Anda di halaman 1dari 78

JABATAN FUNGSIONAL

OLEH:
DITJEN PP & PL

Tahun, 2012
STRUKTURAL
JABATAN PNS- FUNGSIONAL

JABATAN STRUKTURAL JABATAN FUNGSIONAL

KEDUDUKAN YANG KEDUDUKAN YG


MENUNJUKAN MENUNJUKKAN
TUGAS, TANGGUNG JAWAB, TUGAS, TANGGUNG JAWAB,
WEWENANG DAN HAK WEWENANG, DAN HAK
SEORANG PNS DALAM SEORANG PNS
RANGKA MEMIMPIN DALAM RANGKA
SUATU SATUAN MENJALANKAN
ORGANISASI NEGARA TUGAS-TUGAS POKOK DAN
FUNGSI KEAHLIAN
DAN/ATAU
KETERAMPILAN UNTUK
MENCAPAI TUJUAN
ORGANISASI
UU NO. 8 TAHUN 1974 JO. UU. NO.43 Thn 1999

• Ps. 17 MENGAMANATKAN BAHWA SELURUH PNS


DIANGKAT DALAM JABATAN DAN PANGKAT
TERTENTU.

• JABATAN TERDIRI DARI : JABATAN STRUKTURAL


DAN JABATAN FUNGSIONAL ( Umum dan
Tertentu).
(PP NO. 16 TAHUN 1994)
1. JABATAN FUNGSIONAL ADALAH KEDUDUKAN YANG MENUNJUKKAN
TUGAS, TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN HAK SEORANG PNS
DLM SUATU SATUAN ORGANISASI YG DALAM PELAKSANAAN
TUGASNYA DIDASARKAN PADA KEAHLIAN (PROFESI & KOMPETENSI)
DAN/ATAU KETRAMPILAN TERTENTU SERTA BERSIFAT MANDIRI

2. JABATAN FUNGSIONAL DIHIMPUN DALAM RUMPUN JABATAN


FUNGSIONAL.

3. JABATAN FUNGSIONAL TERDIRI DARI :


a. JABATAN FUNGSIONAL KEAHLIAN
b. JABATAN FUNGSIONAL KETRAMPILAN

4. KEPADA PNS YANG MENDUDUKI JABATAN FUNGSIONAL DAN TELAH


DITETAPKAN ANGKA KREDITNYA DIBERIKAN TUNJANGAN JABATAN
FUNGSIONAL
DAFTAR RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL
(Keppres No. 87 Tahun 1999)
1. Rumpun Fisika, Kimia dan yang terakit (Pranata Nuklir, Pengawas
Radiasi).
2. Rumpum Matematika, Statistika yang terakit (Statistisi, Ass.
Statistisi)
3. Rumpun Kekomputeran (Pranata Komputer)
4. Rumpun Arsitek, Insinyur dan yang terkait (Surveyor & Pemeta)
5. Rumpun Penelitian & Perekayasaan (Peneliti, Perekayasa, Litkayasa)
6. Rumpun Ilmu Hayat (Pengendali Hama & Penyakit Ikan)
7. Rumpun Kesehatan (27 jabatan fungsional kesehatan)
8. Rumpun Pendidikan Tingkat Pendidikan Tinggi (Dosen)
9. Rumpun Pendidikan Tingkat Taman Kanak-kakan, Dasar, Lanjutan &
Sekolah Khusus (Guru Ahli dan Terampil)
10. Rumpun Pendidikan Lainnya (Pengawas Sekolah, Widyaiswara)
11. Rumpun Operator Alat-alat Optik dan Elektronik (Pemantau
Frekuensi Radio)
DAFTAR RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL
(Keppres No. 87 Tahun 1999)
12. Rumpun Teknisi dan Pengontrol Kapal & Pesawat (Teknisi
Penerbangan/Pelayaran)
13. Rumpun Pengawas Kualitas dan Keamanan (Pengawas
Farmasi&makanan, Penera)
14. Rumpun Akuntan dan Anggaran (Akuntan, Auditor)
15. Rumpun Asisten Profesional yg berhubungan dengan Keuangan dan
Penjualan (Penilai Pajak Bumi & Bangunan)
16. Rumpun Imigrasi, Pajak dan Assisten Profesional yang berkaitan
(Pemeriksa Bea & Cukai, Pemeriksa Pajak)
17. Rumpun Manajemen (Analis Kepegawaian, Analis Manajemen)
18. Rumpun Hak Cipta, Paten dan Merek (Pemeriksa Paten/Merek)
19. Rumpun Penyidik dan Detektif (Agen)
20. Rumpun Arsiparis, Pustakawan & yang berkaitan (Arsiparis,
Pustakawan)
21. Rumpun Ilmu Sosial & yang berkaitan (Pekerja Sosial)
DAFTAR RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL
(Keppres No. 87 Tahun 1999)

