Anda di halaman 1dari 28

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA KLIEN DENGAN

DIABETES MELLITUS

KELOMPOK 5 ( III-C)

LAILA NUR FITRIA (NIM: 1608771) RIZKY FAUZI P (NIM: 1608813)


NINING WIDANINGRUM (NIM: 1608792) TRIA APRILIANI (NIM: 1608832)
RESI WULANSARI (NIM: 1608802) TRISKA OKTARIANI (NIM: 1608833)
RIVAL GILANG ANUGRAH (NIM: 1608809) YOGA INDRIANA G (NIM: 1608840)
Pengkajian menggunakan pendekatan community as partner meliputi : data inti dan data sub sistem.
1. Data Inti Komunitas Meliputi ;
a. Riwayat atau sejarah perkembangan komunitas
1) Lokasi :
 Propinsi daerah tingkat 1 : Jawa Timur
 Kabupaten/ kotamadya : Pacitan
 Kecamatan : Sumber Asri
 Kelurahan : Margorukun
 RW : 05
 RT : 03
 Luas wilayah : 5.220 m2
 Batas wilayah/wilayah
 Utara : Jalan raya melati
 Selatan : RT 06 /RW 04
 Barat : RT 07
 Timur : RT 18/ RW 03
 Keadaan tanah menurut pemanfaatannya
 Pemukiman : 4550 m2
b. Data demografi
1) Jumlah penderita hipertensi : 250 orang
2) Jumlah penderita TB Paru : 65 orang
3) Jumlah penderita asma : 20 orang
4) Jumlah penderita DM : 300 orang
Menurut hasil wawancara, data penyakit yang didapatkan didesa margo rukun yang paling tinggi mayoritas
adalah penderita DM adalah 300 orang, dibandingkan jumlah penderita hipertensi 250 orang, penderita TB
paru 65 orang dan penderita asma 20 orang. Dari 300 orang penderita DM jika dikelompokan dibagi menjadi
3 kelompok yaitu ibu hamil 60 orang, dewasa 150 orang dan lansia 90 orang. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa di desa margo rukun penderita DM sangat tinggi yaitu 300 orang dan rata-rata penderitanya adalah
masyarakat dewasa, lansia dan ibu hamil.
a) Berdasarkan jenis kelamin
 Laki-laki : 120 orang (45 %)
 Perempuan : 180 orang (55 %)
b) Berdasarkan kelompok penderita DM
 Anak-anak :-
 Remaja :-
 Dewasa : 150 orang (50 %)
 Lansia : 90 orang (30 %)
 Ibu hamil : 60 orang (20%)
c) Berdasarkan agama
 Islam : 20 orang (80%)
 Kristen : 30 orang (10%)
 Hindu : 15 orang (5%)
 Budha : 15 orang (5%)
 Katolik :-
d) Berdasarakan suku bangsa
 Jawa : 210 orang (70%)
 Madura : 75 orang (25%)
 Sunda : 9 orang (3%)
 WNI keturunan : 6 orang (2%)
e) Jumlah penderita DM gangren : 90 orang
Dari hasil wawancara pada masyarakat di Margo Rukun ada 90 orang masyarakat penderita DM Gangren hal
tersebut dikarenakan banyak masyarakat Margo Rukun yang tingkat pengetahuan tentang masalah
kesehatannya masih rendah, sehingga banyak penderita DM Gangren tidak mengetahui tentang cara
pencegahan terjadinya luka Gangren dan resiko peningkatan luka Gangren tersebut.
f). Status perkawinan
 Kawin : 195 orang (65%)
 Tidak kawin : 60 orang (20%)
 Duda : 30 orang (10%)
 Janda : 15 orang (5%)
2. Data Sub Sistem
a. Data Lingkungan Fisik
1) Sumber air dan air minum
a) Penyediaan Air bersih
 PAM : 180 orang (60%)
 Sumur : 120 orang (40%)
 Sungai :-
b) Penyediaan air minum
 PAM : 150 orang (50%)
 Sumur : 90 orang (30%)
 Sungai :-
 Lain-lain/air mineral : 60 orang (20%)
c) Pengolahan air minum
 Masak : 300 orang (100%)
 Tidak dimasak :-
d) Pengelolaan air minum
 Selalu dimasak : 300 orang (100%)
2) Saluran pembuangan air/sampah
a. Kebiasaan membuang sampah
 Diangkut petugas : 30%
 Dibuang sembarangan : 70%
b. Pembuangan air limbah
 Got/parit : 100%
 Sungai :-
c. Keadaan pembuangan air limbah
 Baik/lancer : 25%
 Kotor : 75%
3) Jamban
a) Kepemilikan jamban
 Memiliki jamban : 80%
 Tidak memiliki jamban : 20%
b) Macam jamban yang dimiliki
 Septitank : 75%
 Disungai : 25%
c) Keadaan jamban
 Bersih : 45%
 Kotor : 55%
