Anda di halaman 1dari 66

SISTEM dan

TRANSFORMASI
KOORDINAT

By:
By:Romi
RomiFadly
Fadly, ,2017
2017
Bentuk
Geometrik
Bentuk Geometrik
Tinjauan Mathematis
titik
kurva (arc)

lurus sembarang
garis (1D)

trapesium

segi-empat

bidang (2D) segi-tiga


lingkaran

benda (3D)

silinder balok bola


Konsep dasar bentuk geometrik :

R I S
G A •• garis,
garis,diawali
diawalidan
dandiakhiri
diakhirioleh
olehtitik
titikyang
yangberbeda
berbeda
•• garis
garismerupakan
merupakankumpulan
kumpulantitik-titik yangtidak
titik-titikyang tidakberimpit
berimpit
•• antara
antara 22 titik,
titik,hanya
hanyadapat dibuat 11 garis
dapatdibuat garislurus
lurus

BID
• bidang, dapat dibentuk melalui 2 garis yang berpotongan
A NG
• bidang, dapat dibuat melalui 3 titik yang tidak berimpit
• bidang, dapat dibuat melalui 1 garis lurus dan 1 titik yang tidak pada garis tsb

garis , bidang dan benda, dapat dibentuk oleh


titik-titik
Pembentukan geometrik garis :
G A R I S
•• garis,
garis,diawali
diawalidan
dandiakhiri
diakhirioleh
olehtitik
titikyang
yangberbeda
berbeda

• garis merupakan kumpulan titik-titik yang tidak berimpit

• antara 2 titik, hanya dapat dibuat 1 garis lurus


Pembentukan geometrik bidang :
• bidang, dapat dibentuk, melalui 2 garis yang berpotongan

BID
ANG
• bidang, dapat dibuat melalui minimal 3 titik yang tidak berimpit

• bidang, dapat dibuat melalui 1 garis lurus dan 1 titik yang tidak
pada garis tersebut
Tempat/lokasi bentuk geometrik :
pada ruang
 Tempat titik :
pada bidang

pada garis

TITIK

 Tempat garis :
GARIS

pada ruang

pada bidang

 Tempat bidang :

pada bidang
BIDANG pada ruang
# Diperlukan pandangan ruang
dalam aplikasi di alam

# Pembuatan setiap bentuk


geometrik, paling mudah
melalui posisi titik
Datum &
Sistem Koordinat

ISI
Datum & aplikasinya
Dasar-dasar Sistem Koordinat
Pengubahan koordinat
Aplikasi koordinat

Copyright, © Agoes S Soedomo


Datum :
• dasar atau basis suatu parameter
• perihal yang harus ditentukan, untuk dijadikan dasar yang
menjadi ketentuan dalam pengolahan suatu parameter (sebagai
referensi)

Fungsi Datum :
1. Untuk melakukan pengolahan dan menerapkan mathematika
2. Untuk dapat menentukan nilai parameter secara tetap

Tanpa datum, tidak ada kegiatan berikutnya yang dapat


dilakukan

Jenis Datum
1. Datum ukuran ; bentuk yang dijadikan referensi bagi semua ukuran (sudut
& jarak).
2. Datum hitungan ; bentuk yang dijadikan referensi bagi hitungan
3. Referensi dasar (sebagai titik 0) untuk suatu parameter
Datum Ukuran Datum Hitungan
1. bidang datar 1. Daerah relativ kecil : bidang datar
2. Daerah dengan jarak < 1o : bidang bola
2. GEOID 3. Daerah luas (bumi) : bidang ellipsoida

bidang horizon

GEOID garis gaya-berat

ELLIPSOIDA
Perhatikan :
1. Asal-usul data ukuran (jarak & sudut)
2. Bidang acuan ukuran (letak ukuran & bentuk bidangnya)
3. Bidang acuan hitungan
4. Hitungan dilakukan atas data yang telah sama acuannya
5. Bila terjadi perubahan acuan data, harus dihitung besar/kecil perubahan nilai data
(reduksi ukuran)
Lapangan :
Bidang datar
bidang horizon

ran Bidang acuan ukuran

GEOID : ku
U
bidang horizon ukuran

bidang horizon rata-rata

GEOID

Untuk hitungan GEODESI


Datum Hitungan SURVEYING
bidang horizon bidang horizon

GEOID

ELLIPSOIDA (X , Y )lokal

GEOID
1. Daerah relativ kecil : bidang datar
2. Daerah dengan jarak < 1o : bidang bola
3. Daerah luas (bumi) : bidang ellipsoida

BOLA
ELLIPSOIDA

Hitungan di ellipsoida
Persamaan Laplace
(L,B) (  , )
Hitungan di bidang datar
Hitungan di bola
Proyeksi Peta
a. faktor perbesaran titik & garis
1. U T M = Universal Transverse Mercator
b. konvergensi meridian
c. koreksi kelengkungan ( t - T ) 2. T M - 3o = Transverse Mercator 3o
bidang proyeksi
3. Mercator , dll.
1. Datum hitungan BIDANG DATAR
1. Bidang datar = bidang horizon
2. Bidang datar = bidang proyeksi peta

