Anda di halaman 1dari 90

BIOLOGI SEL DAN BIOLOGI MOLEKULER

DOSEN PENGASUH
DRS. H. BUSMAN, MSI
Kandungan dan sifat sel.

Kandungan sel berupa senyawa kimia :

a. Senyawa anorganik :
1. Air (75-85 %) u/ pelarut & pengangkut senyawa yg
diperlukan sel dan juga u/ agensia reaksi-reaksi enzimatik.

2. Garam mineral (1 %)

-
b. Senyawa organik.

1. Protein (10-20 %)
- untuk katalisator berbagai reaksi kimia didalam/luar sel.
- memberikan kekakuan struktural, mengatur
permiabilitas membran sel & mengatur metabolik yg
diperlukan.
- berperan dalam gerakan sel & mengatur kegiatan sel.
2. Karbohidrat :
bersifat sebagai glikokalix
protein → glikoprotein
lipid → glikolipid

3. Lipid (2-3 %)
sebagai struktural sel terutama pd membran sel & di dlm sel dan
bermamfaat sebagai cadangan energi.

4. Asam nukleat : DNA & RNA


membawa energi seperti ATP
membawa sifat herediter (DNA)

Sifat sel → semi otonom → dapat diambil dan hidup diluar organisme
yang bersangkutan (in vitro) → dilakukan kultur jaringan.
TEORI SEL
- Schwann (1939) – Bapak Sitologi modern
Teori sel : Sel merupakan sebuah bagian terkecil dari organisme sehingga hewan & Tumbuh-
tumbuhan merupakan kumpulan sel atau organisme dan sel adalah unsur dasar organisme

- Hoeckel Membagi 2 zoologi :


a. Protozoa - Hewan Bersel tunggal, Contoh Amuba
b. Metazoa – Hewan Bersel Banyak, Contoh Tumbuh-tumbuhan dan hewan

- Embriologi ( Albert Kolcikel )


Menemukan Spermatozoa dan Ovum sebagai unsur histologi yang merupakan asal dari
organisme

- Patologi ( Robert Virchov )


Proses patologi terdapat pada sel dan jaringan
BIOLOGI SEL (SITOLOGI)

Merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi sel

Definisi sel : Suatu kesatuan aktifitas biologi yang dibatasi oleh suatu membran
permiable yang selektif dan mampu untuk melakukan reproduksi sendiri
dalam suatu media tertentu dan sistem kehidupan lainnya.

Berdasarkan ada atau tidaknya membran inti sel, sel dibagi :

Prokaryota : sel yang tidak mempunyai nukleus sejati atau sel yang tidak mempunyai
membran nukleus
Ex : - Bakteri, virus
- Ganggang biru

Eukaryota : Sel yang mempunyai nukleus sejati atau sel yang mempunyai membran
nukleus
Ex : Hewan dan Tumbuh-tumbuhan
Hubungan sitologi dan ilmu lainnya

- Sitogenetika : mempelajari tentang tingkah laku materi genetik (DNA & RNA) dalam sel
- Fisiologi sel : Mempelajari proses-proses fisiologi pada sel
- Biokimia sel : Mempelajari reaksi-reaksi biokimia dalam sel
- Imunologi : Mempelajari pembentukkan sistem kekebalan tubuh

Morfologi Sel

Bentuk sel beraneka ragam dengan susunan yang berbeda sesuai dengan fungsi
sel
Bentuk sel pada Hewan
-Tonjolan Panjang Pada syaraf
- Kolumnar Epitel Trachea & Usus
- Gepeng Epitel Arteri & vena
- Kubus Epitel saluran ren
- Fusiform Otot polos
- Polihedral Folikel telur
- Amuboid Leukosit
Komponen Sel

a. Sitoplasma sel
b. Membran sel
c. Inti sel
Sel Tumbuhan
Sel Bakteri

Sel Hewan
Sel Tumbuhan
Sel Hewan
1. Sitoplasma Sel
Merupakan Cairan homogen (sitosol) didalam sel didalamnya terdapat organel-
organel sel

Cairan Homogen ( Hyloplasma ) terdiri dari :


- Ektoplasma (dekat ke membran)
- Endoplasma (dekat ke inti)

Ada 2 struktur dalam sitoplasma

- Organela (alat-alat sel)


