Anda di halaman 1dari 6

COUP AND

CONTRECOUP
Cedera otak dapat terjadi akibat benturan langsung atau tidak
langsung pada kepala. Benturan dapat dibedakan dari macam
kekuatannya yaitu akselerasi dan deselerasi (perlambatan).
Gerakan cepat yang terjadi secara mendadak dinamakan
akselerasi. Penghentian akselerasi secara mendadak dinamakan
deselerasi.
Pada trauma kapitis, terdapat akselerasi dan deselerasi kepala. Pada
waktu akselerasi berlangsung, terjadi 2 kejadian, yaitu (1) akselerasi
tengkorak ke arah dampak dan (2) penggeseran otak ke arah yang
berlawanan dengan arah dampak primer.
Apabila akselerasi kepala
disebabkan oleh pukulan pada
oksiput, maka pada tempat di
bawah dampak terdapat
(a) tekanan positif akibat
indentasi ditambah dengan
(b) tekanan positif yang
dihasilkan oleh akselerasi
tengkorak ke arah dampak
dan penggeseran otak ke arah
yang berlawanan.
Sementara itu, di seberang tempat dampak terdapat (a) tekanan negatif
akibat akselerasi kepala ketika yang ketika itu juga akan ditiadakan oleh
(b) tekanan positif yang diakibatkan oleh penggeseran seluruh otak.
Maka dari itu, pada trauma kapitis gaya kompresi di bawah dampak
adalah cukup besar untuk menimbulkan lesi. Lesi tersebut bisa berupa
perdarahan pada permukaan otak yang berbentuk titik-titik besar dan
kecil, tanpa kerusakan pada duramater, dan dinamakan lesi kontusio.
Lesi kontusio di bawah dampak tersebut lesi kontusio “coup” di seberang
dampak tidak terdapat gaya kompresi, sehingga di sana tidak terdapat
lesi. Jika di sana terjadi lesi, maka lesi itu dinamakan lesi kontusio
“contre coup”.