Anda di halaman 1dari 26

KELENJAR

PARATIROID

Dr. Salman Paris H. SpPD


Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUD Budhi Asih/ FK UPN
Veteran Jakarta
Struktur Kelenjar Paratiroid
• Kelenjar paratiroid terdiri dari 4
struktur kecil,yang tertanam dalam
permukaan belakang kelenjar
tiroid,dimana diantaranya tertanam
dalam kutub inferior tiroid.lebih
jelasnya dapat dilihat pada gambar
disamping.
• Kelenjar ini mensekresikan hormon
parathormon(PTH) yaitu suatu
polipeptida yang terlibat dalam
pengontrolan konsentrasi ion
kalsium dalam darah
Fungsi Parathormon (PTH)

• Pada dasarnya parathormon (PTH) berperan


dalam meningkatkan jumlah kalsium plasma
dengan cara :
1. meningkatkan pelepasan kalsium dari tulang
menuju plasma
2. Meningkatkan reabsorbsi kalsium dalam
tubulus ginjal,sehingga ekskresi melalui urin
berkurang.
3. Meningkatkan absorbsi kalsium dari makanan
dalam usus.
Fungsi lain dari PTH

• Meningkatkan 1,25-dihidroksi kolekalsiferol


(vitamin D)
• Menekan kadar fosfat plasma
• Meningkatkan ekskresi fosfat dalam urin
Mekanisme Kontrol Parathormon (PTH)

• Bila kadar kalsium dalam


darah turun,kelenjar
paratiroid akan dirangsang
untuk mensekresikan PTH
hingga di dapatkan kadar
kalsium yang normal.
1. Sebaliknya,bila kadar
kalsium dalam darah
meningkat,maka
pengeluaran hormon PTH
dari kelenjar paratiroid di
tekan,sehingga kadar
kalsium kembali normal.
Gangguan Hormon PTH

• Hiperparatiodisme dan
Hipoparatiodisme.
Mekanisme Kontrol Parathormon
(PTH)

• Bila kadar kalsium dalam darah turun, kelenjar paratiroid


akan dirangsang untuk mensekresikan PTH hingga
didapatkan kadar kalsium yang normal dalam darah.
• Bila kadar kalsium dalam darah meningkat, maka
pengeluaran hormon PTH dari kelenjar paratiroid ditekan,
sehingga kadar kasium dalam darah kembali normal.
Dengan mekanisme kontrol semacam ini, kadar kalsium
dalam darah dapat dipertahankan dalam keadaan normal.
GANGGUAN FUNGSI PARATIROID

HIPEPARATIROIDISME
dan
HIPOPARATIROIDISME

8
HIPERPARATIROIDISME

• Hiperparatiroidisme adalah:
Berlebihnya produksi hormon paratiroid oleh kelenjar
paratiroid ditandai dengan dekalsifikasi tulang dan
terbentuknya batu ginjal yang mengandung kalsium.

• Hiperparatiroidisme dibagi menjadi 2, yaitu:

• Hiperparatiroidisme primer: 2sd 3 X wanita > laki-laki


dan pada pasien-pasien yang berusia 60-70 tahun.
• Hiperparatiroidisme sekunder disertai manifestasi yang
sama dengan pasien gagal ginjal kronis. 9
Etiologi

• Menurut Lawrence Kim, MD. 2005,etiologi hiperparatiroid yaitu:


1. Kira-kira 85% dari kasus hiperparatiroid primer disebabkan oleh adenoma
tunggal.
2. Sedangkan 15% lainnya melibatkan berbagai kelenjar (contoh berbagai
adenoma atau hyperplasia). Biasanya herediter dan frekuensinya berhubungan
dengan kelainan endokrin lainny.
3. Sedikit kasus hiperparatiroidisme utama disebabkan oleh paratiroid karsinoma.

10
Patofisiologi

• Hiperparatiroidisme dapat bersifat primer (yaitu yang disebabkan


oleh hiperplasia atau neoplasma paratiroid) atau sekunder, dimana
kasus biasanya berhubungan dengan gagal ginjal kronis.
• Pada 80% kasus, hiperparatiroidisme primer disebabkan oleh
adenoma paratiroid jinak; 18% kasus diakibatkan oleh hiperplasia
kelenjar paratiroid: dan 2% kasus disebabkan oleh karsinoma
paratiroid (damjanov,1996).
• Hiperparatiroidisme ditandai oleh kelebihan PTH dalam sirkulasi.

11
12
Manifestasi Klinik

• Gejala akibat terganggunya beberapa sistem organ: Gejala apatis, keluhan


mudah lelah, kelemahan otot, mual, muntah, konstipasi, hipertensi dan aritmia
jantung dapat terjadi; semua ini berkaitan dengan peningkatan kadar kalsium
dalam darah.
• Manifestasi psikologis : emosi yang mudah tersinggung dan neurosis hingga
keadaan psikosis yang disebabkan oleh efek langsung kalsium pada otak serta
sistem saraf.
• Pembentukan batu ginjal yang berkaitan dengan peningkatan ekskresi kalsium
dan fosfor merupakan salah satu komplikasi hiperparatiroidisme primer.
• Kerusakan ginjal terjadi akibat presipitasi kalsium fosfat dalam pelvis da ginjal
parenkim yang mengakibatkan batu ginjal (rena calculi), obstruksi, pielonefritis
serta gagal ginjal.