- Paraplasma (inklusio)

Organela : merupakan bangunan atau organ yang selalu ada dalam sel
Paraplasma : Bahan atau senyawa kimia tertentu yang tidak selalu ada dalam sel
ex : Metabolit sekunder
hasil katabolisme sel
Organel Dibagi Dua

I. Organel yang aktif dalam proses metabolisme sel

a. Ribosom
b. Organel yang terdiri atas membran

- Retikulum Endoplasma (RE)


- Aparatus Golgi
- Mitokondria
- Lisosom / Peraksisom
- Gelembung-gelembung terselubung

II. Organel yang tidak aktif dalam proses metabolisme sel

- Sentriol
- Mikrotubul
- Fibril
- Mikrobodi
RIBOSOM
- Berfungsi tempat mensintesa protein

- Pada Prokaryota 30 s
70 s
50 s
- Pada Eukaryota 40 s
80 s
60 s
- Ribosom bebas berada pada sitoplasma
Ribosom terikat berada pada retikulum endoplasma

RIBOSOM Bebas
Protein yang diproduksi bukan untuk sekresi
a. Untuk dipakai oleh sel itu sendiri
b. Di sitoplasma

RIBOSOM RE

Protein yang diproduksi untuk sekresi


- Ribosom pada eritroblas berperan dalam pembentukan Hb
(Hemoglobin)
- Apabila ribosom tersusun berderet-deret yang dihubungkan oleh
benang-benang m RNA disebut Poliribosom
- Jumlah ribosom dalam poliribosom akan menentukan ukuran
molekul protein yang disintesa
MEMBRAN SEL

- Membran sel terdiri dari 3 lapisan


2 lapisan lemak (Lipid bilayer)
1 lapisan protein

- Model membran plasma disebut Fluid Mosaic Model


1. Molekul lipid dan protein intergral tersusun secara
mosaik
2. Membran plasma merupakan struktur cairan hingga
molekul protein dan lipid intergral dapat melakukan
gerakan lateral maupun gerakan flip-flop
Permeabilitas Membran plasma

1. Makromolekul protein tidak dapat melintasi membran


2. Mekanisme “ Sodium Pump “ yaitu memelihara
keseimbangan konsentrasi Na+ dan K+ didalam dan diluar
sel
3. Mekanisme transpor aktif yaitu transpor glukosa as. amino
dan as. lemak kedalam sel membutuhkan energi
4. Perbedaan tekanan osmosa dalam sel dan diluar sel akan
menimbulkan transpor air
5. Zat yang tidak larut dalam lipid dapat menembus membran
melalui pori
DINDING SEL

- Dinding sel hanya ditemukan pada tumbuhan


- Sebelah luar membran plasma sel hewan ditemukan selubung sel (CELL COAT)
yang terdiri dari :

1. Glikoprotein
2. Glikolipid Ketiga senyawa ini sering disebut
Glikokaliks
3. Polisakarida

Yang berfungsi :
1. Adaptasi sel
2. Sifat antigenitas
3. Membantu filtrasi – Epitel Glomerolus
4. Mengandung enzim – Epitel usus
5. Mengubah konsentrasi zat pada permukaan sel
RETICULUM ENDOPLASMA
Merupakan bangunan ruang-ruangan yang mempunyai membran dan saling
berhubungan berbentuk anyaman dan terkumpul pada Endoplasma
RE dibagi berdasarkan bentuk dan besar ruangan :
1. Sisterna – bentuk gepeng
2. Tubular – bentuk Pipa-pipa kecil
3. Vesicular – bentuk gelembung-gelembung yang terlepas
RE Dibagi berdasarkan ada tidaknya ribosom
1. Jaringan RE Kasar (RER)
Mengandung Ribosom
Protein yang disintesa ditampung dalam ruangan RE
2. Jaringan RE Halus (SER)

Tidak ada ribosom, fungsinya:


a. Sintesa lipid, kolesterol dan hormon Steroid
b. Detaksifikasi obat-obatan dalam Hepar
c. Pembentukan glikogen pada hepar dan otot
d. Metabolisme mineral
e. Tempat melekat molekul enzim
f. Transportasi lipid pada sel-sel usus
APARATUS GOLGI
- Suatu anyaman yang tersusun dari kantong-kantong bermembran yang rata bertumpuk
- Struktur A. Golgi ada 3 :