1.1. Bidang datar (Horizon)


Koordinat Toposentrik
ZENITH
Utara
bidang horizon

Data :
a. Jarak miring
Timur
b. Azimuth
c. Sudut miring/zenith
garis gaya-berat

Koordinat titik target :


a. Lokal (Cartesian)
b. Geodetik
c. Geosentrik
Z
U

T
Z
U

Z T T
U

Z T
T
1.2. Bidang Proyeksi :
1. Azimuthal 2. Kerucut 3. Silinder

Karakteristik sistem proyeksi :


* konform, equidistant, equivalent
* faktor perbesaran
* meridian/paralel singgung/sentral
* lebar zona/blad
* titik pusat koordinat
* distorsi proyeksi

( L , B ) konversi ( X , Y ) atau ( E , N )
koordinat
Koordinat :
Pernyataan secara numerik atas posisi/letak suatu obyek yang unik,
berdasarkan perjanjian/ketentuan yang berlaku.

Fungsi Koordinat :
1. Agar dapat dengan mudah menemukan obyek
berdasarkan tempat dengan pengertian yang sama
2. Letak obyek dinyatakan secara unik,sehingga tidak ada
pernyataan lain dengan cara pernyataan yang sama
3. Mempercepat pencarian dan identifikasi obyek

Contoh Pernyataan Posisi


B sebelah kiri A Pernyataan konvensional

B (270o, 25m) dari A Pernyataan numerik


Jenis Koordinat
1. Umum :
• Koordinat relativ :
– Pernyataan koordinat terhadap (dari) acuan yang berubah-ubah
(berbeda)
• Koordinat absolut :
– Pernyataan koordinat terhadap (dari) acuan yang tetap (tidak
berubah)

2. Parameter :
• Satuan panjang : • Satuan sudut :
– meter, feet – derajat, radian, grade
• Satuan panjang & sudut :
3. Acuan Hitungan :
• Bidang datar
• Bidang bola
• Bidang ellipsoida
APLIKASI BIDANG DATAR :
bidang horizon
PENGUKURAN : tampak atas
bidang horizon
D1

D2

HITUNGAN :
Berlaku hukum dan aturan hitungan bidang datar, seperti :
•rumus Phytagoras
•fungsi trigonometrik (bidang datar)
•rumus sinus dan cosinus (bidang datar)

POSISI (KOORDINAT) :
POSISI (KOORDINAT) :
Sistem Koordinat Bidang Datar
• Sistem koordinat Polar • Sistem koordinat Cartesian

Y
1 j2 1

d
 2

d 2
  Y2
TB-1
j3 3

TB-1 d

X
Pernyataan Koordinat : 3 X1

Cara 1 : Cara 2 : Pernyataan Koordinat :


1 (--, d1) dari TB-1 1 (--, d1) dari TB-1 TB-1 ( XTB1 , YTB1 )
2 (1, d2) dari TB-1, referensi TB-11 2 (1, d2) dari TB-1, referensi TB-11 1 ( X1 , Y1 )
3 (2, d3) dari TB-1, referensi TB-12 3 (2, d3) dari TB-1, referensi TB-11 2 ( X2 , Y2 )
Cara 3 : 3 ( X3 , Y3 )
1 (--, d1) dari TB-1
2 (1, j2) dari 1, referensi 1TB-1
3 (2, j3) dari 2, referensi 21
Aplikasi
Sistem Koordinat Polar
Diterapkan di alam, dalam bentuk Sistem Koordinat Cartesian
pengukuran terestris. Diterapkan pada hitungan, dengan
Sudut dan jarak, diukur dari arah atau “meletakkan sistem koordinat” pada.
titik yang tidak tetap. tempat tertentu.

KONVERSI koordinat

POLAR ke CARTESIAN

YB B

AB
DAB
.

CARTESIAN
YA XB = XA + DAB Sin  AB
A
YB = YA + DAB Cos  AB

XA XB POLAR
Aplikasi Datum Bidang Datar
Pendefinisian Koordinat titik A
B
B ( ?,? ) XA = 100 ; YA = 100

Pendefinisian arah (orientasi)


D AB D AB
 AB = 00o
Y
B
Maka : XB = 100 ; YB = 100 + DAB
A
A
( ?,? ) Pendefinisian
xA = 00 ; yA = 00 ;  AB = 90o
Maka : xB = DAB ; yB = 00

Koordinat Lokal
Y
A
yB B
’AB
AB
DAB

yA
.
A

TRANSFORMASI koordinat
X xA xB
A

X
B
Sistem Koordinat Astronomik
KU Koordinat ASTRONOMIK
(,)
.