4) Keadaan rumah
a. Tipe rumah
 Tipe A/permanen : 210 orang (70%)
 Tipe B/semipermanen : 75 orang (25%)
 Tipe C/tidak permanen : 15 orang (5%)
b. Status rumah
 Milik rumah sendiri : 180 orang (60%)
 Kontrak : 120 orang (40%)
c. Lantai rumah
 Tanah : 30 orang (10%)
 Papan : 90 orang (30%)
 Tegel/keramik : 180 orang (60%)
d. Ventilasi
 Ada :240 orang (80%)
 Tidak ada : 60 orang (20%)
e. Luas kamar tidur
 Memenuhi syarat : 180 orang (60%)
 Tidak memenuhi syarat : 120 orang (40%)
5. Halaman rumah
a. Kepemilikan pekarangan
 Memiliki : 240 orang (80%)
 Tidak memiliki : 60 orang (20%)
b. Pemanfaatan pekarangan
 Ya : 270 orang (90%)
 Tidak : 30 orang (10%)
b. Fasilitas Umum dan Kesehatan
1) Fasilitas umum
a) Sarana Kegiatan Kelompok
 Karang taruna : 1 kelompok
 Pengajian : 2 kelompok
 Ceramah agama : 1 kelompok
 PKK : 1 kali per bulan
b) Tempat perkumpulan umum
 Balai desa : ada (1 buah)
 Dukuh : ada (1 buah)
 RW : ada (1 buah)
 RT : ada (1 buah)
 Masjid/Mushola : ada (2 buah)
2) Fasilitas Kesehatan
a) Pemanfaatan fasilitas kesehatan
 Puskesmas : 150 orang (50%)
b) Kebiasaan check up kesehatan
 Rutin tiap bulan : 90 orang (30%)
 Jarang : 210 orang (70%)
Kebiasaan kontrol / check up pada masyarakat margo rukun dari 300 orang penderita DM masih jarang sekitar
210 orang atau sekitar 70%. Dan yang rutin tiap bulan hanya 90 orang atau sekitar 30%. 70% masyarakat
tersebut kebanyakan adalah para petani yang menghabiskan waktunya di ladang dan di kebun. Sehingga
menjadikan alasan untuk kontrol ke pelayanan kesehatan karena sibuk.
c. Ekonomi
1). Karekteristik Pekerjaan
 PNS/ABRI : 60 orang (20%)
 Pegawai swasta : 60 orang (20%)
 Wiraswasta : 30 orang (10%)
 Buruh tani/pabrik :150 orang (50%)
2). Penghasilan Rata-Rata Perbulan
 < dari UMR : 150 orang (50%)
 UMR – 1.000.000,00 : 90 orang (30%)
 > dari UMR : 60 orang (20%)
Perolehan data menunjukkan bahwa penghasilan rata-rata perbulan yang kurang dari UMR sangat tinggi yaitu sekitar
150 orang (50%), penghasilan UMR-1 juta sebanyak 90 orang ( 30%), penghasilan lebih dari UMR sebanyak 60
orang. Masyarakat yang berpenghasilan kurang dari UMR tidak mementingkan pelayanan kesehatannya untuk check
up karena beranggapan harus mengeluarkan uang yang banyak, sehingga masyarakat banyak yang mengabaikan
penyakitnya.
3). Pengeluaran Rata-Rata Perbulan
 < dari UMR : 165 orang (55%)
 UMR-1.000.000,00 : 105 orang (35%)
 > dari UMR : 30 orang (10%)
4). Kepemilikan usaha
 Toko : 30 orang (10%)
 Warung makanan : 15 orang (5%)
 UKM : 9 orang (3%)
 Tidak punya : 246 orang (82%)
d. Keamanan dan Transportasi
1). Keamanan
a) Diet makan
 Kebiasaan makan makanan manis : 70% ( 210 org )
 Kebiasaan makan makanan berlemak : 20% ( 60 org )
 Lain-lain : 10% ( 30 org )
Menurut hasil wawancara setiap msyarakat, mereka lebih banyak mengonsumsi makanan yang banyak
mengandung gula yaitu sekitar 210 orang (70%) dari penderita DM sebanyak 300 orang, masyarakat juga banyak
mengonsumsi makanan berlemak yaitu sekitar 60 orang (20%), dan mengonsumsi makanan yang lain sebanyak 30
orang (10%).
b). Kepatuhan terhadap diet
 Patuh : 25% ( 75 org )
 Kadang-kadang : 30% ( 90 org )
 Tidak patuh : 45% ( 135 org )
Dari hasil wawancara pada masyarakat di Margo Rukun diperoleh data bahwa kepatuhan masyarakat diet banyak
masyarakat yang tidak patuh yaitu sekitar 135 orang (45%). Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi tentang
diet untuk penyakit DM.
c). Kebiasaan berolah raga
 Sering : 15% ( 45 org )
 Kadang-kadang : 40% ( 120 org )
 Tidak pernah : 45% ( 135 org )