1. Sakula – bentuk gelembung konvek keinti atau kantong. dibagi


a. Immature face – bentuk konvek ke inti
b. Nature Fase – tidak selalu konvek dan sudah ada gelembung
2. Vesikel sekretaris – berupa gelembung
3. Mikrovesikel atau transpor vesikel
- Fungsi :

1. Memilah, mengubah dan mengemas molekul-molekul makro untuk dikeluarkan atau


diberikan ke organel lain
2. Ikut membentuk dan memperluas membran plasma
3. Sekresi
4. Membentuk Lisosom primer
MITOKONDRIA
Mitos – benang
Chondrin – butir

1. Berbentuk bulat, oval dan batang-batang halus yang tersebar disitoplasma


2. Mampu melakukan pembelahan sendiri
3. Struktur membran mengandung fostolipid dan protein
4. Terdapat DNA, RNA & Ribosom sehingga mempu mensintesa protein sendiri dan
bersifat semi otonom

5. Membran sebelah dalam membentuk lipatan kristal dan matriks


6. Fungsi mengubah energi potensial berbagai makanan menjadi energi yang disimpan
dalam ATP – Respirasi sel
LISOSOM
Organel bentuk bulat, membrannya tahan terhadap lisis dan infermiable
terhadap enzim yang dikandungnya
Fungsinya untuk mencerna atau merombak/menghancurkan suatu zat atau bahan
Ada dua macam lisosom
1. Lisosom primer : baru dilepas dari A. Golgi
2. Lisosom sekunder : Lisosom yang berfusi dgn benda asing yang akan
dihancurkan

Proses pembentukan lisosom


Enzim dari RER menjadi A.golgi lisosom

Proses pencernaan benda / bahan asing

Benda asing masuk kedalam sel melalui proses endositosis kemudian dibungkus oleh
membran plasma terbentuklah fagosom – bergabung dengan lisosom primer – lisosom
sekunder – dikeluar / dibuang keluar sel melalui proses eksositosis

Bila tidak dikeluar dari sel terbentuk pasca lisosom atau benda sisa (residual body)
Fagosom dibagi :
1. Heterofagosom : benda asing yang akan dirombak berasal dari luar sel
2. Autofagosom : benda asing yang akan dirombak berasal dari dalam sel

Penyakit akibat kekurangan enzim lisosom


1. Penyakit pompe’s – banyaknya glikogen pada jantung, hati dan rangka
Penyebabnya : penderita tidak mengandung fosforilase yang akan mencerna
glikogen
2. Penyakit Tay-sactis : penderita tidak mengandung enzim glikolipase, sehingga
glikolipid tertumpuk pada otak
Peroksisom
1. Organel yang berisi enzim katalase dan oksidase yaitu
enzim peroksidase
2. Fungsi mengubah peroksida bersifat toksik
enzim
H2O2 H2O + O2
peroksidase
SENTRIOL

- Setiap sel dalam tubuh yang dapat membelah diri memliki sentriol dalam sitoplasma
ditengah dekat inti
- ditemukan oleh T. Boveri th 1888
- mengandung sepasang (2) sentriol, letak saling tegak lurus
- diameter 0,15 um, berbentuk selinder
- disusun oleh 9 mikrotubul, 1 mikrotubul terdiri dari 3 untai (triplet) yang semuanya
disalut oleh matriks kental

Fungsinya :
1. Membentuk serat gelendong serta untuk orientasi pembelahan sel dan penentu arah
pembelahan sel
2. Membentuk rangka organel gerak serta mengontrol pergerakannya
3. Membentuk rangka sel : mikrotubul dan mikropalsma

Kalau sel membelah sentriol membelah menjadi 2 pasang yang masing-masing pasang
pindah kekutub berseberangan, maka terbentuk serat yang terdiri dari mikrotubul dan
mikrofilamen
Ada 3 macam serat

1. Serat radial : berada sekeliling tiap pasang sentriol, pendek-pendek, membentuk


gambaran seperti bintang bersinar sehingga disebut bintang bersinar.
2. Serat interpolar : menghubungkan pasangan sentriol dari kutub ke kutub membentuk
seperti gelendong (spindel)
3. Serat Kromosomal : Menghubungkan sentriol dengan kromosom, sifatnya mengikat
kromosom lewat sentromer
INTI SEL (NUKLEUS) – BROWN, 1831