Equator

Meridian
Greenwich

KS
• Lintang , dari equator
(,
• Bujur , dari meridian melalui Greenwich
)
Sistem Koordinat Geodetik

normal ellipsoid
KU

Koordinat GEODETIK
Meridian Greenwich
(L , B)

KS
Sistem Koordinat Geosentrik
Z KU GEOSENTRIK
(X,Y,Z)

X Equator

Meridian
Greenwich

KS ELLIPSOIDA
Resume Sistem Koordinat
RELATIV ABSOLUT KU
ASTRONOMIK
Y (,)
CARTESIAN
POLAR (X,Y)
(,D)

Equator

 
D
X
Meridian
Greenwich
BIDANG DATAR KS BOLA
KU Z KU
GEODETIK GEOSENTRIK
(L,B) (X,Y,Z)

L
Equator Y
Equator
B X

Meridian Meridian
Greenwich Greenwich
KS
ELLIPSOIDA KS ELLIPSOIDA
SISTEM dan
TRANSFORMASI
KOORDINAT

By:
By:Romi
RomiFadly
Fadly, ,2017
2017
I. Pengertian Dasar
•• Sistem
Sistem koordinat
koordinat
•• Datum/referensi
Datum/referensi sistem
sistem koordinat
koordinat
•• Perubahan
Perubahan koordinat
koordinat
II. Transformasi pada bidang datar
1. Dasar-dasar transformasi
2. Metoda Helmert
3. Metoda Affine
4. Metoda Lauf

III. Aplikasi pada Transformasi Peta


1. Proyeksi Peta
2. Prosedur Transformasi
I. Pengertian Dasar
1. Sistem koordinat
Yang
Yangharus
harusdiperhatikan
diperhatikandalam
dalamsuatu
suatusistem
sistemkoordinat
koordinatadalah
adalah: :
 Bidang
Bidangreferensi
referensihitungan,
hitungan,di
dimana
manasistem
sistemkoordinat
koordinattersebut
tersebutberada
berada

 Satuan
Satuankoordinat
koordinat

 Apakah
Apakahterjadi
terjadiperbedaan
perbedaanskala
skalapanjang
panjang(faktor
(faktorperbesaran)
perbesaran)pada
padasistem
sistemyang
yang
terlibat
terlibat
Bila terjadi perbedaan satuan dan/atau perbedaan bidang referensi
hitungan, maka hitungan disebut dengan konversi koordinat.

a. Sistem koordinat bidang datar : b.


Sistem koordinat bidang
lengkung :
 Sistem koordinat Polar
 Sistem koordinat Geodetik
 Sistem koordinat Cartesian 2D
Sistem koordinat 2DSistem koordinat Astronomik

c. Sistem koordinat ruang (3D) :


 Sistem koordinat Geosentrik
 Sistem koordinat Toposentrik
Sistem koordinat Cartesian 3D
2. Datum/Referensi Sistem Koordinat

Referensi sistem koordinat, merupakan obyek geometrik di mana sistem koordinat


tersebut digunakan (ditempatkan)

a. Referensi bidang datar :


 Bidang horizon pada Surveying , tanpa suatu perubahan ukuran
 Bidang proyeksi, dengan adanya distorsi ukuran.

b. Referensi bidang lengkung :


 Bidang Bola, untuk hitungan astronomi geodesi
 Bidang Ellipsoida, untuk hitungan geodesi

c. Referensi bidang datar di ruang (3D) :


 Bidang Datar, dengan titik pusat di pusat Ellipsoida
 Bidang Datar, dengan titik pusat di tempat pengamatan
3. Perubahan koordinat

Konversi
Koordinat Polar Koordinat Cartesian 2D

Koordinat Toposentrik
(cartesian 3D)

Pengadaan titik
Koordinat Proyeksi
Koordinat Geosentrik Konversi (cartesian 2D)
(cartesian 3D)

Koordinat Geodetik Koordinat Astronomik


(kurvalinier 2D) (kurvalinier 2D)
II. Transformasi pada bidang datar
1. Dasar-dasar Transformasi
Untuk
Untuk transformasi
transformasi bidang
bidang datar
datar,, secara
secara prinsip,
prinsip, faktor
faktor penentu
penentu
(parameter) transformasi adalah
(parameter) transformasi adalah : :

1. Translasi (pergeseran)
2. Rotasi (perputaran)
3. Faktor perbesaran

Rotasi
lama
Yo

baru
baru Xo lam
a

Translasi

baru

lama
Faktor Perbesaran
2. Metoda Transformasi 2D

Metoda
Metoda transformasi
transformasi untuk
untuk pengubahan
pengubahan koordinat
koordinat 2D
2D bidang
bidang
datar
datar yang
yang umum
umum digunakan
digunakan adalah
adalah ::
1. Metoda Helmert
2. Metoda Affine

Helmert :

X = a x - b y + C1
Y = b x + a y + C2
a =  Cos
b = -  Sin 
X,Y = koordinat titik pada sistem koordinat baru
x,y = koordinat titik pada sistem koordinat lama
a, b, C1 & C2 = besaran transformasi Helmert  = a2 + b2
perbesaran skala
 = Arc Tan (-b/a)