2). Memakai alas kaki


 Jarang memakai : 60% ( 180 org )
 Saat di luar rumah : 30% ( 90 org )
 Setiap saat : 10% ( 30 org )
Dari hasil wawancara pada masyarakat di Margo Rukun didapatkan data bahwa banyak masyarakat yang
jarang memakai alas kaki yaitu 60% (180), saat diluar rumah 30% ( 90 orang), dan setiap saat 10% (30 orang).
Banyaknya penderita DM Gangren yang jarang memakai alas kaki beresiko untuk terjadinya infeksi pada luka
gangrene itu sendiri.
3). Kebiasaan mencuci kaki sebelum tidur
 Sering : 10% ( 30 org )
 Kadang-kadang : 15% ( 40 org )
 Tidak pernah : 75% ( 225 org )
4). Transportasi
a). Fasilitas transportasi : Jalan Raya, Angkutan Umum, Ambulans
b). Alat transportasi yang dimiliki
 Sepeda : 90 orang (30%)
 Motor : 120 orang (40%)
 Mobil : 6 orang (2%)
 Lain-lain/ becak : 84 orang (28%)
c). Penggunaan Sarana Transportasi Oleh Masyarakat
 Angkutan umum : 165 orang (55%)
 Kendaraan pribadi : 135 orang (45%)
e. Politik dan pemerintahan
1) Struktur organisasi : ada
 Terdapat kepala desa dan perangkatnya
 Ada organisasi karang taruna
2) Kelompok layanan kepada masyarakat (pkk, karang taruna, panti, posyandu)
3) Kebijakan pemerintah dalam pelayanan kesehatan : ada yaitu puskesmas
4) Kebijakan pemerintah khusus untuk penyakit DM : belum ada
5) Peran serta partai dalam pelayanan kesehatan : belum ada
f. Sistem Komunikasi
1) Fasilitas komunikasi yang ada
 Radio : 225 orang (75 %)
 TV : 165 orang (55 %)
 Telepon/handphone : 120 orang (40 %)
 Majalah/Koran : 135 orang (45%)
2) Fasilitas komunikasi yang menunjang untuk kelompok DM
 Poster tentang diet DM : ada
 Pamflet tentang penanganan DM : ada
g. Pendidikan
1) Distribusi pendudukan berdasarkan tingkat pendidikan formal
 SD : 135 orang (45%)
 SLTP : 90 orang (30%)
 SLTA : 60 orang (20%)
 Perguruan tinggi : 15 orang (5%)
Dari hasil perolehan data masyarakat di margo rukun tingkat pendidikan formal mempengaruhi kesehatan
masyarakat terutama yang mempunyai penyakit DM. dari hasil wawancara didapatkan bahwa lulusan
tertinggi yaitu SD sebanyak 135 orang (45%), SLTP 90 orang ( 30% ), SLTA 60 orang ( 20% ) dan perguruan
tinggi 15 orang ( 5% ). Sehingga dapat disimpukan bahwa masyarakat penderita DM yang berpendidikan
rendah tidak mementingkan kesehatan dan tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan karena kurangnya
pengetahuan dan informasi.
h. Rekreasi
 Tempat wisata yang biasanya dikunjungi taman kota dan alun- alun.
 Ada program setahun sekali diadakan program wisata bersama kader kesehatan RT 05 RW 03 Kelurahan
Margo Rukun.
NO PENGELOMPOKKAN DATA ETIOLOGI MASALAH
1. Ds: Faktor penghasilan yang Ketidakpatuhan
Dari hasil wawancara didapat ketidak patuhan rendah masyarakat/penderita DM
masyarakat untuk melaksanakan check up melaksanakan check up
kesehatan sebanyak 219 orang (70%) kesehatan Di RT 3 RW 5
Do: kelurahan Margo Rukun
- sebanyak 210 orang jarang check up/bulan
- lulusan SD sebanyak 135 orang