- Komponen inti : 1. Selaput inti (membran nukleus)


2. Cairan inti (nukleoplasma)
3. Anak inti (nukleolus)
4. kromatin
- Bentuk bundar, diameter 5 – 10 um
- Bentuk inti pada leukosit dan sel sertoli berbentuk polimorf

1. Selaput inti
a. Disebut juga karyotheca : karyon = inti
theca = kulit

b. Selaput inti terdiri 2 lapis (membran) antar membran terdapat celah yang disebut
Perinuclear Cisterane (Spatium perinuklearis) lebarnya 150 nm
c. Cisternae inti berhubungan dengan cisternae RE yang berfungsi sebagai transpor zat
d. Mempunyai pori (poros nuklearis), diameter 80 nm, 40 % dari seluruh permukaan
selaput inti
e. Fungsi pori sebagai keluar – masuk zat
f. Ketika sel membelah, selaput inti hancur dan tersebar dalam sitoplasma berupa
vesikula (gelembung) dan patahan membran
g. Selaput inti pada anak sel berasal dari RE
2. Nukleoplasma
a. Disebut juga karyo plasma
b. Didalam terdapat nukleolus dan kromatin
c. Cairan inti lebih kental dari sitoplasma
d. Cairan inti mengandung protein, enzim, metabolit dan ion
3. Nukleolus

a. Disebut juga anak inti


b. Bentuk bundar, diameter 0,3 um
c. Kalau sel aktif mensintesa zat, nukleolus membesar, sebaliknya pada sel yang
tidak aktif atau dormant
d. Setiap sel mempunyai satu inti kecuali pada sel kanker dan sel darah merah
(eritrosit) tidak mempunyai inti
e. Nukleolus terdiri dari RNA - bersifat – basofil
f. Kromatin mengeliling anak inti
g. Nukleolus terdiri dari bagian terang (pars amorpha) dan bagian gelap
(nukleolonema)
Nukleolonema – berupa bunga karang (spons)
Pars amorpha – berupa celah – celah terang
- Nukleolus terdiri dari 4 bagian
1. Daerah butiran (Pars Granuler)
a. Mengandung butiran-butiran bundar gelap, diameter 15-20 nm
b. Terdapat pada parifer nukleolus
c. Ada hubungan dengan pembentukan ribosom
2. Daerah serat
a. Mengandung serat-serat, diameter 5 – 10 nm
b. Terdapat pada bagian tengah anak inti
c. Mengandung DNA dan RNA
d. Daerah butiran dan daerah serat mengandung ribosom
e. Kedua daerah diikat oleh matriks
3. Daerah kromatin (organizing center)
a. Terdiri dari serat-serat yang lebih terang dari daerah serat
b. Diameter 10 nm. Membentang dari satu sisi kesisi lain dari nukleolus
c. Merupakan pusat pengatur nukleolus
d. Fungsi nukleolus membuat ribosom kemudian masuk ke sitoplasma
4. kromatin
a. Berbentu jala benang halus
b. Chroma = berwarna
c. Tin = benang halus
- Kromatin dibina oleh: DNA = 16 %
1. DNA – bahan genetis RNA = 12 %
2. Protein – berupa histon DNA = 72 %

- Tebal 25 nm

- Kromatin dibedakan menjadi 2


1. Heterochromatin (condensea chromatin)
a. Kromatin yang berpilin (bergelung)
b. Dapat menyerap (mengikat warna) sehingga disebut heteropyknotic positif
c. Non aktif

2. Euchromatin (Extended chromatin) yaitu

a. Kromatin yang tidak bergelung


b. Sedang aktif dalam mengatur kegiatan seluruh sel
c. Tidak menyerap warna sehingga disebut heteropyknotic
negatif
KROMOSOM
Chroma = warna
Soma = tubuh

KROMATIN
Chroma = warna
Tin = benang

Kromatin : - Jalinan benang-benang halus yang terdapat dalam plasma inti sel
- dengan mikroskop biasa tidak terlihat
- terdiri dari benang-benang kromonema

