menghasilkan plumbit.
Cara Mendapatkan Timah dan Timbel dari Senyawanya

TIMAH Timah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya


dibumi akan tetapi diperoleh dari senyawaannya.
Timah pada saat ini diperoleh dari mineral
cassiterite atau tinstone. Timah merupakan unsur
49 yang paling banyak terdapat di kerak bumi
dimana timah memiliki ke-kandungan 2 ppm jika
dibandingkan dengan seng 75 ppm, tembaga 50
ppm, dan 14 ppm untuk timbal. Dibumi timah
tersebar tidak merata akan tetapi terdapat dalam
satu daerah geografi dimana sumber penting
terdapat di Asia tenggara termasuk china,
Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Hasil yang tidak sebegitu banyak diperoleh dari
Peru, Afrika Selatan, UK, dan Zimbabwe.
Cassiterite

Cassiterite adalah mineral timah oksida dengan rumus SnO2.


Berbentuk kristal dengan banyak permukaan mengkilap
sehingga tampak seperti batu perhiasan. Kristal tipis
Cassiterite tampak translusen. Cassiterite adalah sumber
mineral untuk menghasilkan logam timah yang utama dan
biasanya terdapat dialam di alluvial atau aluvium. Cassiterite
banyak ditemukan dalam deposit alluvial/alluvium yaitu
tanah atau sediment yang tidak berkonsolidasi membentuk
bongkahan batu dimana dapat dapat mengendap di dasar laut,
sungai, atau danau. Alluvium terdiri dari berbagai macam
mineral seperti pasir, tanah liat, dan batu-batuan kecil.
Hampir 80% produksi timah diperoleh dari alluvial/alluvium
atau istilahnya deposit sekunder. Diperkirakan untuk
mendapatkan 1 kg Cassiterite maka sekitar 7 samapi 8 ton biji
timah/alluvial harus ditambang disebabkan konsentrasi
cassiterite sangat rendah.
Stannite

Stannite adalah mineral sulfida dari tembaga, besi dan


timah. Rumus kimianya adalah Cu2FeSnS4 dan
merupakan salah satu mineral yang dipakai untuk
memproduksi timah. Stannite mengandung sekitar 28%
timah, 13% besi, 30% tembaga, dan 30% belerang.
Stannite berwarna biru hingga abu-abu.
Cylindrite

Cylindrite merupakan mineral sulfonat yang


mengandung timah, timbal, antimon, dan besi.
Rumus mineral ini adalah Pb2Sn4FeSb2S14. Cylindrite
membentuk kristal pinakoidal triklinik dimana
biasanya berbentuk silinder atau tube dimana bentuk
nyatanya adalah gulungan dari lembaran kristal ini.
Warna cylindrite adalah abu-abu metalik dengan
spesifik gravity 5,4. Pertama kali ditemukan di
Bolivia pada tahun 1893.
Timbel
Timbal tidak ditemukan bebas dialam akan tetapi biasanya
ditemukan sebagai biji mineral bersama dengan logam lain
misalnya seng, perak, dan tembaga. Sumber mineral timbal
yang utama adalah “Galena (PbS)” yang mengandung 86,6%
Pb dengan proses pemanggangan, “Cerussite (PbCO3)”, dan
“Anglesite” (PbSO4). Kandungan timbal dikerak bumi adalah
14 ppm, sedangkan dilautan adalah:

Permukaan samudra atlantik : 0,00003 ppm


Bagian dalam samudra atlantik : 0,000004 ppm
Permukaan samudra pasifik : 0,00001 ppm
Bagian dalam samudra pasifik : 0,000001 ppm
Galena

Galena adalah mineral timbal yang amat penting dan


paling banyak tersebar di penjuru belahan bumi dan
umumnya berasosiasi dengan mineral lain seperti
sphalerite, calcite, dan flourite. Deposit galena biasanya
mengandung sejumlah tertentu perak dan juga terdapat
seng, kadmium, antimoni, arsen, dan bismuth, sehingga
umumnya produksi timbal dari galena menghasilkan
juga logam-logam tersebut. Warna galena adalah abu-
abu mengkilap dan formulanya adalah PbS. Struktur
kristalnya kubik dan oktahedral dan spesifik graviti 7,2 –
7,6.
Cerrusite

Cerrusite merupakan salah satu mineral timbal yang


mengandung timbal karbonat dan menjadi sumber timbal
yang utama setelah galena. Mineral ini juga terdapat dalam
bentuk granular yang padat atau benbentuk fibrous.
Warnanya umumnya tidak berwarna, hingga putih, abu-abu,
biru, atau hijau dengan penampakan dari transparan hingga
translusen. Mineral ini bersifat tidak larut dalam air akan
tetapi larut dalam asam encer seperti asam nitrat. Dan
spesifik gravitinya 6,53-6,57.
Anglesite

Anglesite merupakan mineral timbal yang


mengandung timbal sulfat PbSO4. Mineral ini
terjadi sebagai hasil oksidasi mineral gelena akibat
pengaruh cuaca. Warna mineral ini dari putih, abu-
abu, hingga kuning, jika tidak murni maka
warnanya abu-abu gelap. Mineral ini memiliki
spesifik graviti 6,3 dengan kandungan timbal
sekitar 73%.
Ekstraksi Timah dan Timbal
• Bijih utama timah adalah kasiterit (SnO2), dengan cara reduksi
dengan C dalam suatu tungku. namun proses serupa tidak dapat
diterapkan untuk mengekstrak Pb dari yang bijih sulfida sejak fGo
(CS2,g) adalah 67 kJ mol-1. Sn dan Pb keduanya bersifat elektrolit.
• Bijih penting dari timbal adalah galena (PbS),
anglesite (PbSO4) Dan Kerusit (PbCO3).