Untuk transformasi dengan mrnggunakan metoda Helmert,


diperlukan titik sekutu, minimal 2 buah untuk menghitung
besaran transformasi : a, b, C1 dan C2
Affine :

X = a x + b y + C1
Y = c x + d y + C2

X,Y = koordinat titik pada sistem koordinat baru


x,y = koordinat titik pada sistem koordinat lama
a, b, c, d, C1 & C2 = besaran transformasi Affine

Untuk transformasi dengan menggunakan metoda Affine,


diperlukan titik sekutu, minimal 3 buah untuk menghitung
besaran transformasi : a, b, c, d, C1 dan C2
L a u f :

X = a x - b y + c (x2 – y2) – 2 d x y + C1
Y = b x + a y + d (x2 – y2) + 2 c x y + C2

X,Y = koordinat titik pada sistem koordinat baru


x,y = koordinat titik pada sistem koordinat lama
a, b, c, d, C1 & C2 = besaran transformasi Lauf

Untuk transformasi dengan menggunakan metoda Lauf,


diperlukan titik sekutu, minimal 3 buah untuk menghitung
besaran transformasi : a, b, c, d, C1 dan C2
III. Aplikasi pada Transformasi Peta
1. Proyeksi Peta
Karakteristik
Karakteristikdasar
dasarProyeksi
ProyeksiPeta
PetaUTM
UTM: :
 UTM,
UTM,membagi
membagidaerah
daerahatas
ataszona-zona
zona-zonaselebar
selebar66omeridian
o
meridian

 Meridian
Meridiantengah
tengahzona,
zona,disebut
disebutmeridian
meridianSentral
Sentral

 Sistem
SistemProyeksi
Proyeksikonform
konformdengan
denganfaktor
faktorperbesaran
perbesaranstandard
standard: : mmoo == 0,9996
0,9996

 Faktor
Faktorperbesaran
perbesaranstandard,
standard,hanya
hanyaterjadi
terjadipada
padatitik
titikpotong
potongmeridian
meridiansentral
sentral
dengan equator
dengan equator

 Pusat
Pusat koordinat
koordinatsemula
semula(sejati),
(sejati),adalah
adalahperpotongan
perpotonganmeridian
meridiansentral
sentraldengan
dengan
equator.
equator.

 Pusat
Pusatkoordinat
koordinatsemu,
semu,diletakkan
diletakkandi dibarat
baratdaya,
daya,sebesar
sebesar: : 500
500000
000mmdidibarat,
barat, 10
10
000 000 m selatan
000 000 m selatan

 Penomoran
Penomoranzona,
zona,dengan
dengannomor
nomorstandard
standard(sudah
(sudahtertentu)
tertentu)

Meridian sentral
Meridian batas zona

Equator 1,0000 1,0004

0,9996

3o

6o
Karakteristik
Karakteristikdasar
dasarProyeksi
ProyeksiPeta
PetaTM-3
TM-3o: :
o

 TM-3
TM-3,o,membagi
o
membagidaerah
daerahatas
ataszona-zona
zona-zonaselebar
selebar33omeridian
o
meridian

 Meridian
Meridiantengan
tenganzona,
zona,disebut
disebutmeridian
meridianSentral
Sentral

 Sistem
SistemProyeksi
Proyeksikonform,
konform,dengan
denganfaktor
faktorperbesaran
perbesaranstandard
standard: : mmo o == 0,9999
0,9999

 Faktor
Faktorperbesaran
perbesaranstandard,
standard,hanya
hanyaterjadi
terjadipada
padatitik
titikpotong
potongmeridian
meridiansentral
sentraldengan
denganequator
equator

 Pusat
Pusat koordinat
koordinatsemula
semula(sejati),
(sejati),adalah
adalahperpotongan
perpotonganmeridian
meridiansentral
sentraldengan
denganequator.
equator.

 Pusat
Pusatkoordinat
koordinatsemu,
semu,diletakkan
diletakkandidibarat
baratdaya,
daya,sebesar
sebesar: : 200
200000
000mmdidibarat,
barat, 11500
500000
000mm
selatan
selatan

 Penomoran
Penomoranzona
zona: :(nomor
(nomorzona
zonaUTM)
UTM). .(1)
(1)untuk
untukzona
zonabarat
barat[[. .(2)
(2)]]untuk
untukzona
zonatimur.
timur. Contoh
Contoh: :
28.2 ; 49.1
28.2 ; 49.1