Kromosom : a. Bila sel mengalami pembelahan maka benang kromatin memendek


dan membesar/melebar
b. Pada saat ini sudah terlihat dengan mikroskop biasa
c. Kromosom selalu berpasangan (ganda)
matriks Kromonema – DNA, Histon

selaput
sentromer

kromonema

kromomer
DNA

Kromotin maupun kromosom terdiri dari puluhan sampai ratusan ribu gen
Gen : merupakan genetik material (bahan genetik) diperkenalkan oleh W. Johansen
Gen terdiri dari DNA dan histon

Bagian kromosom :
1. Sentromer (kinetochor) yaitu bagian kepala kromosom
- Tidak mengandung kromonema dan gen

2. lengan

- Merupakan badan kromosom


- mengandung kromonema dan gen
- terdiri dari : a. Selaput
b. Kandung / matriks
c. kromonema sentromer

Lengan
Berdasarkan letak sentromer, kromosom dibedakan atas (atau perbedaan
panjang lengan
1. Metasentrik : letak sentromer kira – kira ditengah

lengan

sentromer

lengan

2. Sub metasentrik : salah satu lengan lebih pendek

lengan

sentromer

lengan

3. Akrosentik : letak sentromer dekat ujung kromosom (jika salah satu lengan pendek
dan mempunyai satelit.
satelit
tungkai
4. Telosentrik : salah satu lengan pendek sekali

Berdasarkan typenya kromosom dibagi 2 :

1. Kromosom autosom – 44 buah


2. Kromosom gonosom – pria XY
wanita XX
Penggolongan kromosom manusia
1. Berdasarkan kariotipe manusia, kromosom manusia berdasarkan
bentuk dan besar kromosom dapat dikelompokkan

Bab No Krom bentuk

A(I) 1,3 metasentrik


2 Sub metasentrik
B(II) 4,5 Sub akrosentrik
C(III) 6 – 11, X Sub metasentrik
12 Sub akrosentrik
D(IV) 13 - 15 Sub akrosentrik
E(V) 16 metasentrik
17 Sub metasentrik
18 Sub akrosentrik
F(VI) 19, 20 metasentrik
G(VII) 21, 22, Y Akrosentrik
Besar dan jumlah kromosom
Kromosom hewan lebih kecil dari tumbuhan
Jumlah kromosom suatu spesies berbeda dengan spesies lain

Contoh : Manusia = 46
B.E. Coli = 1
Ayam = 40
Rhizopoda = 1500
Sapi = 60
dll

Kariotipe : susunan kromosom yang berurutan menurut panjang dan bentuknya


Peranan kariotipe yaitu dapat digunakan untuk pengamatan sifat keturunan
Misalnya : - Kelainan anatomi, morfologi, fisiologi
- penyakit keturunan
Penyakit keturunan yg berhubungan dengan kelainan kromosom misalnya :
- Sindroma turner
- sindroma klinefelter
- sindroma down
- sindroma cri-du-chat
- sindroma patau
- sindroma feminisasi testis

Sindroma turner
Lab : - Drumstik Fisik : - Kerdil (lebih kurang 130 cm)
- barr body - webneek
- F – body - dada seperti perisai
- 45,XO - skeletae pendek
- coartation aorta ( ada kemungkinan tambahan pada aorta)
- genetalia ekterna infatil
- clitoris hipertropi
- Rambut axila dan pubis kurang
- steril
Sindroma klinefelter
Lab : - Drumstick +
- barr body +
- F-body +
- 47, XXY
Fisik : - Tinggi > 170 cm
- gyneco mastia (tidak ada mamae)
- penis kecil –normal
- testis kecil : Biopsi testis :

a. Hialinisasi tubulus semiferus


b. Spermatogenesis tidak berlangsung
c. Azoosperma – steril
d. Sel leydig +

e. libido +
- Retardasi mental
Sindroma feminisasi testis :

Lab : - Drum stick -


- barr body
- F – body
+
- kadar testeron

Fisik : - Penotipe wanita


- tinggi normal
- mamae berkembang baik, tapi putting tidak berkembang
- rambut axila + pubes jarang
- uterus + tuba fallopii -
- vagina pendek (5 cm) dan buntu
- testis : - Abdominal
- inguinal
- labial
- epidermis + vas deferen –
- hernia inguinal <kanak>
Penyebabnya : gen yang tidak sanggup membentuk androgen reseptor sehingga testeron
tidak ada dan tidak masuk dalam sel
PEMBELAHAN SEL

Pembelahan sel ada 2 macam :


1. Mitosis : dari 2N menjadi 2N
2. Miosis : dari 2N menjadi 1N
Mitosis

 Terjadi pada sel somatik (tubuh).