22. Rumpun Penerangan dan Seni Budaya (Pamong Budaya, Pranata


Humas)
23. Rumpun Keagamaan (Penyuluh Agama)
24. Rumpun Politik dan Hubungan Luar Negeri (Diplomat, Analis Politik)
JENIS JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN
Jabatan Fungsional Kesehatan terdiri :
• Ahli ( Sarjana ) :
Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, Adminkes

• Ahli dan Terampil (D3 – S1):


Perawat, PKM, Sanitarian, Epidemiolog, Entomolog, Nutrsionis, Pranata
Labkes

• Terampil (min SLTA – D3):


Bidan, Assisten Apoteker, Perawat Gigi, Radiografer, Perekam Medis,
Teknisi Elektromedik
UNIT PEMBINA INTANSI
JABFUNG TENAGA KESEHATAN

1 Ditjen. Bina Upaya Kesehatan Kemenkes


• Dokter • Tek. Elektromedik
• Dokter Gigi • Okupasi Terapis
• Radiografer • Ortetik Prostetik
• Pranata Labkes • Terapis Wicara
• Perawat Gigi • R.Optisien
• Perekam Medik • Fisioterapis
• Nutrisionis

2 Ditjen. PP dan PL Kemenkes

 Sanitarian,
 Epidemiolog Kesehatan,
 Entomolog Kesehatan
4
Ditjen Binfar alkes Kemenkes
• Apoteker dan

• Ass. Apoteker
5 Biro Hukor Kemenkes
 Administrator Kesehatan
6 Pusat Promkes Setjen Kemenkes
 Penyuluh Kesehatan Masyarakat
Jabfung Kesehatan
dibebaskan dari Persyaratan Diklat
No Jabfung Kep. Menpan
1. Dokter 139/Kep/M.PAN/11/2003
7 Nopember 2003

2. Dokter Gigi 141/Kep/M.PAN/11/2003


7 Nopember 2003
3. Apoteker 140/Kep/M.Pan/11/2003
7 Nopember 2003

4. Nutrisionis 23/Kep/M.Pan/4/2001
04 April 2001

5. Perawat 94/Kep/M.PAN/11/2001
7 Nopember 2001
No Jabfung Per. Menpan

6 Teknisi Per/09/M.Pan/3/2006
Elektromedis 29 Maret 2006
7 Sanitarian Per/10/M.Pan/3/2006
29 Maret 2006
8 Bidan Per/11/M.Pan/3/2006
29 Maret 2006
9 Fisioterapis Per/12/M.Pan/3/2006
29 Maret 2006
10 Perawat Gigi Per/14/M.Pan/3/2006
29 Maret 2006
11 Perekam Medis Per/15/M.Pan/3/2006
29 Maret 2006
12 Radiografer Per/16/M.Pan/3/2006
29 Maret 2006
13 Asisten Apoteker Per/17/M.Pan/3/2006
29 Maret 2006
14 Pranata Labkes Per/08/M.Pan/3/2006
28 Maret 2006
Jabfung Kesehatan
diharuskan persyaratan Diklat

