Anda di halaman 1dari 6

ASPEK KLINIS HIV/AIDS

A. Virology HIV
B. Transmisi HIV
C. Resiko dan kerentanan
A. Virology HIV

Penyebab AIDS adalah anggota dari zubfam retrovirus yang disebut lentivirus
(lenti = larnbat) yang ktns seara tambat menimbulkan infeksi dan mernbutuhkan
waktu beberapa bulan / tahun antara invasi sampai timbulnya gejala.
HIV merupakan retrovirus obligat intraselular dengan replikasi sepenuhnya di
dalam sel host. Perjalanan infeksi HIV di dalam tubuh manusia diawali dari
interaksi gp120 pada selubung HIV berikatan dengan reseptor spesifik CD4
yang terdapat pada permukaan membran sel target (kebanyakan limfosit T-
CD4+). Sel target utama adalah sel yang mempu mengekspresikan reseptor CD4
B. Transmisi HIV

Transmisi melalui kontak seksual


Kontak seksual merupakan salah satu cara utama transmisi HIV di berbagai belahan dunia. Virus ini dapat
ditemukan dalam cairan semen, cairan vagian, cairan serviks. Transmisi infeksi HIV melalui hubungan
seksual lewat anus lebih mudah karena hanya terdapat membran mukosa rektum yang tipis dan mudah
robek, anus sering terjadi lesi.
Transmisi melalui darah atau produk darah
Transmisi dapat melalui hubungan seksual (terutama homseksual) dan dari suntikan darah yang terinfeksi
atau produk darah (Asjö, 2002). Diperkirakan bahwa 90 sampai 100% orang yang mendapat transfusi darah
yang tercemar HIVakan mengalami infeksi. Suatu penelitian di Amerika Serikat melaporkan risiko infeksi
HIV-1 melalui transfusi darah dari donor yang terinfeksi HIV berkisar antara 1 per 750.000 hingga 1 per
835.000 (Nasronudin, 2007).
C. Resiko dan kerentanan

Risiko secara umum di definisikan sebagai suatu kemungkinan terjadi dampak


buruk atas tindakan tertentu. Dalam dunia HIV dan AIDS bahaya (penularan)
merupakan suatu yang objektif dan netral sementara risiko adalah sebuah
kontruksi sosial karena kriteria kriterianya yang memungkinkan terjadi
penularan telah di tentukan oleh para ahli.
Kerentanan adalah rangkaian kondisi yang menentukan apakah bahaya yang
terjadi akan menimbulkan bencana atau tidak. Rangkaian kondisi umumnya
dapat berupa kondisi fisik sosial dan sikap mempengaruhi kemampuan
masyarakat dalam melakukan pencegahan persiapan dan tidak tanggap
terhadap dampak bahaya.
Bio, Psiko, Spiritual, dan Kultular HIV

Aspek psikososial menurut Stewart (1997) dibedakan menjadi tiga hal, antara lain:
(1) Stigma sosial;
(2) Diskriminasi terhadap orang yang terinfeksi HIV;
(3) Terjadinya waktu yang lama terhadap respon psikologis mulai penolakan, marah, tawar-
menawar, dan depresi berakibat pada keterlambatan upaya pencegahan dan pengobatan.
Keterkaitan antara lingkungan sosial (keluarga) pasien HIV & AIDS dengan progresifitas
penyakit tersebut, membuat penulis ingin mengetahui bagaimana gambaran reaksi psikologis
(respon stres) pada keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terinfeksi virus HIV.
Dukungan dari lingkungan sosial (keluarga) sangat dibutu hkan pasien HIV & AIDS sehubungan
dengan rasa putus asa yang dialami pasien sejak pasien tersebut dinyatakan terinfeksi
virus HIV.
◦TERIMAKASIH