 Susunan kromosom yang diploid (2N) menjadi diploid (2N)
 Mitosis ttd duaproses :
 1. kariokinesis ; proses pembelahan substansi inti.
2. sitokinesis : proses pembelahan sitoplasma.

 Mitosis dibagi :
1. Persiapan (interfase).
2. Pembelahan (mitosis).

1. INTERFASE:
dibagi 3 periode:
a. Periode G1 (gap 1)
b. Periode S (sintesa)
c. Periode G2 (gap 2).
 MITOSIS.
memiliki 4 fase:
1. Propase
2. Metafase
3. Anafase
4. Telofase

Profase.
1. DNA kromatin berbentuk jala, makin padat dan rapat shg DNA jadi tebal dan pendek.
2. kromatin sudah menjadi kromosom dan rangkap 2.
3. Nukleus membesar, pecah dan hancur.
4. kedua sentriol bergerak ke kutub berlawanan yang dihubungkan oleh benang spindel..
5. kromosom menggantung pada benang spindel.

Metafase.
1. kromosom bergerak ke dan berada di ekuator.
2. untuk dapat melihat fase ini (misalnya pada sumsum tulang) diberi zat kolhisin.
Anafase.
1. sentromer tiap kromosom membelah menjadi 2 sehingga kromatid terpisah.
2. kromatid bergerak ke kutub berbeda.

Telofase.
1. kromatid sudah menjadi kromosom.
2. nukleus sudah mulai muncul
3. selaput inti sudah muncul
4. terbentuk saluran pembelahan/
5. kromosom kembali menjadi kromatid.
MIOSIS.
 Proses pembelahan pada sel-sel kelamin atau gamet (ovum dan sperma).
 Sel diploid (2N) menjadi haploid (1N).

SKEMA MIOSIS
PROFASE I TERBAGI:
1. LEPTONEMA
2. ZYGONEMA
3. PACHYNEMA
1. PROFASE I 4. DIPLONEMA
2. METAFASE I 5. DIAKINESIS
3. ANAFASE I
Miosis 1 4. TELOFASE I

Miosis

1. PROFASE II
2. METAFASE II
3. ANAFASE II
Miosis II 4. TELOFASE II
 MIOSIS I

PROFASE I
terbagi :
1.1. Leptonema.
a. DNA kromatin berpilin rapat dan pada.
b. Benang krominatin ttd DNA rangkap (double strain).
c. kromatin sudah menjadi kromosom.

1.2. Zygonema.
a. Pilinan DNA kian rapat dan padat.
b. kromosom mampunyai manik-manik besar dan kecil yg disebut kromomer.
c. kromosom homolog yg sepasang (satu dr bapak yang disebut patroklin dan satu
dari ibu yg disebut matroklin saling bergandengan dan merapat (sinapsis).
d. pada beberapa tempat terjadi persilangan yng disebut chiasma
1.3. Pachynema.
a. pilinan DNA makin rapat lagi sehingga kromosom makin padat dan pendek.
b. pd kromatin terbentuk benang halus antara kromatid yg merenggang spt tangga.
c. kromatid masing-masing rangkap 2.

1.4. Diplonema.
a. tangga antara kromatid hilang
b. pada chiasma terjadi perlekatan antara kromosom homolog.
c. diantara chiasma terjadi peristiwa “crossing-over”
d. crossing-over ini menyebabkan variasi genetis antara orang tua dan anaknya

1.5. Diakinesis.
a. sentriol anak pindah ke kutub berlawanan
b. terbentuk kromosom pemadatan maksimal
c. kromosom menggantung lewat sentromer.
2. METAFASE I
a. selaput inti hilang dan hancur
b. kromosom pindah ke bidang ekuator.

