Anda di halaman 1dari 9

Ilmu Dasar Keperawatan II

 Menua (aging) adalah suatu proses menghilangnya


secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk
memperbaiki diri/mengganti diri dan
mempertahankan struktur dan fungsi normalnya,
sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas
(termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang
diderita (Santoso 2009).
 Menjadi tua atau aging adalah suatu proses
menghilangnyakemampuan jaringan secara perlahan-
lahan untuk memperbaiki atau mengganti diri dan
mempertahankan struktur, serta fungsi
normalnya.Akibatnya tubuh tidak dapat bertahan
terhadap kerusakan atau memperbaiki kerusakan
tersebut (Cunnningham, 2003).
 Proses penuaan merupakan proses yang dialami
setiap makhluk hidup yang dapat berlangsung
secara fisiologis maupun patologis. Pada intinya
proses penuaan disebabkan oleh multifaktorial
baik secara intrinsik maupun ekstrinsik.
 Proses penuaan merupakan proses yang
berhubungan dengan umur seseorang. Semakin
bertambah umur semakin berkurang fungsi-fungsi
organ tubuh. Berikut ini akan dijelaskan fase
proses penuaan yang terjadi pada manusia.
 Pada saat mencapai usia 25-35 tahun produksi
hormon mulai berkurang dan mulai terjadi
kerusakan sel tapi tidak memberi pengaruh pada
kesehatan. Tubuh pun masih bugar terus.
 Fase 1
 Pada usia 35-45 tahun, produksi hormon sudah
menurun sebanyak 25%. Tubuh pun mulai mengalami
penuaan. Pada masa ini, mata mulai mengalami
rabun dekat sehingga perlu menggunakan kacamata
berlensa plus, rambut mulai beruban, stamina tubuh
pun berkurang.
 Fase 2
 Terjadi pada usia 45 tahun ke atas. Pada masa ini
produksi hormon sudah berkurang hingga akhirnya
berhenti sama sekali. Kaum perempuan mengalami
masa yang disebut menopause sedangkan kaum pria
mengalami masa andropause. Pada masa ini kulit pun
menjadi kering karena mengalami dehidrasi, tubuh
menjadi cepat lelah. Berbagai penyakit degeneratif
mulai menyerang.
Ada empat teori pokok dari penuaan (Goldman dan Klatz, 2007), yaitu:
1. Teori Wear and Tear
Tubuh dan sel mengalami kerusakan karena banyak digunakan (overuse) dan
disalahgunakan (abuse).
2.Teori Neuroendokrin
Teori ini berdasarkan peranan berbagai hormon bagi fungsi organ tubuh yaitu
dimana hormon dikeluarkan oleh beberapa organ yang dikendalikan oleh
hipotalamus.

3.Teori Kontrol Genetik


Teori ini fokus pada genetik memprogram genetik DNA, dimana kita dilahirkan
dengan kode genetik yang unik, dimana penuaan dan usia hidup kita telah
ditentukan secara genetik.

4. Teori Radikal Bebas


Teori ini menjelaskan bahwa suatu organisme menjadi tua karena terjadi
akumulasi kerusakan oleh radikal bebas dalam sel sepanjang waktu. Radikal
bebas sendiri merupakan suatu molekul yang memiliki elektron yang tidak
berpasangan. Radikal bebas memiliki sifat reaktivitas tinggi, karena
kecenderungan menarik elektron dan dapat mengubah suatu molekul menjadi
suatu radikal oleh karena hilangnya atau bertambahnya satu elektron pada
molekul lain.
a. Teori Replikasi DNA
Teori ini mengemukakan bahwa proses penuaan merupakan akibat akumulasi
bertahap kesalahan dalam masa replikasi DNA, sehingga terjadi kematian
sel. Kerusakan DNA akan menyebabkan pengurangan kemampuan replikasi
ribosomal DNA (rDNA) dan mempengaruhi masa hidup sel. Sekitar 50% rDNA
akan menghilang dari sel jaringan pada usia kira-kira 70 tahun
(Cunnningham, 2003; Yaar & Gilchrest, 2007).
b. Teori Kelainan Alat
Terjadinya proses penuaan adalah karena kerusakan sel DNA yang
mempengaruhi pembentukan RNA sehingga terbentuk molekul molekul RNA
yang tidak sempurna. Ini dapat menyebabkan terjadinya kelainan enzim-
enzim intraselular yang mengganggu fungsi sel dan menyebabkan kerusakan
atau kematian sel/organ yang bersangkutan.
Pada jaringan yang tua terdapat peningkatan enzim yang tidak aktifsebanyak
30% - 70%. Bila jumlah enzim menurun sampai titikminimum, sel tidak dapat
mempertahankan kehidupan dan akan mati(Cunnningham, 2003).
 Dengan meningkatnya usia, jantung dan
pembuluh darah mengalami perubahan baik
struktural maupun fungsional. Secara umum,
perubahan yang disebabkan oleh penuaan
berlangsung lambat dan dengan awitan yang
tidak disadari.
 Penurunan yang terjadi berangsur-angsur ini
sering terjadi ditandai dengan penurunan
kebutuhan darah yang teroksigenasi. Namun,
perubahan yang menyertai penuaan ini
menjadi lebih jelas ketika sistem ditekan
untuk meningkatkan keluarannya dalam
memenuhi peningkatan kebutuhan tubuh.
 Perubahan fisiologis yang paling umum terjadi seiring
bertambahnya usia adalah perubahan pada fungsi sistol
ventrikel. Sebagai pemompa utama aliran darah sistemik
manusia, perubahan sistol ventrikel akan sangat
mempengaruhi keadaan umum pasien. Parameter utama
yang terlihat ialah detak jantung, preload dan afterload,
performa otot jantung, serta regulasi neurohormonal
kardiovaskular. Oleh karenanya, orang-orang tua menjadi
mudah deg-degan.
 Akibat terlalu sensitif terhadap respon tersebut, isi
sekuncup menjadi bertambah menurut kurva Frank-
Starling. Efeknya, volume akhir diastolik menjadi
bertambah dan menyebabkan kerja jantung yang terlalu
berat dan lemah jantung. Awalnya, efek ini diduga terjadi
akibat efek blokade reseptor β-adrenergik, namun setelah
diberi β-agonis ternyata tidak memberikan perbaikan efek.
 Di lain sisi, terjadi perubahan kerja diastolik
terutama pada pengisian awal diastol lantaran otot-
otot jantung sudah mengalami penurunan kerja.
Secara otomatis, akibat kurangnya kerja otot atrium
untuk melakukan pengisian diastolik awal, akan
terjadi pula fibrilasi atrium, sebagaimana sangat
sering dikeluhkan para lansia. Masih berhubungan
dengan diastol, akibat ketidakmampuan kontraksi
atrium secara optimal, akan terjadi penurunan
komplians ventrikel ketika menerima darah yang
dapat menyebabkan peningkatan tekanan diastolik
ventrikel ketika istirahat dan exercise.
 Hasilnya, akan terjadi edema paru dan kongesti
sistemik vena yang sering menjadi gejala klinis utama
pasien lansia. Secara umum, yang sering terjadi dan
memberikan efek nyata secara klinis ialah gangguan
fungsi diastol.