No Jabfung Kep. Menpan

1. Epidemiolog 17/Kep/M.Pan/11/2000
Kesehatan 30 Nopember 2000
2. Entomolog 18/Kep/M.Pan/11/2000
Kesehatan 30 Nopember 2000
3. Penyuluh Kesmas 58/Kep/M.Pan/8/2000
14 Agustus 2000
4. Administrator 42/Kep/M.Pan/12/2000
Kesehatan 22 Desember 2000
JABATAN FUNGSIONAL

ENTOMOLOG KESEHATAN
BEBERAPA DASAR HUKUM

KEPMENPAN JAFUNG ENTOMOLOG KESEHATAN


18/2000 DAN ANGKA KREDITNYA

SKB MENKES
KEP BKN JUKLAK JAFUNG ENTOKES DAN
396/01 ANGKA KREDITNYA
20/01

PP No.54/2007 TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL

KEPMENKES JUKNIS JAFUNG ENTOKES DAN


1201/04 ANGKA KREDITNYA
ENTOMOLOG KESEHATAN

PNS YANG DIBERI TUGAS, TANGGUNG JAWAB,


WEWENANG DAN HAK SECARA PENUH OLEH
PEJABAT YG BERWENANG UNTUK MELAKUKAN
KEGIATAN TEKNIS FUNGSIONAL
PENGAMATAN, PEYELIDIKAN, PEMBERANTASAN
DAN PENGENDALIAN TERHADAP
VEKTOR PENYAKIT/SERANGGA PENGGANGGU
JENJANG JABATAN DAN TUGAS
SANITARIAN

MELAKSANAKAN TUGAS KEGIATAN


TEKNIS OPERASIONAL YANG
TERAMPIL BERKAITAN DG PENERAPAN KONSEP,
METODA OPERASIONAL DI BIDANG
ENTOKES

MELAKSANAKAN TUGAS KEGIATAN


YG BERKAITAN DG PENGEMBANGAN
PENGETAHUAN, PENERAPAN KONSEP
AHLI DAN TEORI, ILMU & SENI UNTUK
PEMECAHAN MASALAH, DAN
PEMBERIAN PENGAJARAN DI BID
ENTOKES
JENJANG JABATAN,PANGKAT & AK (1)

PELAKSANA PEMULA II/a 25

II/b 40
T
E II/c 60
PELAKSANA
R
II/d 80
A
M
P III/a 100
PELAKSANA LANJUTAN
I
III/b 150
L
III/c 200
PENYELIA
III/d 300
JENJANG JABATAN,PANGKAT& AK (2)
(PSL 6)

III/a 100
PERTAMA
III/b 150
A
III/c 200
H MUDA
III/d 300
L

I IV/a 400

MADYA IV/b 550

IV/c 700
Utama IV/d – IV/e = 200

Madya IV/a - IV/c = 150

Muda
III/c – III/d = 100
Penyelia

Pertama
III/a – III/b = 50
P. lanjutan

Pelaksana II/b – II/d = 20

P. Pemula II/a = 15

20
21
daftar yg berisi jumlah AK dr butir-2 keg.
yg telah dilaksanakan & dibuat o-pejabat
fungsional, u-diusulkan kepada pybw
menetapkan AK melalui pejabat pengusul

suatu angka yg diberikan berdasarkan


penilaian atas prestasi kerja yg telah dicapai
o-pejabat fungsional dlm mengerjakan butir
keg. & digunakan sbg salah satu syarat u-
pengangkatan, kenaikan jabatan/pangkat 22
23
UNSUR-UNSUR KEGIATAN
(PSL.5)
1 UNSUR UTAMA