• Timbal di alam terutama terdapat sebagai galena,PbS;


namun, bijih lain yang mungkin terbentuk sebagai
akibat pengaruh iklim atau cuaca pada galena yaitu
sebagai karbohidra, cerrusite (kerusit) –PbCO3, dan
sebagai sulfat, anglesite (anglesit) –PbSO4. Dalam
proses ekstraksi, bijih galena pada mulanya
dipekatkan dengan teknik flotasibuih, selanjutnya
sejumlah kwarsa, SiO2, ditambahkan, baru kemudian
dilakukan proses pemanggangan terhadap campuran
ini. Persamaan reaksi utama pada proses ini yaitu:
2 PbS (s) + 3 O2(g) → 2 PbO (s) + 2 SO2(g)
• Kemudian proses reduksi dilaksanakan dengan
batubara coke (C) dan air-kapur, persamaan resksi
utamnya yaitu:
PbO (s) + C (s) → Pb (l) + CO (g)
PbO (s) + CO (g) → Pb (l) + CO2(g)

• Maksud pemanambahan SiO2 sebelum proses


pemanggangan dan penambahan air-kapur pada proses
reduksi yaitu bahwa dalam proses pemanggangan
dengan temperatur tinggi ada kemungkinan sebagian
galena diubah menjadi PbSO4. Hadirnya kwarsa akan
mengubah sulfat menjadi silikat menurut persamaan
reaksi:
PbSO4(s) + SiO2(s) → PbSiO3(s) + SO3(g)
• Silikat ini dalam proses reduksi akan diubah oleh air-
kapur, CaO, menjadi PbO (yang kemudian tereduksi
oleh batubara) dan kalsium silikat sebagai kerak atau
ampas menurut persamaan reaksi:
PbSiO3(s) + CaO (s) → PbO (s) + CaSiO3(s)

• Alternatif lain pada proses reduksi yaitu pemakaian


reduktor bijih bakar dari galena segar sebagai
pengganti batubara (coke):
PbS (s) + 2 PbO (s) → 2 Pb (l) + SO2(g)
Kegunaan Timah dan Timbal
Kegunaan Timah
1. Plating
Logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti
seng, timbale dan baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi.
Aplikasi ini banyak dipergunakan untuk melapisi kaleng kemasan
makanan dan pelapisan pipa yang terbuat dari logam.
2. Superkonduktor
Timah memiliki sifat konduktor dibawah suhu 3,72 K. Superkonduktor
dari timah merupakan superkonduktor pertama yang banyak diteliti
oleh para ilmuwan contoh superkonduktor timah yang banyak dipakai
adalah Nb3Sn.
3. Solder
Solder sudah banyak dipakai sejak dahulu kala. Timah dipakai dalam
bentuk solder merupakan campuran antara 5-70% timah dengan
timbale akan tetapi campuran 63% timah dan 37% timbale merupakan
komposisi yang umum untuk solder. Solder banyak digunakan untuk
menyambung pipa atau alat elektronik
4. Pembuatan Senyawa Organotin
Senyawa organoti merupakan senyawa kimia yang terdiri
dari timah (Sn) dengan hidrokarbon membentuk ikatan C-Sn.
Senyawa ini merupakan bagian dari golongan senyawa
organometalik. Senyawa ini banyak dipakai untuk sintesis
senyawa organic, sebagai biosida, sebagai pengawet kayu,
sebagai stabilisator panas, dan lain sebagainya.

5. Pembuatan Senyawaan Kimia Untuk Berbagai Keperluan


Logam timah juga dipakai untuk membuat berbagai
maca senyawaan kimia. Salah satu senyawa kimia yang sangat
penting adalah SnO2 dimana dipakai untuk resistor dan
dielektrik, dan digunakan untuk membuat berbagai macam
garam timah. Senyawa SnF2 merupakan aditif yang banyak
ditambahkan pada pasta gigi. Senyaan timah, tembaga, barium,
kalsium dipakai untuk pembuatan kapasitor. Dan tentu saja
senyawaan kimia juga sering dipakai untuk pembuatan katalis.
• Kegunaan Timbal
• Timbal adalah logam lunak dan telah banyak digunakan
dalam industri pipa. Penggunaan ini telah berkurang
sebagai kesadaran toksisitas logam telah berkembang.
Demikian pula, penggunaan Pb dalam cat telah
berkurang, dan 'lingkungan ramah‘ bahan bakar bebas
timbal yang menggantikan rekan-rekan bertimbal.
Timbak merah Pb304 digunakan sebagai pigmen warna
dan tahan korosi untuk baja dan besi. Sejauh ini
permintaan terbesar adalah penggunaan baterai
timbal-asam. Reaksi sel merupakan kombinasi
setengah-reaksi. Baterai berisi enam sel dihubungkan
secara seri.