3. ANAFASE I
a. kromosom homolog berpisah, saling pindah ke kutub berlawanan
b. kromatid masih bertaut karena sentromer belum membelah.

4. TELOFASE I
a. terbentuk selaput inti
b. sentrosom berada pada salah satu kutub.
c. terjadi sitokinesis sehingga terbentuk 2 sel anak.
 MIOSIS II.

1. PROPASE II.
a. tiap kromosom ttd 2 komatid yg sentromernya masih satu.
b. kedua anak sel hanya mengandung sebelah (satu) kromosom yg homolog.

2. METAFASE II.
a. kromosom pindah ke bidang ekuator dan terbentuk serat gelondong antara
kutub berlawanan
b. selaput inti hilang.

3. ANAFASE II
a. kromatid dr tiap kromosom berpisah dengan membelahnya sentromer jadi 2.
b. kromatid ke kutub berlawanan.

4. TELOFASE II
a. terbentuk 4 sel anak dengan susunan kromosom masing-masing setengah dari
sel induk (1N)
b. setiap sel anak memiliki sentrosom dengan 2 sentriol didalamnya.
ASAM NUKLEAT SEBAGAI
MATERI GENETIK
 Nucleic acid (asam nukleat) merupakan makromolekul yaitu molekul besar
yang disusun oleh molekul-molekul sederhana, dengan molekul
sederhananya yaitu nukleotida.

 Nukleotida itu disusun oleh gula pentosa, basa dan fosfat, sedangkan
kompleks basa dengan gula disebut nukleosida.

 Asam nukleat dapat dibedakan atas ribonucleic acid (RNA) dan deoxynucleic
acid (DNA).
1. Gula pada RNA adalah ribosa, sedangkan DNA adalah deoksiribosa.
2. Basa pada DNA dan RNA terdiri dari purin dan pirimidin.
 Pada DNA
 Purin dapat disusun oleh :
 adenin (A) dan guanin (G)
 Pirimidin disusun oleh :
 sitosin (C) dan timin (T)

 Pada RNA
 Hanya berbeda pada basa purinnya
 yaitu disusun oleh :

 sitosin (C) dan urasil (U).


 adenin (A) dan guanin (G)
 Dalam definisi konvensional, gen adalah satu unit pewarisan yang
membangun karakter sifat tertentu.
 Dalam definisi molekular, gen adalah sepotong DNA yang mengandung
informasi untuk satu polipeptida (kumpulan asam amino) atau molekul RNA,
termasuk bagian yang ditranskripsi.
 Gen berdasarkan fungsinya dibedakan atas :
1. Gen struktural : Gen yg akan ditranskripsi utk menghasilkan menghasilkan
suatu sifat (karakter)
2. Gen regulator : Gen yg akan ditranskripsi utk menghasilkan suatu protein
pengatur transkripsi

 Berdasarkan definisi molekular lahirlah konsep bahwa satu gen untuk satu
polipeptida (one gene – one polypeptide).
STRUKTUR DNA DAN RNA

 Molekul DNA pada umumnya terdiri atas dua (rantai) utas, sedangkan
molekul RNA disusun atas satu (rantai) utas tetapi tampak seperti utas ganda
karena beberapa basanya berpasangan.

 Dalam molekul DNA terjadi pemasangan antara :


adenin dan timin (A-T) diikat oleh 2 ikatan hidrogen
antara guanin dan sitosin (G-C) diikat oleh 3 ikatan hidrogen

 Molekul DNA dapat dibedakan atas DNA linier dan DNA melingkar

 Struktur DNA dapat dibedakan atas heliks ganda dan utas (rantai) tunggal.
SINTESA PROTEIN
(DOGMA CENTRAL)
Replikasi DNA :
ada 3 teori replikasi:
1. Teori konsevatif.
2. Teori tersebar
3. Teori semi konservatif