Meridian sentral

Equator 1,0000 1,0001

0,9999

Meridian batas zona


1,5o

3o
2. Prosedur Transformasi Peta
Dalam
Dalam melakukan
melakukan transformasi
transformasi suatu
suatu peta,
peta, perlu
perlu dilalui
dilalui langkah-
langkah-
langkah
langkah kerja,
kerja, antara
antara lain
lain ::
•• Evaluasi
Evaluasiluas
luasdaerah
daerahobyek
obyek
•• Ketersediaan
Ketersediaantitik
titiktetap
tetappada
padadaerah
daerahobyek
obyek
•• Pemilihan
Pemilihanmetoda
metodatransformasi
transformasi
•• Perencanaan
Perencanaanjumlah
jumlahdan
dansebaran
sebarantitik
titiksekutu
sekutu
•• Pengadaan
Pengadaantitik sekutu((common
titiksekutu commonpoint
point))
•• Transformasi
Transformasi
•• Check
Checkhasil
hasiltransformasi,
transformasi,berdasarkan
berdasarkansurvey
surveylapangan
lapangan
a. Letak daerah obyek & sebaran titik sekutu

daerah obyek
daerah obyek
b. Pengikatan koordinat ke titik sekutu

ukuran penghubung (baru)

kerangka (lama)

titik sekutu (baru)

•• Tempatkan
Tempatkan&&ukur
ukur titik
titiksekutu
sekutu
•• Hubungkan
Hubungkansetiap
setiaptitik
titiksekutu,
sekutu,dengan
denganjaringan
jaringankerangka
kerangkayang
yangtelah
telahada
ada
•• Hitung
Hitungpoligon
poligontitik
titiksekutu,
sekutu,dengan
dengandata
data“ukuran
“ukuranpenghubung”
penghubung”dan
dan“ukuran
“ukuranlama”
lama”
•• Jadikan
Jadikan22titik
titiksekutu,
sekutu,sebagai
sebagaititik
titikawal
awaldan
danakhir
akhirpoligon
poligon
•• Hitung
Hitungazimuth
azimuthsalah
salahsatu
satusisi
sisipoligon
poligonlama
lama
•• Gunakan
Gunakanazimuth
azimuthsisi
sisitsb.
tsb.untuk
untuk hitungan
hitungankeketitik
titiksekutu
sekutulainnya
lainnya
•• Nyatakan
Nyatakankoordinat
koordinatsemua
semuatitik
titiksekutu
sekutupada
padakoordinat
koordinatlama
lama
•• Hitung
Hitungbesaran
besarantransformasi
transformasiHelmert
Helmert(a,b,c2
(a,b,c2&&c2)
c2)berdasarkan
berdasarkankoordinat
koordinattitik
titik
sekutu
sekutu
•• Untuk
Untuktitik
titiksekutu
sekutu>>syarat
syaratminimal,
minimal,gunakan
gunakanmatrix
matrixpada
padahitungan
hitungan
c. Pengadaan titik sekutu pada transformasi peta :

1.1.Peta
Peta“lokal”
“lokal” Peta
Petaproyeksi
proyeksi
B
A B
C
A
C
D
D

•• Identifikasi
Identifikasititik
titiksekutu
sekutu
•• Nyatakan
Nyatakankoordinat
koordinatpada
padasistem
sistemkoordinat
koordinatlama
lama(lokal)
(lokal)
•• Ukur/nyatakan
Ukur/nyatakantitik
titiksekutu
sekutupada
padakoordinat
koordinatgeodetik
geodetik
•• Hitung
Hitungkoordinat
koordinattitik
titiksekutu
sekutupada
padaproyeksi
proyeksipeta
petayang
yangdimaksud
dimaksud
•• Hitung
Hitungparameter
parametertransformasi
transformasi
•• Transformasikan
Transformasikanseluruh
seluruhdaerah
daerah
2.
2.Peta
Petatop.
top.II Peta
Petatop.
top.II
II
Konversi Koordinat
GEODETIK PROYEKSI
1. ( L, B ) ( X, Y )

X = [a1] B + [a3] B3 + [a5] B5

Y = [ao] + [a2] B2 + [a4] B4


di mana :
B = B - Bo
[ao] = Ko G
G = Eo (L/) + E2 Sin 2L + E4 Sin 4L + E6 Sin 6L + …..
Eo = a ( 1 - 14 e2 - 364 e4 - 5256 e6 )
45
E2 = - a ( 38 e2 - 332 e4 - 1024 e6 )
15 45
[a1] = + (Ko N Cos L) /  E4 = a ( 256e -
4
1024 e6 )
36
[a2] = + (Ko N Sin L Cos L) /  E6 = - a ( 3072 e6 )
[a3] = + (Ko N Cos3 L) / 63
[a4] = + (Ko N Sin L Cos3 L (4 (NM)2 + (N/M) – Tan2 L)) / 244
[a5] = + (Ko N Cos5 L (14 (NM)2 - 18 Tan2 L - 9)) / 1205
Konversi Koordinat
GEODETIK PROYEKSI
2. ( E, N ) ( L, B )
• Gunakan koordinat proyeksi sejati
Dengan rumus yang sama, digunakan untuk menghitung (L , B) :

1. Lintang pendekatan :

Lo = Y 
a Ao Ko
2. Rumus hitungan lintang :

