Anda di halaman 1dari 13

Diskusi Subbagian Alergi dan Imunologi

RINITIS ALERGI
Lorensia Fitra Dwita
Definisi
• Reaksi inflamasi dari mukosa
hidung yang diperantai oleh IgE
yang ditandai kongesti/obstruksi
hidung, rinore, gatal hidung dan
atau gatal mata dan atau bersin.
Klasifikasi
INTERMITEN PERSISTEN
Gejala: Gejala:
 < 4 hari per minggu  4 hari per minggu
 Atau < 4 minggu  Dan > 4 minggu

RINGAN SEDANG-BERAT

 Tidur normal Satu atau lebih gejala


 Aktifitas sehari-hari saat olahraga  Tidur terganggu
dan saat santai normal  Aktifitas sehari-hari, saat
 Bekerja dan sekolah normal olahraga dan saat santai
 Tidak ada keluhan yang terganggu
mengganggu  Saat bekerja dan sekolah
terganggu
 Ada keluhan yang mengganggu
Kriteria ARIA - WHO
Diagnosis Rinitis Alergi
Pem
Anamnesis Pem Fisik
Penunjang
Skin Prick Test
Rinore, sneezing,
mata gatal, berair, Allergic shinner,
hiposmia , PND nasal crease, Test provokasi hidung  nasal
atau batuk kronik allergic sallute challenge test

IgE serum spesifik, total


Frekuensi
Komorbid lain Konka inferior Sitologis hidung

Riwayat atopi edema, livide,


Discharge (+)
X-Ray jika diperlukan
Faktor pemicu
Diferensial Diagnosis
• Rinitis vasomotor
• Rinitis gustatorik
• Rinitis Hormonal
• Rinitis medikamentosa
• Rinitis karena okupasi / pekerjaan
• Rinitis akibat kelainan anatomi
• NARES
• Rinitis atropi
Tatalaksana Rinitis Alergi
• Avoidance
• Cuci hidung
• Terapi Antihistamin
• Dekongestan hidung
• Kombinasi AH dan dekongestan oral
• Glukokortikoid topikal
• Golongan kromolin
• Anti Leukotrien
• Imunoterapi
Terima Kasih