 Dari ke tiga teori ini ternyata DNA melakukan replikasi semi konservatif
(hasil percobaan Meselson-Stahl).
 Dalam replikasi harus ada
1. DNA template/cetakan (m DNA).
2. Building unit yaitu d-ATP
d-CTP
d-GTP
d-TTP
 Enzim : DNA polimerase
DNA Nuklease (memutus DNA)
DNA ligase (menyambung DNA)
 Ion metal (kofaktor) : ion Mg2+, ion Zn 2+
Teori Replikasi
 Struktur DNA double helix (Waston-Criks).
 Duplikasi DNA dimulai terbukanya molekul induk yaitu terbukanya ikatan
hidrogen antara pasangan basa nukleotida oleh enzim polimerase
 DNA eukaryota memiliki banyak titik awal replikasi
 Pasangan basa nitrogen:
pada DNA:
Adenin----------Timin (A--------T)
Guanin----------Sitosin (G-------S)

pada mRNA
Adenin----------Urasil (A--------U)
Guanin----------Sitosin (G-------S)
 TRANSKRIPSI
DNA ditranskripsikan untuk menghasilkan RNA
ada 3 macam RNA sebagai hasil transkripsi:

 m RNA :
a. dikirim ke ribosom dengan tujuan menyandi deret as. Amino suatu polipeptida
b. berperan sebagai cetakan karena mengandung kodon.

 T-RNA
a. pengangkut asam amino
b. mengandung antikodon.

 r-RNA
a. berada dalam ribosom
b. berperan dlm sintesa protein sesuai dgn kode (cetakan) yg ada pada m-RNA
 m-RNA
a. disebut juga RNA duta atau RNA kurir
b. rantai tunggal (single-strain)
c. basanya : Adenin----Urasil (A--------U)
Guanin----Sitosin (G--------S)
d. rantai m-RNA ttd kodon : 3 nukleotida 1 kodon
e. 1 kodon membawa informasi 1 asam amino

5’ _+ + +__+ + +____+ + +___+ + +_____+ + +__ 3’ m-RNA


UAA UUG AAU AGU ACG

5 kodon
15 nukleotida
5 asam amino yang disandi
f. fungsi : sebagai cetakan (template) pada sintesa protein sesuai dgn kode genetik
dan potensi genetik DNA
Cara transkripsi:
Basa T pd DNA menjadi basa A pada m-RNA
Basa A pd DNA menjadi basa U pada m-RNA
Basa C pd DNA menjadi basa G pada m-RNA
Basa G pd DNA menjadi basa C pada m-RNA
 t-RNA.
a. rantai tunggal
b. mempunyai antikodon
c. basanya : Adenin----Urasil (A--------U)
Guanin----Sitosin (G--------S)
d. fungsinya membawa asam amino dari sitoplasma

Strukturnya seperti daun semanggi dengan 4 loop (ujung) yang mempunyai fungsi
husus.Loop tersebut adalah:

Loop 1. : ujung perangkai asam amino


Loop 2. : ujung antikodon (pengenal kodon)
Loop 3. : ujung pengenal bagi enzim asam amino yang bersangkutan
Loop 4. : ujung pengenal ribosom
 r-RNA

a. rantai tunggal
b. basanya : Adenin----Urasil (A--------U)
Guanin----Sitosin (G--------S)
c. fungsinya membentuk dan menyusun ribosom
Sintesa Protein (Translasi)
- Sintesa protein melalui proses translasi
- Sintesa protein terjadi dalam lima tahap yaitu :
1. Aktifasi asam amino
Suatu proses aktifasi, dimana masing-masing dari 20 as.amino diikat secara
kovalen dengan t RNA yang cocok oleh enzim asil sintetase dengan
kofaktor Mg2+. Proses ini terjadi dalam sitoplasma.
2. Inisiasi
m-RNA yang menyamai polipeptida akan diikat oleh sub unit ribosom
berukuran kecil, diikuti oleh inisiasi as.amino yang diikat oleh t RNA nya. Ini
terjadi pada start kodon yaitu AUG.
3. Perpanjangan
Proses pertumbuhan dan perpanjangan rantai polipeptida sehingga susunan
asam amino menjadi lengkap dan sesuai dengan jumlah kodon pada m-
RNA.
4. Terminasi dan Pembebasan
Proses penghentian sintesa protein yang dicirikan oleh kodon terminasi
(kodon penghentian) pada m-RNA. Pada proses terjadinya pelepasan
polipeptida lengkap, ribosa.
Stop kodon adalah : UAA, UAG, UGA
5. Pelipatan
Untuk memperoleh bentuk aktifnya secara biologis, polipeptida harus mengalami
pelipatan menjadi konformasi tiga dimensi yang benar.