Anda di halaman 1dari 11

Geopolitik Indonesia

(Wawasan Nusantara)
Nama Anggota :

BARYATUL MISBAH 165030200111031


AINUN OKTAVIANI P 165030201111067
DESTY HANI AULIA 165030201111141

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Perkembangan Wilayah Indonesia
dan Dasar Hukumnya
A. Pentingnya Geografis Suatu Negara

Kondisi geografis negara menjadi modal dalam


pembentukan sejarah

Karena, sebagai ruang gerak hidup suatu bangsa yang di


dalamnya terdapat sumber kekayaan alam dan penduduk
yang memengaruhi proses politik maupun kebijakan untuk
mencapai tujuan negara.
B. Kondisi Geografis Indonesia
Secara objektif, geografi nusantara
merupakan wilayah lautan yang
luas dengan taburan dan untaian Pulau-pulau besar menurut luasnya

ribuan pulau yang tersebar dan adalah Kalimantan 539.460 km²,

terbentang di katuliswa serta Sumatra 437.606 km², Irian Jaya

terletak di posisi silang strategis. 421.751 km², Sulawesi 189.035 km²,


Jawa (termasuk Madura) 132.174
km², Halmahera 20.000 km², Seram:
Batas-batas astronomis 18.625km², Sumbawa 15.500 km²,
sebgai berikut: utara: ± 6º LU Timur Barat 15.000 km², Flores
(lintang utara); selatan: ± 11º 14.250 km², Bali 5.561 km², dan
LS (lintang selatan); barat: ± Lombok 4.669 km².
95º BT (bujur timur); timur: ±
141º BT (Bujur timur).
1) Sejak Proklamsi Kemerdekaan (17 Agustus 1945) hingga 13 Desember 1957

Masih mengikuti Territole Zee En Kringen Ordonantie


(TZMKO) tahun 1939. Lebar laut wilayah Indoensia
adalah 3 mil diukur dari garis air rendah dari masing
pantai pulau di Indonesia.

Penetapan lebar wilayah ini tentu tidak mendukung


konsep wilayah Negara Kesatuan Republik (NKRI).

Hal ini terasa jika dihadapkan dengan pergolakan-


pergolakan dalam negeri dalam bentuk
provosialisme saat itu. Mengingat keadaan
linhkungan alamnya makan persatuan dan kesatuan
wilayah negara menjadi tuntutan utama bagi
terwujudnya kemakmuran dan keamanaan yang
berlanjut.

Oleh karena itu, dimaklumkanlah ‘‘ Deklarasi


Djuanda‘‘ pada tanggal 13 Desember 1957
2.Deklrasi
Djuanda Sebagai tonggak kesatuan wilayah menyatakan bahwa:

 bentuk geografis Indonesia adalah archipelago yang


terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil dengan
sifat dan corak tersendiri.
 demi keutuhan tetritoal dan untuk melindungi
kekayaaan negara yang terkandung di dalamnya,
pulau-pulau, serta laut yang ada di antaranya harus
dianggap sebagai kesatuan utuh dan bulat.

Untuk mengukuhkan ini maka ditetapkanlah Undang-


uandang Nomor.4/ prp tahun 1960 tentang perairan
Indonesia.
Luas +65%
wilayahnya terdiri
dari laut/perairan,
sedangkan +35%
lagi adalah Panjang pantai
daratan 81.000 km²

1 2 3 4 5

Bertambah luas Terdiri dari 17.508 Topografinya berupa


+2 juta km² buah pulau-pulau dan pengunungan dengan
menjadi +11.808 pulau-pulau gunung-gunung yang
+5 juta km² kecil yang belum masih aktif maupun
(ada) diberi nama. tidak aktif.
MANFAAT IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA
Dari segi penerapan dan manfaat yang bisa kita rasakan dari adanya wawasan nasional menurut Kaelan(2007:140-141) di antaranya adalah
sebagai berikut.