- lulusan SLTP sebanyak 90 orang
- penghasilan < UMR sebanyak 150 orang
- penghasilan UMR-1.000.000 sebanyak 90
orang
- penghasilan > UMR 60 orang
2. Ds : Pengetahuan yang Ketidakpatuhan
Dari hasil wawancara bahwa masyarakat yang kurang masyarakat dalam
tidak patuh menjalankan diet yaitu sebanyak melaksanakan program
45%(135orang) diet berhubungan dengan
Do : kurangnya Informasi Di
- data menyebutkan bahwa tingkat pendidikan RT 3 RW 5 kelurahan
SD sebanyak 135 orang (45%) Margo Rukun
- penyuluhan kader dari masyarakat dan
petugas kesehatan dari puskesmas jarang ada
- kebiasaan masyarakat makan makanan yang
manis sebanyak 210 orang (70%)
3. Ds: Kurangnya pengetahuan Resiko peningkatan penderita
Dari hasil wawancara didapat jumlah penderita DM tenytang ganggren Di RT 3 RW 5
penderita DM 300 orang pencegahan terjadinya luka kelurahan Margo Rukun
Do: ganggren
-jumlah penderita DM dengan
ganggren sebanyak 30% (90 orang)
- distribusi penderita DM berdasarkan
tingkat pendidikan formal
SD :45% (135 orang)
SLTP :30% (90 orang)
SLTA :20% (60 orang)
Perguruan tinggi:5%(15 orang)
-sebanyak 210 orang (70%) penderita
DM tidak check up secara rutin
- kebiasaan sehari hari penderita DM
yang setiap saat memakai alas kaki
sebanyak 45 orang (15%),saat dilauar
rumah 75 orang (25%) dan jarang
memakai 180 orang (60%)
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Ketidakpatuhan masyarakat/penderita DM melaksanakan check up kesehatan di RT 5 RW 3 kelurahan
Margo Rukun berhubungan dengan faktor penghasilan yang rendah ditandai dengan:
Ds:
 Dari hasil wawancara didapat ketidak patuhan masyarakat untuk melaksanakan check up kesehatan
sebanyak 219 orang (70%)
Do:
 sebanyak 210 orang jarang check up/bulan
 lulusan SD sebanyak 135 orang
 lulusan SLTP sebanyak 90 orang
 penghasilan < UMR sebanyak 150 orang
 penghasilan UMR-1.000.000 sebanyak 90 orang
 penghasilan > UMR 60 orang
b. Ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan program diet berhubungan dengan kurangnya
Informasi Di RT 3 RW 5 kelurahan Margo Rukun
ditandai dengan :
Ds :
 Dari hasil wawancara di dapat tingkat pendidikan ada 50% warga yang tidak patuh menjalankan diet
c. Resiko peningkatan penderita ganggren di RT 5 RW 3 kelurahan Margo Rukun berhubungan
dengan Kurangnya pengetahuan penderita DM tentang pencegahan terjadinya luka ganggren di tandai dengan:
Ds:
Dari hasil wawancara didapat jumlah penderita DM 300 orang

Do:
- Jumlah penderita DM dengan ganggren sebanyak 30% (90 orang)
- Distribusi penderita DM berdasarkan tingkat pendidikan formal
 SD : 45% (135 orang)
 SLTP : 30% (90 orang)
 SLTA : 20% (60 orang)
- Perguruan Tinggi :5%(15 orang)
- Sebanyak 210 orang (70%) penderita DM tidak check up secara rutin
- Kebiasaan sehari hari penderita DM yang setiap saat memakai alas kaki sebanyak 45 orang (15%),saat
dilauar rumah 75 orang (25%) dan jarang memakai 180 orang (60%)
PRIORITAS MASALAH