a PENDIDIKAN

b KEGIATAN PELAYANAN

c PENGEMBANGAN PROFESI

2 UNSUR PENUNJANG
25
PERMENPAN
NO : PER/60/M.PAN/6/2005

doktor (S3) 200


50
magister (S2) 150
50
sarjana/D IV 100
60
40
sarjana muda/D III 60
75
20

D II 40 35

15
SLTA/DI 25
26
27
SUB UNSUR - YAN ENTO
(ENTOKES)

1 MELAKUKAN PERSIAPAN PELAKS KEGIATAN

2 MELAKUKAN PENGAMATAN VEKTOR DAN SP

3 MELAKUKAN PENYELIDIKAN VEKTOR DAN SP

4 MELAKSANAKAN UJI COBA PENGENDALIAN VEKTOR/SP

5 MELAKSANAKAN PENGENDALIAN VEKTOR/ SP

6 MELAKSANAKAN PENCARIAN SURVEILANS PENDERITA

7 MELAKSANAKAN PENGOBATAN PENDERITA

MELAKUKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM


8
MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN
PENGAMATAN VEKTOR/
SERANGGA PENGGANGGU

KEGIATAN YANG BERSIFAT RUTIN UNTUK


MENGETAHUI FLUKTUASI POPULASI
VEKTOR/ SERAMGGA PENGGANGGU.
PENYELIDIKAN VEKTOR/ S P

KEGIATAN YANG BERSIFAT INSIDENTIL/


SEWAKTU UNTUK MENGETAHUI HAL-HAL
YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG
VEKTOR/ SERANGGA PENGGANGGU DAN
METODE PEMBERANTASANNYA/
PENGENDALIANNYA
PEMBERANTASAN VEKTOR/ S P

UPAYA MENEKAN POPULASI


VEKTOR/ SERANGGA PENGGGANGGU UNTUK
MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT ATAU
UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN
HIDUP MANUSIA DENGAN CARA-CARA
YANG AMAN TERHADAP MANUSIA
PENGENDALIAN VEKTOR/ S P

UPAYA MENGELOLA LINGKUNGAN


UNTUK MENCEGAH BERKEMBANGNYA
ATAU MENEKAN POPULASI VEKTOR/
SERANGGA PENGGANGGU DALAM
RANGKA MENCEGAH PENYAKIT DAN
MENINGKATKAN KENYAMANAN HIDUP MANUSIA
TANPA MENGGANGGU KELESTARIAN LINGKUNGAN
Karya tulis ilmiah (KTI)

Entokes secara bersama2 membuat karya


tulis/ karya ilmiah pembagian AK :

- 60% Bagi peulis Utama


- 40% bagi semua penulis pembantu

(jumlah penulis pembantu sebanyak-


banyaknya 5 orang)

33
SUB UNSUR - PENGEMB PROFESI

MEMBUAT KARYA TULIS ATAU KARYA ILMIAH DI


1
BID ENTOKES

MENERJEMAHKAN/MENYADUR BUKU &


2
BAHAN LAINNYA BID ENTOKES

MEMBIMBING ENTOKES
3
DI BAWAH JENJANGJABATANNYA

MEMBUAT BUKU PEDOMAN/JUKLAK/JUKNIS DI


4
BID ENTOMOLOGI KES

MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI


5
BIDANG ENTOMOLOGI KES
BUTIR KEG. - PENGEMB PROFESI

MEMBUAT KARYA TULIS ATAU KARYA ILMIAH DI


1
BID ENTOKES

1. KARYA ILMIAH HASIL PENELITIAN BIDANG


ENTOKES YANG DIPUBLIKASIKAN
2. KARYA TULIS BERUPA TINJAUAN ATAU ULASAN
ILMIAH DENGAN GAGASAN SENDIRI DLM BID
ENTOKES YANG TDK DIPUBLIKASIKAN TETAPI
DIDOKUMENTASIKAN PD PERPUSTAKAAN
3. KARYA TULIS BERUPA TINJAUAN ATAU ULASAN
ILMIAH DENGAN GAGASAN SENDIRI DLM BID
ENTOKES YANG DIPUBLIKASIKAN
4. TULISAN ILMIAH POPULER BID ENTOKES YG
DISEBARLUASKAN MELALUI MEDIA MASA
BUTIR KEG. - PENGEMB PROFESI

MENTERJEMAHKAN/MENYADUR BUKU & BAHAN


2
LAINNYA DI BIDANG ENTOKES

1. TERJEMAHAN/SADURAN DI BID ENTOKES YANG


DIPUBLIKASIKAN
2. TERJEMAHAN/SADURAN DI BID ENTOKES
YANG TIDAK DIPUBLIKASIKAN
3. MEMBUAT ABSTRAK TULISAN ILMIAH YANG
DIMUAT DALAM PENERBITAN
SUB UNSUR – KEG. PENUNJANG