13
• Gejala muskuloskeletal terjadi akibat demineralisasi tulang atau
tumor tulang, yang muncul berupa sel-sel raksasa benigna akibat
pertumbuhan osteoklast yang berlebihan. Pasien dapat
mengalami nyeri skeletal dan nyeri tekan, khususnya di daerah
punggung dan persendian; nyeri ketika menyangga tubuh; fraktur
patologik; deformitas; dan pemendekkan badan. Kehilangan
tulang yang berkaitan dengan hiperparatiroidisme merupakan
faktor risiko terjadinya fraktur.
• Insidens ulkus peptikum dan prankreatis meningkat pada
hiperparatiroidisme dan dapat menyebabkan terjadinya gejala
gastroitestinal. (Brunner & Suddath, 2001)

14
Pemeriksaan Diagnostik
• Hiperparatiroidisme didiagnosis: level kalsium dalam darah tinggi
disebabkan tingginya kadar hormone paratiroid.
• Pemeriksaan radioimmunoassay untuk parathormon sangat
sensitif dan dapat membedakan hiperparatiroidisme primer
dengan penyebab hiperkalasemia lainnya pada lebih dari 90 %
pasien yang mengalami kenaikan kadar kalsium serum.
• Pemeriksaan USG, MRI, Pemindai thallium serta biopsi jarum
halus untuk mengevaluasi fungsi paratiroid dan untuk
menentukan lokasi kista, adenoma serta hiperplasia pada kelenjar
paratiroid.

15
• Laboratorium:
1) Kalsium serum meninggi
2) Fosfat serum rendah
3) Fosfatase alkali meninggi
4) Kalsium dan fosfat dalam urin bertambah
• Foto Rontgen:
o Tulang menjadi tipis, ada dekalsifikasi
o Cystic-cystic dalam tulang
o Trabeculae di tulang
PA: osteoklas, osteoblast, dan jaringan fibreus bertambah

16
Komplikasi
1) peningkatan ekskresi kalsium dan fosfor
2) Dehidrasi
3) batu ginjal
4) hiperkalsemia
5) Osteoklastik
6) osteitis fibrosa cystica

17
• Penatalaksanaan
• Hiperparatiroidisme primer adalah tindakan bedah untuk mengangkat jaringan
paratiriod yang abnormal.
• Namun yang asimtomatik disertai kenaikaan kadar kalsium serum ringan dan
fungsi ginjal yang normal, pembedahan dapat ditunda dan keadaan pasien
dipantau dengan cermat akan adanya kemungkinan bertambah parahnya
hiperkalsemia, kemunduran kondisi tulang, gangguan ginjal atau pembentukan
batu ginjal (renal calculi)
• Pemberian fosfat per oral menurunkan kadar kalsium serum pada sebagian
pasien. Penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan karena dapat
mengakibatkan pengendapan ektopik kalsium fosfat dalam jaringan lunak.
• Pemberian preparat diuretik thiazida harus dihindari oleh pasien
hiperparatiroidisme primer karena obat ini akan menurunkan eksresi kalsium
lewat ginjal dan menyebabkan kenaikan kadar kalsium serum.

18
• Hipoparatiroid
• Gabungan gejala dari produksi hormon paratiroid yang tidak
adekuat.
• Keadaan ini jarang : kerusakan atau pengangkatan kelenjar
paratiroid pada saat operasi paratiroid atau tiroid.
• Kadang-kadang penyebab spesifik tidak dapat diketahui.
Etiologi

• Jarang  hipoparatiroidisme primer, anak-anak dibawah umur 16


tahun.
• Ada tiga kategori dari hipoparatiroidisme:
1) Defisiensi sekresi hormon paratiroid, ada dua penyebab utama:
a) Post operasi pengangkatan kelenjar partiroid dan total tiroidektomi.
b) Idiopatik, penyakit ini jarang dan dapat kongenital atau didapat
(acquired).
2) Hipomagnesemia.
3) Sekresi hormon paratiroid yang tidak aktif.
Patofiologi
ManifestasiKlinik:

•Hipokalsemia menyebabkan iritablitas sistem


neuromuskeler dan turut menimbulkan gejala
utama hipoparatiroidisme yang berupa tetanus.
• Gejala lainnya mencakup ansietas, iritabilitas, depresi
dan bahkan delirium. Perubahan pada EKG dan hipotensi
dapat terjadi.
Diagnosa
• Sering sulit ditegakkan karena gejala yang tidak jelas seperti rasa nyeri dan
pegal-pegal, oleh sebab itu pemeriksaan laboratorium akan membantu.
• Biasanya hasil laboratorium yang ditunjukkan, yaitu:
• 1. Kalsium serum rendah. Tetanus terjadi pada kadar kalsium serum yang
berkisar dari 5-6 mg/dl (1,2 - 1,5mmol/L) atau lebih rendah lagi.
• 2. Fosfat anorganik dalam serum tinggi
• 3. Fosfatase alkali normal atau rendah
• 4. Foto Rontgen:
• a) Sering terdapat kalsifikasi yang bilateral pada ganglion basalis di
tengkorak
• b) Kadang-kadang terdapat pula kalsifikasi di serebellum dan pleksus
koroid
• 5. Density dari tulang bisa bertambah
• 6. EKG: biasanya QT-interval lebih panjang
Penatalaksanaan

• Tujuan adalah untuk menaikkan kadar kalsium serum


sampai 9-10 mg/dl (2,2-2,5 mmol/L).
• Menghilangkan gejala hipoparatiroidisme serta
hipokalsemia.
• Preparat vitamin D dengan dosis yang bervariasi
dihidrotakisterol (AT 10 atau Hytakerol), atau
ergokalsiferol (vitamin D2) atau koolekalsiferpol
(vitamin D3)
.
.

25