Anda di halaman 1dari 21

“BUYING ON MARGIN &

SHORT SALES”

Amanda Viandari (165030201111108)


YunitaSavitri (165030201111106)
BaryatulMisbah (165030200111031)
Ainun OktavianiPutri (165030201111067)
Margin Trading
Margin trading merupakan pemberian perusahaan efek dimana nasabah (investor)
bernaung untuk membeli efek dan untuk memperbesar keuntungan. Margin trading berlaku untuk
saham.
Sebelum melakukan fasilitas Margin trading diawali dengan analisis pada nasabah, seperti :

• minimal investor menjadi nasabah 3 tahun,


• memiliki take record baik, jumlah margin yang diberikan tidak melebihi sejumlah rekening
nasabah di perusahaan efek afiliasinya. Misal, seorang investor menggunakan 60% dari posisi
investasi, sedangkan yang 40% merupakan modal pinjaman (Margin trading).
Trade of dalam Margin Trading
Fasilitas Margin trading yang merupakan mekanisme dalam ya
ng diberikan perusahaan sekuritas untuk peningkatan kemampuan daya b
eli investor, terutama investor local dalam rangka melaksanakan trading di
Pasar Modal
Manfaat yang didapatkan oleh perusahaan efek dari Margin trading melal
ui pemberian pinjaman, meliputi (Robert Ang, 1995) :
• Bunga pinjaman
• Peningkatan pendapatan komisi
• Keuntungan kompetitif
Sama halnya dengan perusahaan efek, margin trading juga memberikan manfaat dari sisi investor. Hal

itu karena, margin trading berarti terdapat pinjaman dari perusahaan efek kepada investor dalam rangka
melakukan trading. Disini, berarti terdapat peningkatan daya beli investor. Adapun di pihak investor yang
menikmati jasa margin trading mendapatkan manfaat sebagai berikut:

• Peningkatan Power of Purchase


Pm = 100%
m

Dimana :
Pm = Power of Purchase (%)
M = Fasilitas margin yang diperoleh (%)

• Memperbesar Keuntungan investor


Keuntungan yang diperoleh suatu transaksi margin dipengaruhi oleh beberapa factor :
1. Bunga atas pinjaman margin
2. Capital gains atas efek yang dibeli
3. Total pendapatan termasuk pajak
4. Biaya transaksi termasuk pajak
• Besarnya margin yang diperoleh
ROI = o - iᵐ + G – c
m
Untuk kepentingan tersebut, pihak perusahaan efek akan memberlakukan
serangkaian pengamanan yaitu dengan initial margin, dan maintenance margin.
1. Initial margin (margin awal)
adalah jumlah ekuitas atau modal minimum yang harus disediakan
oleh investor pada saat terjadinya transaksi pembelian (Robert Ang,1 995).
2. Maintenance margin adalah margin minimum yang harus selalu ada pada
rekening investor setiap waktu (Robert Ang, 1995).
3. Margin Call
adalah suatu pemberitahuan yang dikeluarkan oleh pemberi fasilitas
margin (perusahaan efek) untuk diberikan kepada nasabah guna menambah m
odal pada rekening margin nasabah karena posisi marginnya telah berada diba
wah maintenance margin yang mana terjadi karena harga efek yang dibeli men
galami penurunan harga dalam kisaran waktu yang telah ditentukan (Robert An
g, 1995).
Untuk menentukan posisi Margin dari efek-efek yang dimiliki dalam suatu transaksi margin, maka dapat digu
nakan rumus sebagai berikut :
M = Vs-db
Vs
M = Margin
Vs = nilai efek (value of securities)
Db = saldo debet (debit balance), istilah lain dari modal/dana pinjaman untuk margin trading
Contoh Kasus
Ny. Namiytha Hanum adalah nasabah Gama Securities memperoleh fasilitas margin sebesar 50%. Berkaitan
dengan fasilitas margin tersebut dilaksanakan kontrak yang mana dalam kontrak disebutkan bahwa mainten
ance margin sebesar 35 %. Jika Namytha Hanum membeli saham Telkom sebanyak 22 lot pada harga Rp 9.
750 per saham. Ternyata dalam perjalanan waktu saham TLKM kinerja kurang bagus sehingga harganya
jatuh sampai Rp 7.200 per saham. Berapa posisi margin Namytha Hanum sekarang? Apa yang harus dilaku
kan ?
Penyelesaian:
Harga Pembelian : 11.000 x Rp 9.750 = Rp. 107.250.000
Modal : 50% x Rp. 107.250.000 = Rp. 48.450.000
Debit balance (db) : (100-51%) x Rp. 95.000.000 = Rp. 53.625.000
Debit balance (db) ini merupakan istilah dari dana pinjaman untuk margin trading.
Harga efek sekarang (Vs) = 11.000 x Rp. 7.200 = Rp. 79.200.000
Margin (m) = M = Vs-db = Rp. 79.200.000 – Rp. 53.625.000
Vs Rp. 79.200.000
= 32,29%
Prosedur Margin Trading
Margin Account (Rekening Margin