1 MENGAJAR/MELATIH TERKAIT BIDANGNYA

2 MENGIKUTI SEMINAR/LOKAKARYA DI BIDANGNYA

3 ANGGOTA ORGANISASI PROFESI DI BIDANGNYA

4 ANGGOTA TIM PENILAI JAFUNG DI BIDANGNYA

5 MELAKS KEGIATAN LINTAS PROGRAM/SEKTOR

6 MEMPEROLEH GELAR KESARJANAAN LAINNYA

7 MENDAPAT PENGHARGAAN/TANDA JASA


JANUARI, untuk KP
periode APRIL
JULI, untuk KP periode
OKTOBER

38
Pejabat yang berwenang
menetapkan AK
• Direktur Jenderal
Madya

• Sekretaris Dirjen
Pemula – Penyelia • Ka. Kantor Wilayah, Ka. Dinkes Propinsi.
Pertama - Muda • Ka. Kantor, Ka. Dinkes kabupaten/kota.
• Pimpinan instansi.
tips meraih sukses

40
Dasar Hukum Besar Tunjangan Fungsional

1. Peraturan Presiden RI No.54 tahun 2007 tentang tunjab fungsional


2. Kep. Ka.BKN No. 6 thn 2004 tentang tata cara pembayaran tunjab

BESARAN TUNJANGAN FUNGSIONAL AHLI

NO JENJANG PerPres No.54


Thn 2007(Rp)

1 Madya (IV/a-IV/c) 850.000,-


2 Muda (III/c-III/d 600.000,-
3 Pertama (III/a-III/b) 300.000,-
BESARAN TUNJANGAN FUNGSIONAL TERAMPIL

NO JENJANG PerPres No.54


Thn 2007 (Rp)

1 Penyelia (III/c-III/d) 500.000,-


2 Pelaksana Lanjutan (III/a-III/b) 265.000,-
3 Pelaksana (II/b-II/d) 240.000,-
4 Pelaksana Pemula (II/a) 220.000,-
SPMK
KGT

PELAKS LAP LAP SPMK


KEG HARIAN BLN DUPAK
P.PROF

SPMK
PENUNJ

TIM SEK
PEJAB PAK PENILAI TIM. P
ALUR PENETAPAN ANGKA KREDIT UNIT
UTAMA
P.B.A.K
UNIT UTAMA

Atasan Langsung (#)Pejabat Sekretariat Tim


Pengusul Tim Penilai Penilai
PFK

Yang terkait Biro Kepeg Tim


Teknis

PFK : Pejabat Fungsional Kesehatan


PBAK : Pejabat yg Berwenang Menetapkan Angka Kredit
(#) : Penanggung Jawab Struktural Atasan YBS
keuntungan jabatan
fungsional

45
MEKANISME PELAKSANAAN
JABATAN FUNGSIONAL
KEGIATAN-KEGIATAN BIMBINGAN
JABATAN FUNGSIONAL DI PUSAT (P2PL)

Bimbingan meliputi tata cara:


a. Penyesuaian/inpassing
b. Pengangkatan pertama
c. Perpindahan jabatan
d. Kenaikan jabatan dan pangkat
e. Pembebasan sementara dr jabatan
f. Pengangkatan kembali.
g. Pemberhentian
h. Penghitungan angka kredit
PENGANGKATAN PERTAMA
PERSYARATAN UMUM :
PNS
FORMASI
USIA  5 TH SEBELUM BUP

DP-3 (1 TH BAIK)
MEMILIKI PENGALAMAN MINIMAL (SPMT) SESUAI DENGAN KETENTUAN
MASING-MASING JABFUNG.
SURAT PERNYATAAN MEMILIH JABATAN FUNGSIONAL.
MEMENUHI AK KUMULATIF MIN PENGANGKATAN PERTAMA

KUALIFIKASI PENDIDIKAN SESUAI KOMPETENSINYA


PERPINDAHAN DARI JABATAN LAIN
(ALIH TUGAS / JABATAN STRUKTURAL ATAU JAFUNG LAIN)

• MEMENUHI SYARAT PENGANGKATAN PERTAMA.