L = Lo’ + { [E2’ Sin(2Lo) + E4’ Sin(4Lo) + E6’ Sin(6Lo)]/Ao’ }

3. Iterasi ke 1 : Lo’ = Lo ; Iterasi ke 2 dst : Lo’ = L


4. Hitung dengan cara iterasi, sehingga nilai L konstan
5. Hitung koefisien a1 s/d a5 dengan nilai L terakhir
6. Hitung L & B dengan :

L = Lo + c2’ X2 + c4’ X4 (Lo = nilai L iterasi terakhir)


B = Bo + c1’ X + c3’ X3 + E5

c1 s/d c4 & E5 : lihat hal 58


Konversi Koordinat
GEODETIK GEOSENTRIK
1. ( L, B ) ( X, Y, Z ) 2. ( X, Y, Z ) ( L, B )

X = [N + H] Cos L . Cos B B = Tan -1


Y
X
Y = [N + H] Cos L . Sin B Z + b.e’2 .Sin2 
L = Tan-1 p - a.e2 .Sin2 
Z = [N (1 – e2) + H] Sin L
p
X,Y,Z = Koordinat Geosentrik
L, B = Koordinat Geodetik
H = Cos L -N
N = jari-jari Normal

= (a – b)/a ; b = a.(1-f) a . Z
 = Lintang reduksi = b . p
= 2f – f2

2f – f2 = e2 p = jari-jari lengkung paralel


=
1 – 2f + f2 1 – e2 a
N = p = X2 + Y2
1 – e2 Sin2 L
Konversi Koordinat
GEODETIK GEOSENTRIK
1. ( L, B ) ( X, Y, Z )
KONVERSI KOORDINAT
TOPOSENTRIK GEOSENTRIK
Sistem koordinat Toposentrik ZENITH
He
ta
ra No B
bidang horizon U
garis normal
A Tim
ur Es

ELLIPSOIDA

Hitungan vektor ruang : D A T A :


1. Azimuth ke target (Az)
2. Jarak datar/miring ke target (S)
Beda koordinat B dari A : 3. Sudut zenith/miring ke target (m)

No S Cos m Cos Az No S Sin  Cos Az


Es = S Cos m Sin Az atau Es = S Sin  Sin Az
He S Sin m He S Cos 

Semua parameter, sudah harus terkoreksi menjadi data untuk


hitungan (bukan data mentah)
Hitungan koordinat Geosentrik B dari A :

XB No XA XA [NA + HA] Cos LA Cos BA

YB =  . R(LABA) Es + YA ; YA = [NA + HA] Cos LA Sin BA

ZB He ZA ZA [NA (1 – e2) + HA] Sin LA

- Sin LA Cos BA - Sin BA Cos LA Cos BA


R(LABA) = - Sin LA Sin BA Cos BA Cos LA Sin BA
Cos LA 0 Sin LA

 = faktor perbesaran = reduksi ukuran jarak ke ellipsoid


Hr Hr2
 = [1- R + R2 - …. ]

Dengan metoda hitungan koordinat ini, koordinat proyeksi titik


target, dihitung melalui koordinat Geodetik
TRANSFORMASI GOTTHARDT
(Transformasi antar Zona Peta)
Review Sistem Proyeksi Peta UTM meridian batas
barat
Meridian sentral Meridian sentral
Zona barat Zona timur

meridian batas garis geodesik


barat
A
Equator Equator

meridian batas meridian batas


timur timur

Belahan Utara :
bila meridian diimpitkan

Kemungkinan “perpindahan” titik


Belahan Selatan :
Belahan Utara : sebaliknya

yo
-X o
Yo +Xo Po

y
Y X
x
X

Dari Timur ke Barat :


Po = “titik sekutu” pada meridian batas, dengan
koordinat (Lo,Bo) ; (Xo, Yo) pada zona tujuan
(x , y) pada zona asal/awal

X = Xo + x + K5 x – K6 y
Y = Yo + y + K5 y – K6 x
Koordinat Geodetik Po : ( Lo,Bo)
y
Lo = ”  Bo = 3o (UTM)
a Ao Ko
= 1,5o (TM 3o)
Koordinat Proyeksi Po : ( Xo,Yo)
(Xo , Yo) , dihitung berdasarkan konversi koordinat geodetik ke proyeksi

x = x – xo ; y = y – yo
K 5 = K 3  x – K 4  y + k5

K6 = K3  y + K4  x + k6

K3 = k1  x – k2  y + k3
K4 = k1  y + k2  x + k4

Untuk transformasi BARAT TIMUR :


k2 = - k2h ; k3 = - k3h ; k6 = - k6h
(k2, k3 & k6 , kebalikan tanda dengan hasil hitungan

Untuk transformasi TIMUR BARAT :


k2 = k2h ; k3 = k3h ; k6 = k6h
(k2, k3 & k6 , sesuai tanda dengan hasil hitungan
Pengukuran (jarak jauh) : Datum ukuran (bumi) :
1. Titik di muka bumi
2. Garis gaya-berat
3. GEOID
horizon pengamat
horizon target
bidang lengkung
(tak teratur)

garis gaya-berat

d
e o i
G
Problema (kendala) :
1. Garis gaya-berat, sudah tidak lurus
2. Garis gaya-berat pengamat & target, sudah tidak sejajar
3. Horizon pengamat tidak sejajar horizon target
4. Vektor ukuran “pergi-pulang” sudah tidak berimpit
5. Ketinggian pengamat tidak sama dengan target.
Geoid adalah :
1. bidang yang tegak lurus gaya-berat di setiap titik
2. bidang yang melalui ketinggian 0 m.