Diagnosa keperawatan Pentingnya penyelesaian Perubahan positif untuk Penelesaian untuk


penyelesaian di komunitas peningkatan kualitas hidup
masalah
1 : rendah 0 : tidak ada 0 : tidak ada
2 : sedang
3 : tinggi 1 : rendah 1 : rendah
2 : sedang 2 : sedang
3 : tinggi 3 : tinggi
Perubahan positif
Pentingnya Penelesaian untuk
untuk
Diagnosa keperawatan penyelesaian peningkatan kwalitas Skor
penyelesaian di
masalah hidup
komunitas
1. Ketidakpatuhan masyarakat/penderita 3 3 3 9
DM melaksanakan check up kesehatan di
RT 5 RW 3 kelurahan Margo Rukun
berhubungan dengan faktor penghasilan
yang rendah

Ketidakpatuhan masyarakat dalam 3 2 1 6


melaksanakan program diet berhubungan
dengan kurangnya Informasi Di RT 3 RW 5
kelurahan Margo Rukun

1. Resiko peningkatan penderita ganggren 3 2 2 7


di RT 5 RW 3 kelurahan Margo Rukun
berhubungan dengan Kurangnya
pengetahuan penderita DM tentang
INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Ketidakpatuhan masyarakat/penderita DM melaksanakan check up kesehatan di RT 5 RW 3 kelurahan Margo Rukun berhubungan
dengan faktor penghasilan yang rendah
2. Berikan penyuluhan tentang pentingnya memeriksa gula darah bagi penderita DM
3. Rasional : Dengan dilakukannya pemeriksaan penyakit DM, masyarakat mampu mengetahui kondisi penyakitnya.
4. Lakukan Pemeriksaan gula darah gratis pada penderita DM
5. Rasional : pemeriksaan DM mampu mengontrol kadar gula darahnya.
6. Berikan penyuluhan tentang faktor risiko tentang ketidakpatuhan penderita DM tentang pemeriksaan gula darah
7. Rasional : masyarakat mampu mengetahui faktor risiko tentang ketidakpatuhan pemeriksaan gula darah.
8. Ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan program diet berhubungan dengan kurangnya Informasi Di RT 3 RW 5 kelurahan
Margo Rukun
9. Melakukan pendidikan kesehatan tentang diet penderita DM
10. Rasional : masyarakat penderita DM mampu melakukakan Diet dengan baik
11. Berikan penyuluhan tentang pentingnya pengobatan bagi penderita DM
12. Rasional : masyarakat mampu mengetahui cara diet untuk penyakit DM
13. Resiko peningkatan penderita ganggren di RT 5 RW 3 kelurahan Margo Rukun berhubungan dengan Kurangnya pengetahuan penderita
DM tentang pencegahan terjadinya luka ganggren
14. Berikan pendidikan kesehatan pada penderita DM tentang cara merawat luka gangrene.
15. Rasional : masyarakat mampu mengetahui cara perawatan luka gangren.
16. Ajarkan untuk penderita DM untuk merawat lukanya.
17. Rasional : masyarakat penderita DM mampu merawat lukanya.
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
1. Ketidakpatuhan masyarakat/penderita DM melaksanakan check up kesehatan di RT 5 RW 3 kelurahan
Margo Rukun berhubungan dengan faktor penghasilan yang rendah
2. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya memeriksa gula darah bagi penderita DM
3. Melakukan Pemeriksaan gula darah gratis pada penderita DM
4. Memberikan penyuluhan tentang faktor risiko tentang ketidakpatuhan penderita DM tentang
pemeriksaan gula darah
5. Ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan program diet berhubungan dengan kurangnya
Informasi Di RT 3 RW 5 kelurahan Margo Rukun
6. Melakukan pendidikan kesehatan tentang diet penderita DM
7. Berikan penyuluhan tentang pentingnya pengobatan bagi penderita DM
8. Resiko peningkatan penderita ganggren di RT 5 RW 3 kelurahan Margo Rukun berhubungan
dengan Kurangnya pengetahuan penderita DM tentang pencegahan terjadinya luka ganggren
9. Memberikan pendidikan kesehatan pada penderita DM tentang cara menanggalkan luka gangren,
dan menyebabkan penggantian luka gangren.
10. Mengajarkan untuk penderita DM untuk merawat lukanya.
EVALUASI

1. Setelah dilaksanakan, langkah selanjutnya dilakukan sesuai


dengan tujuan khusus yang telah dirumuskan yaitu:
2. Masyarakat tahu tentang diit untuk penderita DM
3. Masyarakat mengetahui tentang pentingnya kepatuahan
perawatan penyakit Dm
4. Masyarakat penderita DM tahu tentang risiko ketidakpetuhan
untuk melakukan pemeriksaan gula darah