• MEMILIKI PENGALAMAN MINIMAL SESUAI KETENTUAN MASING-
MASING JABATAN FUNGSIONAL.
• USIA MAKSIMAL 5 (LIMA) TAHUN SEBELUM BATAS USIA PENSIUN
(BUP) ( SK SUDAH HARUS DITETAPKAN SEBELUM USIA 51 TAHUN).
• MIN 6 BLN MELAKSANAKAN ADAPTASI DALAM TUGAS JABATANNYA
PADA UNIT PELAYANAN KESEHATAN.
• DP3 (1 TAHUN) BERNILAI BAIK.
• PANGKAT DITETAPKAN SAMA DGN PANGKAT YANG DIMILIKI DAN
JENJANG JABATAN DITETAPKAN SESUAI DENGAN A.K YANG
DIPEROLEH BERDASARKAN UNSUR : PENDIDIKAN, KEGIATAN
JABFUNG, PENGEMBANGAN PROFESI DAN PENUNJANG
(MISAL : PANGKAT III/D – ANGKA KREDIT = 215)
PEMBEBASAN SEMENTARA
(pasal 25)
1. Bagi yg blm mencapai pangkat maksimal
- Dalam waktu 5 ( lima ) tahun tidak dapat mengumpulkan
angka kredit yang ditentukan untuk Kenaikan Pangkat setingkat
lebih tinggi.
2. Bagi yg sudah mencapai pangkat maksimal (Gol III/d atau IV/c) :
- Dalam waktu 1 ( satu ) tahun tidak dapat mengumpulkan AK
minimal sebesar 10 AK unt Trampil dan 20 AK unt Ahli setiap
tahun (dari unsur utama)
3. Karena alasan lain :
- Ditugaskan secara penuh di luar jabatan fungsional
- Tubel > 6 (enam) bulan
- Hk. Disiplin PNS > Sedang/Berat
- Diberhentikan sementara sbg PNS
- CTLN
Jabatan Fungsional yang dibebaskan sementara, diberhentikan dari
pembayaran tunjangan jab. fungsionalnya
PEMBERHENTIAN DARI JABATAN
(pasal 27)
1 (satu) tahun sejak pembebasan sementara tdk dpt
mengumpulkan AK utk KP setingkat lebih tinggi.

1 (satu) tahun sejak pembebasan sementara tdk dpt


mengumpulkan AK yg ditentukan.

Dijatuhi hukuman pidana yg telah mempunyai kekuatan


hukum tetap.

Dijatuhi hukuman didiplin berat (berhenti sbg PNS).


PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN FUNGSIONAL
DARI PEMBEBASAN SEMENTARA
(Pasal 26)

1. Karena Angka Kredit , setelah mengumpulkan angka kredit


yang ditentukan untuk Kenaikan pangkat.
2. Karena alasan lain, selesai melaksanakan :
- Tugas diluar jab. Fungsional tertentu
- hukuman disiplin sedang, penurunan pangkat.
- melaksanakan TUBEL.
- CTLN.
- Pemeriksaan dari pengadilan dan dinyatakan tdk bersalah.
PEJABAT YANG BERWENANG
MENGANGKAT, MEMBEBASKAN DAN
MENBERHENTIKAN

PUSAT :
* Menkes Pejabat yg ditunjuk.