Bentuk geoid tidak teratur akibat


massa bumi yang tidak sama dengan ketebalan yang berbeda
Hitungan data :
1. Daerah terbatas (lokal) :

Datum Datum
Data Koordinat
ukuran hitungan

horizon
Datum
PETA penyajian
Bidang datar

Syarat datum :
1. Bentuk/obyek yang mempunyai persamaan Mathematik
2. Bidang hitungan & tempat data, harus sama
3. Tempat koordinat, harus sesuai dengan datum hitungannya
4. Bidang penyajian harus sama dengan tempat koordinat

KESIMPULAN :

Bidang horizon dapat menjadi datum hitungan & penyajian,


untuk daerah terbatas
2. Daerah luas (bumi) :
Bidang datar
horizon Data mentah Data Hitungan ?

Datum ukuran Datum ukuran Ellipsoida


lapangan bumi (GEOID) Bidang lengkung
Bidang lengkung
teratur
tak teratur
Bidang datar
Bidang proyeksi
Distorsi

Proyeksi Peta Koordinat

Sistem proyeksi UTM, TM-3o

Perhatikan :
1. Perubahan datum PETA
2. Sebab penentuan datum
3. Keseragaman letak data & kegiatan
Aplikasi Transformasi untuk Peta
Dasar
Dasar aplikasi
aplikasi pada
pada peta
peta
Sistem Koordinat 2D Sistem Koordinat 2D
bidang lengkung (ellipsoida) bidang datar

Sistem
Proyeksi Peta Metoda Transformasi
Helmert ; Affine
Bidang Proyeksi 2D
bidang datar

Kendala Kendala aplikasi


•Faktor perbesaran Transformasi peta
•Konvergensi meridian
•Koreksi kelengkungan •Distorsi jarak tidak sama
•Konvergensi meridian
•Koreksi kelengkungan
•Ketelitian obyek trans.,
akibat kesalahan ukuran

•Daerah transformasi terbatas


•Jumlah titik sekutu lebih banyak
•Orde titik sekutu bertingkat
Proyeksi Peta Mercator & TM :
Sistem
Sistem Proyeksi
Proyeksi Peta
Peta Mercator
Mercator
KU Meridian dipilih

L Equator

Equator
B

KS

GEODETIK PROYEKSI
(L,B) (X,Y)

Karakteristik
Karakteristik Sistem
Sistem Proyeksi
Proyeksi Peta
Peta Mercator
Mercator
•Menggunakan bentuk silinder
•Disinggung di equtor
•Equidistant (hanya pada garis equator)
•Konform (hanya pada garis equator)
•Sumbu X, adalah proyeksi garis Equator
•Sumbu Y adalah proyeksi meridian yang dipilih (mungkin
saja meridian Greewich)

•Tidak ada konvergensi meridian


•Faktor perbesaran garis, sangat besar
Proyeksi Peta Mercator & TM :
Sistem
Sistem Proyeksi
Proyeksi Peta
Peta Transverse
Transverse Mercator
Mercator (TM)
(TM)
KU

Meridian sentral

DITORSI Equator
L
•Faktor perbesaran
garis geodesik
•Konvergensi meridian
B Equator
•Koreksi kelengkungan

KS
GEODETIK PROYEKSI
(L,B) (X,Y)

Karakteristik
Karakteristik Sistem
Sistem Proyeksi
Proyeksi Peta
Peta Transverse
Transverse Mercator
Mercator
•Menggunakan bentuk silinder diputar 90o
•Disinggung di meridian terpilih
•Equidistant (hanya pada garis meridian pusat)
•Konform (hanya pada titik garis equator & meridian pusat)
•Sumbu X, adalah proyeksi garis Equator
•Sumbu Y adalah proyeksi meridian yang dipilih (mungkin
saja meridian Greewich)

•Timbul konvergensi meridian


•Faktor perbesaran garis, lebih besar/kecil
Proyeksi Peta UTM & TM :

Universal
Universal Transverse
Transverse Mercator
Mercator (UTM)
(UTM)
Mer. batas Mer. potong
KU

Meridian sentral

1,0000

0,9996
1,0004
Equator

Lebar zona = 6o

GEODETIK PROYEKSI
KS
(L,B) (X,Y)