1. Dalam konteks pengakuan wilayah, konsep Wilayah


atau tanah air Nusantara secara keseluruhan telah diakui
dan diterima dalam kesepakatan di forum-forum 6. Dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, bangsa
internasioanl. Indonesia merasa punya payung kebersamaan, dan tetap
. merasa satu bangsa, tanah air, senasib sepenanggungan
2. Pengakuan Landas Kontinen san ZEE oleh dengan dasar pancasila.
masyarakat dunia sangat menghasilkan pertambahan
luas wilayah dan dengan sendiri menambah modal
dan hak milik bangsa Indonesia untuk kesejahteraan 7. Penerapan wawasan di bidang pertahanan keamanan
bersama. yakni dapat dilihat pada kesiapsiagaan seluruh rakyat
dalam Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta
3.Dalam pertambangan wilayah nusantara secara untuk menhadapi berbagai ancaman bangsa dan negara.
umum, juga diakuinya gugus wilayah Indonesia
sebagai kesatuan tentu sangat menguntungkan bagi
bangsa Indonesia, terutama secara ekonomi.

4. Dengan diakuinya wilayah kesatuan Indonesia oleh


forum-forum internasional, maka Indonesia juga
menjalin kerja sama dan memberi kelonggaran bagi
hubungan saling menguntungkan diwilayah perairan.

5. Penerapan wawasan nusantara sangat tampak dalam


pembangunan saran komunikasi dan transportasi,
seperti palapa, microwave system, lapangan terbang
perintis, lapangan pelayaran perintis.
.
OTONOMI DAERAH UNTUK MEWUJUDKAN DEMOKRATISASI

Otonomi dipandang sebagai proses


tersenggaranya distribusi kewenangan secara
serasi dan proporsional antara pemerintah
pusat, pemerintah provnsi, dan pemerintah
kabupaten dan kota dalam bingkai keutuhan
Negara-negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI)
 Pemahaman Pelaksanaan Otonomi
Daerah
 Kewenangan Daerah

 Implementasi Wawasan Nusantara


dalam Konsep Otonomi Daerah
OTONOMI DAERAH
UNTUK
MEWUJUDKAN 1. Pemahaman Pelaksanaan Otonomi Daerah
Menurut Harun Al Rasyid (2003), ada beberapa kesalahan penafsiran
DEMOKRATISASI pada awal pelaksanaan otonomi daerah, antara lain :
• otonomi semata-mata dikaitkan dengan uang,
• daerah belum mampu dan belum siap,
• melalui otonomi daerah maka pusat akan melepaskan tanggung
jawab untuk membantu dan membina daerah,
• dengan otonomi daerah maka daerah dapat melakukan apa saja,
• otonomi daerah akan menciptakan raja-raja kecil di daerah dan
memindahkan pola KKN ke daerah.

2. Kewenangan Daerah
Secara yuridis–formal otonomi daerah telah kembali
diundangkan dalam UU Nomor 32 tahun 2004. Untuk itu, inti
pelaksanaan otonomi daerah adalah adanya keluasan pemerintah
daerah(discretionarypower) untuk penyelenggaraan pemerintahan
sendiri atas dasar parkas, kreativitas dan peran-peran aktif
masyarakat dalam mengembangkan dan memajukan daerahnya.
OTONOMI DAERAH
UNTUK
MEWUJUDKAN
DEMOKRATISASI

3. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Konsep Otonomi Daerah


Era Reformasi mencoba menerapkan cara desentralisasi
dengan tujuan pembangunan kesejahteraan baik secara rohani dan
jasmani dapat merata. Otonomi atau desentralisasi adalah cara atau
strategi yang dipilih agar penyelenggaraan NKRI dapat menciptakan
pembangunan yang berkeadilan dan merata diseluruh wilayah tanah
air. Keadilan adalah prasyarat bagi terwujudnya persatuan bangsa
dan keutuhan wilayah sebagaimana hakikat wawasan nusantara
(Winarno, 2014 : 209).