Fasilitas margin diberikan kepada nasabah atau investor dari perusahaan efek afiliasi yang be
rtujuan untuk meningkatkan daya beli investor terutama investor lokal. Terdapat dua rekening margin yan
g biasa digunakan investor pengguna fasilitas margiin yaitu margin account (rekening margin) dan restrict
ed account (rekening terbatas).
Dampak Margin Trading pada hasil Saham

Margin Trading mengandung 3 fase, yaitu :


a. Harga saham akan berubah naik atau turun, apapun posisi pembiayaannya
b. Makin rendah jumlah equity investor, makin besar tingkat hasil yang diperoleh investor jika harga
saham naik
c. Risiko kerugian juga makin besar (dengan tingkat yang sama) jika harga saham turun
Perhitungan Margin Trading
Perhitungan hasil dari margin dilakukan denganmenggunakan 2 rumus, yaitu :
1. Rumus Margin Dasar
Besarnya margin dalam suatu transaksi selalu diukur relatif terhadap jumlah
equity.
Diperlukan 2 informasi untuk menyelesaikan rumus ini, yaitu :
a. Nilai pasar dari sekuritas yang di margin
b. Jumlah uang yang dipinjam atau margin loan, yang disebut Saldo Debet
(debt balance)
Persamaan rumus margin :
Margin (%) = Nilai Sekuritas - Saldo Debet
Nilai Sekuritas
=(S-D):S
Contoh :
Investor hendak membeli 100 saham @ Rp 4.000 per saham dengan menggunakan 70% margin;
yang berarti dana bersumber dari 70% equity 30% margin loan.
Investor akan pinjam 30% x Rp 400.000 = Rp 120.000
yang merupakan saldo debet dan sisanya Rp 400.000 - 120.000 = Rp 280.000
merupakan equity dari investor

a. Tingkat margin :
Margin (%) = ( S - D ) : S
= (Rp 400.000 - 120.000) : 400.000
= 70%
b. Jika harga saham naik menjadi Rp 6.500 :
Margin (%) = ( S - D ) : S
= (Rp 650.000 - 120.000) : 650.000
= 81,5%
c. Jika harga saham turun menjadi Rp 3.000 :
Margin (%) = ( S - D ) : S
= (Rp 300.000 - 120.000) : 300.000
= 60%
Rumus Hasil Modal yang Ditanam

Margin Trading biasanya menyangkut periode investasi pendek (kurang dari


setahun). Investor menggunakan sebagian dana sendiri, sisa- nya memakai dana
pinjaman. Oleh karena itu, dalam menilai hasilnya, perhitung- an tingkat laba
hanya menyangkut bagian dana milik investor sendiri (equity)
Contoh :
Investor akan membeli 100 saham @ Rp 5.000 persaham, karena diprediksi
6 bulan mendatang harga saham akan naik menjadi Rp 7.500 persaham
Saham ini memberi dividen Rp 200 per saham (dengan holding period 6 bulan,
investor hanya menerima divi- den Rp 100 /saham) Investor membeli saham
dengan 50% margin dan membayar bunga 10% untuk margin loan. Jadi
investor akan menaruh equity Rp 500.000 dengan harapan nilainya naik menjadi
Rp 750.000 dalam 6 bulan.
Karena investor menggunakan margin loan 50% = Rp 250.000 dengan
bunga 10% selama 6 bulan , maka beban bunga investor adalah
Rp 250.000 x 10% x 6/12 = Rp 12.500
ROIC yang diharapkan = (Rp 10.000 - 12.500) + Rp 750.000 - 500.000)
250.000
= Rp 247.500 / 250.000 x 100%
= 99 %
SHORT SELLING
Short selling adalah suatu cara yang digunakan dalam penjualan saham di
mana investor atau trader meminjam dana (on margin) untuk menjual saham
(yang belum dimiliki) dengan harga tinggi dengan harapan akan membeli
kembali dan mengembalikan pinjaman saham ke pialangnya pada saat saham
turun.

Mekanisme Short Selling

100 saham dijual @ Rp 5.000 persaham


Hasil penjualan bagi investor………………………..….. Rp 500.000
Kemudian, 100 saham dibeli @ Rp 3.000 per saham
Biaya bagi investor ……………………………… …….. .Rp 300.000
Laba Bersih ………… ......Rp 200.000

Jika seorang investor menemukan saham yang diprediksi akan turun harganya maka
hal itu merupakan alasan untuk melakakukan short Selling
Penggunaan Short Selling

Investor melakukan short sale untuk salah satu dari dua


alasan
a. Mencari laba spekulatif bila harga suatu sekuritas
diharapkan turun, atau
b. Melindungi laba dan menangguhkan pajak dengan
memagari (hedgimg) posisinya.