DAERAH
* Gubernur/Bupati/Wali Kota atau Pejabat lain yg
ditunjuk (BKD, Kepala Dinas Kesehatan).
KEWAJIBAN JABATAN FUNGSIONAL

1. Melaksanakan tugas pokok jabatan fungsional masing-masing.


2. Mengumpulkan dan menghitung Angka kredit hasil prestasi
kerjanya sendiri dari kegiatan pelayanan, pengembangan
profesi, pengabdian masyarakat, penunjang pelayanan.
3. Membuat DUPAK apabila menurut perhitungan sementara telah
memenuhi jumlah Angka Kredit yang di tentukan untuk
kenaikan jabatan/pangkat lebih tinggi.
Jumlah Angka Kredit yang
dipenuhi
• Min 80 % dari Unsur Utama, max 20 % dari
unsur Penunjang.
• Melakukan tugas dibawah jenjang jabatannya
nilai AK penuh
• Melakukan tugas di atas jenjang jabatannya nilai
AK 80 %.
• Entomolog Madya Gol IV/b – IV/c
diwajibkanmengumpulkan sekurang2nya 12 AK
dari kegiatan unsur pengembangan profesi

KEPMENPAN 17/KEP/M.PAN/11/2000 PS.11


Membuat karya tulis
• Bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah
dibidangnya ditetapkan :
– 60 % bagi Penulis Utama
– 40% bagi semua penulis pembantu (max 5 orang).

KEPMENPAN 17/KEP/M.PAN/11/2000 PS.12


DOKUMEN PELAKSANAAN KEGIATAN PELAYANAN
UNTUK PEMBUATAN DUPAK

1. SURAT PENUGASAN DARI PEJABAT YANG BERWENANG


2. SURAT PERNYATAAN:
- DIKLAT FUNGSIONAL.
- KEGIATAN PELAYANAN .
- PENGEMBANGAN PROFESI.
- KEGIATAN PENUNJANG DI BIDANG KESEHATAN.
3. BUKTI FISIK YANG MENDUKUNG KEGIATAN TSB DIATAS
DAN FOTOCOPY (IJAZAH, SERTIFIKAT, KETERANGAN, SK
TIM DLL) YG DISAHKAN OLEH PEJABAT YANG
BERWENANG.
PERIODE PENILAIAN
( PER SEMESTER )
1. Periode Penilaian dilakukan 2 (dua) kali dalam satu
tahun (April dan Oktober ) :
a. Bulan Oktober untuk usul kenaikan periode Bulan April;
b. Bulan April untuk usul kenaikan pangkat
periode Bulan Oktober.
2. DUPAK harus sudah diterima oleh Sekretariat
Tim Penilai paling lambat pada akhir bulan April dan
Oktober tahun yang berjalan.
 se-kurang2nya 1 th dalam
jabatan
 telah memenuhi jumlah ak
yang ditentukan
 semuan unsur dp-3 sekurang
- kurangnya bernilai baik
dalam 2 tahun terakhir
 se-kurang2nya 2 th dalam
pangkat terakhir
 telah memenuhi jumlah ak
yang ditentukan
 semua unsur dp-3 sekurang
- kurangnya bernilai baik
dalam 2 tahun terakhir
TIM PENILAI

1 TIM PENILAI PUSAT

2 TIM PENILAI PROPINSI

3 TIM PENILAI KAB/KOTA

4 TIM PENILAI INSTANSI

5 TIM PENILAI UPT


PEJABAT YG BERWENANG MENETAPKAN ANGKA
PNS Depkes :
KREDIT
- Gol. II : SESDITJEN, DIREKTUR UPT (ESSELON-II)
- Gol. III : SESDITJEN, KABAG PENGEMBANGAN ROPEG
- Gol. IV : MENTERI KESEHATAN atau PEJABAT YANG DITUNJUK

PNS DEP / Instansi Lain diluar Depkes:


- Gol. II dan III : PIMPINAN INSTANSI/PEJABAT YG DITUNJUK
- Gol. IV : MENTERI KESEHATAN atau PEJABAT YANG DITUNJUK

PNS Daerah :
- Gol. II & III : PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN DAERAH
(GUB/BUPATI/W.KOTA)
atau PEJABAT LAIN YANG DITUNJUK
- Gol. IV : MENTERI KESEHATAN atau PEJABAT YANG DITUNUJK
PEMBUATAN DAFTAR USULAN
PENETAPAN ANGKA KREDIT
(DUPAK)
TERIMA KASIH

TERIMA KASIH