Transverse
Transverse Mercator
Mercator 33o (TM-3
o
(TM-3o))
o
KU

Meridian sentral

1,0000

0,9999
1,0001
Equator

Lebar zona = 3o
GEODETIK PROYEKSI
KS (T,U)
(L,B)
Kendala metoda Helmert

Transformasi Metoda Helmert Sistem Proyeksi Peta


Faktor perbesaran  , nilai tunggal Faktor perbesaran 
berbeda di setiap titik

Pembatasan daerah obyek


•Sepanjang perbedaan ( x D) , di dalam toleransi kartografi

Perencanaan letak titik sekutu

Hitungan besaran transformasi


a, b, C1, C2

Transformasi PETA

PETA dalam sistem baru


setiap titik pada daerah obyek, memiliki faktor
perbesaran yang berbeda

1. Gunakan nilai faktor perbesaran pada titik


tengah blok.
2. Gunakan nilai faktor perbesaran dengan titik
sekutu sedekat mungkin dengan blok

Perhatikan letak daerah obyek & sebaran titik sekutu untuk setiap blok
Prosedur Transformasi Peta
Dalam
Dalam melakukan
melakukan transformasi
transformasi suatu
suatu peta,
peta, perlu
perlu dilalui
dilalui langkah-
langkah-
langkah
langkah kerja,
kerja, antara
antara lain
lain ::
•• Evaluasi
Evaluasi luas
luas daerah
daerah obyek
obyek
•• Ketersediaan
Ketersediaan titik
titik tetap
tetap pada
pada daerah
daerah obyek
obyek
•• Pemilihan
Pemilihan metoda
metoda transformasi
transformasi
•• Perencanaan
Perencanaan jumlah
jumlah dan
dan sebaran
sebaran titik
titik sekutu
sekutu
•• Pengadaan
Pengadaan titik sekutu ((common
titik sekutu common point
point))
•• Transformasi
Transformasi
•• Check
Check hasil
hasil transformasi,
transformasi, berdasarkan
berdasarkan survey
survey lapangan
lapangan
a. Letak daerah obyek & sebaran titik sekutu

daerah obyek
daerah obyek
b. Pengikatan koordinat ke titik sekutu

ukuran penghubung (baru)

kerangka (lama)

titik sekutu (baru)

•• Tempatkan
Tempatkan&&ukur
ukur titik
titiksekutu
sekutu
•• Hubungkan
Hubungkansetiap
setiaptitik
titiksekutu,
sekutu,dengan
denganjaringan
jaringankerangka
kerangkayang
yangtelah
telahada
ada
•• Hitung
Hitungpoligon
poligontitik
titiksekutu,
sekutu,dengan
dengandata
data“ukuran
“ukuranpenghubung”
penghubung”dan
dan“ukuran
“ukuranlama”
lama”
•• Jadikan
Jadikan22titik
titiksekutu,
sekutu,sebagai
sebagaititik
titikawal
awaldan
danakhir
akhirpoligon
poligon
•• Hitung
Hitungazimuth
azimuthsalah
salahsatu
satusisi
sisipoligon
poligonlama
lama
•• Gunakan
Gunakanazimuth
azimuthsisi
sisitsb.
tsb.untuk
untuk hitungan
hitungankeketitik
titiksekutu
sekutulainnya
lainnya
•• Nyatakan
Nyatakankoordinat
koordinatsemua
semuatitik
titiksekutu
sekutupada
padakoordinat
koordinatlama
lama
•• Hitung
Hitungbesaran
besarantransformasi
transformasiHelmert
Helmert(a,b,c2
(a,b,c2&&c2)
c2)berdasarkan
berdasarkankoordinat
koordinattitik
titik
sekutu
sekutu
•• Untuk
Untuktitik
titiksekutu
sekutu>>syarat
syaratminimal,
minimal,gunakan
gunakanmatrix
matrixpada
padahitungan
hitungan
c. Pengadaan titik sekutu pada transformasi peta :

1.1.Peta
Peta“lokal”
“lokal” Peta
Petaproyeksi
proyeksi
B
A B
C
A
C
D
D

•• Identifikasi
Identifikasi titik
titik sekutu
sekutu
•• Nyatakan
Nyatakan koordinat
koordinat padapada sistem
sistem koordinat
koordinat lama
lama (lokal)
(lokal)
•• Ukur/nyatakan
Ukur/nyatakan titik
titik sekutu
sekutu pada
pada koordinat
koordinat geodetik
geodetik
•• Hitung
Hitung koordinat
koordinat titik
titik sekutu
sekutu pada
pada proyeksi
proyeksi peta
peta yang
yang dimaksud
dimaksud
•• Hitung
Hitung parameter
parameter transformasi
transformasi
•• Transformasikan
Transformasikan seluruh
seluruh daerah
daerah

2.
2.Peta
Petatop.
top.II Peta
Petatop.
top.II
II
REDUKSI UKURAN
• SUDUT
Koreksi bidikan (bacaan sudut) akibat beda tinggi

• SUDUT
Koreksi bidikan (bacaan sudut) akibat beda tinggi