Margin dalam Short Sale

Margin dalam short sale dihitung dengan rumus :

Margin (%) = (Hasil Penjualan + Equity deposit) – Nilai Sekuritas


Nilai Sekuritas
Contoh :
Investor ingin melakukan short sale atas 100 saham @ Rp 60 dengan
menggunakan margin yang berlaku 70%.

Dalam hal ini :


Nilai Saham (NS) dan Hasil Penjualan (HP) :
100 x Rp 60 = Rp 6.000
Equity Deposit (ED) : 70% x Rp 6.000 = Rp 4.200
Jika harga saham naik menjadi Rp 70, maka :
Margin (%) = (Rp 6.000 + 4.200 -7.000 ) : 7.000 = 46%
Hasil atas Modal yang
Ditanam
Rumus hasil atas modal yang ditanam
Rumus hasil atas modal yang ditanam (return in invested capital) sbb. :
ROIC = ( HP – BP – D) : ED
Dimana :
HP = Hasil Penjualan
BP = Biaya Pembelian Sekuritas
D = Dividen yang dibayar short seller

Contoh :
Seorang investor ingin menggunakan 70% margin untuk short sale saham
seharga Rp 60 yang diprediksi akan turun menjadi Rp 40 dalam waktu 6 bulan.
Perusahaan membayar dividen Rp 2 per saham setahun atau Rp 1 per saham
untuk 6 bulan

Perhitungan hasil persaham menghasilkan :


ROIC = Rp 60 – Rp 40 – (6/12 x Rp 2) : (70% x Rp 60)
= Rp 19 /42 x 100% = 45%
Spekulasi
Karena short seller bertaruh terhadap perilaku pasar , maka short
selling merupakan teknik spekulasi yang tinggi dan menghadapi risiko
yang cukup besar.
Contoh :
Seorang investor telah menemukan suatu saham yang diprediksi akan merosot
harganya dari Rp 50 menjadi Rp 30 dalam waktu 8 bulan mendatang. Ia
memutuskan you ntuk melakukan short selling 300 saham dengan

menggunakan margin 50%.


pekulasi dengan short Sale :
Short sale awal : 300 saham dijual @ Rp 50 …………… Rp 15.000
Short sale tutup : 300 saham diobeli @ Rp 30 ………… Rp 9.000
Laba bersih …………….. Rp 6.000

Equity deposit 50% x Rp 15.000 Rp 7.500


ROIC : Rp 15.000 – 9.000 : 7.500 = 80%
Melindungi laba yang telah diperoleh
Transaksi II:
Short Sale 100 saham @ Rp 50
A. Harga saham naik menjadi Rp 80
Laba dalam transaksi I dan II :
- Nilai saham saat ini 100 saham x Rp 80 …………… Rp 8.000
- Biaya transaksi 100 saham x Rp 20 ……………... (Rp 2.000)
Laba …….……………………. Rp 6.000

Kurang : Rugi Short Sale :


Short Sale awal 100 saham x Rp 50 = Rp 5.000
Short sale tutup 100 saham x Rp 80 = ( 8.000) = Rp 3.000
Laba Bersih ……………….. Rp 3.000

B. Harga saham turun menjadi Rp 30


Laba dalam transaksi I dan II :
- Nilai saham saat ini 100 saham x Rp 30 …………… Rp 3.000
- Biaya transaksi 100 saham x Rp 20 ……………... (Rp 2.000)
Laba …….……………………. Rp 1.000
Laba Short Sale :
Short Sale awal 100 saham x Rp 50 = Rp 5.000
Short sale tutup 100 saham x Rp 30 = ( 3.000) = Rp 2.000
Laba Bersih ……………….. Rp 3.000

IImbal jasa
Apabila harga kian meningkat dan nasabah tidak memili
ki dana yang cukup guna menutup posisi tersebut maka
nasabah akan diberi pinjaman yang disebut "pinjaman
margin" yang akan dikenakan bunga pinjaman.
Risiko Short Selling
• Risiko pergerakan pasar. Pergerakan pasar sangat sulit
diprediksi. Investor yang menggunakan strategi short sell akan
selalu terekspos terhadap arah pergerakan pasar yang tidak
sesuai dengan ekspektasi.

• Potensi kerugian tidak terbatas. Secara teori, potensi kenaikan


harga saham itu tidak terbatas (dapat melebihi 100%).
Berhubung short sell mengalami kerugian jika harga saham
meningkat, berarti potensi kerugian dari short selling itu tidak
terbatas dan dapat melebihi jumlah modal.
Short Selling &
Dampak Pada Pasar Saham

Walaupun memiliki risiko unik tersendiri, short selling juga dianggap


memberi kontribusi memberi keseimbangan saat pasar saham dalam
Kindi si ‘terlalu’ bullish yang meningkatkan potensi market bubble
(kondisi dimana harga saham cenderung lebih tinggi dari nilai
fundamentalnya).